Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 213 — Tempat Selanjutnya


__ADS_3

"Eh, kau lama sekali, kupikir kau tidak akan kembali?" Yue Lian terkejut saat Jian Chen memasuki lantai tiga restoran.


"Tadi ada beberapa urusan di lantai kesatu, tapi untungnya semuanya telah selesai." Jian Chen kemudian mengeluarkan kantong emas yang sebelumnya di curi oleh perampok itu. "Bukankah ini milikmu?"


"Ini... Bagaimana bisa ada di tanganmu?"


"Aku mengambil uangnya kembali pada mereka dan ternyata mereka tidak keberatan mengembalikannya..." Jian Chen mengangkat bahu lalu duduk di meja Yue Lian sebelum menyantap hidangan makanan.


Yue Lian tentu saja tidak percaya begitu saja karena jelas-jelas lima pencuri tadi melukai pelayan dengan sungguh-sungguh, memberikan pada Jian Chen secara sukarela rasanya mustahil kecuali Jian Chen melakukan sesuatu pada pencuri itu.


Semenjak Jian Chen menyembuhkan luka pelayan sebelumnya Yue Lain menyadari kekuatan Jian Chen tidaklah biasa, tidak ada orang yang dapat menyembuhkan luka secepat itu kecuali mereka yang sudah di kultivasi sangat tinggi.


Yue Lian berpikir bahwa sebenarnya yang menyelamatkan nyawanya adalah Jian Chen saat melawan para perampok sebelumnya, pasalnya tidak mungkin ada seorang pendekar yang kebetulan ada di tengah hutan.


Meski menduga kekuatan Jian Chen sangat tinggi, Yue Lian tidak berbicara lebih jauh karena menyadari pemuda itu kemungkinan sedang menyembunyikan kekuatannya.


Tidak bijak bertanya hal yang harus dirahasiakan oleh seseorang, lagian menurutnya Jian Chen bukanlah orang jahat.


"Setelah ini aku akan mengunjungi pusat pemerintah kota dan melaporkan dalang penculikan mereka, kita tidak bisa membiarkan kelompok mereka begitu saja!"


Jian Chen menghentikan gerakan sumpitnya sesaat sebelum mengangguk pelan. "Aku akan menemanimu..."


Setelah keduanya makan, Yue Lian mengajak Jian Chen ke salah satu penginapan di kota Daguo.


Jian Chen memesan satu kamar lainnya sebelum ia kembali ke kamar.


***


Keesokan harinya Yue Lian hendak melaporkan ke pemerintahan tentang kelompok serikat petualang yang ternyata dalang dari penculikan namun ketika di perjalanan, ia melihat ada kerumunan warga setempat.

__ADS_1


Kerumunan itu berasal dari rumah kosong di salah satu bangunan kota, yang mengejutkannya adalah ada beberapa jasad di depan rumah kosong itu tergeletak di tanah.


Yue Lian menyipitkan matanya saat mengenal mereka, salah satunya adalah pria yang mencuri uangnya kemarin di restoran.


Di atas mayat orang itu ada sebuah tulisan yang mengatakan bahwa mereka adalah dalang dari penculik kota belakangan ini. Pandangan Yue Lian kemudian beralih pada Jian Chen yang berdiri di sampingnya.


Jian Chen memasang wajah biasa saja, ia menyadari kekasihnya itu cerdas jadi tak perlu menjelaskan semuanya padanya.


Memang Jian Chen lah yang melakukan itu, selain ia membunuh para penculik tersebut Jian Chen juga mengintrogasi informasi dari mereka.


Ternyata penculikan yang mereka perbuat karena di suruh oleh satu organisasi besar, meski mereka tidak mengetahui organisasi tersebut namun Jian Chen memiliki gambaran bahwa yang menyuruh mereka adalah organisasi Pedang Darah.


'Sepuluh tahun yang akan datang seharusnya organisasi itu sudah hampir menguasai seluruh kota provinsi Naga Tanah namun jika waktu sekarang mungkin organisasi mereka masih tahap perkembangan...'


Sebenarnya Jian Chen tidak terlalu mengenal organisasi Pedang Darah selain dari omongan mulut ke mulut di kehidupan pertama jadi pengetahuannya terlalu minim tentang organisasi besar tersebut.


"Jadi bagaimana selanjutnya, kau akan ke Serikat Petualang lagi?" Tanya Jian Chen pada Yue Lian.


"Kenapa harus repot-repot mencari mereka, bukankah lebih baik kau pergi dan kembali ke Provinsi Naga Bumi?"


Wajah Yue Lian terkejut sebelum menatap Jian Chen dengan penuh keheranan. "Bagaimana kau tahu aku berasal dari sana?"


Jian Chen hampir tersedak nafasnya sendiri sebelum diganti dengan batuk pelan, "Aku hanya berpikir kau berasal dari sana, tidak tahu bahwa tebakanku benar, mungkin..."


Yue Lian menyipitkan matanya sebelum menghela nafas panjang. "Aku tak bisa pergi karena ada temanku yang di culik oleh mereka, aku kesini hanya ingin menyelamatkannya."


Alasan Yue Lian ke Kota Daguo karena mendengar ada perampok yang bersarang disini namun setelah beberapa waktu ia mengetahui bahwa para perampok itu bukan kelompok yang menculik temannya.


"Setelah ini aku akan ke kota besar tak jauh dari kota Daguo, kudengar dari pedagang serta pengelana yang sudah disana ada banyak kasus penculikan yang terjadi, ini adalah kesempatan untuk mencari temanku yang diculik oleh mereka!"

__ADS_1


Yue Lian kini menatap mata Jian Chen, "Bagaimana denganmu, apa kau sudah memberi peralatan pemburu yang kau ceritakan. Mungkin kita juga akan berpisah disini?"


Jian Chen menghela nafas sejenak, ia ingin mengatakan bahwa dalang dari penculikan tersebut adalah organisasi besar yang bisa menghancurkan kota namun penjelasan tersebut terlalu terbuka bagi Jian Chen.


Pada akhirnya Jian Chen ikut bersama Yue Lian, beralasan bahwa peralatan pemburuannya tidak ada di kota kecil seperti Kota Daguo.


Disisi lain Yue Lian juga tidak keberatan bersama Jian Chen, walau hanya beberapa hari bersama pemuda itu namun entah kenapa ia merasa aman dengannya.


"Kalau begitu besok kita akan pergi, Kebetulan ada rombongan pedagang yang akan ke sana jadi kita tidak harus cape-cape berjalan kaki..."


Jian Chen mengangguk, sepertinya ia tidak bisa menghindar untuk berurusan dengan organisasi Pedang Darah.


***


Seperti yang dikatakan Yue Lian, tepatnya pagi-pagi ia akan mulai berangkat bersama rombongan kereta para pedagang.


"Kudengar kalian akan pergi ke kota, bisakah kami ikut kereta kalian, kuharap uang ini cukup untuk harga perjalanan kami." Yue Lian memberikan kantong kecil pada pemimpin rombongan pedagang.


Pemimpin pedagang menoleh ke arah Yue Lian sebelum pandangannya jatuh ke dua pedang yang tersemat di pinggangnya. "Apa kau seorang pendekar?"


Yue Lian mengangguk. "Benar, kami adalah pendekar."


"Kalau begitu tidak harus membayar, selama kau menjadi pelindung daganganku aku tidak akan memungut sepeser uang kalian..."


Yue Lian menoleh pada Jian Chen untuk meminta persetujuan, pemuda itu hanya mengangguk pelan. "Baik aku akan menjadi penjaga barang-barangmu."


Dari rombongan mereka, Jian Chen melihat pemimpin rombongan itu juga menyewa beberapa pendekar untuk melindungi dagangannya.


Sekitar ada 6 kereta dalam rombongan itu, selain para pengawal ada juga pelayan serta pekerja dagangan yang kini sedang membawa dagangan ke gerobak.

__ADS_1


Pemimpin pedagang lalu mengatakan bahwa karena mereka bergerak dengan rombongan yang panjang, ada kemungkinan dua sampai tiga harian untuk mereka bisa sampai.


Yue Lian tidak masalah dengan hal tersebut, pada akhirnya keduanya mengikuti rombongan pedagang.


__ADS_2