Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 39 — Faksi Naga Emas


__ADS_3

Saat Jian Chen melangkah mendekat, ia kemudian menyadari tatapan pemimpin bertopeng itu terasa aneh.


Jian Chen menjadi curiga, saat dirinya mencari tahu penyebabnya sebuah panah melesat menuju kepalanya. Meski terlambat menyadari Jian Chen masih sempat bereaksi jadi dia menggeser sedikit kepalanya membuat panah itu melewatinya dan menancap ditanah.


Anak-anak panah kembali dilepaskan dan kali ini lebih banyak. Jian Chen bergerak mundur sambil menghindari panah itu dengan gerakan seminimal mungkin.


Senyuman dari pemimpin bertopeng luntur seketika melihat bagaimana gesitnya gerakan Jian Chen, dia tidak menyangka kalau tubuh Jian Chen bisa sefleksibel itu belum lagi gerakan Jian Chen terlihat lentur dan halus.


Jian Chen melihat sumber anak panah itu dan dia menemukan banyak orang bertopeng sedang berdiri diatas dahan pohon sambil memegang busur yang mengarah padanya.


Merasa ruang geraknya menjadi sempit Jian Chen mencabut pedang taring putih lalu menebas panah-panah itu.


Pemandangan itu cukup membuat kelompok bertopeng terpana, tidak sedikitpun dari mereka yang berpikir lawannya dapat membelah anak panah itu menjadi dua.


“Sial! Kemampuan bertarungnya juga sangat tinggi!”


Pemimpin kelompok bertopeng merapatkan giginya kesal, jika seperti ini ia yakin andai mengerahkan seluruh bawahannya sekalipun pihaknya pasti akan kalah.


Saat Jian Chen sibuk mengurusi dirinya tiba-tiba ada anak panah yang mengarah pada ketiga perempuan dibelakangnya.


Jian Chen berdecak lalu bergerak cepat untuk melindungi 3 perempuan itu sekaligus menghancurkan panah yang mengarah pada mereka.


“Kalian bertiga fokuslah melindungi diri, aku akan mengurus panah-panah yang bergerak pada anggota kalian yang pingsan!”


Para pemanah itu cerdas sekali, ketika mereka tidak bisa melukai Jian Chen, mereka mengubah target pada anggota faksi yang tak sadarkan diri sehingga Jian Chen tidak ada pilihan selain menyambut anak panah itu.


Belasan anak panah terus berlanjut dan selama itu juga Jian Chen bisa menghancurkan semuanya tanpa ada yang lolos sedikitpun.


Ketiga perempuan itu juga untungnya bisa selamat meski ada beberapa goresan luka di pakaiannya.


Setelah beberapa waktu, jumlah anak panah yang melesat mulai berkurang dan saat menyadari itu Jian Chen tidak lagi menghancurkannya melainkan menangkap panah itu lalu melemparkannya balik.

__ADS_1


Panah yang dilemparkan Jian Chen jauh lebih cepat dan akurat sehingga mengenai pemanah bertopeng dengan telak. Pemanah itu jelas tidak menyangka akan diserang dengan panahnya sendiri.


Lemparan yang dilepaskan Jian Chen tidak membunuh pemanahnya melainkan melukai tangannya sehingga mereka tak bisa melepaskan anak panah lagi.


Jian Chen tidak berhenti disana, dia terus melakukan hal yang sama untuk melukai lawan-lawannya.


Menyaksikan itu pemimpin bertopeng berkeringat dingin, menangkap panah dan menyerang balik adalah sesuatu yang tak bisa dilakukan bahkan bagi mereka yang ada ranah tinggi sekalipun cukup sulit.


“Gawat-! Dia bukan orang biasa!” Pemimpin bertopeng kemudian memberi instruksi pada bawahannya. “Kita akan mundur, bersiap untuk pergi…”


“Tapi Ketua, ketiga perempuan itu sudah mengetahui identitas kita, jika dibiarkan lolos mereka akan memberitahukan rahasia ini pada yang lain.” Jawab salah satu bawahannya.


“Aku tahu tapi pemuda itu bukan orang sembarangan, jika panah-panah itu habis maka dia akan mengincar kita selanjutnya.” Pemimpin bertopeng jelas tak puas kondisinya akan jadi seperti ini.


Jian Chen tengah fokus untuk menangkap anak panah ketika tiba-tiba ia merasakan suhu disekitarnya naik.


Pandangan Jian Chen tertuju pada arah pemimpin bertopeng dan menemukan 8 orang didekatnya mulai mengalirkan tenaga dalam pada mulutnya, bersiap menggunakan jurus elemen.


“Elemental Api ~ Hembusan Nafas Api!”


Kobaran api bergerak cepat mengarah pada 3 perempuan yang diposisi paling depan, para perempuan itu tengah fokus menghindari panah sehingga terlambat menyadari ada api yang bergerak ke arahnya.


Jian Chen merapatkan giginya, ia tidak bisa ke tempat perempuan itu karena panah-panah yang mengarah padanya saja masih banyak.


Merasa tidak ada pilihan Jian Chen kemudian mengalirkan tenaga dalam yang besar pada pedangnya serta dari dua bibirnya tercipta uap putih.


“Teknik Pedang Bulan Sabit ~ Getaran Badai Samudera!”


Jian Chen mengayunkan pedangnya secara horizontal lalu tercipta angin kencang yang hebat dari pedangnya seperti sebuah badai. Angin itu segera membelah kobaran api sekaligus menghilangkannya.


Saat itulah Jian Chen menyadari bahwa panah-panah yang mengarah padanya telah berhenti dan orang-orang bertopeng itu telah hilang.

__ADS_1


‘Mereka membuat kobaran api itu berharap bisa membunuh 3 perempuan itu sekaligus melarikan diri dariku...’


Pandangan Jian Chen mengarah ke depan, meski sudah sangat jauh namun Jian Chen masih melihat orang-orang bertopeng bergerak lari darinya.


Jian Chen tidak mengejarnya, tepatnya ia harus menyelamatkan anggota-anggota faksi perempuan ini terlebih dahulu. Jian Chen menaruh tangannya untuk merasakan denyut nadi mereka.


“Ini… Mereka tertidur?”


Jian Chen bertanya pada perempuan itu dengan heran, pikirnya anggota-anggota perempuan itu tengah pingsan atau ada yang mati namun tidak menyangka mereka semua ternyata tertidur.


Pemimpin perempuan itu mengangguk. “Mereka terkena racun tidur akibat mengenai goresan senjata dari kelompok bertopeng…”


Pemimpin faksi itu kemudian memperkenal namanya sebagai Yun Mei yang memimpin faksi Bunga Malam.


Faksi Bunga Malam adalah faksi peringkat ke 15 dari Akademi namun anggota mereka sudah berjumlah ratusan. Faksi Bunga Malam hanya mengikut sertakan sepertiga anggotanya di kompetisi ini, andai anggotanya tidak kena racun mungkin mereka bisa memukul mundur kelompok bertopeng tadi.


“Tuan muda, sebelum itu aku ingin mengucapkan terimakasih karena telah menyelamatkan kami bertiga sekaligus anggota faksi kami…” Yun Mei membungkuk dengan rasa hormat pada Jian Chen diikuti dua perempuan bawahannya.


“Aku hanya kebetulan lewat, tidak perlu sungkan…” Jian Chen menjawabnya dengan tersenyum kemudian menyadari sesuatu. “Ngomong-ngomong kenapa kelompok bertopeng itu ingin membunuh kalian?”


“Ini…” Ketiga perempuan itu saling berpandangan sebelum akhirnya menjelaskan pada Jian Chen.


“Mereka berasal dari faksi Naga Emas yang menyembunyikan identitasnya dengan menggunakan topeng. Niat awalnya faksi Naga Emas tidak berniat untuk membunuh lawannya melainkan hanya mencuri permata-pemata dari faksi lain.


“Karena kejadian pencurian ini faksi kami menyelidiki siapa kelompok bertopeng itu dan berhasil mengetahui identitasnya namun ternyata penyelidikan kami diketahui oleh faksi Naga Emas sehingga mereka marah dan ingin membunuh kami agar identitas kelompok bertopeng itu tidak disebar luaskan.”


Jian Chen mengelus dagunya. “Bukankah mencuri permata dari peserta orang lain dilarang di kompetisi ini?”


“Ya, mungkin karena itulah mereka harus menghabisi kami agar nama faksi Naga Emas tidak tercemar...”


Yun Mei menjelaskan di kompetisi tahun lalu juga ada kelompok bertopeng yang sama dan kemungkinan dalang dibaliknya juga sama. Yun Mei juga tidak menyangka bahwa faksi Naga Emas yang mereka banggakan dan kagumi ternyata memiliki perbuatan tercela seperti ini.

__ADS_1


Jian Chen mendengarkan cerita perempuan itu sampai akhir, wajahnya tidak terkejut sedikitpun. Menurut Jian Chen cara seperti inilah yang dilakukan faksi Naga Emas di kehidupan sebelumnya.


Faksi itu memang sangat curang apalagi pemimpinnya, Liu Yanyi, sebab itulah Jian Chen sangat benci dengan faksi Naga Emas.


__ADS_2