
Tak sadar diri pula Feirvy saat ini. Beberapa bodyguard kini digantikan para pelayan butik. Dalam keadaan tak sadar Feirvy di dandani dengan hati hati ... dan di gantikan pula bajunya dengan gaun pengantin termahal juga termewah di butik internasional tersebut.
Kini tiba saatnya bius itu mulai berhenti bekerja. Sudah ada 1 jam Feirvy di rombak habis habisan hingga bagaikan peri nyata saat itu juga. Saat mata Feirvy mulai terbuka ... Seperti geraknya sedikit tidak nyaman. Dia melihat ke tubuhnya sudah memakai gaun pernikahan yang benar benar sangat cantik. Sangat indah. Terkesima mata Feirvy melihatnya.
Kini Feirvy duduk terbangun. Memegang megang rambutnya. Seperti sangat aneh pula. Akhirnya kakinya lari melangkah ke arah kaca. Dan... Beta takjubnya dia saat ini. Feirvy seakan akan melihat peri di kaca tersebut. Feirvy tak percaya semua dandanan yang di pakai dan kenakan sangat cantik dan menawan. Tapi Feirvy malah menggeleng-gelengkan kepalanya. Karena ini tak seharusnya dia terkesima.
Aku. Aku tak mungkin menikah dengannya. Dia sangat jahat. Aku tidak suka dengannya. Setidaknya aku menikah dengan orang yang aku suka.
Akhirnya perasan yang barusan itu membuat Feirvy, terpikirkan untuk kabur. Karena tidak ada penjagaan apapun di Ruangannya saat ini. Matanya mulai mengawasi sekelilingnya. Perlahan membuka pintu dan celingukan ke kanan kekiri bahwa tidak ada orang sama sekali. Tapi ternyata Feirvy tak menyadari. Ada pintu kaca film hitam di depannya. Dimana tempat ruang khusus untuk Key dan Verru menunggu Feirvy sadarkan diri.
Key mengamati Feirvy yang tengah celingukan. Memang seakan akan dia ingin kabur. Key menyeringai. “ Wanita bodoh.” Key beranjak dari duduknya dan kini berjalan ke arah pintu kaca. Dimana Feirvy hendak keluar di situ juga Key membuka pintu di ikuti Verru di belakangnya. Sontak Feirvy sangat terkejut hingga tubuhnya terhenyak kebelakang. Dengan tangan menempel ke dada.
Astaga apa aku melihat peri hidup saat ini. Dia sungguh sungguh luar biasa cantik saat ini. Pikir Verru. Key. Apa key benar benar tak terkesima melihatnya. Kalau tak takjub benarkan pasti dia punya kelainan. Verru seakan mengamati juga wajah Key saat.Tidak mungkin sepertinya dia juga memikirkan Feirvy saat ini. Dasar Key. Bilang saja kalau memang mau nikahi Feirvy karena suka. Bukan karena kesal.
“Pergi kau! Aku tak ingin menikah denganmu.”
Tak menghiraukan ungkapan dan kata kata Feirvy. Key ke arah Feirvy lengannya memeluk leher Feirvy. Dan seakan akan menyeret tubuh Feirvy untuk ikut dengannya secara paksa.
“Lepaskan aku pria brengsek!!”
“Diam Kau!!”
Langkah kaki Key berhenti. Tiba tiba tangannya setengah mendorong bahu Feirvy hingga Feirvy terpojok ke sisi tembok. Seraya wajahnya menunduk dengan mata yang tersirat rasa takut. Key begitu dekat dengannya saat ini. Wajahnya mendekat sangat dekat dengan muka Feirvy. Seakan akan ingin mencium Feirvy tapi tak dilakukan oleh Key.
“Kau telah berani. Menentang dan mengusikku. Bahkan punya rencana busuk di belakangku. Kini kau harus tanggung semua rencana busukmu itu. Dan sebentar lagi kau akan rasakan rasanya di siksa olehku.”
Key kembali menyeret Feirvy hingga ke mobilnya, yang sudah ada Verru disana jadi sopir mereka. Dibanting nya lagi tubuh Feirvy ke dudukan mobil. Kini mobil itu melaju kencang. Diikuti 2 mobil dibelakangnya.
Beberapa menit kemudian. Sampailah juga di gedung yang lumayan besar pula. Feirvy mengerenyit kan dahi setelah melihat gedung tersebut, Feirvy berpaling ke wajah Key. Dia menggeleng-gelengkan kepala. Feirvy tahu kalau itu kantor catatan sipil, dimana tempat daftar nikah secara resmi tercatat dalam negara. Ditariknya lagi tangan Feirvy keluar mobil.
__ADS_1
Feirvy tidak mau. Dan menolak untuk di tarik. Tapi apa daya tubuh kecil itu tak mungkin sebanding dengan kuatnya tarikan tangan Key. Kembali lehernya di peluk tangan Key. Dipaksanya Feirvy masuk ke Aula. Feirvy semakin berontak sekuat kuatnya.
Dengan menggigit gigit kuat tangan Key. Feirvy berusaha menahan langkah Key.
“Tidak...! Aku tidak mau menikah denganmu. Lepaskan aku Key. Aku tidak mau!!”
Key tak memperdulikan berapa kali Feirvy memohon. Kakinya terus melangkah masuk ke gedung tersebut. Sontak saja. Beberapa orang yang mengantri disana dan para pegawai sipil disana sangat terkejut. Tiba tiba ada gadis yang tengah di paksa mengikuti seorang lelaki dan beberapa bodyguard bodyguard key berdatangan. Dan malah sebagian berjaga di pintu masuk Aula.
Key mendatangi bagian pembuatan Surat nikah atau akte nikah. Tentu dengan aura yang sangat mencekam. “Aku mendaftar pernikahan dengan pacarku. Aku mau diurus sekarang juga.”
“Tidak dia bohong. Aku bukan pacar nya.”
“Kalian bisa cepat tidak!!.”
“Tap. Tapi Tuan. Pacar Tuan tidak mau. Kalau secara paksa. Kami tidak bisa membuat surat nikah secara resmi.”
“Kalian lakukan sekarang atau aku bunuh kalian semua yang ada disini.”
Tambah histeris mereka semua. Setelah ada singkat percakapan para pegawai. Akhirnya mereka memutuskan menyetujui permintaan Tuan gila di depannya. Sementara Key terus membekap Feirvy yang terus ingin memberontak tidak mau. Tak lama untuk membuat surat resmi pernikahan mereka. Diserahkannya akte nikah mereka dan segera Key kembali ke mobil untuk langsung pulang ke rumah mewahnya.
Langkah Verru yang akan kembali ke mobil ... Verru sesaat memejamkan mata kegetiran saat setelah Key dan Feirvy menikah secara resmi.Pikirnya, Pernikahan yang sangat berbahaya Key lakukan. Tanpa ada persembunyian. Semua akan mengira kalau Feirvy adalah kelemahan seorang Key, maka akan banyak musuh yang akan mengincar keselamatan Feirvy. Kalau itu memang tujuan dia. Maka Key benar benar berhasil menaruh nyawa Feirvy di ujung panah kematian. Tapi bagaimana kalau Key sendiri malah jatuh cinta pada gadis itu. Maka semua itu akan terbalik. Key sendiri nantinya yang akan kesakitan. Bersusah payah bertaruh nyawa untuk melindungi wanitanya. Aku tak bisa berfikir lagi. Key benar benar membuatku ikut gila sepertinya.
Sesampai di pintu mobil. “Lama sekali Kau.” Ucap Key.
“Kita mau kemana?”
“Pulang. Gadis ini belum makan. Aku tidak ingin dia mati karena belum makan. Aku ingin dia mati karena aku siksa.”
“Aku tidak nafsu makan. Aku juga tidak mau pulang di rumahmu, itu bukan rumahku.”
__ADS_1
Key mendongakkan mencubit dagu kecil Feirvy. “Sekarang kau istriku. Apapun yang aku bilang kau harus patuh.”
“Aku tidak mau!”
“Kau selalu melawanku.”
“Memangnya kau apaku.”
“Aku suamimu.”
“Aku tidak mengakuinya.”
“Hah. Sudah ada suratnya bagaimana kau tidak mengakuinya!”
Wek,wek,wek,wek,wek,wek,wek,wek
Oh ya Tuhan. Oh dewa langit ... Tolong diriku ini ... Kenapa mereka berisik sekali dan tak berhenti berhenti ......
“DIAMMMMMMM!!!! Aku antarkan kalian pulang. Debatnya di lanjutin di rumah saja. Kupingku panas!”
Key Feirvy masih merasa panas, cemberut juga sebal.
Duh mobilnya kenapa ini, kok tumben susah.
“CEPATTT!!!” Key Feirvy.
“Iya. Iya.” Kampret memang mereka berdua ini.
Lanjut Like Komen Vote poin
__ADS_1