
Sepasang bola mata warna hitam palsu itu kini tengah beberapa kali mengamati sekeliling tempat di mana seharusnya Feirvy bekerja. Entah sejak kapan tiba tiba hatinya terasa gundah. Rasa tidak sabar dan rasa ingin bertemu itu begitu memburu dalam hatinya. Begitu ingin terlampiaskan tapi nyatanya perempuan yang dia cari cari tidak ada dan memang benar adanya ternyata pertemuan tadi pagi tidak cukuplah untuk dirinya saat ini.
Dimana dia ... Dia tadi jelas sudah memakai jas putih. Bukankah seharusnya dia bekerja hari ini. Pikir Alan gusar tak menemukan juga apa yang dia cari cari. Mulai dari dia siang jam istirahat sampai sore ini. Tak berhenti disitu pencariannya kini Langkah Alan terhenti di salah satu mini market rumah sakit dan membeli beberapa coklat disana dan ia kembali lagi ke ruangan dimana Feirvy bekerja. Diamatinya ada beberapa wanita disana dan salah satunya adalah wanita yang biasanya menggodanya saat Alan bekerja. Kesempatan bagus. Alan membawakan cewek itu beberapa coklat. Tanpa canggung dan elegan Alan masuk keruangan tersebut langsung lah semua mata terpaku terpukau akan indahnya semua yang dia miliki.
Pakaiannya memang benar hanya seorang penjaga tapi postur tubuh hingga wajahnya begitu sangat menggoda penglihatan para wanita yang ada di ruangan itu, hingga kalau di terawang mereka semua tidak ingin hanya puas melihatnya saja tapi rasa ingin di peluk lelaki menggoda itu jelas terlihat dari sebagian logat tubuh wanita yang melihatnya.
Alan memang mempunyai tatapan mata yang tak kalah dengan Tatapan milik Key. Bahkan yang ini begitu sexual dilihat nya. Siapa yang tak terkejut biasanya perempuan itulah yang datang menggoda Alan dan kini malah Alan sendiri yang datang menemuinya, berhenti dihadapannya dan tersenyum manis menatap dirinya. Tak ada yang menyuruh. Alan langsung duduk berhadapan dengan gadis itu. Memicingkan mata senxualnya. jemari Alan mencubit dagu gadis tersebut. Siapa yang tak terhenyak bahkan jantung pun langsung berdegup kencang tak tahan ingin teriak kegirangan. Dan mereka semua yang ada disana hanya bisa di bikin melongo oleh sikap Alan saat ini.
“Aku datang kesini. Sesuai permintaan mu kemaren yang mengajakku jalan bareng.”
“Benarkah. Lalu kamu mau—“ suara penuh harap.
Alan tersenyum menyeringai. “Sebelum jalan denganmu aku ingin memberi mu ini duluan,” Alan memberinya coklat. “setelahnya kalau aku sedang libur kerja. Aku akan mengajakmu jalan jalan.”
Sontak saja senyum sumringah gadis tersebut. Seperti bermimpi melihat bintang jatuh, harapannya akan segera terkabul. Dan hanya sedikit menghiraukan gadis tersebut Alan melihat ada ruang kosong dan terlihat ada tag nama Feirvy disana.
“Aku sering mengintipmu dari lubang intip disana. Tapi meja kerja ini aku rasa dulu tidak ada. Ada pegawai baru ya.”
“Kamu serius sampai mengintipku segala. Senengnya aku.... Oh ruang kerja itu baru kamaren dan barusan tadi pagi Feirvy ijin tidak masuk kerja. Tidak tahu kayaknya mendadak sekali.”
Sekelibat Alan terdiam memikirkan apakah sesuatu terjadi dengan gadis itu. Karena ini mendadak sekali. Sejenak memalingkan pikirannya tadi. Alan kembali memegang dagu gadisnya tadi yang mungkin hendak berpamitan setelah mendapatkan apa yang dia mau.
“Makan coklatnya ya. Aku masih ada pekerjaan di gudang.”
Menganggu-angguk meringis tak percaya Dia bener bener di perhatikan Alan. “Baik baik tentu saja akan aku habiskan.”
__ADS_1
Alan tersenyum dan pergi berlalu begitu saja meninggalkan ruangan itu. Tapi pikiran pertanyaan tentang Feirvy tak bisa tertinggal begitu saja. Alan kini benar benar telah di rasuki rasa resah memikirkan gadis yang baru semalam saja dia kenal. Mungkin cinta dianggap bualan saja selama ini oleh Alan tapi entah apa selanjutnya yang akan terjadi, akankah Alan akan terus menganggap kalau cinta itu hanya bualan belaka. Lalu kenapa sehari saja dia tak bertemu. Hatinya terasa resah memikirkannya. Mungkinkah juga ini bisa di kata cinta di pandangan pertama..
.
.
.
.
*****
Esok hari di waktu Sore hari. "Sore hari gini kamu kepingin makan apa Fyy.” Tanya Tante Lena.
“Jus buah aja Tante. Lagi diet.”
“Hahahaha. Aku mau di ajak jalan jalan sama Key sore ini.”
“Wah kemana?”
“Penasaran saja. Aku sendiri juga penasaran. Hehe.”
Setelah meminum segelas jus. Key datang dan sudah berdandaan rapi dengan gayanya yang simple memakai kemeja terjuntai lepas keluar lalu kacing atas di biarkan tak terkacing semua dan di tambah memakai jam tangan hitam. Rambutnya yang di biarkan terjuntai terponi begitu saja membuat Key begitu fresh dan terlihat sangat muda saat ini.
“Kita mau kemana hari ini.”
__ADS_1
Tak menjawab pertanyaan istrinya. Key meraih tangan Feirvy dan berpamitan ke ibu dan Tante Feirvy untuk keluar rumah. Tentu saja pikir ibu Feirvy. Mungkin rencana Key akan key lakukan saat ini. Tidak ada pengaman tidak ada perlindungan apapun Key begitu santai seperti tak memikul beban apapun. Tak seperti biasanya dia yang waswas. Tapi di balik semua itu Feirvy tidak tahu sebenarnya ada beberapa Bodyguard Key yang siap siaga menjaga mereka dari kejauhan dengan berpenampilan baju santai juga. Key tidak mau nantinya Feirvy malah terlihat canggung di awasin terus menerus dan lebih memilih menyembunyikannya.
“Key, kita tumben jalan kaki.”
“Aku ingin pacaran Ala rakyat biasa. Sepertinya menarik. Saat aku melihat di TV aku ingin seperti mereka yang bebas tanpa ada pantauan dari siapapun.”
Terkesima di rasakan Feirvy saat itu ... Ia menunduk sambil tersenyum senyum sendiri. Seperti tersipu malu bahwa kali pertama ia merasakan berkencan dengan pacar.
“Apa ini kencan.”
Key terkesiap pikirnya tersekat dan seperti juga menyadari kalau ini bisa di sebut kencan. Dan Key tertawa tak percaya bahwa dia saat ini tengah melakukan kencan ala rakyat biasa hari ini. Sembari jalan kaki Lengan Key merangkul leher Feirvy.
“Ternyata ini kencan pertama kita.”
“Hahahaha. Dasar kau”
Pikir Key. Jadi ini rasanya kencan. Bagus juga, Bisa bikin ketagihan. Dalam hati Key tertawa kecil tak percaya yang dia lakukan ini layaknya ABG SMA saja.
.
.
.
.
__ADS_1
Masih 1 chapter lagi. selagi menunggu berikan like dan Vote juga ya. jangan lupa berikan komen terbaik kalian.
by UlanZu