Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Kecewa


__ADS_3

Hampir satu Minggu lebih. Alan seperti menyadari kalau dirinya tak menampik mempunyai perasaan tersendiri untuk Viola setelah terlupakan oleh Feirvy dan yang saat ini lebih disayangkan lagi dia baru mengetahuinya saat Viola tak tahu entah kemana tak muncul lagi kehadapannya.


Akhirnya membuat Alan berinisiatif pergi ke rumah sakit dimana Viola bekerja bersama asistennya Markus. Bertanya tanya Alan ke beberapa perawat disana, ada yang tidak tahu dan akhirnya bertanya ke salah satu perawat dan menunjukkan Viola sedang ada di taman belakang.


Alan yang berjalan kaki, jalan nya lebar lebar bersama Markus mau menemui Viola. Dari kejauhan terlihat Viola tengah bersama seseorang. Langkah kaki Alan langsung perlahan tersekat, terhenti saat lelaki yang bersama Viola mengelus elus rambut Viola sedangkan Viola terlihat memberikan senyum an hangat juga tersenyum ramah dengan lelaki tersebut.


Apa dia itu pacar barunya. Jadi ini, dia tidak merawatku dan tahu kalau aku sakit sakitan dan tidak dapat di sembuhkan dia langsung ke lain orang. Huh. Bodoh sekali aku ini. Aku hampir menyukai cewek yang seperti itu. Dan dari awal dia memang cewek yang seperti itu.


Markus menegur pelan Alan yang sedang diam memikirkan sesuatu. “Tuan. Kita tidak kesana.”


“Lupakan Markus. Dia sudah punya laki laki lain.”


“Tap. Tapi Tuan. Aku berpikiran kalau Nona Viola sungguhan menyukai Tuan.”


“Kalau dia benar menyukaiku. Kenapa dia tinggalin aku saat aku kritis kritisnya waktu itu.”


Markus terdiam seribu bahasa. Pernyataan ini benar semua.Viola yang mencintai Alan itu benar. Dan Alan yang kecewa dengan Viola itu juga benar.Markus tak dapat memilih manapun itu saat ini. Dan mungkin membiarkan ini berlalu terlebih dahulu adalah hal terbaik saat ini.


.


.


.


.


Viola tersenyum lebar. “Terima kasih paman sudah mau kesini.”

__ADS_1


“Aku dengar cerita dari nenek katanya kau juga tengah sakit jadi aku langsung kesini sekalian menjenguk nenek yang kemaren kau bilang sudah menjalani operasi dan sekarang sudah mulai membaik.”


“Ada orang baik yang menolong kami.”


"Kenapa paman tidak bersama Tante.”


“Tantemu sangat sibuk di pasar, jualan di pasar lumayan ramai."


“Aku sempat pangling sama paman tadi. Paman seperti tidak bisa menua. hahahaha."


“Hahahaha... Benarkah. Aku rasa karena aku suka makan bawang putih. Jadi lebih awet muda.”


“Wah... Bagus sekali itu bisa di coba buatku juga.”


Dan mereka saling tertawa sangat akrab. Tentu saja kedekatan mereka membuat Alan menjadi salah paham dengan Viola saat ini. Tidak mau memikirkan itu semua pikir Alan lebih baik memikirkan cara bagaimana berterima kasih pada Feirvy yang berjasa dengannya. Melenyapkan rasa egois, rasa serakah juga rasa gengsinya. Akhirnya Alan memutuskan mengundang makan malam Feirvy dan Key ke rumahnya. Tentu saja keputusan ini membuat Markus hampir hampir tak percaya bahkan terasa seperti mimpi. Bahwa Alan mau mengundang Key kerumahnya apalagi untuk makan malam.


“Hya!!! Hidup perdamaian. Hidup perdamaian hahahaha. Ayok sayangggg......!!”


“Engggakkkk aku tidak mau...!!!”


“Ayolah sayang..... Alan sudah berbaik hati mau minta maaf ke kita, mengundang kita makan makan apalagi dia sudah berjanji tidak akan mengganggu pekerjaan mu lagi.”


“Itu bukan jaminan, sayang...”


Feirvy terdiam dia atas tubuh Key. “Tapi apa salahnya mempercayai seseorang dari pada mencurigai terus menerus. Setiap orang bisa berubah kok.”


Key terus memandang istrinya dari bawah. Perlahan tangannya terulur menggenggam jemari lentik Feirvy dan setengah mengerat disana. Pelan bicara. “Apa kau peri yang di ciptakan untukku? Kenapa kau selalu bisa mempengaruhi jalan pikiranku.”

__ADS_1


Feirvy balik memandang dan tersenyum manis seraya berkata. “kalau aku berkata iya apa kau mau menerima permintaanku tadi.”


“Aku juga ingin meminta sesuatu padamu.”


“Apa itu?”


“Aku ingin punya anak.”


Terkejut. “Anak!”


“Kenapa. Aku ingin segera punya anak.”


Feirvy tampak terdiam lagi dan berpikir. Merenung dan menganggukkan kepalanya. “Asal kamu janji. Akan jadi ayah yang baik dan bisa jadi contoh yang baik buat anak kita. Aku mau.”


Key tersenyum lebar. “Aku terus mencobanya. Semuanya hanya untukmu dan anak kita nanti.”


Feirvy tersenyum lebar, menjatuhkan diri memeluk suami yang di bawahnya. "Kau harus berjanji...."


"Hemm... iya sayang..."


.


.


.


.

__ADS_1


.Bersambung....4/6 Chapter


__ADS_2