
Dear Reader tersayang semua.
Maaf kalau Author sedikit terlambat up hari-hari ini. Tapi entah ada yang nunggu Novel ini up atau tidak ya 🤭
Author sekarang ini lagi pengajuan kontrak, dan entah kapan di setujui. Sementara itu Author minta tolong kalian semua ... Agar setiap bab kalian tolong kasihkan Like. Karena ini sangat berpengaruh dimana kontraknya di setujui atau tidak. Terutama dalam komen, ini hal pertama juga yang menilai Novel ini di kontrak atau tidaknya. Jadi Author mohon untuk kalian memberi komen terbaik kalian.
Ketiga penilaian dari Vote juga sangat penting. Dimana Vote semakin banyak maka pihak editor juga akan mempertimbangkan Novel ini layak atau tidaknya. Dari semua itu gratis kok tidak bayar. Yang bikin nyesek itu. Yang bikin novel capek capek memutar otak tapi gak ada yang bayar. Tolong dukungan kalian ya, agar Novel ini tetap Author teruskan ceritanya.
Oiya. Ada hal baru nich. Sekarang ada grub chat Author. Tapi itu masih ada di NOVEL TOON di grub itu bisa kalian chat author langsung. Bisa buat tempat kalian tagih up bukan tagih uang belanjaan ya😄. Kalau kalian ada ide cerita juga boleh kalian tuangkan semua ide ide cerita kalian entah yang gila atau yang lebih gila lagi. Akan Author terima semua ide cerita atau pun saran dan kritik kalian semua.
Terima kasih semua.
Silakan membaca chapter selanjutnya.
by UlanZu
.
.
.
.
.
.
Malam yang sama saat Key berdua bersama Feirvy.
“Aaghh ... lanjutkan. Kalian pintar sekali--"
Seorang pria dengan 3 wanita tengah berada dalam satu kamar. Ke-3 wanita itu begitu amat lihai memainkan dan memuaskan pria yang kini sebagai tamu istimewa mereka. Kapan lagi mereka bisa melayani lelaki yang amat tampan dengan paras muka lembut tapi menggairahkan. Tak kan ada yang menyangka pria bermata coklat muda dan berambut pirang itu, mereka layani dengan sesuka hati mereka. Bahkan sepenuhnya Alan mau saja dipermainkan mereka dan terserah mereka mau berbuat apa saja yang penting Alan terpuaskan. Tentu saja selain keberuntungan bisa melayani pria tampan, ditambah lagi mereka mendapatkan upah yang banyak dari pekerjaan mereka saat ini. Dan ini Benar benar keberuntungan untuk mereka semua.
Alan datang seusai menimbun segudang ilmu dan menciptakan beberapa serum mematikan yang pernah ada di bumi dan kini dia kembali untuk seseorang yang berhasil merebut kuasa nya terdahulu. Dia adalah Alan pria pesaing berat Key terdahulu.
Demi perebutan tanah Red blood. Alan datang. Pria konglomerat itu, beberapa kali mendapatkan pangkat doctor bahkah, pangkat profesor internasional pun sudah beberapa kali dia dapatkan di beberapa Rumah sakit ternama. Tapi dari ambisi dan keserakahannya saat ini, dia tak mau tak terima dengan semua yang telah dia dapat saat ini. Bukan saat ini saja tapi sejak dulu dia menginginkan kota hilang agar ada dalam genggamannya. Tapi kota Red blood harus kandas. Alan terkalahkan oleh pria biasa dari keluarga biasa malah dengan kuasa dan kelicikan dalam bicara, Key mampu memiliki Kota hilang; kota yang tak terdeteksi oleh Google Eart sekalipun. Kota itu tak lain kota di mana Key memproduksi segala persenjataan dan narkotika miliknya. Kota pencipta, sumber dan asal muasal norkotika itu ada. Key adalah pemasok persenjataan untuk negara negara yang akan selalu butuh stok persenjataan terbaharukan dan mereka memesan senjata senjata jitu itu kepada Key.
Kala itu seharusnya Alan lah yang mampu menguasainya. Tanah yang akan dia jadikan kebun dengan sekumpulan bunga Poppy ; bunga yang indah tapi beracun, bunga yang biasa di pakai beberapa kerajaan terdahulu untuk bersenang senang bahkan dimana dosisnya yang begitu tinggi bunga itu bisa mematikan sebagian fungsi organ tubuh seseorang, dimana kini bunga itu tengah di batasi tumbuh di wilayah Amerika serikat. Kini bunga itu telah Alan kembangkan untuk salah satu komposisi Virus yang kini tengah dia ciptakan. ini adalah senjata biologis yang tengah Alan dalami dan ini akan jadi senjata lebih mematikan dari senjata apapun. Bayangkan satu pistol hanya mempunyai 6 peluru dan hanya bisa mematikan 6 orang. Bisa dibayangkan satu Serum Virus yang Alan miliki. Satu orang yang memakannya tidak hanya satu yang mati, tapi bisa puluhan bahkan ratusan orang bisa mati perlahan dan menyakitkan.
__ADS_1
Tak main main cara kerja Virus ciptaannya. Drakula Virus awal mula nama virus ini di ciptakan, yang cara kerjanya layaknya darah terserap hingga kering keronta dalam tubuh. Karena Virus ini bermain begitu cantik Alan menggantinya dengan nama Vevira Virus. Nama yang cantik membunuh dengan cantik pula. Vevira sang penghisap darah hingga Kering keronta, seseorang akan mendadak membisu tapi tubuh bergejolak meronta ronta luar biasa. Kesakitan yang layaknya darah tersedot habis, tubuh menjadi panas hingga rongga rongga tubuh hancur didalamnya. Saat kulit manusia itu sudah kering keriput. Disitulah mereka benar benar mati terkapar tanpa satu suarapun. Tubuhnya tidak akan membusuk bahkan penciuman anjing polisi pun tak akan mampu mengendus bau mayat itu meski sedekat mungkin. Sungguh mati terdiam tapi mengenaskan.
Alan penguasa dunia hitam kali ini dia sematkan nya sendiri pada dirinya. Setelah beberapa kali memasukkan penyusup ke markas Key. Guna mengetahui cara kerja Key dan mencari cari kelemahan seorang Key.
.
.
.
.
****
“Ya Halo. Bagaimana?" Sambungan telepon Alan kepada anak buahnya yang berminggu Minggu ini mengintai kediaman Key dari kejauhan melalui teropong canggih yang kemampuannya bisa melihat jelas benda yang jauh sekalipun. Mungkin Alan memang butuh dana juga tak tik yang mumpuni untuk melawan Key yang saat ini.
Tanpa takut sedikitpun Alan ingin melawan dan ingin merebut apa yang belum pernah dia dapatkan dahulu. Beberapa akses dan kerja sama kini tengah dia lakukan dan juga dia kembali ke negaranya guna mempelajari lebih sempurna lagi tentang penawan racun atau obat virus Vevira yang sudah berhasil dia ciptakan.
“Tuan ... Kami melihat beberapa hari ini ada wanita di rumah Key. Kami mengira mereka sangat dekat beberapa kali terlihat akrab dengan Key dan sekarang mereka tengah berdua di atas loteng.”
“Kalian ingat kan untuk merekam semua apa yang kalian lihat.”
“Kalian tetap pantau mereka. Aku akan segera kesana.”
“Baik Tuan.”
“Ah-- Geli,”
“Maksud Tuan?”
“Haha bukan. Sudah tutup telfonnya--"
Ternyata salah satu wanita lacur tersebut menjilati leher Alan, satunya masih meng*lum benda miliknya. Sedangkan jemari Alan memainkan keluar masuk ke lubang kenikmatan itu dengan sangat lihainya dan membuat mabuk siapapun yang bermain dengannya.
Hingga permainan berakhir. Alan kini memakai jas biru muda yang di padukan dengan kemeja putih. Rambutnya yang pirang dengan mata coklat muda membuat dirinya seakan bersinar dari lelaki manapun saat ini.
Ucap manja salah satu lacur Alan. “Tuan ... Datang kemari kalau ada waktu ya ...” Alan memberi kecupan bibir pada lacur yang bicara tadi sembari membenahi jasnya.
“Tentu saja aku akan sering kesini. Asal kalian selalu berikan yang terbaik buatku. Aku pergi dulu sayang.”
__ADS_1
“Daa Tuan ... Kami menanti anda.”
.
.
.
.
Dengan jarak yang dekat dari posisinya yang tadi, tak lama Alan sampai di sebuah hotel dengan gedung yang seakan mencakar langit, tempat mereka menempatkan teropong besar yang canggih buat mengintai kediaman atau istana milik Key.
Anak buahnya segera tunduk menyapanya dan mempersilakan Tuannya yang baru saja datang untuk melihat Key yang tengah berdua dengan Feirvy. Meski tak jelas bagaimana wanita yang dilihatnya saat ini. Tapi dia bisa pastikan kalau Key tengah dekat dengan wanita tersebut. Dan kini dia tengah menerka nerka juga memastikan kalau ini adalah incaran pertama nya. Mengancam Key dan menghancurkan Key agar kota hilang itu bisa dia dapatkan dengan lebih mudah dan lebih cepat. Alan benar benar ingin menjadikan kota itu sebagai pusat jual beli senjata biologisnya ke negara negara yang menginginkan perang secara tersembunyi. Proyek ini begitu sangat menjanjikan dari pada persenjataan milik Key. Tentu ini akan menjadi persaingan sengit yang kedua kalinya sepanjang perjalanan mereka di dunia hitam.
Mata lembut dengan pancaran senyum seringainya itu kini tengah memicingkan sorot matanya ke arah rumah Key setelah ia meneropong melihat kebersamaan Key dengan seorang gadis. Sembari berucap sendiri. “Gadis, perempuan atau wanita sepertinya dia istimewa. Aku ingin melihat gadis itu. Gadis yang bisa menaklukkan hati Key yang keras itu,” selesai berguman sendiri Alan mengambil ponselnya dan melakukan pembicaraan dengan anak buahnya lewat ponselnya juga. "Kalian tambahkan pengawasan di sekitar rumah Key. Ikuti setiap mobil yang keluar. Pastikan kalau ada seorang gadis keluar kalian ikuti gadis itu.”
“Baik Tuan.” Jawab sebagian anak buah Alan.
Entah itu pacar atau istri, akan aku jadikan dia sebagian umpan untuk kau Key. Untuk kau mengalah di hadapanku dan menyerahkan kuasa mu juga kota hilang padaku dan akan jadi milik ku selamanya.
Sembari akan pergi dari posisinya tadi, Alan melihat diatas meja jaga anak buahnya ada beberapa rokok juga alkohol. Alan mengangkat botol wine tersebut dengan tangan menggoyang goyangkan botol wine tersebut.
"Lebih baik hidup sehat bukan, dari pada banyak penyakit nantinya."
Geragap para anak buahnya, segara dengan cepat menyingkirkan rokok juga wine yang ada di atas meja. "Kami mengerti Tuan."
Perumpamaan lain dihati lain di mulut memang pas di sematkan untuk Alan; Sang profesor kedokteran. Alan memang begitu peduli akan kesehatan tapi dia tak peduli apa yang dia ciptakan entah itu mematikan atau itu hal yang menyakitkan. keserakahanlah yang telah mengusai dirinya. Pria yang tak meminum alkohol juga merokok itu, dia tengah memberi perintah agar terus mengawasi rumah Key dari kejauhan. Dan mereka harus pastikan kalau tetap waspada. Mereka menghadapi orang yang tak biasa. Kalau sedikit saja mereka ketahuan. Bersiaplah nyawa mereka akan hilang sia sia tanpa ada belas kasihan dari tangan sang mafia.
.
.
.
.
.
Chapter selanjutnya di usahakan hari ini.
__ADS_1
Vote ya ... thanks.