Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Lupa Diri


__ADS_3

“Aku mau mandi, siapkan air di bathtub.”


“Sekarang?”


“Iya.”


Berjalan ke kamar mandi. Feirvy menyiapkan air untuk Key. Di luar kamar mandi ... Satu persatu Key lepaskan pakaiannya, hingga hanya tersisa celana dalamnya saja. Lalu berjalan masuk ke kamar mandi dengan, berseru.


“Sudah?!”


“Sudah.” Feirvy berpaling ke arah Key. Terjengit cepat menutup mukanya sembari berucap. “Cepat masuk!”


“Aku sudah masuk.”


“Ke bathtub....!!”


“Oh ...,” Key masuk ke bahtub. “Kau malu ya.”


“Diam kau.” Masih menutup muka Feirvy keluar kamar mandi.


"Hah. Aku dulu pernah buat salah apa sih. Sampai harus ketemu dia." guman Feirvy.


.


.


.


Beberapa menit berlalu. Key sepertinya sudah selesai mandi. Sedangkan Feirvy Cuma bisa duduk di ranjangnya. Mau keluar juga tidak bisa. Pintunya di kunci. Lalu keluarlah Key dengan tubuh bidang setengah telanjang basah oleh guyuran air yang menyegarkan. Rambutnya yang basar dia usap usap dengan handuk kecil dengan langkah kaki menuju kearah tempat tidur. Duduk di depan Feirvy yang tengah sandaran ke kasur. Key tiba tiba mengibas-ibas kan rambutnya yang basah. Hingga cipratan airnya mengenai muka dan tubuh Feirvy.

__ADS_1


"Keyyyy..!!!"


Ke tersenyum.


“Kemari.” Suruh Key.


Feirvy sedikit memberi reaksi tapi tak beranjak saat Key bilang ‘kemari’


“Ada apa?”


Key melempar handuk kecilnya tadi ke Feirvy.


“Keringkan rambutku.”


Hufff... dia ini apa tidak bisa sendiri.


“Cepat ...!”


Feirvy sedikit mendekat setengah berdiri dengan lutut menyiku di kasur. Handuk yang di tangan Feirvy diusap usapnya ke rambut Key yang menunduk di depannya. Hanya diam tak berbicara Key nurut saja saat Feirvy mengusap usap rambutnya. Seakan sang penguasa mafia besar itu tengah takluk di hadapan seorang gadis kecil di dekatnya saat ini.


.


.


.


Beberapa saat di keheningannya saat ini ... Ternyata darah panas mulai perlahan mengaliri hasrat Key untuk bercinta. Dan kini tumbuh mulai perlahan lahan ... merambat dalam setiap pembuluh darahnya. Dan seakan perlahan juga terbakar ingin di padamkan dengan sesuatu yang di namakan bercinta.


Nadanya sudah mulai parau ...“Feirvy.”

__ADS_1


“Iya kenapa.”


“Aku ingin bercinta ...”


Mata Feirvy terdiam. Tatapannya seakan tak terarah mendengar ucapan Key barusan. Hingga berkata membalas kata kata Key barusan pun dia tak bisa.


“Aku tidak tahan lagi ... Puaskan aku saat ini. Aku mau kamu ..."


Feirvy menelan ludah. Tak bisa mnjawab apapun. “Key aku,”


Key memegang tangan Feirvy perlahan di dorongnya ke sandaran tempat tidur. Key menatap muka Feirvy dengan sedikit menelan ludahnya sendiri.


“Aku lagi ingin denganmu.” Di dekat tubuh Feirvy sangat terasa kalau nafas Key begitu naik turun terus menerus terbakar oleh nafsunya sekarang. Key masih menatap muka Feirvy yang sangat dekat dengan mukanya. Lidah Key seakan memulas bibirnya sendiri dan bibirnya terbasahi oleh air liurnya sendiri.


Key mendekat dan mendekat. Perlahan dia mulai menempelkan bibirnya. Lalu ... mengecup bibir lembut Feirvy. Di situ Feirvy nafasnya mulai perlahan naik turun. Jantungnya mulai berdetak lebih keras dari sebelumnya bahwa Feirvy mulai nervous, dengan sikap lembut menggoda Key saat ini. Mulailah Key membuka mulutnya diarahkan nya ke bibir ranum Feirvy. Perlahan dengan lembut Key mainkan bibirnya memutari bibir Feirvy dengan hasrat yang memenuhi bir*hinya. Hingga kini Key tetap melumati bibir ranum itu, dipejamkan matanya. Key begitu ingin masuk dalam permainan ini. Di pautkan lidahnya antara lidah Feirvy hingga tertanam di dalamnya. Berlanjut bahwa Feirvy kini tengah tak kuasa, secara lembut perlahan dia ikut memejamkan matanya pula.


Semua itu membuat milik Key menegang mengeras dalam balutan handuk yang menutupinya. Hasrat itu pun mulai memuncak hingga mulailah diraba paha mulus Feirvy. Tangan Key meraba halus menyelinap dalam dress yang Feirvy kenakan. Membuat kaki Feirvy mulai menegang. Saat tangan Key menyentuhnya merabanya. Sedangkan Key masih melanjutkan ciuman yang mematikannya itu. Sementara itu mulailah berani jemari Key mulai mulai meraba memaksa mendekati milik Feirvy yang masih memakai celana dalam. Tangan Key pulas pulas halus ke barang itu, antara paha Feirvy yang mulai mengerat Ter*ngs*ng tapi seakan ingin menolaknya.


Suara lirih yang sudah parau Feirvy keluarkan. “Key ...” Tangan Feirvy seakan mendorong tangan Key yang terus menerus memulas halus miliknya. Tak tahan di buat Key seperti itu tubuh Feirvy beberapa kali menegang. Sementara Key lagi menerus melumati mensesapi bibir manis Feirvy.


Dilanjutkannya permainan itu, hingga mereka kwalahan. Terpuaskan sampai menemui titik kepuasan mereka.


.


.


.


.

__ADS_1


Tegang ya 🤭🤣


Kasih bonus Vote dong ... udah up banyak nich 😁😄


__ADS_2