Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Membunuh sebelum bercinta.


__ADS_3

“Nona makan yang ini Nona, enak.”


“Mana mana.”


Ternyata kalau tidak ada Key. Feirvy layaknya Ratu sejagad yang di layani semua penghuni di istananya Key. Dan anehnya mereka malah sukarela dan tak keberatan sama sekali. Bahkan senang adanya Feirvy disana. Membuat suasana sepi di rumah Key jadi kayak gado gado banyak rasanya. Sebut saja memang Feirvy ini Ratunya tawanan. Mencatat sejarah baru di antara tawanan tawanan yang pernah ada.


Setelah makan dan Feirvy mendapat pijat gratis dari 3 pelayan itu, tiba tiba raut mukanya terlihat murung, sedih. Lemas.


“Nona kenapa ...?”


“Aku kangen Ibu dan Ayahku. Tapi aku minta kembali ponselku tidak boleh ...”


“Kita ada Handphone kok Nona. Bisa pinjam milik kami.”


“Aku tidak hafal nomernya ...”


“Yah ....”


Feirvy dan 3 pelayannya tampak berpikir lagi.


“Ha. Nona bagaimana kalau bujuk Tuan Key atau di rayu dengan hal hal yang manis.”


“Maksud kalian?”


“Bagaimana kalau buatkan Kue yang enak dari buatan Nona sendiri. Siapa tahu bisa luluh dengan hasil usaha Nona sendiri.”


“Emm ... siapa yang anterin makanannya.”


“Bos kecil Verru Nona. Nanti siang Tuan Verru bilang mau pulang ambil sesuatu. Dan anak buahnya sudah siapin di gudang belakang. Nanti bisa nitip sama Tuan Verru.”


“Baiklah. Kita bikin sekarang. Cari resep di google ya.”


“Baik Nona.”


Mereka sangat sibut sekali. Entah seperti apa sekarang dapur mereka. Begitu berantarantakan yang penting jadi dan enak. Pas siang hari Verru sudah ada di gudang. Kue mungil cantik dan rasa enaknya standar buatan Feirvy jadi dan siap di titipkan pada Bos kecil imut mereka; Verru. Yang bentar lagi jodohnya sudah mau tinggal bareng sama mereka. Di jodohin bohongan tapi itupun kalau mereka sama sama maunya.


Feirvy dan ke-3 pelayannya menghampiri Verru di gudang. Tapi harus dengan muka tebal Feirvy berhadapan dengan Verru. Mengingat guci langkanya ia pecahkan waktu itu.


“Kau kenapa kemari.”


“Oh. Kau sudah maafin aku!”


“Tentu saja sudah. Key yang mengganti gucinya. Dia beliin yang lebih mahalan lagi. Hehe.”


“Ahh ... Dasar itu ma sama saja minta ganti.”


“Kenapa kesini?”


“Aku nitip ini buat Key.”


“Apa ini.”


“Kue buatanku sendiri. Aku ingin ponselku kembali. Siapa tahu di rayu seperti ini dia mau.”


“Nanti aku beri ke dia.”


“Makasi. Kau boleh lanjutin lagi. Aku balik ke rumah.”


Feirvy apa kau tidak ingat apa yang aku katakan dulu... Huuff...entahlah mereka berdua ini. Mau di larang buat tidak jatuh cinta juga bukan hak ku. Tapi aku cemas dengan mereka berdua.


Sampai di markas persenjataan milik Key yang sangat tersembunyi itu. Verru berjalan ke ruang kerja Key. Padahal Key bilang mau ke markas Utama tapi dia tidak kesana melainkan ke tempat lain yang tersembunyi. Tiba tiba Verru menyodorkan kotak kecil di hadapan Key yang tengah duduk di meja kerjanya.


“Apa ini.”


“Kejutan. Dia inginkan ponselnya kembali.”


Di bukanya kotak kecil pemberian Feirvy. Sambil memandangi kue itu. Key mencicipi kue tersebut dan lumayan enak.

__ADS_1


“Dia pasti menghubungi ayahnya kalau aku berikan ponsel itu padanya, sambungkan Video pada penjaga rumah. Aku ingin bicara pada Feirvy.”


“Nona. Ada Video call dari Tuan.”


“Oh. Bawa kesini ponselnya.”


Feirvy yang cantik langsung berhadapan langsung dengan Key.


“Enak, tidak?


“Lumayan.”


“Kau kembalikan ponselku kan ...?”


“Kau boleh istirahat hari ini, itu saja. Aku tutup dulu telfonnya.”


“Tunggu!”


Feirvy ternyata ingin menggoda Key saat ini.


“Eeuumm Key sayang! Aku minta ponselku dong ...”


“Kau menari telanjang saat ini baru aku kasih.”


“Hyah!!! Kau gila apa. Dasar mesum.”


Langsung di matiin ponselnya. Key tersenyum sembari tangannya masih membawa sepotong kue dari Feirvy. Sementara Feirvy cemberut begitu sebal. Usahanya gagal tak berhasil. Hingga dia harus memutar otak lagi agar bisa mendapatkan nya malam ini juga.


Sementara di ruang kerja Key, tiba tiba beberapa Bodyguard nya berlari ke tempat Key bekerja.


“Ada penyusup, Tuan!!”


“Kurang ajar sekali. Berapa hari dia disini?”


“Kami minta Maaf, Tuan. Dia 3 hari disini. Menyusup jadi karyawan. Gerak geriknya lewat CCTV sedikit mencurigakan. Dia sedikit jeli dan lihai dalam bekerja.”


“Kalian sudah pastikan, kalau dia penyusup.” Nada penuh kegelapan dan kengerian di setiap ucapan Key saat ini begitu terasa.


"Sudah semua, Tuan."


“Kita apakan dia Key.” Tanya Verru.


“Periksa dia dari mana dulu. Kurung dia sekarang.”


Sembari berenang Feirvy memikirkan sesuatu agar malam ini dia bisa berhasil dapatkan ponselnya. Wanita sexy. Apa Key suka dengan wanita sexy. Aku belum pernah sama sekali merayunya. Tapi aku tidak begitu ahli. Tapi apa dengan merayunya dia akan luluh. Apa aku malam ini harus mencobanya. Salah tidak ya. Tapi aku istri sah nya. Tidak akan dosa bukan kalau aku merayu suami sendiri. Hufff ... ragu. Tapi aku coba dulu nanti malam. Aku kangen sekali dengan Ibu. Semoga dia selalu sehat di rumah Tante.


Hingga malam tiba. Key terlihat mengamati meneliti informasi apa saja yang telah penyusup itu curi. Sedangkan penyusup itu sendiri telah di kurung di ruang isolasi dengan siksaan yang pedih hingga teriakan bagaikan sayatan perih yang dia rasakan hingga setiap telinga kelu mendengarnya.


Geram juga murka saat ini. Ternyata si penyusup begitu lihai juga licin dalam bermain. Hingga beberapa informasi penting hingga dokumen penting dia sanggup mencurinya. Di lemparkannya keras keras semua laporan yang ada hingga bertebaran berantaran. Key geram, marah. juga terlihat garang. ia memicingkan tajam matanya. Mendesis seraya menunggingkan senyum seringainya.


Lelaki bersepatu Boots kulit itu kini keluar pintu diikuti beberapa Bodyguard yang sebelumnya tengah bergidik ketakutan. Mungkin ada pembantaian habis habis malam ini. Dan mungkin akan terasa pedih dan tak ada ampun karena sampai Key sendiri yang datang ke ruang isolasi itu. Mustinya ada dokumen penting yang telah orang itu curi hingga Key tampak kemarahan yang begitu kental menyeruak di setiap gelap wajahnya.


Langkahnya yang pasti. Kini terbukalah pintu besar tempat penyusup itu di siksa. Penyusup itu tak peduli dengan nyawanya sendiri lalu buat apa Key harus peduli dengan semua itu. Nyawa yang tak berarti telah penyusup itu sodorkan ke Raja Mafia yang sekarang ini. Kalau terjadi apapun. Maka penyusup itu sendiri pelakunya.


Detak langkah nya Key satu persatu mulai mendekati sang mangsa. Men--jauh!! penyusup itu amat ketakutan. Kata jeli dan licin ternyata dia gagal sematkan pada dirinya sendiri. Teknologi yang Key miliki beserta anak buah yang terlatih kejam. Mampu menangkap siapapun yang akan berbuat curang pada Bos Besar mereka.


Lelaki kejam nan sangar itu. Mendesis. Mencekik kuat kuat keatas leher korbannya. Tatapan yang sangat mematikan itu dia tancapkan tepat ke mata yang ketakutan itu. Tubuh penyusup itu sudah penuh luka. Verru yang ada di ruang itu Hanya bisa senyum menyeringai. Laki laki bodoh. Menyerahkan nyawanya sendiri kesini.


Lelaki itu tiba tiba berteriak teriak kencang! kesakitan. Apa yang terjadi padanya. Dia sekarang berlumuran darah! Saat tangan Key sendiri telah menghujamkan beberapa tancapkan pisau kematian ke tubuhnya. Dan seakan teriakan kesakitan itu bertambah dan bertambah parah merintih pedih. Saat pisau milik Key yang amat tajam itu pas menghujam ke jantungnya. Hah semua ini hanya satu nyawa, kalau ada kebocoran lagi di perusahan milik Key maka akan banyak nyawa yang melayang, dan sudah tanggung jawab dan tugas Key, melindungi perusahaannya dan juga semua anak buahnya.


“Kubur dia. Bersihkan ruangan ini sampai bersih.”


“Ba. Baik Tuan.” Tetap saja para anak buah Key gugup padahal ini tidak sekali dua kali mereka melihat Tuannya membunuh seseorang tapi tetap saja mental Meraka seakan runtuh seketika saat Key melakukan segala kekejamannya.


“Tubuhmu juga penuh darah.” Verru.


“Aku akan mandi dulu. Kau urus sisa nya sampai selesai dan sedetail mungkin.”

__ADS_1


“Baiklah. Aku ambilkan baju untukmu."


“Siapkan mobil juga sopir. Sehabis ini aku pulang.”


“Oke.”


Serentetan pekerjaan sudah Key selesaikan. Hingga kini dia tengah berada di dalam mobil bersiap untuk pulang. Tampak dia tengah terpikirkan Feirvy.


Duhh ... Rasanya nervous sekali ..., Semoga saja dia enggak menganggapku wanita murahan. Aku harap dia tergoda dan mau memberikan ponselku kembali.


Di depan kaca wanita cantik nan mungil memakai dres mini sexy berbalut warna merah menggoda dan menggairahkan. Teruntai bebas rambutnya bergelombang itu dengan kaki jenjang yang sengaja tak memakai alas kaki menambah gelora sexual siapapun yang melihatnya. Kini malah Feirvy ngeri sendiri dengan penampilan sexy nya.


Suara mobil itu sudah terparkir di garasi. Langkahnya santai memasuki pintu rumah. Sedikit kelelahan dia rasakan setelah peristiwa yang terjadi barusan. Dia jatuhkan keras keras tubuhnya ke sofa ruang tengah. Rumah itu kini sudah sepi dengan 3 pelayan yang sudah tidur di kamar mereka masing masing.


Tiba tiba suara pintu kamar Feirvy terbuka. Wanita tak beralas kaki bergaun merah menggoda itu kini melangkah ke arah Key. Mata Key seakan terfokus sejak pintu itu mulai terbuka. Pandangan mata elang nya begitu tertuju pada wanita yang malam malam berpenampilan sexy dan mengunggah gairahan pada tubuh Key.


Feirvy kini semakin dekat dan mendekat ... Dress yang sedikit ke atas itu begitu memperlihatkan setengah paha mulus Feirvy. Dan kini Hampir begitu dekat dengan Key. Tangan Feirvy mengambil menggandeng salah satu jemari Key yang ada di samping sisi sofa.


“Kau sedang menggodaku..?” Tangan Key beralih memegang paha mulus Feirvy.


“Apa kau tergoda ...?"


“Tentu saja. Wanitaku malam ini sangat sexy dan menggairahkan. Apa ada yang kau inginkan dariku, sayang.”


“Sayang. Kata yang sedikit asing. Tapi memang ada yang aku inginkan sekarang.”


“Duduklah di pangkuannya dan rayu aku. Mungkin aku bisa kabulkan permintaanmu.”


Sejak kapan Feirvy belajar akting seperti ini. Padahal kalau diterawang sekujur tubuhnya rasanya ingin gemetar. Karena dia tidak pernah merayu seseorang. Tapi dia harus sepintar mungkin berakting layaknya sungguhan menggoda lelaki.


Sedikit ragu. Feirvy perlahan menyanggupi permintaan Key untuk dirinya duduk di pangkuannya. Key tersenyum. Hatinya terlihat puas wanita itu kini dalam pangkuannya. Key tak ingin berbuat apapun. Key sengaja membiarkan Feirvy merayu dirinya dengan cara Feirvy sendiri.


Sedikit canggung. Tangan Feirvy mulai perlahan memberanikan diri memegang kerah kemeja milik Key dengan manja.


“Aku ... Aku ingin ponsel ku kembali. Aku sudah bersedia naik di pangkuan mu. Itu berarti kau bersedia kan?”


“Kau pintar sekali merayu seseorang. Wajah polos tapi dengan tubuhnya yang bagus ini bisa membuat orang sangat tergoda," suara Key sekilat berhenti lalu kembali bersuara. "Feirvy?!”


“Iya.”


“Dengarkan aku baik baik! ...Aku baru saja membunuh seseorang,” langsung mendelik tegang mata Feirvy. “ lalu apa kau masih ingin denganku?”


Mendengar semua ucapan Key. Feirvy harus menelan pahit pahit ludahnya sendiri. Selain kengerian yang dia dapatkan dia kini malah seakan terjebak dan tersirat rasa takut pada tubuhnya. Yang mungkin saja awalnya dia hanya menggoda Key dan kalau Key menolak dia akan marah. Tapi malah dia sendiri tak berani berkutik di hadapan seorang Key. Kini tangannya malah seakan semakin mengerat erat berpegangan di kerah baju suaminya.


Tidak. Aku harus terbiasa oleh semua ini untuk menghadapinya. Bukankah aku juga sering mendengar Ayah membunuh seseorang dengan tangannya sendiri. Aku juga harus sebisa mungkin beradaptasi dengannya agar bisa menghadapinya.


“Jauh sebelum mengenalku, kau sudah lakukan semua ini. Jadi akulah yang harus beradaptasi ke dunia mu.”


“Gadis pintar. Kau tenang saja. Aku hanya menghabisi orang yang berbuat curang saja.”


“Aku mengerti.”


Tak lama Key dapat telefon dari Verru.


“Key baru saja ada kabar kurang enak. Alan sudah kembali ke negara ini. Dan pelaku penyusupan tadi atas perintahnya juga.”


Key setengah geram mendengar nama Alan terdengar lagi di telinganya. Setelah sekian lama sosok Alan ini menjauh dari Key.


“Besok saja aku urus dia. Aku mau urus kucing liarku dulu.”


Lagi lagi Feirvy harus menelan pahit pahit ludahnya kembali. Key setengah melempar ponselnya ke sofa, dan kembali menatap Feirvy. Matanya tiba tiba terarah dengan belahan Payudara Feirvy yang setengah terlihat. Tak mau dia lebih tahan lagi. Telunjuk Key perlahan menggaris tengah belahan itu hingga jemarinya menggantung di belahan baju paling rendah hingga payud*ra Feirvy setengah terlihat dan sangat menggoda.


“Kita mulai sekarang.” nada rayu dan sensual Key ucapkan dengan penuh ke gairahan di setiap penekanan nadanya.


Tak menunggu nanti Key berdiri dengan menggendong tubuh sexy Feirvy malam ini, dan berjalan ke arah kamar keduanya. Tak tahukan Key. Feirvy sebenarnya tengah gugup yang di tutup tutupi. Hingga tanggannya masih mengerat ke kerah baju Key. Gadis itu ternyata tengah dalam suasana terjebak oleh rencananya sendiri. Dan kini harus merasakan bagaimana rasanya, ngerinya dan seramnya. Dia harus bercinta dengan seseorang yang baru saja membunuh seseorang dengan tangannya sendiri. Rasa itu membuat Feirvy memejamkan mata, bergidik takut dalam tubuh dan hati Feirvy.


Kasih vote yang banyak yah ... Bantu Author promosi lewat ranting. terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2