
Di cubitnya pangkal hidung Key seraya memejamkan mata. Key bersandar di kursi mencongakkan kepalanya dan di saat bersamaan, Verru baru saja pulang mengambil sesuatu yang ketinggalan. Saat masuk rumah Verru sempat melihat Feirvy berlari menangis dan memakai baju pelayan.
“Kau kenapa? Habis kasih pelajaran Feirvy malah pusing sendiri.”
“Dia selalu bikin pusing kepalaku.”
“Pusing karena kau suka dia. Jadi intinya kau tidak sepenuhnya tega menyiksanya.”
“Cih siapa yang suka dia. Mana mungkin aku suka sama wanita licik seperti itu.”
Sembari makan camilan di depannya, Verru terus ingin memojokkan Key saat ini. “2 hari kamu sendiri yang merawatnya. Kau tidak tidur sebelum dia tidur. Lalu memperkerjakan 3 pelayan buat membantunya. Kamu kira kalau tidak suka. Ngapain orang lakuin itu semua. Apalagi itu tawanan juga musuhmu sendiri.”
“Kenapa kau mengamati sekali apa yang aku lakuin.”
“Tentu saja. Apa kau bodoh! Kalau kau menyukainya. Kau ingin nyawamu melayang karena melindungi dia. Sedangkan beberapa musuhmu tahu kalau kau sudah menikah.”
“Memang itu tujuanku. Menjadikan nyawanya dalam bahaya. Lagi pula aku tidak menyukainya, mana mungkin aku melindunginya. Dia saja mau membunuhku.”
“Ggrrrr awas kau nyesel nanti ya.”
“Aku tidak menyukainya! Kerja sana!”
Kekesalan juga kekecewaan yang begitu dirasakan Key benar benar membuat Key buta, bahkan dia sendiri tidak sadar sudah mulai menyukai istrinya saat ini.
Mereka pun berangkat kerja bersama. Sebelumnya Key memberikan selembar kertas tentang Apa saja yang harus di kerjakan Feirvy sehari hari. Diberikannya pada ketiga pelayannya dan di suruh untuk memberikan pada Feirvy nanti kalau Feirvy sudah mulai membaik.
Feirvy yang masih dalam kamar. Telihat pelayan itu masuk dan melihat Feirvy sudah tak terlalu sedih lagi, dengan berat hati, mereka terpaksa melakukan ini. Karena ini perintah Tuan Key.
Nada heran Feirvy. “Apa ini?”
“Itu Nona. Daftar kerja Nona selama jadi pelayan Tuan.”
“Aku istrinya! Bukan pelayannya.” Bentak halus Feirvy.
“Eh. Hehe maaf Nona. Saya Cuma diperintah Tuan besar.”
Dibacanya semua perintah Key untuk Feirvy.
Setiap hari masak sarapan buat Tuan Key.
Bersih bersih dapur.
Bersih bersih rumah.
Ngepel lantai belakang,depan,pinggir,tengah.
Cabut rumput.
Kuras kolam renang.
Mandiin anjing anjing semua Tuan besar.
Tidak boleh pakai telpon seluler bentuk apapun.
Harus cantik tiap hari.
__ADS_1
Melayani Tuan besar setiap malam hari.
“Aaahhhh.....Tidakk ....bunuh saja aku Key ... Hik hik. Aku benci kamu. Aku kutuk kamu jadi batu KEEYY!!!”
.
.
.
.
*****
Key yang menyetir mobil.
“AW”
“Apa tadi itu Key.”
“Kayaknya ada batu di tengah jalan tadi.”
“Tu kau dapet kutukan dari Feirvy.”
“Hahahaha pasti dia lagi histeris di rumah.”
“Hehe, ada Feirvy kau malah sering ketawa.”
Key tersenyum.
“Orang yang kau cari sudah aku dapatkan.”
“Orang. Keahliannya?”
“Kau akan senang kali ini. Dia baru akan kerja dengan Arthur. Ternyata dia satu akademi denganku. Bagus bukan. Aku sudah bantu dia hapus semua identitas mencurigakan tentangnya. Juga sementara waktu riwayat pelajarku disana aku tiadakan. Arthur percaya dengannya. Tinggal aku cari cara bertemu lagi dengannya. Sedikit susah bertemu dengannya. Karena dia masih dalam pengawasan ayah Feirvy.
“Sepertinya ada hal lain yang di rencanakan ayah Feirvy.”
“Sepertinya seperti itu. Mana mungkin dia dibawakan bodyguard khusus untuknya.”
“Tunggu dia ingin bermain apa dulu. Lalu kita yang bergerak.”
“Ok.”
*****
Bagaimana kabarnya. Seorang princes kini jadi pelayan di rumah suaminya sendiri. Menyentuh sapu saja belum pernah. Kira kira bagaimana dia bekerja saat ini. Rasanya rumah Key dulu sepi sunyi mencekam kini jadi ramai dan heboh.
“Tidak Nona .....!!”
Prakkk piring piring pecah.
“Guci mahal Nona ...!!!”
Pyarrr. Hancur sudah.
__ADS_1
“Hik hik Nona. Kami nanti di marahin Tuan besar ...”
“Ini bukan salahku ... ujung sapunya yang terlalu panjang ..."
Berempat bersama Feirvy. Kumpulin jadi satu pecaha piring dan guci yang sebenarnya super mahal.
Dia kan kaya raya. Guci dan piring gak masalah kan aku jadiin korban. Hahahahahahaa. Aku senang. Aku senang.
“Bersihin dapur sudah. Nyapu sama ngepel sudah. Ah! sekarang bersihin kebun. Ayok kalian ikut aku semua bersihin Kebun.”
Semangat sekali Nona Feirvy. “Siap Nona.”
Pikir 3 pelayannya. Kebunnya belok sini kok Nona Feirvy beloknya kesana.
“Nona mau kemana?”
“Bersihin Kebun.”
Tiba tiba di halaman yang begitu besar Feirvy tak ada angin tak ada hujan. Feirvy berteriak sangat lantang “TOLONGGG.....TOLONG.......”
Tentu saja sontak semua penjaga, anak buah Key langsung berlari kencang ke Arah Feirvy. Berkumpul di depan Feirvy. Tapi mereka tampak heran karena tidak terjadi apapun.
“Nona kenapa?”
“Hehe kalian cepat sekali, Kalian tahu kan aku istrinya Tuan Key.”
“Tentu Nona.”
“Kalau ada permintaan dari ku, kalian turuti tidak.”
“Pasti Nona ...”
“Bersihkan semua kebun di rumah ini ya.”
Melongo. “Ha........Tap. Tapi Nona...”
Diambilnya dari sakunya, peluit anjing milik Key yang sebelumnya ketinggalan di kamar Feirvy alias kamar keduanya Key.
“Aha! Hehe kalian tahu ini kan.”
Terheran. “HA! Kok itu sama Nona.”
“Kalian mau bersihkan kebun apa peluit ini kubunyikan ... ayo pilih. Pilih.”
“Tidak. Tidak Nona. Ampun. Kami bersihkan kebunnya sekarang juga.”
Tergopoh gopoh mereka lari saling membersihkan kebun yang kotor.
Qiqi. Aku menderita jadi semua harus menderita hahahahaha.
****
Up 1/3 nantikan juga lainnya lulus review y.
Bantu Author promosi lewat Like. Komen. Vote poin nya juga ya.
__ADS_1
by UlanZu