
Siang ke sore lanjut ke malam dan kini kembali ke siang lagi. Dimana Verru di kasih titah di kasih amanah di kasih perintah untuk menjemput sang adik di kampung halaman. Dengan membawa 2 Bodyguard nya di belakang mobil Verru. Verru mulai mencari cari alamat jelasnya rumah Key dulu. Karena Verru sudah sedikit lupa dengan jalan juga bagaimana Rumah Key dahulu. Apalagi ini sudah bertahun-tahun dia tidak ke kampung ini. Dan akhirnya setelah lewat 1 jam, Baru Verru tahu jelas alamat rumah Key.
Verru yang mulai mengetuk pintu. “Permisi Pak buk ..."
Ibu Key berjalan ke Arah pintu. Penasaran. Dan segera membuka pintunya. “Siapa? Seperti pernah ketemu.” Nada penasaran.
Verru tersenyum. “Saya Verru Bu. Ibu lupa. Saya temannya Key.”
Ibu Key terjengit. “Haha iya ibu lupa. Ibu jadi bingung. Serasa dulu kamu masih ingusan haha sekarang bisa seganteng ini.”
Ibu ini ... Apa aku segitu rembesan ya.
“Tumben sekali kesini, Verru.”
“Key menyuruhku menjemput Nayna Bu. Nayna bilang ingin Ke kota.”
“Key yang menyuruhmu?! Hah ... akhirnya dia setuju juga. Ah ayo masuk dulu.”
Verru dan ibu Key masuk ke dalam rumah. Nayna tidak ada. Karena Nayna pikir hari ini tidak ada hal penting apapun. Jadi dia iseng iseng ikut casting jadi cameo sinetron biasa yang di adakan di sekolah lamanya. Verru di kasih foto Nayna yang saat ini. Langsung saja, Verru matanya langsung melebar besar ternyata angan angan tak sesuai dengan realita, Verru pikir akan bertemu dengan adik Key yang sangat imut, cantik dan menggemaskan. Entah kenapa setelah melihat foto yang di kasi ibu.
Verru langsung berpikir, apa adiknya Key ini habis kena nuklir? Kenapa rambutnya bisa ikal keriting kayak mie goreng gini Hahahahaha... Key kenapa semua kecantikan ibumu kamu ambil semua hahaha kenapa nggak sedikit kamu kasi ke adikmu ini. Qiqiqi. Sedikit cengengesan tersadar kalau masih ada ibu nya Key Verru langsung terdiam tidak enak.
“Hehe maaf Bu. Foto Nayna kenapa beda jauh waktu kecil dulu.”
“Ibu juga tidak tahu. Nayna suka katanya dengan rambut keritingnya. Jadi Nayna biarin seperti itu. Kamu jemput dia dari sekolah ya. Tante siapin baju baju Nayna dulu.”
“Siap Tante.”
.
.
.
.
Satu foto Verru bawa. Sampai di sekolah. Verru pikir ini sekolah yang amat membingungkan. Kenapa Cuma casting sinetron saja sampai ramai seperti ini. Dan benar Verru kini layaknya lagi cari Voucher berhadiah diantara Beratus ratus voucher tak berhadiah. Hahaha ini termasuk hari sial bukan. Apa Key itu tidak tahu kalau sampai aku keluar dari mobil ini. Yang jelas sudah pasti murid murid itu ngiler lihat aku terus ngumpul ingin minta tanda tanganku. Yah baiklah aku keluar menjemput tuan putri dan akan aku ladeni sebentar fans dadakan ku. Verru benar benar pedenya 1000%
Sett keluar mobil. Pikiran Verru memang ajaib. Pintu terbuka langsung pelajar pelajar semua berlarian ke arah Verru. Verru terkejut tapi pantaslah dia memang anak yang genius, bisa tahu sebelum terjadi. Kali ini Verru benar benar hebat.
Layaknya artis sungguhan Verru ketawa ketawa tak percaya seolah-olah memberi isyarat untuk sabar. Ach tapi dasar Verru ke ge'eran. Ternyata pelajar lari melewati Verru. Gak tahunya ada artis kota datang pas tepat di belakang mobil Verru. Verru membatu tertawa cengar cengir sambil di ketawain 2 Bodyguard nya habisnya pede nya selangit tingkat 10 hahahaha.
“Hahahaha ngakak Bos.” Tawa Bodyguard.
“Diam kalian.”
“Hehe iya Bos. Benaran Bos Verru tadi ekspresi nya lucu sekali. Nyari di pasar susah yang kayak gitu.”
Tangan Verru bercanda ingin memukul mereka tapi tak jadi.
“Sudah. Cari Adiknya Key sekarang.”
.
.
.
.
*****
Di ruang kepala sekolah. Verru di kasih tahu kalau Nayna ada casting di sisi samping sekolah.
“Jelasnya sisi samping mana pak.” Tanya Verru.
“Oh ... nanti Tuan dari sini belok ke kanan. 100 meter lagi belok ke kiri. Lalu ke kanan lagi. Ada ruang BP nanti ada gang Kecil masuk saja. Nanti ketemu kantin. Terus lanjut ke gang sebelah kirinya. Nah! sampai ujung sebelah kiri. Belok muter kanan lagi. Sampai 100 meter lagi ketemu ruangan perpustakaan. Nahhh!! Di belakang perpustakaan-- Belok ke kanan. Naahh!! Sampai ujung situ ke kiri lagi. Dah ... sampai deh.
Verru mendelik sambil menelan ludah dalam dalam.
“Sebentar-sebentar Pak. Kenapa otakku yang genius ini tiba tiba ngeblank ya. Bisa nggak pak denah nya tadi di foto saja pak.”
“Di foto?”
Rasa sok pede nya kembali lagi. “Hahaha inget kok Pak. Saya inget.”
Verru bergidik sembari mengingat ingat jalan super rumit tadi. Ini sekolahan apa rumah susun ya. Verru jalan menyusuri peta yang berusaha di ingatnya.
__ADS_1
Verru berjalan bingung. “Kanan kiri 50 meter kanan lagi. Hyaahh!!! Aku mulai gila.” Verru acak acak rambutnya hingga berantakan.
Sementara 2 Bodyguard nya cekikikan tak tahan lagi ketawa di belakangnya.
“Kalian ketawa sekali lagi, aku pecat sekarang.”
“Hehe ampun Bos. Kita tidak berani. Ampun ...” Ngomong sambil cekikikan tapi.
“Lagi ketawa lagi!”
“Wakakakakaka. Kami tidak tahan lagi Boss wahahahahaha.”
Dasar Bodyguard kampret
Jalan setapak. Jalan tikus. Jalan rusun. Entah jalan apa lagi istilahnya Verru lalui susah payah dengan 1000% kegeniusannya yang hari ini gagal total gara gara pak kepala sekolah tadi.
.
.
.
.
****
“Nanti kamu harus mendalami peranmu sungguh sungguh ya. Ini casting sangat singkat sekali. Lainnya sudah ngantri di belakang sana.”
“Baik Pak.”
“Lawan main saya mana Pak.”
“Ohh ... nanti dia akan muncul dari gang itu. Nanti dia akan keluar sesudah aba aba dari saya. Nanti kamu jangan sungkan sungkan ya. Apa yang ada di scenario kamu harus lakukan semua. Harus dengan pikiran yang pasti.”
“Siap-siap. Saya kerjakan dengan baik Pak.” Nayna.
“Bagus. Ayo kita mulai semua. And Roll..... ACTION!!"
Nayna casting jadi pemeran utama yang di selingkuhi. Yang marah besar dengan pacarnya. Dan karena sangking kesalnya Nayna harus membabi buta memukuli pacarnya dengan sapu yang ada di sampingnya saat itu.
“Iya Bos. Benar gang yang ini tadi. Kan terakhir bilang ke kanan.”
“Bukannya tadi ke kiri.”
“Benar Boss!”
“hheeggghh!! Yang benar Kiri apa ke kanan ...!!!"
“Kanan kiri Bos.”
“Kalian!!!!”
Bodyguard mengkirut takut tak berani tapi hati ketawa cekakakan.
“Aku rasa gang ini benar dech. Coba dulu aja dah."
.
.
.
.
“Yahh!! Mulai sekarang Roll..... ACTION!!"
Dan ...... Jeng jeng!! PLAKKK Verru keluar langsung Tamparan keras layaknya tsunami menghampirinya. Tubuh kepala Verru oleng. Mata melotot bibir melongo. Pikiran kacau balau gak karuan. Ini apaan. Aku di tampar.
“Hya!!!”
Tamparan kedua, pikir Nay.
PLAKK
“HYA!! Berhenti! WOE!”
Ketiga pukul pakai sapu, ach itu sapunya.
__ADS_1
“Hyah. Hyah. Hyah Kau mau apa woe?!”
Plak, bug, plak, plak, plak, bug.
Jongkok tangan Verru berusaha menengadah sapu yang membabi buta, memukulnya.
“BERHENTIIIIII!!!”
Nayna sedikit takut dan sedikit menjauh dengan mengerutkan bibirnya. Apa pukulan ku terlalu keras. Tidak!! Aku harus dalami ceritanya.
“Kau sudah selingkuh. Berani membentak ku hah!!! Dasar laki laki lintah darat!!”
“Hyah. Kau bersalah tidak minta maaf malah bicara kasar denganku hah. Kau berani dengan ku hah.”
“Hyah!!! Laki laki kurus sepertimu siapa yang tak berani.”
“Ayok sini lawan aku.”
“Ayokk siapa takut.”
Sudah mau bagu hantam. Sutradara kebingungan. Kenapa peran pembantunya bicaranya beda terus kenapa jadi seganteng ini. Sutradara bertanya dengan kru film ternyata peran pembantu ada di toilet sedang sakit perut. Tahu itu semua sutradara langsung lari melerai mereka yang mau baku hantam.
“We we tunggu tunggu! Kalian salah orang.”
“Salah orang.” Nayna
“Salah Orang.” Verru
“Iya. Maaf Tuan. Dikira Tuan tadi pemeran pembantu.”
Tak menghiraukan sutradara ngomong Verru sibuk benahin bajunya yang bersih dan halus.
Tak di duga duga juga. Ada cowok sekolah di situ, berlari ke arah Nayna.
“Nayna sayang kamu tidak apa apa.” Pacar Nayna.
Verru inget nama Nayna langsung melotot.
“Nayna! Kau Nayna adiknya Key.”
Muka Nayna menatap Verru dengan terheran heran. Kenapa pria ini kenal dengan kakak.
“Benar. Kau siapa?”
“Hahaha kenapa Kau lebih jelek dari yang di foto. Padahal di foto sudah jelek wahahahaha.”
Nayna langsung berkobar api emosi yang membara. “Hyah!!! Pergi Kau!!!”
“Kau kalau marah tambah jelek lagi. Rambutmu bisa tambah mengembang. Kayak mie di siram Air. Wakakakakaka.”
Gak sabar lagi Nayna mengambil sapu yang tadi. Tak mau nanti lagi.
“Pergi Kau!!!”
Plak, plak, plak, plak, plak
Verru mungkin benjol benjol sambil teriak minta tolong pada Bodyguard nya. Tentu saja Bodyguard nggak berani karena itu adiknya Key. Kasihan banget si Verru mungkin pulang benjol semua.
.
.
.
.
Jangan lupa
Like
Komen
& Vote ya
Thanks...
By UlanZu
__ADS_1