
Mata cantiknya menyipit dengan saling menarik ekor ekor matanya, Feirvy tersenyum cantik juga lembut di hadapan ibu mertuanya yang sedang mengunjungi dirinya yang sedang mengandung 9 bulan. Dan mereka bilang kalau mereka selalu mengkhawatirkan menantunya saat ini yang tengah menjalani hidup sendirian.
Dengan hamil tua... Feirvy kini hidup sendirian dan hidup dengan sangat sederhana bahkan sudah jauh dari kemewahan dengan apa yang dia jalani dahulu. Bukan hanya Feirvy, tapi semua terkena imbasnya tanpa pengecualian. Mertua juga orang tuanya sendiri tak pelak juga tengah diadili dengan kekayaan yang mereka nikmati. Membuat mereka menjadi saling sibuk menghidupi kehidupan mereka masing masing.
Pernah beberapa kali Feirvy menawarkan diri untuk membantu keluarga mereka dengan black chard yang di kasih suaminya. Tapi apa itu akan membantu mereka. Itu malah akan menjadi beban bagi mereka. Dengan berkurangnya tabungan Feirvy yang disimpankan oleh suaminya dan kalau mereka pakai, bagaimana dengan cucu mereka nantinya.
Mereka tidak mau cucu kesayangan mereka kekurangan uang. Mereka tidak mau cucu mereka tidak bahagia. Apalagi klinik yang Feirvy biayai masih terbilang sepi. Membuat Feirvy tak bisa berbuat apa apa selain menerima keputusan dari mereka. Kalau memang kenyataannya nanti benar adanya, bahwa setelah dia melahirkan, Feirvy tidak lagi bisa bekerja. Dan lepas dari itu semua, Feirvy juga berharap anaknya kelak juga akan mendapatkan pendidikan yang baik seperti dia di waktu kecil dulu . Dia ingin anaknya kelak jadi anak yang hebat, teguh seperti ayahnya.
Dua keranjang di oleh-olehkan untuk Feirvy dan calon cucu mereka. Buah-buahan segar, pakaian ibu hamil, baju bayi bahkan susu nutrisi untuk ibu hamilpun mereka belikan. Hampir semua lengkap mereka berikan pada Feirvy sebelum mereka kembali pulang ke kampung halaman dan kembali bekerja lagi.
Kehidupan memang lagi menguji sebagian dari mereka dengan kesedihan juga canda tawa. Mereka yang dulunya tertawa kini harus mengalami kesedihan yang sama sekali tidak mereka harapkan. Tapi dari semua itu... orang akan tahu bagaimana cara mengendalikan diri mereka sendiri dan harus bagaimana mereka bisa mengatasi masalah mereka sendiri dengan baik.
.
__ADS_1
.
.
Di peluknya Feirvy saat mereka hendak pulang. Dengan hati yang sedikit gersang Feirvy balas pelukan mereka. Bahwa dia begitu merindukan suaminya. Dengan melihat kedua orang tua suaminya, itu seperti dirinya melihat suaminya ada diantara mereka berdua.
Sekelibat Feirvy membatin untuk lelakinya. Bagaimanakah sekarang suamiku..? Apakah dia sudah makan? Apakah dia baik baik saja. Apakah dia juga makan enak disana. Bagaimana dengan tidurnya? Suaminya itu terbiasa tidur di kasur yang empuk dan sangat nyaman. Apakah dia disana juga akan tidur di tempat yang sama juga. Lalu siapa yang akan memotongkan kukunya, karena biasanya dengan manjanya Key meminta di potongkan kukunya. Kerinduan yang sangat dalam itu... Membuat Feirvy tak bisa memikirkan lainnya dengan baik kecuali memikirkan suaminya.
.
.
.
__ADS_1
Tapi disaat Feirvy tengah memeriksa pasiennya. Rasa mulas tiba-tiba dia rasakan, perlahan lahan tapi semakin kuat saja sakitnya. Sampai rasanya terasa merambat ke tulang tulang tubuhnya dan perlahan rasa ngilu mulai dirasanya tapi masih tertahankan olehnya.
Merasa sudah ada yang mengganjal pada tubuhnya. Feirvy segera menyelesaikan pekerjaannya. Perhitungannya mungkin salah. Tapi mungkin juga waktu kelahiran lebih cepat dari pada perhitungannya sendiri. Setelah Feirvy periksa celana dalamnya yang ternyata sudah terlihat ada bercak darah disana. Saat itu juga sedikit bergetar tubuh Feirvy karena saat ini dia sedang sendirian.
Feirvy segera memesan taxi, dirasa masih kuat dia langsung sendirian ke Rumah Sakit sembari mengabari keluarga keluarganya juga sahabatnya Alan dan Viola. Setidaknya Feirvy tahu ini kemungkinan pembukaan di tahap awal, maka tingkat kewaspadaannya masih bisa di atasi sampai pada rumah sakit nantinya.
.
.
.
.
__ADS_1
2/5 Chapter. slow update.
Novel yang baru nanti di infokan lewat Novel ini atau bisa langsung tanya Ke GC Author.