
Key sedang dalam perjalanan ke perkantoran besar, kantor besar dimana pusat jual beli properti. Segala persiapan entah itu pemikiran cara bicara atau pun keputusan, kini telah Key pikirkan matang matang, sebelum masuk ke kantor besar tersebut. Kantor yang tak lain adalah kantor besar milik Ayah Feirvy. Dimana kantor besar itu adalah salah satu fungsi sebagai penutup semua harta Karun yang di miliki Arthur secara ilegal.
Pria yang bernama Key itu secara tiba tiba datang, dan tentu saja secara cepat dan mendadak semua keamanan kantor di gerakkan, beberapa orang kekar berbaju hitam hitam langsung siap siaga di bagian sudut manapun kantor Arthur. Apakah Key ini sejenis hantu apa semacam hewan predator? Seakan akan saat dia datang langsung begitu sigap dan cepatnya mereka melakukan pengamanan. Key hanya bisa tersenyum membuang muka tak percaya ini akan di lakukan oleh Arthur. Sebenarnya Arthur itu sedang memamerkan semua kekuasaannya atau malah sebaliknya, dimana Arthur ketakutan telah di datangi Mafia Besar. Tentu saja Arthur siap siaga. Karena Key sendiri telah membawa beberapa mobil dengan para bodyguard yang terlatih kejam selama ini. Bodyguard yang setia kepada tuannya. Dan bukan dengan kemampuan kaleng kaleng.
.
.
.
.
Pria keren juga gagah itu kini tengah keluar dari mobilnya. Sepatu pantofelnya nampak begitu mewah. Membuat mata penasaran siapakah gerangan yang datang kali ini. Karena rasanya begitu istimewa di lihat dari cara menatap, cara berjalan apalagi dengan beberapa pengawalannya. Para karyawan dari balik kaca dari halaman, rasanya mata mereka langsung tertuju pada pria yang kini baru saja keluar dari mobil mewahnya. Memakai setelah jas hitam. Key membenahi setelah jasnya. Menoleh ke kanan kekiri. Kebulan asap rokok rasanya masih dia hisap sampai saat ini sebelum dia masuk ke dalam kantor tersebut.
.
.
.
Salah satu Bodyguardnya maju segera Menghampiri Key memberi informasi bahwa Arthur ada di kantor ini dan dipersilakan untuk masuk sekarang juga. Key mengangguk, membuang putung rokoknya ke bawah lalu mengulas-ulas Putung rokok dengan kaki hingga padam resapan apinya. Dilepaskan kaca mata hitamnya, dia serahkan ke Bodyguard nya tadi. Sembari kepala menunduk Bodyguard itu menerima kaca mata dari tangan Key.
Lanjut Key tak mau menunggu lagi. Dia langsung berjalan ke arah kantor Arthur dengan diikuti beberapa Bodyguard dan penjagaan untuknya. Tidak ingin menyingkir jauh. Beberapa karyawan kantor dan segerombolan wanita malah seakan akan penasaran berdatangan ingin sekali melihat. Orang yang katanya raja mafia di berbagai negara padahal mereka sendiri tidak tahu jelasnya apa yang Key kerjakan selama ini, mungkin mereka tak peduli dengan pekerjaan Key, tapi lebih peduli dengan gagah dan ketampanannya. Dan seakan mata Mereka begitu penasaran ingin melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri.
Masuklah Key ke dalam kantor. Dari situ ... hati para wanita seakan bergeming, merajuk seakan mereka ingin teriak 'Nikahi aku tuan ... andai Tuan jadi milikku aku mau diapain saja' hingga mereka harus beberapa kali menelan ludah mereka sendiri. Ketika melihat betapa gagah, tampan, keren bahkan layaknya seorang raja muda yang datang dari kerajaannya berkunjung ke pulau dimana penghuninya kekeringan akan seorang lelaki.
.
.
.
Langkah Key terhenti. “Nona Kau menjatuhkan buku mu.” Dimana wanita itu melongo tak percaya di sapa oleh Key. Key jongkok menunduk mengambilkan buku itu di serahkan nya buku tersebut. Tak di duga duga satu mata Key berkedip untuk perempuan yang menjatuhkan bukunya tadi. Sontak tak tubuh wanita itu kuat lagi. Tubuh perempuan itu rubuh ke belakang di tangkap teman temannya. Tak kuatnya dia di tatap oleh mata yang tajam tapi begitu menawan. Sembari wanita itu memegang permukaan jantungnya. “WAHH... tolong jantungku. Jantungku rasanya mau lepas.”
Key berlalu jauh dari wanita tadi dan hanya bisa tersenyum. Dasar wanita, pikirnya. Kini malah ada udang di balik batu. Semua yang barusan Key lalukan adalah tak tik nya bukan semata mata ingin menggoda wanita. Tapi dia ingin informasi tentang Key yang suka dengan wanita masih terjaga aman. Karena di lain waktu Key pernah terpegok tak peduli dengan wanita. Kini dia ingin memperkuat lagi kalau dia juga suka mempermainkan wanita dia ingin lawannya tahu kalau kelemahannya bukan ada pada wanita.
Dan memang benar. Dari depan layar digital di ruangan Arthur. Arthur tampak mengamati Key yang berlaku seperti itu dengan wanita. hingga membuat pikirannya bingung. Sebenarnya seperti apa dia menilai wanita di pikirannya itu. Pikir Arthur, Dan kini pria tua kini tengah mondar mandir resah, ada urusan apa dia datang kesini. Putriku baik baik saja bukan. Putriku gadis yang pintar, tidak mungkin dia tidak bisa menghadapi Key.
Asistennya Yarry segera berusaha menenangkan Bos besarnya. “Tenang dulu bos. Key tidak akan membuat keributan disini. Kalau dia ingin berbuat keributan pasti tidak disini.”
“Benar juga. Dia memang anak yang sangat berhati hati, dan aku tidak suka dengan kehati hatiannya itu. Membuat dia selalu waspada dalam hal apapun. Berikan aku obat penenang. Dia sebentar lagi datang.”
“Baik Tuan.”
__ADS_1
Beberapa menit berlalu terdengar bunyi telfon berdering, salah satu panggilan dari karyawan Arthur yang memberi info bahwa Key sudah menunggu di luar ruangan. Yarry yang menerima informasi tersebut beberapa kali menarik nafasnya berulang kali, bahwa dia sedikit nervous. Dan entah kenapa tiba tiba bibirnya kedutan. Tangannya memegangi bibirnya sendiri. Dalam hati Yarry. Ini kenapa jadi kedutan begini, ada apa. Masak aku akan bertengkar dengan Key. Terus kenapa jadi tambah jantungan gini sampai dag Dig dug seperti ini. Ach sudahlah biarkan saja. Dia sudah ada di luar.
Bunyi ketukan pintu terdengar. Yarry langsung membuka pintu. Sedikit menelan ludah ketika membuka pintu. Diri Yarry langsung tercekat saat berpas pasan dengan sepasang mata kebringasan nan tajam dengan setelan jas hitam yang menggetarkan. Di tambah lagi beberapa Bodyguard berdiri sangar tepat di belakang Key. Dengan paras muka yang kaku kaku sudah kayak patung manekin pula.
Kau harus terlihat berwibawa Yarry. Pikir Yarry seraya berdehem. “Tuan Key silakan masuk.”
Key melangkah berjalan memasuki ruang kerja temannya dulu. Tapi kakinya terhenti membuat bodyguardnya seketika berhenti juga. Key berhenti dan mendekat hampir ke telinga Yarry, sembari berucap. “Tanganmu bergetar. Kau baru habis melihat hantu?” Sontak Yarry langsung tak bergeming lehernya terasa kaku mendengar kata kata Key. Ternyata rasa takutnya tidak bisa dia sembunyikan rapat rapat di hadapan pria yang jeli itu.
“Haha Tuan Key bisa saja. Silakan duduk Tuan.”
Tak jauh dari mereka Arthur duduk tengah menunggu untuk Key duduk berhadapan dengannya. Dengan santai Key duduk sembari kakinya menyilang bertumpu dan bersandar santai.
“Lama tak bertemu, rambutmu tambah putih saja."
Arthur tersenyum. “Hal yang wajar rambut memutih. Karena umur semakin tua. Ada apa kau kesini. Apa kau sedang berubah pikiran untuk terus melanjutkan kerja sama kita?”
Saat Arthur berbicara Key diam tapi tatapannya lurus lurus memandang Arthur.
"Karena lama tidak kesini aku membawa oleh oleh untukmu AYAH MERTUA.”
2 kata itu langsung membuat Arthur tercekat otot lehernya menegang ketat. Seraya kedua tangannya merapat gemetar membatu. Key dengan pengamatannya yang jeli tentu saja langsung bisa mengenali reaksi lawannya itu saat ini. Pastilah Arthur tidak akan menyangka kalau dirinya lebih dulu tahu rencananya juga anaknya yang sudah ada dalam dekapannya Key.
“Kenapa. Kenapa kau terlihat sangat tegang sekali. Bahkan aku belum memberikan oleh oleh yang aku persiapkan untukmu."
“Haha aku sedikit tegang karena kau memanggilku dengan kata kata yang asing di dengar."
“Haha karena seterusnya aku akan memanggilmu dengan kata itu."
“Maksudmu?”
“Bawa kesini yang aku bawa tadi.” Suruh Key ke Bodyguard nya. Tak butuh waktu lama bodyguard itu membawa 2 map tanggung dan langsung di berikan di atas meja di depan Arthur. Disitu Yarry menawarkan diri untuk membantu membuka 2 map tersebut. Rasa yang sangat penasaran dengan rasa hati hati tapi juga ingin cepat mengetahuinya. Perlahan di bukanya map tersebut. Dari atas sampai akhir Yarry membaca dengan begitu seksama tanpa ada satu kata juga kalimat pun terlewatkan. Tangannya yang awalnya terdiam kini berubah jadi gemetar tak percaya. Arthur begitu penasaran juga segera ingin tahu apa isi map tersebut, kenapa sampai membuat asistennya gemetar seperti itu. "Apa itu. Cepat bawa sini!”
Tubuh Yarry membungkuk, tangannya bergetar sedikit ragu untuk memberikan map tersebut. “Maaf Tuan ... Tap. Tapi ini--”
Tak sabar lagi Arthur merebut kedua kertas tersebut di buka dan di bacanya. Mata Arthur melotot, bagaikan puluhan petir menyambarnya. Tangannya yang gemetar langsung memandang tajam wajah Key yang begitu tenang tanpa merasa ada dosa apapun. Malahan sedikit tersirat guratan senyum di setiap sudut wajahnya.
“Kau kenapa Arthur, Kau begitu sangat terkejut.”
Arthur membuang keras keras 2 map itu di atas meja depan Key.
Geram! “Apa ini?!”
“Hahaha apa karena kau tambah tua jadi tidak bisa membaca,” Key tertawa sembari menggeleng gelengkan kepalanya. “Tentu saja ini surat nikah secara resmi. Anakmu sangat cantik sekali. Bahkan tiap malam mau melayaniku,” Mata Key berkilat sinar ancaman seakan begitu kental. “Kau tahu itu apa Artinya. Kau lagi lagi terkalahkan dariku. Umpan berlianmu itu ada di tanganku, berhenti mengusikku atau anakmu yang akan aku jadikan umpan balik untukmu. Kalau kau terus mengusikku Aku tidak segan segan menyiksa anakmu dengan tanganku sendiri.” Nada ancaman Key.
__ADS_1
Padahal dalam hati Key. Perkataan Key kali ini serasa menyayat hatinya sendiri. Dia amat sayang dengan Feirvy. Mana mungkin dia akan menyakiti wanita yang dia sangat cintai saat ini.
“Lepaskan dia keparat!!, Bagaimana Kau tahu dia putriku."
“Mana mungkin aku melepaskan istriku. Aku benar benar menyukainya. Aku akan menjaganya selama kau tak mengusikku.”
“Aku akan membawa putriku pulang kembali.”
“Kalau kau takut terjadi apa apa dengan putrimu, ... sejak awal harusnya kau tidak sampai hati demi keserakahanmu mengumpankan anakmu untuk membunuhku. Sepintar dan seliciknya putrimu. Seharusnya kau mempertimbangkan semua Apalagi untuk melawanku.”
Arthur benar benar gregetan dengan semua perkataan yang Key lontarkan, seakan mengisyaratkan kalau Key tak terkalahkan dan Arthur memang tak bisa mengalahkannya. Tapi rasa gregetan itu dia tahan tahan sampai sampai gigi Arthur bergetar menahan semua ini. Melihat ekspresi Arthur yang seakan tak percaya juga sudah emosi. Key memilih untuk beranjak pergi dari ruangan itu. Saat dia terkesiap ingin berdiri Key berpaling ke arah Yarry.
“Kau ingin tahu siapa yang membongkar rencanamu.”
Arthur begitu antusias “Siapa?!”
“Asistenmu yang homo itu yang membocorkannya.”
Key tertawa kecil lalu pergi begitu saja. Sedangkan Arthur secepat mungkin berpaling ke muka Arthur, dimana Yarry kaget juga kebingungan. Letak salah ku ada dimana ... pikirnya. Yarry tak akan sadar, pernah di cekokin minuman dan obat bius oleh Verru kala itu.
“HHEEMM!!!, Apa yang kau perbuat kali INI...!!!! Arthur geram juga marah hingga menjitak jitak keras kepala Yarry yang setengah menunduk. Jawaban kedutan tadi ternyata ini ... kasiahan sekali Yarry.
“Ampun Tuan. Ampun saya juga bingung. Saya tidak inget apa apa. Sumpah Tuan."
"Sumpah kepalamu itu. Bulan ini tidak ada gaji."
"HAH. Matilah aku Tuan ..."
.
.
.
.
Chapter 1/3 yang up. Hadiahi kerja keras Author ya.
Like
komen
Vote
__ADS_1