Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Red Blood


__ADS_3

3 Minggu sudah Key dan istrinya di rumah orang tuanya. Waktu yang cukup untuk melepaskan rindu setelah sekian lama anak dan kedua orang tuanya itu tak saling bertemu. Bukan apa kenapa Key tak pulang-pulang. Karena anak lelakinya itu tengah malu untuk pulang. Malu dengan apa yang sudah dia jalani saat ini. Malu sampai saat ini dia belum bisa mempertanggung jawabkan apa yang telah dia perbuatnya. Tapi kini dia sudah punya istri, tidak mungkin akan menyembunyikan juga istrinya dari kedua orang tuanya. Yang akhirnya Key putuskan untuk pulang. Dan untuk memulangkan hal hal lainnya juga saat ini.


Diperjalanan pulang, didalam mobil, Key lebih banyak diam hanya sedikit bicara dan sisanya hanya terfokuskan mengendarai mobil. Itu semua tak pelak membuat Feirvy bertanya-tanya. Sesekali Feirvy tolehkan kepalanya ke hadapan suaminya tapi tak ada respons apapun yang menandakan Key ingin bicara padanya. Feirvy rapatkan kedua bibirnya dia beranikannya diri untuk berucap ke suaminya untuk memecahkan suasana yang hening ini.


“...Emm Key...,”


Panggilan kedua. “Key.”


tersadarlah Key hingga membuat matanya terbuka lalu menoleh ke istrinya.


“Kenapa sayang?”


Bernada rendah Feirvy menjawab pertanyaan Suaminya. “Kau melamun..."


Key tipiskan kedua bibirnya. Lalu tak lama telunjuknya menunjuk ke arah pantai di mana mereka lewati saat ini.


“Kita kesana.”


“Buat apa?”


“Ada hal yang ingin aku perlihatkan.”


Sedikit ada guratan guratan halus di kening Feirvy. Bahwa ia sedang penasaran dengan apa yang ingin di perlihatkan suaminya. Menurut saja Feirvy dengan ajakan suaminya itu, sampai turun dari mobil dan di pijakkannya kakinya ke pasir pantai. Dari kejauhan jarak pandang mereka terlihatlah helikopter yang lama kelamaan helikopter itu mendekat ke tempat mereka berdiri.


“Key, Apa itu milikmu?”


Key angganggukan kepala ke istrinya. Memberikan senyuman manis dan terdengar suara Key tengah menawarkan jasa darinya untuk Feirvy. Dengan satu tangan terulur ke arah Feirvy. Key berucap lirih serta merayu ke hadapan Feirvy.


“Tuan putri. Bolehkah aku menggendongmu?"


Feirvy kali ini benar benar sudah di buat setengah malu oleh suaminya. Pipinya yang berpaling ke samping terlihat samar samar tengah tersenyum tersipu merah jambu dilihatnya. Dan saat setelah terdengar kata 'baiklah' dari bibir Feirvy. Key langsung meraup tubuh Feirvy. Di bopongnya hingga masuk ke dalam kabin helikopter yang tadinya mendarat tak jauh dari kedua insan tersebut.


Terlebih dahulu Key pasangkan headset ke kepala Feirvy. Dan disaat mengudara, barulah dari atas tampak betapa indah pantai yang mereka lewati tadi. Sebenarnya Feirvy sempat bertanya-tanya dalam hatinya. sebenarnya Helikopter ini mau kemana? Bukankah ini sudah termasuk wilayah batas negara ini dan yang pernah aku ketahui sudah tidak ada pulau di seberang pantai ini.


“...Key kau mau kemana? Bukankah sudah tidak ada pulau lagi selepas pantai ini.”


Key sebentar memandang Feirvy dan tiba tiba ia tidurkan kepalanya ke pangkuan istrinya, yang membuat istrinya sedikit terkejut dengan sikap Key yang tiba-tiba tidur dalam pangkuannya.


“Feirvy. Kau harum sekali--"


“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi, Key.”


Tak ingin menjawab dulu pertanyaan istrinya tadi Key memilih menyusupkan kepalanya ke permukaan luar perut Feirvy, sedangkan tangannya yang kekar melingkar dan mengerat tubuh istrinya. Bibirnya sambil berucap lembut... lirih... dan seakan tenggelam begitu kedasar. Key berucap pelan..., "Biarkan aku tidur disini..." tak butuh waktu lama... kedua mata tegas lelaki itu terpejam lembut. Sangat terlihat Key sedang kelelahan, terlihat dari gelombang nafas yang teratur saat Key tertidur dalam pangkuan istrinya.


Feirvy pandang muka Key dengan lembut dan terasa dalam... Feirvy merasakan seperti ada yang tak biasa dengan suaminya. Seperti ada hal besar tengah dipikirkan suaminya. Tapi pertanyaan itu Feirvy tahan dulu setelah nanti Key terbangun dan sampai ke tujuan suaminya saat ini. Kini gadis mungil itu... ia tundukkan kepalanya-- sampai menempel ke kening suaminya. Ia peluk tubuh suaminya dengan penuh kasih sayang. Tak terelakkan kalau cintanya memang sama besarnya dengan cinta yang di berikan oleh Key kepadanya. Dan saat Key setengah sadar di peluk erat perut istrinya di susupkan kepala ke permukaan datar perut Feirvy.


.


.


.


.

__ADS_1


Selepas turun dari helikopternya, sebelum berkeliling dan menjawab semua rerentetan pertanyaan istrinya. Key sejenak mengunjungi salah satu Villa mewah miliknya yang sudah lama ia tak kunjungi. Tapi samar samar diruang tamu tersebut terdengar desahan perkikan juga suara kepuasan yang ternyata Key dan Feirvy melakulan hubungan itu sebelum mereka memulai semuanya.


"Key-- kau keterlaluan sekali... Belum juga mulai yang kau mau tadi. Sekarang sudah mulai hal yang lainnya lagi." Suara protes Feirvy di tengah percintaan mereka.


Dengan suara sendu merayu dan sensual. Key lanjutkan permainannya secara konstan menghujani Feirvy. “Aku lanjutkan pekerjaan yang ini dulu. Lalu aku akan jawab semua pertanyaanmu, sayang.”


.


.


.


.


Pakaian yang sudah antahbarantah kemana-mana Feirvy ambil satu persatu dan ia pakaikan kembali ke tubuhnya. Lalu Feirvy kembali terduduk ke pangkuan suaminya yang masih telanjang belum kenakan celana dalam apapun di tubuhnya. Key setengah memicingkan tatapannya yang sensual itu. Hingga ujung bibirnya tertarik kesamping setelah melihat istrinya begitu berani menaiki tubuhnya, padahal sangat jelas kalau Key masih belum mengenakan selembar kainpun. -Feirvy sepertinya tak takut kalau dirinya nanti akan kembali diserang oleh suaminya-


“Kenapa? Kenapa melihatku seperti itu.”


Key tersenyum sensual...“Aku melihatmu sangat berani duduk di atasku."


Feirvy menunduk ke bawah dan berucap lambat. “Kau cepat pakai baju... Ini sebenarnya ada dimana? aku penasaran sekali.”


Key menyuruh istrinya mengambilkan bajunya. Dan dia kenakan di tempat yang sama dimana Feirvy tengah duduk disampingnya. Selanjutnya di gandengnya tangan Feirvy keluar villa mewahnya itu. Di pakainya mobil jeep terbuka untuk berkeliling menyusuri pulau tersebut. Terlihat dari luar tanah tandus dengan hanya beberapa pohon saja disana dan yang terlebih banyak hanyalah gedung gedung besar berjajar saling berdampingan dan beberapa puluh mobil box barang terparkir rapi di setiap gedung tersebut. Tapi... pulau besar ini sangat sepi... Hanya terlihat segelintir orang berjalan di halaman gedung gedung tersebut. Tak ada suara gemuruh apapun entah itu suara mesin atau suara suara lainnya. Yang banyak terdengar hanya suara hempasan angin yang mengenai tanah tandus di dekat meraka. Juga hanya ada suara burung bercicit di antara pohon-pohon pinggir jalan yang mereka lalui.


“Key pulau apa ini? Kenapa hanya ada gedung gedung besar disini. Satu penduduk pun sama sekali tidak ada disini.”


.....Key menoleh menghadap Feirvy. Key tersenyum lalu dengan tak pedulinya Key kembali menghadap lurus kedepan tanpa memberi jawaban apapun untuk pertanyaan istrinya barusan. Lalu tak jauh dari mereka barulah terlihat kastil tua, disana Key berhenti dan memarkirkan mobilnya di pelataran kastil tersebut. Key ambil kunci dari sakunya dan ia buka pintu besar itu. Tiba tiba Rayyan menyerbu! menerkam tubuh Key hingga Key tersungkur jatuh ke lantai. Feirvy menjerit ketakutan sekuat kuatnya. Kucing besar itu menjilati wajah Tuannya, sangat terlihat sepertinya singa besar Rayyan itu benar-benar rindu dengan pemiliknya. Perlakuan manja Rayyan benar-benar membuat Key geli dan tertawa kecil dibuat.


“Kau tau kalau Tuanmu ada disini ya.” Ucap Key ke Singa kesayangannya itu. Yang sejak kecil singa itu sudah ikut dengan Key, ikut menjaga kota Red blood bersama Tuannya. Key gandeng tangan Feirvy lalu di ulurkan perlahan jemari Feirvy untuk menyentuh singa nya itu. Key terlihat tersenyum saat dia tahu tangan istrinya menggigil ketakutan.


Mengernyit rapat rapat mata Feirvy saat Singa itu mulai menjilati tangan dan jemarinya. Dengan suara gemetaran Feirvy beranikan keluarkan suaranya. “Key lidah singa nya tajam sekali-- Ini sungguh tidak apa-apa??”


Key kembali tersenyum. Lebih jelasnya Key saat saat ini berusaha tersenyum dari segala yang dihadapinya. Key mengelus halus bulu lebat yang ada di leher Singa itu. “Tidak... tidak akan bahaya. Kecuali kau menggigitku maka dia akan menyerangmu.”


Feirvy setengah mendengus dan membuang mukanya kesamping. “Ah- aku iri sekali. andai aku punya yang seperti ini dirumah...,”


Key elus pangkal rambut istrinya. “Ini kan juga milikmu. Apa yang aku punya adalah milikmu. Kecuali hal buruk-- itu bukan milikmu. Dan kau tidak boleh menyentuhnya sama sekali.” Tandas Key.


Kini Key dan Feirvy mulai berjalan masuk ke kastil tua itu dan di ikuti Rayyan di belakang mereka berjalan. Setelah masuk lebih dalam Feirvy menoleh kepalanya ke kanan ke kiri... mengamati setiap arsitek bangunan kuno itu. Masih terawat tapi terlihat menyeramkan kalau tinggal sendirian disini. Feirvy membatin dengan bertanya. 'tempat apa kah ini? kenapa dirinya baru tahu kalau ada pulau ini di negaranya ditempat dia tinggal.


“Key— bisakah kau jelaskan tempat apa ini?” Tanya Feirvy sembari kakinya menaiki anak tangga di depannya. Barulah di tempat sepi ini Key menjelaskan apa yang ingin Feirvy ketahui. “Kota ini aku namai kota Red blood yang berarti darah merah. Banyak jeritan manusia dan darah tertumpah di kota ini. Darah pengkhianatan bukan darah yang setia yang tertumpah. Dan bangunan ini adalah bangunan tua yang dulunya di tempati pemimpin terdahulu disini sebelum aku.”


Feirvy terhenti. “Maksudmu. Kota milik perorangan.”


“Benar. Kota ini dapat dimiliki dengan perjudian besar. Siapa yang berapa kali perjudian besar menang maka orang itulah pemiliknya.”


Feirvy tertegun mendengarnya. “Perjudian?! Itu berarti kau juga pintar berjudi?”


Key tersengal senyum. “Tentu saja sayang... suamimu terbiasa dengan hal seperti itu.”


Key gendong istrinya menaiki tangga sampai ujung tangga itu berakhir. Dan Feirvy masih berlanjut penasaran dan terus bertanya apa saja yang ingin dia ketahui.


“Apa kau pernah membawa seseorang wanita kesini selain aku?”

__ADS_1


Di ujung kastil paling tinggi itu Key terhenti di teras tua tempat peristirahatan yang biasa dia pakai untuk memantau beberapa markas miliknya dari atas.


“Ada.”


“SIAPA???”


“Hahaha. Kau penasaran sekali. Aira pernah aku bawa kesini.”


“Aira! Kenapa kau bawa istri orang kesini. Kenapa tidak membawaku terlebih dahulu.”


Key tersenyum sembari menurunkan istrinya untuk berdiri di sampingnya.


"Kau cemburu ya?"


Tanpa ragu Feirvy menjawabnya. "Iya--"


Key cubit hidung Feirvy. “Kau tahu itu istri orang lantas kenapa kau cemburu.”


Feirvy menunduk sedikit kesal karena memang dia cemburu... “Karena aku iri dengannya.... Dia lebih tahu dulu pulau ini sebelum aku.”


Key ***** bibir Feirvy. “Itu tidak penting. Yang terpenting aku adalah milikmu, bukan milik orang lain.”


Feirvy yang duduk disamping tubuh Key. Key sodorkan black chard yang biasa digunakan petinggi kelas atas atau orang-orang yang berpenghasilan fantastis di kalangan kelas atas semisal putra mahkota UEA juga menggunakannya kartu tersebut. Kartu didepan mata itu membuat mata Feirvy tertegun, terbelalak. bibirnya merapat belum bisa berkata apapun juga. -Kenapa kartu itu disodorkan pada nya-


"Ada apa dengan kartu ini?"


“Ini buatmu. Dan juga sudah atas namamu. Ini aku buat jauh jauh hari setelah aku sadar aku menyukaimu.”


Suara Feirvy sedikit terbata-bata. Karena kalau bukan jumlah uang yang sangat banyak. Tidak mungkin kartu ini dapat di buat. “I-ini untuk apa? Ini pasti nominalnya sangat banyak. Lalu buat apa kau berikan padaku.”


“Buat kamu jajan diluar. Aku takut kau kelaparan waktu kerja jadi dokter.”


Saat ini kau terlihat berlebihan Key... pikir Feirvy. “Memangnya kau mau kemana...?”


.


.


.


Mau kemana...? Bahkan Aku sendiri tidak tahu setelah ini aku akan dimana, sayang.


.


.


.


.


*****


Up 1/3 Chapter

__ADS_1


Jangan lupa kasih like komen dan dukungan ke novel ku ini ya...


by UlanZu


__ADS_2