
Sampai di rumah Key. Aira sempat terheran. Dilihat nya rumah yang besar dan begitu banyak penjagaan ada di mana mana. Betapa besar kuasa seorang Key. Ditambah lagi mengingat dulu bagaimana kejamnya Key menculik Aira. Karena rasa tidak adil yang pernah Key rasakan saat itu. Arka dan Aira memang sengaja menitipkan Vero disini, sekalian penasaran dengan istri dadakan nya Key. Tentu saja semua informasi Arka dapat dari Verru yang juga teman baiknya.
Beberapa penjaga langsung mempersilakan Arka dan Aira masuk rumah, Setelah memasuki rumah besar itu ... Key sendiri yang menyambut mereka.
“Kalian pagi pagi sekali. Aku masih acak acakan begini.”
“Iya. Sepertinya kami terlalu pagi. Sampai-sampai bekas ****** mu sangat kelihatan.” ucap Aira.
“Wahahahahaaa ... Istriku sangat jujur sekali.” Arka.
Cepat cepat tangan Key menutupi bekas ****** Feirvy semalam. Di situ Aira juga tersenyum senyum hingga menutupi mulutnya. Sementara Key yang kangen dengan Vero tanpa pamit langsung menggendong Vero yang nurut begitu saja di gendong Key.
“Istrimu mana.” Tanya Arka.
“Lagi di dapur.”
Key entah sedang menipu mereka atau bagaimana. Membuat Feirvy tak memakai pakaian pelayan tapi Feirvy kali ini bebas mau pakai pakaian apa saja. Atau memang sekarang dia sudah mengakui Feirvy adalah istrinya. Atau malah sebaliknya dia hanya tak mau malu karena telah membuat seorang gadis jadi tawanannya bahkan di jadikan nya istrinya. Kini mereka berjalan ke ruang tengah dan kebetulan melewati dapur yang disana ada Feirvy tengah menyiapkan minuman dan makanan pendamping sebagai teman ngobrol mereka.
“Itu istriku. Kesini sayang.”
“Hehe, iya Sayang.”
Dasar pria licik. Ada temannya baru dia baik hati.
Hingga mereka saling berkenalan. Key selalu memeluk istrinya beberapa kali mencium rambut Feirvy. Membuat Feirvy sesekali kayak tersengat lebah kecil setiap Key mencium rambutnya.
“Kalian tidak seperti yang di bilang Verru kemaren.” Aira
“Haha jangan dengarkan si kunyuk itu.” Key.
“Kalau suami mu jahat denganmu, kasih saja dia tikus Fyy. Key kampret itu paling takut dengan tikus.” Arka.
“Benarkah! Hahahahaha.”
“Hmm.”
“Jadi rajanya mafia ini kalahnya Cuma sama tikus.” Aira.
Wahahahahahahaa. Mereka semua tertawa kecuali Key yang melengos tak suka.
.
.
.
.
2 jam mereka bersama. Sebenarnya berat hati Arka dan Aira menitipkan Vero junior dan meninggalkan nya selama 2 hari. Tapi Kebersamaan mereka sangat jarang mereka lakukan. Mungkin hanya 2 hari ini dan mungkin tidak akan terlalu berat untuk Vero kecil ditinggalkan nya dahulu. Apalagi Vero begitu dekat dengan Key sejak masih bayi. Dan Key dulu sering main ke rumah Arka untuk temui Vero dan biasa malah bawa sekardus kardus mainan untuk Arka junior.
.
.
.
.
*****
Setelah Arka dan Aira meninggalkan mereka.
__ADS_1
“Vero makan sama Tante yuk. Aakkk...” rayu Feirvy.
“Tidak Mau. Papa Key ... Dia siapa ...? Papa Key yang suapin Vero saja.”
Feirvy mendengus sedih, beberapa kali gagal ngerayu Vero untuk makan. Membuat Key akhirnya memekikkan tawa kecil lihat istrinya tidak bisa ngerayu anak anak.
“Kau kenapa ..., Sudah ku bilang pakai topeng monyet. Nanti Vero akan ketawa dan akan mau denganmu. hehe”
“Nggak perlu. Muka ku sudah mirip monyet kalau gini.”
“Hahahaha. Benar katamu.”
Kampret memang kamu Key
“Sini Vero duduk pangku Papa. Maem sama Papa Key ya.”
“Siap Bos Key. Eh Papa Key. Papa Tante itu lucu, mirip monyet.”
Tercengah. “Hyah!! Kau kecil kecil juga menyebalkan kayak Papa angkatmu.”
“Papa monyetnya marah.”
“Wahahahahaaa. Anak kecil memang jujur.” Key terpingkal pingkal tertawa.
Hahahahaha Aku merasa percuma melawan mereka.
Hati Key benar benar senang dan di bikin ketawa terus sama istri dan anak angkatnya saat ini. Mereka begitu lucu.
.
.
.
.
“Tante ... Tante bisa berenang?”
“Tentu saja. Tante juara 1 waktu SD.”
“Pa ayok renang yuk. Tante ikut juga ya.”
“Baik. Vero bawa baju renang kan.”
“Bawa Pa. Renang sekarang ya.”
“Ayok”
Sebelumnya Key sudah menyuruh para pelayannya menyiapkan baju renang untuknya dan Feirvy. Karena Mau nggak mau Feirvy juga harus ikut renang bersama mereka. Kini Feirvy berganti baju renang dan datang menghampiri mereka yang sudah di dalam air.
Key mencipratkan air ke Feirvy yang baru datang untuk segera cepat ikut mereka. Gerak jahil Key malah di tiru Vero junior. Feirvy kesal wajah nya berpaling tapi terdengar perkikan tawa kecil juga kesal pada 2 lelaki di dalam kolam tersebut. Kini Feirvy terpaksa mulai masuk ke kolam mengikuti mereka.
Kecerian dan tawa mereka rasakan. Senyum bahagia pun terlihat dari cara mereka tertawa. Di tengah tengah tawa mereka. Feirvy merasa waktu seakan berhenti termenung melihat Key begitu ceria begitu baik tawanya begitu membahagiakan saat melihatnya dan sangat bisa dirasakan Feirvy saat ini. Melihat mereka seperti itu. Rasanya seperti keluarga saja.
Apa seperti ini nantinya kalau aku punya keluarga dan anak. Tapi apa mungkin aku akan punya anak bersamanya. Saat ini Key benar benar terlihat seperti pria yang sangat baik hati. Tawanya aku tak bisa berpaling supaya tak melihatnya. Andai bukan Key ayah dari anakku. Tapi aku ingin lelaki seperti dia jadi ayah dari anak anakku.
“Hei. Kau kenapa. Ngelamun saja," seru Key sembari mencipratkan air ke Muka Feirvy. "Vero ayo udahan. Lihat tanganmu sudah mulai keriput.”
“Iya tangan Vero jadi Tua ya Pa. Kita main di rumah saja Pa.”
“Boleh ...mandi berbilas dulu terus main di rumah. Hari juga sudah mau sore.”
__ADS_1
Setelah Key mandi membilas tubuh Vero. Di serahkan nya Vero ke pelayan mereka untuk di pakaikan pakaian hangat untuk nya
Feirvy mengetuk pintu kamar mandi luar. Berseru bertanya sudah selesaikah Key di dalam. Tak menjawab, tapi malah tangan Key menarik tangan Feirvy untuk ikut kedalam ruangan yang tak terlalu luas tapi pas buat mereka berdua. Setengah tercengang juga terkejut. membuat Feirvy menipiskan bibirnya. Bersamaan pula Key memandang sembari menghidupkan air shower di atas mereka. Sekilas bibir nya tersenyum tipis tipis dan mendekati bibir Feirvy hingga mencumbuinya. Mengelus elus tubuh Feirvy. Sembari membuka baju renang Feirvy dan memandikan Feirvy dengan tangan Key sendiri. Meski sedikit menolak Key malah senang. Tapi Key tak lakukan itu kok hanya ingin membantu Feirvy mandi dan melepas baju dengan caranya sendiri.
“Pakai baju biasa saja mulai sekarang.”
“Kenapa. Apa kau mulai menyukai tawananmu sendiri.”
“Kau ingin aku menyukaimu tidak.”
“Aku tidak tahu.”
“Ganti pakaian yang bagusan. Kau besok boleh membeli baju baju kesukaanmu buat ganti baju pelayanmu.”
Feirvy tersenyum haru juga bahagia. Setidaknya walau bukan cinta yang di beri Key saat ini. Berganti baju biasa adalah keinginannya.
Baru saja selesai berganti baju. Vero kecil sudah menyusul Papa angkatnya untuk kembali bermain dengannya. Key yang sebenarnya ada hal yang ingin dia selidiki tentang Alan kini dia harus rela 2 hari di rumah menemani Vero kecil yang sudah dia anggap anaknya sendiri.
“Pa bermain lagi yuk.”
“Vero tidak capek. Maem terus bobok ya.”
“Tidak. Vero janji habis main, Vero maem terus bobok.”
“Janji ya. Kalau bohong Papa gelitikin nanti."
“Siap Pa. Ah Tante mana Pa?”
Panjang umur. Feirvy baru datang.
“Itu di belakangmu."
Vero berpaling ke belakang.
“Tante, ayo main kuda kudaan yuk.”
Melongo. “Ha. Sama Tante. Kenapa gak sama Papa Key saja ...”
Vero tersenyum. “Papa Key kelihatannya capek.”
Feirvy mendelik tak percaya, Terus kamu kucing kecil. Kau pikir Tante tidak capek ... Hik hik semua lelaki disini rasanya ingin menyiksaku.
Key tersenyum. “Kau kenapa.”
“Kau pikir aku kenapa.”
“Ayok Vero. Ajak Tante ke rumah.”
Vero menggandeng jemari Feirvy. Ingin marah tapi gimana ... Meski Vero ngeselin tapi dia begitu imut dan juga punya raut muka polos dan baik.
Kali ini benar benar Feirvy di bikin ketawa, capek. Kesel marah saat Vero tak berhenti berhentinya membuat masalah dengan orang yang baru dia kenal itu. Di situ Key hanya bisa melihat mereka dan tertawa senang juga terhibur.
.
.
.
.
Chapter 2/3 yang up.
__ADS_1
Sempatkan Like juga Komen yach..
Vote yang banyak juga. untung bantu Author promosi