
Casting belum selesai. Tapi, Nayna terpaksa harus pulang dengan segudang rasa kesel juga kecewa. Bahwa dia Nayna sendiri harus tersisih dari peserta lainnya dengan kemampuan akting di atas kemampuan Nay saat ini. Bukan hanya itu saja sebenarnya. Kekesalannya lagi bertambah dengan hadirnya Verru yang seakan jadi sumber pengacau hari nya saat ini.
Tak mau pikir panjang lagi. Nay pikir kalau ini semua gara gara hadirnya Verru dan semua salah Verru. Seperti yang terlihat saat ini. Nay tak henti hentinya melirik tajam penuh rasa ancaman, juga terdapat jiwa peperangan begitu kental dia tanamkan saat melihat Verru di obati luka lebamnya oleh sang ibu karena ulah kebrutalan Nayna.
Verru lebam semua, tentu saja 100% ini buka sepenuhnya salah gadis keriting itu. Bagaimana tidak marah. Verru begitu iseng, rambut Nay yang paling dicintainya di katain kayak mie rebus lah, kayak mie goreng lah. Oleh seseorang yang yang mengatai dirinya sendiri seorang yang genius dan siapa lagi kalau bukan si kunyuk Verru.
“Biarin saja Bu. Nanti juga sembuh sembuh sendiri.” Nada ejekan Nayna.
“Sudah Nay. Kan kasihan dia nanti tidak bisa nyetir mobil. Lagian kamu ini. Mukul orang bisa sampai lebam-lebam kayak gini.”
“Nayna dendam dengannya, Bu.”
Seketika Verru terbangun mendengar ucapan Nayna.
“Dendam. Aku yang kamu pukuli lalu kamu yang dendam denganku.” Sela Verru, sembari telunjuknya menunjuk mukanya sendiri.
Nay melengos acuh tak acuh. Beberapa jam Verru istirahat di rumah lama Key. Kini hari sudah menjelang sore ... beberapa Bodyguard harus beberapa kali mondar-mandir menata barang barang yang akan Nay bawa ke Kota. Kini tangan kecil itu berpamitan dengan Ayah juga ibu nya. Meskipun hati nya merasakan kesenangan bisa mewujudkan impiannya sekolah di kota. Tapi tetap saja hati gadis kecil itu sedikit kalut. Dalam hatinya sebenarnya ia tidak ingin pisah dengan ayah dan ibu kesayangannya. Tapi semua itu harus Nayna tampik sendiri demi cita cita kecilnya. Ingin jadi Aktris.
Dari pintu mobil Verru sedikit berpikir. Bisa juga dia kalem. Sementara masih memikirkan itu tadi Nayna tenang berjalan ke arah mobil Verru. Tiba tiba terdengar beberapa hentakan kaki yang sedang berlari kencang dengan teriakan lantang memanggil Nayna.
“Nayna SAYANG....!! TUNGGU.”
Nayna segera berpaling ke arah suara yang memanggilnya, dan di lihatnya itu pacar Nayna yang baru 2 minggu berpacaran. Anggap saja masih hangat hangatnya memadu rasa kasih mereka jadi kepedulian cowoknya begitu terasa dalam. Nayna langsung terperanjat berlari kecil ke arah pacar nya, bak drama. Langsung pacar Nayna memegangi kedua tangan Nayna penuh rasa cinta juga kalut terlihat dari tatapan mata nanarnya.
“Sayang. Kenapa kau ingkari janji. Kau bilang tidak jadi ke kota.”
“Ah ... maaf sayang, aku pikir kakakku tidak setuju. Enggak aku sangka ada asisten kakak jemput aku hari ini.”
“Sayang, aku pasti akan merindukanmu ...”
__ADS_1
Verru melengos tak percaya ada sinetron tengah tayang di depan matanya.
“Aku juga.”
“Aku janji akan menyusulmu sekolah di kota. Jadi jangan selingkuh. Dan tinggalin aku ya Nay ..."
Cih apaan mereka ini. Alay. Pikir Verru.
“Aku janji. Aku tidak akan selingkuh dan setia Cuma untukmu.”
Kuping ku gerah panas risih tak tahan lagi. Verru.
“Benar ya... Janji?!”
Verru menyahut. “Bohong tu ... di kota cowok nya ganteng ganteng. Ntar kalau di kota gak bakalan inget kamu tu ... Wakakakakakaa.”
Sahut Nayna. “Hya! Siapa yang suruh kamu bicara. Tutup mulutmu itu.”
.
.
.
.
Satu mobil. Tapi layaknya kuburan, hening. diam tak ada sepatah katapun. Tapi bukan berarti mereka canggung satu sama lain. Tapi melainkan. Yang satunya membawa 1000% kepedeannya yang satunya membawa 2020% keangkuhannya. Kira kira siapa yang menang kalau mereka di adu ya.
Jadi cowok ini yang di jodohin kakak ke aku. Benar ganteng sih, tapi bukan levelku. Masak iya aku akan pacaran sama cowok yang cantik kayak cewek gini wakakakakaka. Apa kata dunia hahahaha. Dia itu tidak bisa ya macho sedikit saja. Badannya gepeng kayak rempeyek qiqiqi. Pikir Nayna melirik tak jelas yang seakan mencela juga untuk Verru di sampingnya.
__ADS_1
******
Di balik pintu kamar kedua Key. Seakan Terdengar lamat lamat dan juga lirih terdengar suara rintihan, erangan, perkikan di atas rasa kenikmatan bercinta. Dan memang benar dua insan itu adalah Key dan Feirvy tengah bercumbu mesra mengadu kuatnya hasrat mereka di atas ranjang dimana Mengeluarkan, meluapkan hasrat mereka berdua yang tengah membara baranya. Permainan yang begitu intim mereka lakukan atas dasar cinta yang masih tersembunyi tapi hasrat mereka untuk bercinta tidak mungkin bisa mereka bohongi dan sembunyikan lagi. Meski Key lah yang memulainya. Kini wanitanya lebih bisa menerima setelah beberapa kali Feirvy melihat sisi baik suaminya. Yang seakan perlahan menyentuh hingga ke dalam lubuk hatinya yang paling dasar.
Tangan kecil Feirvy kali ini harus kuat kuat memegangi tangan Milik Key. Sedangkan Feirvy yang tel*njang bulat sedang menunggingi tubuh Key dengan beberapa kali memejamkan mata erat erat seraya dengan desahan kenikmatan saat benda besar itu perlahan men*suk n*suk miliknya. Bukan karena bendanya yang masuk. Tapi hentakan kuat yang di lakukan Key begitu amat membuat nikmat juga desakan sakit yang tak bisa di katakan dengan kata kata sakit yang seperti apa. Karena sakit yang ini begitu ternikmatkan.
Key memeluk erat tubuh Feirvy dari belakang “Aahh ... kau puas kan?”
Feirvy pelan mengangguk mengisyaratkan kata iya, bahwa dia sangat terpuaskan oleh beberapa kali permainan suaminya sendiri. Kini dibalikkan tubuh Feirvy berhadapan ke tubuh Key yang telanjang dengan dada yang bidang dengan sedikit lembab kulitnya dengan rembesan tetesan keringat dari permainan yang menggairahkan yang tengah mereka lakukan.
Sembari memandang dengan tatapan yang menerawang Key menatap ke wajah Istrinya. “Barangku tak bisa berhenti menegang saat dekat denganmu. Kau begitu sangat menggoda untukku.”
Dalam posisi terduduk muka Feirvy tercongakkan menghadap ke muka Key dengan Tubuh yang masih lunglai terengah engah. Matanya yang masih terlihat berkabut. Seakan masih terbaca bahwa Feirvy masih terselimuti atmosfir nafsu birahinya sendiri.
“Ach ekspresimu jangan seperti itu, aku bisa bisa tak tahan lagi sayang."
Dengan posisi yang masih sama Feirvy tak sengaja setengah menjulurkan lidahnya yang mana maunya membersihkan bekas liur Key di sisi samping bibirnya. Tapi, gerakan itu malah membuat Key kembali terbangkit lagi dari nafsunya yang masih belum padam dan kini mulai berapi api kembali. Tak bisa tahan lagi melihat gerak Feirvy yang seperti itu. Kedua tangan Key meraih muka Feirvy. Dengan pandangannya yang berkabut. Key kembali melumati bibir dan lidah Feirvy yang barusan begitu menggoda hasratnya untuk hidup kembali.
Di lum*tinya bibir itu. Disesapinya hingga seakan terhisap bibir ranum dan manis Feirvy seakan ikut masuk terhisap ke dalam mulut Key. Kini setengah diangkat tubuh Feirvy hingga kepangkuan nya Key. Tangan Key kembali merajalela menyentuh memainkan apapun yang dia mau, sampai sampai Feirvy di buat mendesah kuat atas permainan itu. Hingga tangannya yang tak terkendali lagi. Key kembali memainkan tangannya ke dalam milik Feirvy secara konstan berulang kali membuat Desahan Feirvy berubah menjadi perkikan sakit kenikmatan. Beberapa kali tus*kan yang menggairahkan. Hingga membuat tubuh Feirvy kembali bergairah. Dibuatnya kelonjatan, bergetar kuat tubuh kecil Feirvy layaknya sengatan istrik kecil kecil beberapa kali juga erangan hingga beberapa kali lagi Feirvy harus mengeluarkan cairan kenikmatannya juga kepuasannya saat ini.
"Aku tak bisa menahan lagi Key ..."
.
.
.
.
__ADS_1
Chapter nya bukan inti ceritanya, buat hiburan saja. semoga kalian terhibur 🤭😄😄
Tapi jangan lupa juga tinggalkan Like n komen kalian. vote juga ya