Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Kau pembohong


__ADS_3

Pagi itu Verru menyerahkan beberapa berkas berkas yang di kirimkan intelijen negara pada Key yang sedang duduk di kursi kerjanya. Sekilas Key baca dan di lemparkannya begitu saja di atas meja. Sikap tak pedulinya itu membuat Verru dengan cepat mengajukan tawaran untuk pengunduran keputusan talak itu.


Ketika Key berdiri dan hendak melewati Verru. Verru raih lengan Key dan berucap, “Aku bisa mengulur waktu dan menyakinkan mereka untuk tak melakukkannya saat ini.”


Tak bereskpresi apapun Key sambil lalu hanya menjawab tidak perlu itu saja pada Verru. Key berjalan ke belakang rumah, Terlihat Feirvy ada disana. Sengaja Key tak meneruskan langkah kakinya tadi. Key terdiam sembari memandangi istrinya dari kejauhan. Seperti ada guratan kesedihan di bola mata lelaki beringas itu. Setelah sekian lama menunduk, akhirnya Key berjalan ke tempat istrinya yang tengah meringkuk tiduran di peristirahatan belakang rumahnya.


Key dudukkan tubuhnya di samping istrinya. Kedatangan nya membuat kelopak mata Feirvy terbuka. Di mana Feirvy masih terbaring lemah, Feirvy peluk erat perut suaminya yang duduk di dekatnya. Key genggam tangan Feirvy sembari memulas mulas halus tangan Feirvy.


“Sayang... selama denganku. Adakah hal yang kau sembunyikan dariku?”


Feirvy Terjengit mendengar pertanyaan suami itu. Pertanyaan yang cukup asing di telinga Feirvy tapi termasuk hal wajar juga di pertanyakan. Dan Feirvy menanggapinya dengan candaannya.


“Tentu saja ada," Feirvy bisikkan jawabannya itu ke telinga suaminya. "aku diam diam sering pakai lips ball mu. Itu sangat cocok di bibirku. Hihi."


Key tertawa kecil nan manis terlihatnya. Sehingga membuat Feirvy tiba tiba terperangah dengan senyuman itu. Senyuman yang sangat jarang dilihatnya. Rasanya Feirvy akan kangen dengan senyuman manis itu.


“Kalau kau?! apa masih ada yang kau rahasiakan dari ku?”


“Haha. Ada," Key berbalas membisikkan jawabannya ke telinga Feirvy. "sebenarnya aku sering sekali pakai Facial Foam milikmu saat mau tidur.”


Feirvy cemberut dan mendengus kesal. “Ah... benar saja cepat sekali habis. Aku sudah lama mencurigaimu.”


Hahahaha mereka saling tersenyum manis. Key memeluk istrinya sampai Feirvy hampir tertidur kembali. Sampai terdengar ramai ramai beberapa mobil hitam hitam mendatangi rumah Key. Semua itu membuat penjaga dirumah itu berjaga jaga dengan beberapa senjata ditangan mereka. Tapi saat mereka semua keluar mobil dan memperlihatkan kartu identitas mereka. Pertahanan anak buah Key seakan runtuh disitu juga. Akhirnya datang juga petugas badan intelijen negara mendatangi rumah Tuan mereka. Sedikit ragu. Kaki mereka perlahan mundur sesuai apa yang sudah Key instruksikan pada mereka sebelumnya. Dan para petugas itu menapakkan kaki mereka mendatangi pintu masuk rumah Key.


Verru langkahkan kakinya lebar lebar segera membukakan pintu masuk untuk mereka, sedangkan jantungnya tak tetelakkan sedari tadi tak bisa untuk tak terdentum dengan kuat. Sesuai instruksi yang sudah Key katakan sebelumnya. Mereka disambut dengan sopan dan di persilakan duduk di sofa besar di ruang tamu mereka. Tak bisa lagi Verru sembunyikan betapa gemetarannya tangan Verru saat menerima map coklat saat itu juga. Bahwa sebelum Verru membacanya Verru sudah tahu apa yang ada di dalam map tersebut. Setelah membuka dan membacanya Verru segera memanggil Key yang masih di ruang belakang rumah.


Key bukan tak mendengar sejumlah orang telah datang ke rumahnya, tapi Key sengaja tak ingin beranjak dulu dari tempatnya dan memilih memulas-mulas halus helain rambut Feirvy yang terurai di dahi istrinya. Verru kembali berjalan dengan langkahnya yang lebar lebar ke tempat Key saat ini. tiba tiba terhenti begitu saja di depan Key. Verru tundukkan kepalanya lambat, tanpa ada sepatah katapun Key mengerti apa yang mau Verru sampaikan padanya. Kini sudah waktunya Key beranjak keluar menemui intelijen yang khusus mendatanginya.

__ADS_1


.


.


.


.


Setengah penglihatan nya yang remang remang Feirvy melihat suaminya meninggalkannya bersama Verru yang berjalan di belakang suaminya. Semakin alam pikirnya tersadar, Feirvy membatin dalam hatinya bertanya tanya dalam hatinya 'ada hal apakah? Kenapa mereka terlihat seperti terburu-buru'


.


.


.


Sedangkan diluar rumah Key sudah ada puluhan kopasus berjaga dengan senjata khusus mereka dan bertugas mengantisipasi dan siap siaga kalau nantinya ada perlawanan sekecil apapun itu dari pihak lawan. Rentetan tuduhan yang ditujukan ke Key kini mulai di bacakan dan di jelaskan. Dan mereka jelaskan.


Segala kejahatan atas terduga pembunuhan.


Penyiksaan


Produksi narkotika skala besar


Persenjataan ilegal


Di situ Key dengarkan dengan seksama dan tenang. Seusai terbaca semua... Kini saatnya Surat penahanan itu di mohonkan untuk di tandatangani oleh saudara Key. Tapi... di perbatasan ruang tamu itu. Ada seseorang yang baru datang dan berdiri termangu disana. Matanya tertegun melihat banyak orang didepannya. Di lihatnya dengan jelas Key di minta untuk menandatangani sebuah berkas yang tak dia ketahui berkas apakah itu.

__ADS_1


Feirvy bingung. Ada apa ini?? Kenapa tiba tiba hatinya terasa di hujani rasa keresahan yang amat dalam. Membuatnya pelan-- pelan-- berjalan menghampiri suaminya. Perlahan Feirvy mengambil berkas yang sudah suaminya tanda tangani dan sudah terlihat tangan Key terborgol ke depan. Feirvy baca dalam hatinya dengan seksama. Feirvy bingung, tapi perlahan samar samar dia gelengkan kepalanya. Air matanya tiba-tiba tumpah ruah di kertas itu. Hatinya terasa berat dan sesak. Tangan yang menggenggam kertas itu menggigil kuat. Dalam diamnya dia menangis terisak-isak dan tersedu-sedu. Betapa ini menyayat hatinya. menghujam hatinya. Membuatnya dirinya seakan tak sanggup untuk berdiri lagi.


Dengan nada bergetar Feirvy bertanya pada suaminya... "Apakah ini... Kenapa Aku tidaķ mengerti sama sekali." Dengan menahan isak tangisnya Feirvy meminta penjelasan pada suaminya. Key tertunduk merasa bersalah dengan istrinya. Bahkan air mata yang berusaha dia tahan tak bisa lagi dia tahan untuk tak mengalir ke pipinya. Mencoba menahan isakan tangisnya agar terlihat tegar di depan istrinya tapi semua itu sia sia saat dia semakin jelas mendengar tangisan istrinya. Key berdiri setengah menegakkan kepalanya. Dan hanya sanggup mengucapkan kata maaf. Dan maaf itu saja.


Tangis Feirvy menggeru tak tertahankan lagi, rasa sesak dalam dadanya membuat dia tak peduli ada berapa orang disana. Feirvy menangis tak terkendali lagi dan terus menggeru-geru. Bahkan suaranya terbata bata mencoba berbicara dengan suaminya.


“Kau bilang kau akan selalu bersamaku,kan?"


“Kau bilang kau ingin punya anak denganku.”


“Kau bilang lagi"... "kau tak akan meninggalkanku.”


"Kau. Apakah kau sedang berbohong, Apa kau ini benar benar orang jahat yang sesungguhnya. Kau sedang membohongiku kah?”


“Coba jawab, Key....” Gadis itu tak sanggup menopang tubuhnya lagi. Tiba tiba Feirvy runtuh. Kedua lututnya berusaha tegap menopang tubuhnya. Feirvy tertunduk menderai deras linangan air matanya jatuh ke lantai. Membuat suasana itu menjadi sendu berpadu pilu dirasakan semua orang disana.


Key cepat jongkok dengan satu lutut menopang tubuhnya. Pria itu tak sanggup lagi untuk tak menangis terisak dengan penyesalannya. Key mencoba meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat.


“Maaf. Maaf kan aku..., Maafkan aku sayang, Aku bukan pria yang baik buatmu.”


Feirvy tundukkan kepalanya ke dada suaminya. tersedu-sedu Feirvy berusaha menjawab apa yang suaminya katakan. “Tidak... Aku tidak mau ini... Aku tidak mau kau pergi dariku...Aku mohon...”


***


***


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2