Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Pertemuan (Chapter Terakhir)


__ADS_3

Pagi hari itu mertua dan orang tua Feirvy sehabis bermalam mengunjungi Feirvy dan cucu mereka. Saat berpamitan, betapa anak kecil itu terkadang terlihat sedih juga kadang terlihat bahagia, saat dia tahu kalau neneknya akhirnya berpamitan pulang padanya.


Saat ini Kallea berumur 5 tahun. Pipinya putih merah merona, manik matanya berkaca cerah dan rambutnya hitam bergelombang yang membuat gadis kecil itu bertambah cantik dan juga sangat imut dilihatnya.


Dan kata yang selalu dia ingat adalah kata Papa. Bahkan saat dia sekolah Kallea tak pernah sekalipun melupakan kata Papa darinya. Kallea suka menggambar yang paling dia bisa gambar adalah burung. Saat ditanya gurunya kenapa selalu menggambar burung? Dengan polosnya dia menjawab burung itu bisa terbang sangat jauh kata mama dan Papa sangat jauh. Dan burung itu bisa bertemu Papa yang jauh darinya.


Siapa yang tak merasa ironi mendengar penjelasan gadis kecil tersebut. Di umurnya yang masih 5 tahun dia sudah berangan jauh untuk Papanya.


.


.


.


Ini adalah surat yang ke 72. Key... apa benar kau selalu membaca surat yang aku kirimkan padamu? Aku bahkan tidak tahu, tapi aku terus menulisnya buatmu. Dan aku berharap kau selalu membaca apa yang aku tuliskan untukmu.


Aku rindu... Anakmu juga sangat merindukanmu. Dia kini sudah bisa main tebak tebakan denganku. Saat aku memberi pertanyaan siapa yang kalau marah seperti singa. Anakmu langsung menjawab Papanya. Aku tertawa waktu itu...padahal aku tidak pernah mengajarinya seperti itu. Lalu aku sedikit memarahinya. Kenapa menuduh papamu? Kata mama papa mirip aku. Jadi aku langsung menuduh Papa karena aku marahnya seperti singa. Aku langsung tertawa sampai nangis saat itu. Aku seperti beruntung sekali memiliki anak yang pintar seperti Kallea.


Kau sekarang lagi apa? Apa kau juga merawat dirimu? Kau sudah memotong kuku dan menguris kumis di pipimu belum? karena kau sering lupa dengan 2 hal itu. Aku sekarang jadi kurusan... Kau bilang kau suka aku yang cantik. Dan aku berusaha cantik buatku..maka cepatlah pulang...


Ah iya, ayah ibu juga adik sering kesini. Begitu juga Alan dan Viola. Sekarang Alan sudah punya anak laki laki dan anaknya sudah berumur 4 tahun.. dia sering sekali main dengan Kallea.


Key... kalau kau tau...saat aku melipat surat ini dan akan mengirimkan kepadamu tanganku selalu bergetar. Aku merasa lewat surat ini kertas yang aku pegang ini nanti juga kau sentuh... dari surat ini aku merasa dekat denganmu. Jadi cepatlah pulang...aku menunggumu. Aku mencintaimu. Aku merindukanmu.


.


.


.


****


Copy surat yang dibaca Feirvy dari layar laptopnya. Dan kini Feirvy tutup sembari melihat anaknya bermain di taman lewat jendela kecil dari rumahnya. Dan dari sisi lain. Kertas yang dikirimkan pada Key tersebut. Telah dibawa oleh seorang pria yang memakai baju hitam rapi di pinggir kota. Dengan gemetar dia pegang erat kertas tersebut sesudah membacanya.


.


.


.


Rindu bukan milikmu saja


Pejamlah, lihat yang lesat dari mataku


Mencerabut denyut hati tanpa permisi


Menarik kata dari puisi

__ADS_1


Hampir-hampir kehilangan arti


Dalam ketidakrelaan ketiadaan


Membilang detik-detik hampa


Mengukur waktu kian berdebu


Masih dengan rindu yang sama


Setiap yang kutemui merupa dirimu


Impian utuh memanggil dari jauh


Melambai tanpa angin labuh


Tersangkut di ujung doa


Seuntai puisi Feirvy ungkapkan mengikuti kata dalam hatinya saat ini... ternyata lama dia menunggu tetap saja rindu ini sama dengan yang dahulu dan tetap rindu. Sembari melihati daun daun pepohonan di atasnya Kallea berlari hingga menyenggol tubuh mamanya dan berteriak lantang memanggil nama papa.


Papa. kata itu sontak membuat Feirvy dipenuhi keperangahan. Matanya melebar. tubuhnya membatu. pikirnya terhenti. Dilihatnya Kallea oleh Feirvy ternyata Kallea sedang berlari ke arah tetangganya yang anaknya tengah bermain dengan papanya dan karena anak kecil Kallea sering ikut-ikutan panggil papa pada Papa temannya tadi.


Dari jarak tak jauh dari Feirvy... ada seseorang berdiri sembari menatap Feirvy yang tanpa Feirvy sadari ada orang tengah melihatnya dan pria itu mulai berkata.


“Apa kau baik baik saja?”


Perlahan tubuh dan tangan Feirvy Lamat-lamat bergetar karena sebuah rasa keterkejutan. Bibirnya setengah terbuka, matanya melebar terpaku. Hatinya seolah luluh lemah tak dapat berpikir apapun. Lalu bukannya bahagia senang dan langsung memeluk erat tubuh suaminya karena rindu. Feirvy tanpa dia sadari menjawab pertanyaan suami terlebih dahulu.


Dengan mata yang tampak sendu dan rabun tertutupi air mata Feirvy berucap. “Apa kau melihat ku terlihat baik baik saja?"


Key terlihat menahan senyum ironinya. “Apa aku akan kau maafkan, sudah membuatmu menderita seperti ini?"


Bagaimana bisa. Bagaimana bisa dia berkata seperti itu. Dia datang saja aku sudah sangat senang kenapa aku harus membalas jahatnya dia terhadap ku.


Tak terasa air mata hangat menetes ke pipi gadis cantik itu. Dengan nada goyah Feirvy menjawab perkataan suaminya. “Aku Akan menghukummu. Sampai kau tahu betapa menderitanya aku merindukanmu." nada yang goyah tadi kini berganti suara tangis Feirvy yang tak bisa dia kuasai lagi.


Tangis Feirvy seolah menyayat-yayat hati Key. Selangkah demi selangkah Key hendak maju memeluk istrinya. Tapi tiba tiba anak kecil cantik berlari datang ke ibunya dan langsung meminta gendong setelah melihat mamanya menangis.


Feirvy segera gendong anaknya yang tengah memegangi celananya tersebut. Dan Key pandangannya seolah mengamati gadis kecil tersebut. Entah mengapa saat gadis kecil itu melihatnya, tiba tiba hati Key terasa terenyuh ada sebuah emosi yang tak bisa diungkapkannya dan seperti ingin sekali menggendong anak tersebut.


Dan belum juga Key ungkapkan apa yang dia inginkan tadi. Anak kecil itu secara terang memanggil Papa. Tak terbayangkan oleh Feirvy, Kalau anaknya yang masih kecil itu sudah bisa mengenali Papanya secara langsung. Yang biasanya dia hanya melihat papanya lewat foto saja.


Membeliak sepasang mata pria tersebut. Seketika itu jantungnya berdesir lembut ke permukaan hatinya.


“Papa?” “Apa ini anakku...?”


Feirvy mengangguk tipis dan menjawab iya. Betapa waktu itu juga hati Key merasa teriris. Dia seperti menusukkan belati tajam pada dirinya sendiri hingga terasa berdarah darah. Anak kecil ini. Anak kecil ini bahkan bisa memanggil Papa dan sampai sebesar ini Key tak pernah sekalipun ikut menjaga dan merawatnya. Sebab itu Key sangat merasa bersalah kepada istrinya, yang dengan tega meninggalkan istrinya seorang diri merawat anak yang seharusnya Key juga ikut merawatnya.

__ADS_1


Key tundukkan mukanya. Betapa malunya dia, betapa bersalah nya dia. Hingga Key menangis tersedu-sedu. Tangis yang tak pernah dia perlihatkan. Tangis yang tidak pernah dia lakukan. Key merasa bersalah dan merasa dirinya terlihat kejam di mata anaknya. Lelaki itu berusaha mengatur isak sedan juga napasnya yang tengah tersengal-sengal.


Tangisnya itu membuat hati Feirvy menjadi perih. Dia tak pernah menyuruh suaminya menangis seperti ini. Feirvy langkahkan kakinya, mendekati suaminya. Feirvy seka air mata yang mengalir di pipi suaminya. Key melihat kearah Feirvy dan anaknya. Lalu dengan kedua tangannya Key peluk mereka berdua.


“Aku baik baik saja. Aku dan anakmu sangat baik baik saja. Kau bukan ayah yang jahat. Kau jangan merasa kalau dirimu itu orang yang jahat."


Key peluk dan cium anaknya. Kerinduan ini sangat mendalam. Key pandang anaknya lalu memeluknya kembali. Bahwa iya melihat anaknya yang dulu hanya bisa ia dengar tangisannya lewat telepon dan kini Key bisa memeluknya dan mencium pipi anaknya sendiri. Kalau ditanya bahagia mana orang mendapatkan berlian satu rumah dan Key yang bertemu anaknya. Pasti setiap orang akan bisa menilai kalau Key lah saat ini yang paling bahagia.


“Papa. Kallea sayang papa."


“Papa juga sangat sayang sama Kallea.”


“Papa ikutlah aku, aku punya gambar Papa dan mama Bersama Kallea."


"Benarkah?! Papa ingin lihat."


"Papa tidak akan pergi jauh lagi kan?"


"Tidak... Papa akan selalu bersama Kallea dan mama."


"Karena Kallea sering mimpi, Papa nyanyikan nina bobok buat Kallea."


Key tersenyum dan mengecup anak kesayangannya tersebut. "Sekarang tidak akan lewat mimpi lagi. Tapi Papa akan nyanyikan Nina bobok tiap malam buat Kallea."


"Benarkah?!"


Key dan Feirvy tersenyum dan menjawab iya untuk anaknya yang cantik itu. Lalu Kallea ikut tersenyum dengan mereka.


.


.


.


.


Tamat..


.


.


.


6 tahun Key dipenjara, Ternyata Negara sangat butuh keahlian yang Key miliki dan akhirnya negara bekerja sama dengan Key membuat senjata secara legal di negara mereka.


Terima Kasih banyak...by UlanZu. Aku akan kangen kalian semua.

__ADS_1


Kata yang ini kata menyusul dari yang kemarin. Ada bonus Chapter tapi review nya mungkin agak lama karena pakai gambar.


__ADS_2