Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Malaikat kecil


__ADS_3

Cekitan suara ban mobil itu terdengar jelas kalau laju mobil yang di tumpangi Feirvy melaju dengan cepat atas seruan Feirvy ke pengemudinya. Dengan cepat pula langkah kaki Feirvy lebar lebar langsung menuju ke ruangannya dimana Viola sudah menunggunya di sana.


Alan sengaja di bawa Markus ke rumah sakit besar tersebut. Yang dimana penanganan nya lebih bagus, juga banyak ahli profesor disana. Tapi Dokter yang Viola kenal dan dekat dengannya cuma Feirvy dan Feirvy dulu di ketahui pernah merawat Alan. Viola kira kemungkinan Feirvy akan mau membantu Viola saat ini. Viola berdoa semoga miliknya cocok dengan sumsum tulang belakang milik Alan meski masih tahap pengecekan, semoga saja keajaiban bisa berpihak kepadanya dan kepada Alan.


Feirvy masuk dan Viola langsung berdiri menunduk menyapa Feirvy. Feirvy langsung duduk dan seakan mengintrogasi gadis tersebut.


“Apa kau yakin. Ini sangat berisiko untuk kesehatanmu. Aku harus mengecek sampel darah. DNA milikmu dan kalau HLA mu 50% cocok dengan Dion. Maka positif kau bisa mendonorkan cairan sumsum tulang belakang itu padanya."


“Apapun itu saya siap Dokter.”


Tak mau menunggu lama Feirvy sengaja tak mengambil pasien dulu. Di fokuskan dulu untuk masalah ini, karena ini terhitung sangat darurat setelah Viola sendiri yang cerita tentang kondisi Alan saat ini. Saat ini Feirvy bisa melakukan tes kecocokan HLA tanpa mengunjungi Alan karena dia masih menyimpan hasil tes darah milik Alan waktu itu.


Mungkin ada 1 ½ jam menunggu. Baru keluarlah semua hasil tes tersebut. Feirvy cepat cepat keluar ruangan dan menemui Viola yang sudah menunggu di luar ruangan.


“Apa kau malaikat yang dikirim untuk Dion.”


Viola terheran tak mengerti apa yang Feirvy katakan. “Maksud Dokter?”

__ADS_1


“Kau tahu. Dion itu mempunyai sel darah yang berbeda dan itu otomatis akan membuat dirinya kesusahan mencari donor sumsum tulang belakangnya sendiri. Ini sebuah keajaiban. Dimana dia sangat kritis. Milikmu cocok dengannya dengan HLA 65%.”


Meratap hampir menangis tapi tangis kebahagiaan. Menangis kegembiran berharap berita ini bisa membuat Dion bisa sembuh dari penyakitnya. Feirvy bertanya diruang mana Dion dirawat. Saat Feirvy hendak berjalan keruangan Alan. Tangan Viola menarik sopan lengan Feirvy.


“Tunggu Dokter,”


“Kenapa?”


“Sebenarnya aku bukan pacar nya. Aku hanya perawat nya saja. Viola mohon jangan kasih tahu semua orang disana terutama Dion kalau pendonornya adalah aku.” “aku... Aku takut Dion akan jijik dengan dirinya sendiri. Karena yang masuk ke dalam tubuhnya adalah bagian tubuh orang miskin dan hanya perawat. Di lain itu juga, Dion seperti nya kurang suka denganku. Takutnya malah dia tidak akan terima dengan semua ini.”


Terdiam Feirvy mendengarnya, sungguh disayangkan kalau masalahnya sampai seperti ini. Seharusnya dia harus mendapat imbalan besar untuk ini semua. Tapi malah sebaliknya. Pengorbanannya yang luar biasa itu dan langka ini harus disembunyikan. Akhirnya Feirvy mengambil jalan lain untuk menghargai pengorbanan Viola saat ini. Mengingat pasti Viola akan kesakitan setelah proses operasi untuknya.


“Apa itu Dokter.”


“Disaat kau di masa pemulihan. Nenekmu akan aku biayai pengobatan nya dan aku berikan perawat untuk nenekmu selama kau masa penyembuhan. Kau tidak boleh menolak untuk kali ini kalau kau ingin aku menyembunyikannya.”


Sebuah ancaman juga pertolongan untuk Viola. Bergeming tubuh Viola mendengar semua itu. Apapun itu ini adalah saat saat yang mendesak dan tidak dapat di tolak dengan perasaan yang tak enak menerimanya.

__ADS_1


“Tapi... Dokter biaya pengobatan nenekku sangat mahal--"


Feirvy tersenyum seraya menepuk-nepuk bahu Viola. “Tidak usah khawatir kan yang itu. Kalau kau tahu suamiku orang yang sangat kaya. Kalau aku minta banyak uang dengannya dia akan tersenyum tapi kalau aku minta uang sedikit padanya maka dia akan cemberut.”


Candaan di tengah-tengah kesedihan dan ketegangan Viola yang saat ini. Membuat Viola tertawa kecil yang tak tertahan dari bibir manisnya. Feirvy lega setengah jalan sudah hampir dilalui dan kini tinggal keruangan Alan dan bicara dengan para dokter disana.


Di ruangan lain Viola menunggu. Di ruangan Alan di rawat, Feirvy minta ijin masuk dan langsung memberi kabar bahwa ada pendonor yang cocok untuk pasien Alan. Sempat terheran semua orang yang ada di ruang tersebut. Siapa wanita ini dan dari mana dia tahu riwayat sakitnya Alan dan ditambah lagi bagaimana bisa dia menemukan pendonor yang cocok di waktu yang sesingkat ini.


Dengan segala pertimbangan dan perjanjian operasi akan segera dilakukan, asal asisten juga Alan tidak boleh mengetahui siapa pendonornya. Sebenarnya sebuah pantangan bagi Markus. Bagaimana bisa dia tidak diperbolehkan untuk mengetahui siapa pendonornya. Membuat banyak pikiran menyelimuti pikirannya tapi kalau mementingkan itu semua Tuannya tidak akan segera sembuh dan bertambah kritis. Dan akhirnya kata setuju terlontar dari Markus dan operasi segera di lakukan besok hari pagi hari. Setelah Viola melakukan puasa semalaman.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....2/6 chapter


__ADS_2