Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Kembali beringas


__ADS_3

Minggu ke-3 Key dan Feirvy di rumah orang tuanya Key.


Menggenggam erat jemari Key hingga kuku kukunya memutih pucat. Dibawah awan gelap malam itu tak peduli itu entah dingin atau hendak gerimis. Kegusaran hati Key membuat Key masih enggan menggerakkan tubuhnya untuk masuk ke dalam rumah.


Sebuah ponsel di telinga kirinya ia dengarkan apa saja yang Verru terangkan. Di layar laptop nya ia memandang nanar setiap berita. Setiap foto dan setiap dokumen yang masuk ke dalam file nya. Hingga terdengar suara Feirvy memanggil nya dari dalam rumah. Key pun masih belum tersadar pula kalau dia tengah dipanggil.


3 seruan panggilan dari Feirvy. Baru Key tersadar dari pikiran yang terfocus kan tadi. Key langsung berpaling ke arah pintu rumahnya. Dengan tangan kiri ia tutup laptopnya, ia bawa kedalam masuk rumah bersama dirinya.


Feirvy saat itu langsung berpaling tersenyum amat manis saat suaminya datang atas seruannya tadi. Dan langsung di ditawarkannya makanan manis dari tangannya, langsung disuapinya Key yang sudah duduk di dekatnya. Di sampingnya yang sudah membuat rasa nyaman saat suaminya datang.


Saat itu terlihat oleh Key, Feirvy tengah melihat tayangan TV berita terkini bahwa perdana menteri yang terpilih saat ini adalah sosok orang yang sangat tegas juga bijaksana. Bahkan gerakan gerakan komunis yang katanya susah di tangani, ditanggannya mereka jadi bertekuk lutut tak berkutik apapun, saat dirinya telah mengatas namakan Negara untuk melawan segala pergerakan pergerakan secara ilegal di negaranya. entah itu taipan kaya atau konglomerat semua takluk di tangannyannya. Bahkan hampir sebulan ini masyarakat dimana Key tinggal memberinya gelar King of the country.


“Emm lihatlah itu Key. Perdana menteri yang baru itu. Baru berapa bulan menjabat dia sudah melakukan beberapa gebrakan yang luar biasa. Kau tahu bahkan sangking tegasnya dia. Banyak pelaku kriminal menyerahkan diri mereka ke pengadilan. Tentunya memang banyak konsekuensi kalau mereka tertangkap basah dan hukumannya begitu sangat berat jadi mereka lebih memilih menyerahkan diri dari pada tertangkap dengan hukuman yang sangat berat."


Tak sadarkah Feirvy apa yang dia bicarakan kini pada suaminya. Pekerjaan suaminya, apakah dia tidak ingat itu? Apakah Feirvy sudah lupa karena sudah terlalu biasa karena sudah terlalu senang dengan kehidupannya saat ini. Atau entah karena lupa begitu saja. karena secara rasional orang pasti akan senang kalau pemimpin negaranya adalah orang yang tegas juga bijaksana.


Tampak Key menatap diam terpaku ke saluran televisi tersebut. Bergeming Key setiap terdengar kata dan kalimat yang diucapkan istrinya sendiri . Samar samar Key tersenyum ironis yang tak nampak ke istrinya yang masih melanjutkan kata katanya tadi. Tak ingin mendengarkan nya lagi dan sedikit muak dengan apa yang dia dengar. Key berpaling muka dan langsung memenggal ucapan Feirvy saat itu.

__ADS_1


“Kau suka dengan hal yang baik ya.” Ucapan yang di katakan antara kesadaran juga sebagai sindirin untuk istrinya.


Feirvy yang sedang mengambil makanan di meja. Seketika tangannya mendadak terhenti. Pupil matanya mendadak melebar besar hingga tubuhnya membatu. Dia baru sadar apa yang dia ucapkan nya tadi. Bahkan ucapannya tadi layaknya gulungan kain raksasa yang dia gulung sendiri dan menghantam keras dirinya sendiri. Dalam diamnya nya beberapa kali Feirvy mengedipkan kelopak matanya bahwa dia bingung ternyata dia tengah membicarakan suaminya sendiri. Bahkan dirinya seperti tertawa bahagia kalau suaminya bisa terkalahkan oleh perdana menteri tersebut.


Key tersenyum yang seperti di paksakan saat Feirvy menghadap dirinya dan mengucapkan 'maaf' dihadapannya Key... Feirvy menunduk bahkan berulang kali ia berkata 'maaf'


“Itu pemikiran yang rasional. bukan? Aku tidak apa.”


Dengan beberapa masalah yang Key hadapi saat ini. Sedikit jengah untuk Key membahas masalah ini. Key berdiri pamit ke ruang tidurnya. Feirvy bingung langsung meletakkan makanannya kembali. Feirvy susul suaminya yang sudah terlihat berbaring di ranjang mereka tidur, terlihat Key terdiam disana tapi hanya diam tak menajamkan matanya. Feirvy saat itu benar benar merasa bersalah. Dia tidak tahu perkataannya tadi begitu menyinggung suaminya dan mungkin juga sudah menusuk hati suaminya. Jemari Feirvy lamat lamat Bergerak gerak sendiri. Belum ada kata yang di ucapkannya. Tapi melihat suaminya hanya diam saja di depannya, membuat Feirvy amat canggung untuk langsung mendekat begitu saja ke suaminya.


Belum sempat mendekati Key. Key tiba-tiba berdiri bergegas bangun dari tidurnya lalu ke kamar mandi. Key basuh mukanya berulang-ulang kali hingga membuat rambut juga kerah bajunya terlihat basah terkena cipratan air dari tangannya.


Key berbalik badan dan berjalan kembali ke kamarnya, kembali ke arah ranjang yang masih terdapat istrinya disana. Kemejanya yang setengah basah dan separuh kancingnya sudah terbuka. Key lanjutkan membuka semua kancing bajunya. Dilepaskannya kemejanya itu dan ia banting ke ranjang miliknya. Lanjut Key lepas kaos dalamnya. Dan terlihat jelas tubuhnya yang atletis bidang di hadapan Feirvy.


Feirvy menatap nanar ke suaminya.. Feirvy melihat tatapan Key begitu tak terbaca membuat kini jantungnya berdentum tak beraturan. Feirvy tak sanggup menelisik apa yang mau dilakukan suaminya. Apakah suaminya akan memarahinya atau hal lainnya. Mata Key yang sudah setengah merah nan tajam membuat Feirvy setengah menggigil takut. Dan ini tak seperti biasanya. Terlihat napas Key naik turun. Tatapannya masih tajam satu arah ke mata Feirvy. Seperti tatapan memburu seperti tatapan membunuh.


Perlahan kedua lututnya Key naik ke ranjang menghampiri istrinya. Sudah sangat dekat tapi terlihat Feirvy meringkuk beringsut takut. Feirvy kerjapkan mata rapat-rapat.Takut kalau suaminya akan memarahi atau akan menyakitinya karena sudah menyinggung suaminya tadi.

__ADS_1


Di tengah kedua matanya yang terpejam rapat. Key raih pipi pipinya Feirvy dengan satu tangannya. Setengah di cemkeramnya pipi Feirvy sampai terlihat cekung pipi Feirvy. Key terus menerus menatapnya tajam entah kenapa tatapan Key seperti termasuki iblis jahat di dalamnya. Di cecapnya bibir Feirvy dengan kuat. Bahkan secara bin*l Key lakukan ciuman itu. Tak ada jeda bahkan tak diijinkan oksigen masuk lewat sela bibir Feirvy.


Terengah-engah gadis kecil itu bahkan nafasnya Megap-Megap. Feirvy merasa suaminya sungguhan tak memperboleh dirinya menghirup oksigen dari luar. Key terus menerus mencengkeraman kuat rahang pipi istrinya. Membuat Feirvy takut. Feirvy berusaha kuat menarik melepaskan cengkeraman kuat tangannya Key padanya dan mencoba memanggil manggil nama Key di tengah serbuan ciuman suaminya yang saat ini tengah membabi buta tak terkendali lagi di atas tubuhnya.


“Key- Tolong Key- Tolong lepaskan aku dulu-" Sedikit terlepas dari Key, tapi Key masih memberikan tatapan tajam disana dengan suaranya sendu terdengarnya. “Tidak-- Tidak akan.”


Entah apa yang membuat Key saat ini kembali beringas seperti dulu. Apa karena dia tersinggung atau terlihat ada masalah besar yang tengah dia hadapi. Tak ada ampun untuk Feirvy saat ini dengan sadisnya key bercinta dengan istrinya. Hingga Feirvy kembali merintih kesakitan sama seperti dia dulu pertama kali bercinta dengan Key.


.


.


.


.


Up 1/2 hari ini.

__ADS_1


Berikan dukungan dari kalian, untuk up selanjutnya.


__ADS_2