Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Derita yang di bagi bagi


__ADS_3

Capek juga. Mandiin anjingnya besok aja ah ... sudah sore juga. Jam berapa dia pulangnya. Dia lagi apa? Pasti lagi puas bisa siksa aku terus. Huff ngapain juga mikir dia.


“Renang yuk.”


3 pelayan dibuat melongo terus. Pikir mereka. Nona benar benar tawanan rasa juragan Qiqi.


“Tap. Tapi nona. Nona masih ada tugas bersihin kolam renang. Lalu mandi dandan yang cantik buat Tuan nanti malam.”


“Kalian itu mikir apa. Kalian mau setelah disiksa terus suruh melayani orang itu! Udah ayo aku mau renang dulu habis itu mandi.”


3 pelayan itu hanya bisa menunggu Nyonya nya berenang dengan senyum manis di wajah Feirvy. Hingga 1 jam berlalu. Mereka mengingatkan Nona nya untuk segera mandi dan berdandan cantik.


“Cepat Nona. Tuan Key nanti keburu datang duluan”


“Dia tidak akan datang sore ini. Pasti pulangnya malam malam.”


“Tapi Nona tadi ada paketan masuk dan isinya 1 box make up buat Nona semua.”


Mata berbinar. “Benarkah! Maksudnya dia apa. Dia mau menyiksaku diluar juga di dalam kamar juga. Yasudahlah aku mandi. Lagian ini sudah sore.”


Feirvy memang ahli dalam berdandan dan ber make up. Tidak terlalu contras tapi dia lebih memilih dandanan yang soft natural. Yang masih terlihat cantik alami dilihatnya.


Aku berdandan untuk dia ya ... setelah tadi pagi aku malas bertemu dengannya. Apalagi kalau harus melayaninya. Handphone juga enggak di kasih pegang, aku kangen Ayah. Juga mau tanya kabar ibu ke tante. Aku nanti minta handphone ku kembali.


.


.


.


Salah ternyata perkiraan Feirvy. Ternyata beberapa mobil datang dan berparkir di garasi yang sudah layaknya garasi di mall mall menurut Feirvy. Karena begitu banyaknya mobil Key.


Sedikit lari Feirvy ke arah jendela mengintip Key yang sudah datang. Seakan beberapa kali Feirvy membolak balikkan bola matanya tak tenang. Berusaha mengingat ingat. Lalu Feirvy baru ingat. Belum memberi perintah pada anak buah Key untuk berhenti saat Key datang. Feirvy kebingungan sedikit nervous.


.


.


.


Dilain waktu, sebelum sampai garasi. Key penglihatannya sedikit di buat aneh. Dia buka kaca pintu mobil. Melongo dan membesar matanya. Siapa yang tidak heran, Verru yang menyetir mobil saja dengan cepat membuka pintu kaca mobil. Dan langsung tertawa terpingkal pingkal hingga kaku perutnya.


“Wakakakakakaka Ulah siapa ini. Bodyguard mu jadi tukang kebun semua wahahahaha. Feirvy benar benar Tok cer ini mah hahahaha.”


Key tersenyum tak percaya. “Minta di beri pelajaran dia.”

__ADS_1


“Pelajaran di atas ranjang maksudmu?! Hahahaha”


Key tak jadi kesal. Mendengar Verru bercanda, ikut juga dia senyum tertawa.


.


.


.


Feirvy segera membuka pintu dan ingin memberi instruksi pada para bodyguard untuk berhenti. Tapi dari samping keburu Key datang! Terkejut hingga tubuh Feirvy terjengit kebelakang mendapati Key muncul dari samping bersama Verru dan Bodyguarnya nya. Key berjalan maju terus menghampiri Feirvy yang langkahnya mulai perlahan lahan mundur. Kedua tangan Key memegahi bahu Feirvy.


“Istriku bikin ulah lagi ya.”


“Hehe. Kebun mu sangat luas...”


Tunggu. Kenapa aku tersenyum. Bukannya tadi pagi aku lagi marahan.


“Aku tidak mau menderita sendirian!”


“Hahahahaha Key. Kata istrimu benar sekali.” Timbal Verru.


“Suruh mereka berhenti. Ini sudah sore.” Perintah Key pada Bodyguardnya.


“Baik Tuan.”


“Semua sudah kamu kerjakan.”


“Lihat saja sendiri!”


Key menatap tajam Feirvy. “Tak bisakah kau berkata halus.”


“Aku masih ingin marah.”


Tangan Key kasar merangkul leher Feirvy dan berbisik lirih


“Nanti malam saja marahnya. Di kamar denganku.”


Feirvy mendorong tubuh Key. Dia ini tidak bisa membedakan mana saat aku marah, sama mana yang tidak ya.


.


.


.

__ADS_1


“HAAAAAAAA KEEYYYYYYY Guci ku Key..!!!!”


Tiba tiba ada Verru teriak kencang sekencang kencangnya saat dirinya melihat guci langkanya. Pecah! hancur! berkeping keping pula.


Kenapa dia. Pikir Key dan langsung masuk kedalam rumah. Sesampainya! Ingin ketawa takut dosa tidak ketawa tapi bikin ngakak.


“Benar kata Feirvy. Dia tidak ingin menderita sendiri, jadi dibagi bagi denganmu Verru.”


Feirvy meringis tak enak sambil gigit jemarinya.


“A. Itu salahku tadi. Jelasnya salah sapunya. Gagangnya terlalu panjang sekali. Terus prakk kena guci mu. Maaf ...”


Wajah menunduk dengan wajah aura gelap suram. Perlahan Verru berpaling bagaikan sinar kilat ke muka Feirvy yang seakan hendak kabur.


“AWAS kau Feirvyyyy......!!!"


Langsung Feirvy lari terbirit birit masuk kamarnya atau lebih jelas kamar kedua Key. Key hanya seakan menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya akan punya istri sejahil Feirvy. Kini Key berjalan ke arah kamar keduanya. Di bukanya pintu kamar tersebut. Didalam terlihat Feirvy tengah duduk bersandar sandaran kasur. Setelah masuk, Key mengunci pintunya. Di kantonginya kunci tersebut.


“Kenapa di kunci.”


“Mau beri pelajaran sama kucing liarku yang sudah bikin ulah seharian ini.”


“Kenapa kau tidak bunuh saja aku. Pekerjaan pelayan aku tidak bisa. Juga tidak suka.”


“Kau kan harus belajar. Bagaimana nanti kalau sudah punya anak.”


Feirvy diam terpaku kaku. “Maksudmu punya anak? Maksudmu punya anak darimu.”


Terjebak dengan omongannya sendiri. “Ah. Bukan. Kau kan pasti akan punya anak.”


“Dari siapa?”


“Ya dari suamimu.”


“Kau kan suamiku.”


Terdiam kaku. Terjebak kedua kalinya. “Kita bicara lainnya saja.”


Maksud Key pingin kabur kayaknya hehe.


.


.


.

__ADS_1


Up 2/3 tunggu yang ketiganya juga ya.


Bantu dengan dukungan kalian dengan like. komen. vote yang banyak 😆😂


__ADS_2