
Feirvy termenung, sembari tangannya membawa hasil uji lab. Ia mendapati kalau Alan menderita leukimia akut dengan adanya darah yang terindikasi golongan langka maka membuat penyakit itu lebih cepat perkembangannya.
Menghela nafas kecil Feirvy duduk di samping ranjang Alan. Menatap penuh pertanyaan yang belum bisa terjawab Feirvy terdiam sejenak... Hingga sepersekian menit baru dia keluar ruangan tersebut. Tapi setengah terkejut mendadak saat Feirvy membuka pintu hendak keluar. Feirvy mendapati seorang gadis tengah berdiri terlihat cemas disana. Gadis itu menunduk dan dia memakai baju perawat. Segera Feirvy menanyakan -siapa dirinya dan mungkin ada keperluan apa-
Pandangannya masih menunduk. menenggelamkan bibir bawahnya. Samar samar bibir itu bergetar sembari mulai menyuarakan suaranya. “Ak. Aku Viola. Aku mengenal pasien Dokter. Apakah dia baik baik saja?”
“Dari mana kau tahu Dion sedang sakit.”
Menjawab dengan gugup. “A. Itu Dokter, saya tadi melihat Dion di bawa security masuk keruangan ini bersama Dokter.”
Feirvy menghela napas diiringi senyuman. “Untuk saat ini pasien masih butuh istirahat. Mungkin besok baru kau bisa menjenguknya kembali.”
Hati kecil Viola benar benar di penuhi dengan segala kelegaan. Setidaknya dia besok bisa menjenguk Dion. Sebuah rasa ketulusan dari seorang gadis kecil yang mungkin hanya selisih 2 tahun lebih muda dari Feirvy. Tapi sikapnya yang polos, lugu, imut serta pendiam membuat dia terlihat masih sangat kecil. Hati kecilnya selalu berdoa kalau Dion semoga akan baik baik saja sampai dia siuman nantinya. Viola berterima kasih dan dengan santun berpamitan dengan Dokter Feirvy.
Sore hari saat Alan masih tertidur. Terasa getaran dalam saku jas milik Feirvy yang tengah berjalan melewati lorong lorong atau amperan rumah sakit, yang sedikit nampak sepi karena memang dia tengah di lingkup ruang VIP. Drrttt drrttt. Telfon dari Suaminya.
“Hallo.”
“Dokter Feirvy sibuk?”
Feirvy senyum tersipu-sipu. “Lumayan. Sang Mafia lagi banyak waktu senggang ya. Sering sekali telfon Dokter Feirvy.” Sembari langkah kaki Feirvy terus lurus berjalan melewati amperan amperan rumah sakit.
“Si Dokter jadi sangat tidak peduli kalau sudah bekerja. Jadi harus aku sendiri yang menelfonnya.”
“Bukan salahku... Waktu setiap aku mau telfon selalu kau duluan yang menelfonku.”
__ADS_1
“Lagi dimana?”
“Lagi jalan kaki.”
“Sama siapa?”
“Bayangan lelaki lain di dekatku.”
“Sudah berani selingkuh ya.”
“Cuma ingin coba coba.”
“Kalau gitu aku mau datengin cowok itu. Aku ingin coba coba menembaknya, boleh?”
“Hahahahaha...” Feirvy ketawa terkekeh-kekeh.
Terhenti. Tong sampah?! Memang benar di depanku ada tong sampah. Kok dia tahu. Gerak cepat Feirvy menoleh ke belakang, tubuh dan pandangannya langsung terperangah. Kegirangan. Tersenyum senyum senang. Setengah berlari kebelakang seakan menyerbu Key, memeluknya ketat hingga tangannya setengah menggelayut ke leher suaminya. Key tersenyum menyentil kening Feirvy. “Kau tidak pernah kangen denganku ya.”
Feirvy tersenyum. “Kangen tapi tidak aku utarakan.”
“Kenapa?”
“Jual mahal sedikit.”
“Apa! Dengan suami sendiri kau jual mahal.”
__ADS_1
Feirvy tertawa lagi apalagi ditambah Key menggelitikin pinggang Feirvy. Sampai akhirnya mereka berhenti terdiam dan jalan berdampingan, Key memeluk bahu Feirvy.. saat itu Key melihat istrinya tengah membawa hasil uji lab. Dia ambil kertas itu dan dia baca sepintas kalau pasien bernama Dion itu tengah di tangani Dokter Feirvy mengalami sakit Leukimia.
“Leukimia.”
“Kenapa?”
“Alan yang pernah aku ceritakan kepadamu dia juga mengalami sakit Leukimia. Dan kalau bisa aku berdoa agar dia cepat mati dengan penyakitnya itu.”
“Benarkah. Kebetulan sekali. Tapi ngomong ngomong kau kesini apa ada perlu apa selain menjengukku.”
“Tentu saja Cuma menjengukmu. Keadaan di perusahaan sedikit lebih stabil dari pada waktu itu. Belum ada pergerakan yang berarti dari Alan. Sepertinya dia tengah kambuh lagi dari sakitnya itu.”
Feirvy hanya termanggu. Mendengarkannya. Seperti hal yang dirasakan itu bersamaan dengan pasien nya kali ini. Pria yang yang belum terindikasi siapakah dia sebenarnya. Dan itu akan Feirvy pastikan mengulik siapa dirinya sebenarnya nanti kalau sudah bangun dari tidurnya.
.
.
.
.
.
Hari ini slow update 4 chapter.
__ADS_1
jangan lupa Like. komen vote dari kalian.
thanks UlanZu