
Gumam Verru yang baru datang memakai mobil karena dipaksa pulang oleh key. “Apaan sih Key ini, aku malas balik karena ada Ronald di sini. Seharusnya kan dia bisa nahan diri! Aku tinggal tiga tahun saja kenapa sudah ambil pekerja lain! Lebih pintar juga aku. Apa aku kurang jenius dimatanya!" Masih bergumam tombol klakson Verru bunyikan untuk penjaga pintu gerbang besar rumah singgahnya Key. Tapi, lama sekali tak ada penjaga yang datang, bukannya seharusnya ada acara penyambutan untuk kedatangannya yang langka ini.
“Woi!! Dimana kalian! Kalian tidak tahu Bos kalian datang hah!!” Bertiga dari pos jaga mereka langsung berlarian. Terkejut mereka, terbelalak mata mereka, senyum merekah mereka perlihatkan. Mereka berteriak Bos tapi tak cepat mereka bukakan. “Booosssss kami kangen Bossss,” Verru balik terkejut, tidak dibukakan pintu malah asik bicara sendiri, teriak kangen segala pula. "Cepat buka pintunya ...!!" Sembari cengengesan mereka yang sadar langsung cepat-cepat bukakan pintu gerbang untuk Bos kecil mereka.
Di hadapan mereka Verru yang keren menarik bibir sampingnya seolah mencela. “Kalau lama lagi buka pintu, aku pecat kalian.”
“Hehe, kami sudah sering Boss Verru pecat, hehe ... Boss kami rindu.”
“Rindu itu berat! pikul aja sendiri."
“Hahaha ... lebih berat dikacangin mantan Bos. Hihihi," "Nona Nayna ada disini Bos!"
Dari dalam mobil Verru sampai melongok keluar jendela mobil, terkejut ada Nayna juga di sini dan dirinya sudah gatal-gatal mau kerjain Nayna si rambut mie keriting tersebut. "Jadi. Rambut mie kriting ada di sini juga hahahaha.”
“Oiya Boss, Bos lama tidak jumpa tambah ganteng saja ...!”
Verru terjengat lalu dengan lunglai tangannya mengibaskan rambut sampingnya penuh dengan gaya kepedeannya. “Katakan kalian ingin uang berapa juta."
Bertiga berebut bicara. "Berapa? berapa kalian? aku sepuluh juta saja Bos."
"Aku tujuh juta saja Bos."
"Aku lima juta aja deh Bos,"
Verru berucap dan mengeluarkan dompetnya. "Baiklah, kalian memang sangat baik sekali. tiga ratus buat kalian dan bagi rata, jangan rebutan." Ekspresi mewek mereka sudah tak bisa terelakkan lagi dan ini sudah berapa puluh kali mereka ditipu Bos kecil mereka, dipikir setelah tiga tahun tidak bertemu akan menjadi keberuntungan mereka ... nyatanya sama saja ... tapi, pikir mereka yasudahlah ... sudah jadi nasib mereka sering kena tipu Verru ....
.
.
.
.
Setelah mobil Ferrari merah itu terparkir ... Verru keluar mobil. Verru buka kaca mata kegantengannya. Angin datang menghempas rambut mahalnya ... membuat ujung rambutnya melayang-layang bebas ke udara. Para pelayan wanita di sana dibuatnya terlena ... hingga rasanya ingin mengeluarkan air liur keterperangahannya. Saat Verru melewati mereka ... jantung mereka terasa copot lepas begitu saja.
****
“Kak Key, merek sampo kakak kemaren apa ya?” tanya Nayna yang sedang mau mandi tapi penasaran dengan sampo kakaknya yg terlihat berkilau saat sesudah dipakainya.
“Habis. merek Clir Supreme. Kakak iparmu belum beli lagi, lihat di lemari kamar mandinya Verru, kayaknya ada." jawab Key santai.
“Hah! ini kan sudah tiga tahun kak!"
__ADS_1
“Dia suka nimbun pembersih badan, siapa tau dia masih simpan.” Di luar rumah Verru bersin-bersin penuh curiga ada yang mengatainya.
“Pasti sudah kadaluarsa, Kak." seru Nayna.
“Masanya sampai 5 tahun, Kakak sempat baca." Nayna berjalan berlalu dari kakaknya yang sedang membersihkan pistol kesayangannya sembari duduk manis di sofa tengah. Tak lama si keren Verru hampir saja muncul ke ruang di mana Key duduk santai dan insting Key yang begitu tajam itu. Verru yang baru muncul lansung ditodong pistol tepat di jantung Verru. Geragap Verru jongkok sembari mengangkat tangannya ke atas. Key tertawa kesenangan, tingkah lucu Verru selalu berhasil membuatnya tertawa lepas.
“Hya!! Kampret! Kau gila ya!!” Jujur jantung Verru sudah mau lepas barusan. Key tertawa dibuatnya, “Kau sudah besar sekarang,” ucap Key. Verru penasaran, besar yang apanya ini. “Kau melihatku selama ini makhluk kerdil apa," jawab Verru penasaran.
“Maksudku, kau sudah bisa tumbuh kumis sekarang." Langsung Verru geram, apa kumisnya masih terlihat juga dan ini namanya menghina secara mental laki-laki yang tidak bisa jantan kalau tidak berkumis. “Hya!! Mulut pedasmu Key!!" Verru datang merangkul lehernya Key mencekik kesal bercampur kangen ... lalu di peluknya Key erat, betapa kangennya dia dengan saudara laki-laki itu. Siapa yang menyangka Key malah mencium pipi mulus Verru. Verru langsung tercengang ini yang kedua kalinya Key mencium pipinya. Tubuh Verru yang menegang barusan langsung bergidik sembari berdiri Verru berucap .... "Kau--kau tidak sedang berperilaku ganda kan ...?"
Key menjawab dengan santainya, "Sebenarnya khusus denganmu saja." Bulu kuduk Verru langsung berdiri merinding dengan langkah kakinya yang kaku Verru cepat-cepat ke kamarnya. Sampai-sampai Verru lupa kalau dirinya juga ingin tahu kabar Feirvy juga anak cantiknya Key.
Sambil berlalu masuk kamar, Verru berencana setelah istirahat dan membersihkan tubuhnya dia akan menanyakan keadaan iparnya dan keponakannya yang lucu tersebut. Key tersenyum-senyum tak percaya dengan tingkah Verru tersebut sampai dia lupa kalau Nayna ada di dalam kamar Verru. Hingga sampai Key berbalik badan mau memberi tahu Verru, Verru sudah lenyap masuk ke dalam kamarnya.
.
.
.
.
Kamar mandi Verru begitu luas, sampai Nayna terheran-heran karena kamar mandinya tak sampai sebesar ini dan hampir semua peralatan perawatan tubuh lengkap berjajar di lemari penyimpanan tersebut, tapi yang dicari Nayna malah tidak ada dan dia terus mencarinya di bagian laci-laci lainnya.
Nayna, “AAAAAAAAAAAA!!!!!" balik Verru teriak. “AAAAAAAAAAAA!!!!!” Verru membanting pintu keras!! Napas Verru terengah-engah karena terkejut.
“HYA!! Kenapa kau ada disini, Nay! ” ucap cepat Verru dari balik pintu.
“A-Aku cari sampo yang dipakai kakak. Kau minggir aku mau lewat."
Tiba-tiba saja mata Verru berkilat penuh tanya. “Hehe ... buat rambutmu ya ... Eh rambutmu jadi lurus sekarang. Tambah jelek dari yang dulu.”
Nayna melotot keras tercengang kecewa dikatain jelek sama orang jelek seperti Verru. “Awas kau ya ...!!” Ancam Nayna.
“Aku buka ya ...?!" seru Verru.
“Cepat buka Verru, awas nanti ya.”
“Baik siap-siap! aku buka ya ... Persiapan Nay-- satu ... dua ... tiga ....” Pikir Nay, kok buka pintu saja terasa aneh dan mengganjal ya.
"Cepat buka pintunya!" suara keras Nay.
"Kamu yang minta ya ...." kata Verru. Kok aneh ya, pikir Nayna.
__ADS_1
Pintu di buka dan ....!! JDARR jantung Nay meledak dan copot. Verru menghadap membelakanginya dengan membuka handuk yang dia geser kekanan kekiri dengan berjoget bokong seenak jidatnya. “AAAAAAAAAAA!!! pria sialan!!” Nay keras menutup pintu, mengumpat Verru yang gila malah goyang goyang bokong seperti itu.
"Pria sialan!! Pergi kau!!”
“Tidak mau! Ini kan kamarku.” Dari luar Verru cekikikan terpuaskan.
“Aku bilangin kak Key!!"
“Dia kan jodohin aku sama kamu, jadi dia enggak bakalan marah ... Hahaha ..."
Demi apapun itu Nayna benar-benar geram jengkel campur aduk sama pria aneh satu ini, tiga tahun tidak bertemu malah sikapnya lebih parah dan gila lagi dari yang dulu.
“Pergi Verruu!! Aku mau keluar!!!”
“Iya iya aku tutup lagi nih, burungku sudah aku amanin.”
“Serius? aku ambilkan senapan kalau bohong” ucap Nay.
“Iya-iya cerewet benar kamu makin tua.”
“Apa!! kau bilang aku tua!!” geram Nay.
“Hahaha ....”
Nay langsung membuka pintu, langsung mau keluar, tapi eh malah Verru berlagak lagi. Nayna ke kiri dia ke kiri Nayna ke kanan dia ikut ke kanan dan terus begitu. Waktu Nayna mau lolos Verru malah kembali menghadap membelakanginya kembali berjoged ke kanan ke kiri sembari membuka handuknya. Nay marah!!! dia tendang bokong Verru yang berisi itu. Sembari mengumpat, "PRIA SIALAN!!!" Verru terkejut tersungkur sampai mencium lantai, tubuhnya kaku diatas lantai yang dingin. Dia tak bisa berkata apapun, tendangan Nayna amat keras sekali. bibirnya membisu hanya bisa melihat Nayna pergi dari kamarnya. Lalu Key datang terheran ada kejadian apa ini. Nayna lari terbirit-birit dan Verru telanjang hanya memakai celana dalam dan handuk yang menutupi pantatnya. Parahnya lagi Verru jatuh tersungkur seperti Nayna telah melakukan perlawanan pada Verru. Verru yang tercengang tambah tercengang lagi, yang tadinya terpaku tak bisa bicara sekarang tambah membeku membatu lagi setelah Key melihat dia seperti itu.
Key langsung menjewer keras Verru dan memaksa Verru berdiri. "Tanggung jawab sekarang." nada geramnya Key.
.
.
.
.
.
Bersambung...
jangan lupa like, komen dan vote ya..
yang ingin gabung di GC, berikan notif tentang novel ini ya... agar tidak langsung tertolak oleh admin di gc. 😊😊
__ADS_1