Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Kau milikku


__ADS_3

“Jangan disini... berhenti Alan...” Viola yang berusaha mengatur nafasnya. Yang terus di c*mbui Alan. Pundak dan dadanya penuh dengan sesapan merah sehabis ciuman dahsyat yang dilakukan Alan. Membuat Viola berulang kali membenahi baju dress santainya agar tak turun ke bawah.


Alan yang terhenti segera mendongakkan kepala sehabis merunduk menciumi dada Viola. Wajahnya memerah jambu dengan suhu wajahnya panas akibat sudah tumbuh hasratnya untuk meminta lebih dari adegan intens ini.


“Hah... bagaimana aku bisa menahannya... rasanya seperti dipukuli kalau tak melakukannya."


Alan meraup tubuh mungil Viola dengan dress santai yang sudah tak acak-acakan tersebut lalu kembali lagi Alan melum*ti bibir Viola hingga sampai ke kamar Viola yang lampunya masih gelap karena mati lampu.


“Jangan Alan. Nanti nenek bangun.”


“Enggak sayang, ini sudah larut malam.” Sementara itu Alan sudah beraksi sedari tadi.


Tapi saat di kata terakhir Viola. Seakan suaranya Viola tersendat. Menghilang. Kepala Viola refleks mencongak keras ke atas. Kelonj*tan gadis itu saat benda besar itu menghuj*m milik Viola. Hujam*n terus beberapa kali Alan lakukan tanpa mau berhenti sebelum mereka keluarkan kepuasan dari mereka masing-masing.


Jemari Viola mencengkeram kuat kuat seprei di bawahnya. Saat di detik detik Pertempuran itu hampir selesai. Semakin cepat dan konstan Alan lakukan dan kini Viola tak bisa tahan lagi untuk tak mengerang terpuaskan. Alan rubuh di atas punggung Viola yang lembab bersamaan dengan tubuh Alan yang lembab atas permainan intim mereka. Di remang gelap gulita itu Alan merasa Viola seutuhnya miliknya dan hanya miliknya seorang.


Rintihan juga guman Alan untuk Viola. “Kau milikku sayang. Kau milikku. Tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku.” Tandas Alan.


Viola benar benar tak dapat bicara apapun... dia hanya tersenyum. Orang yang di cintanya juga memiliki rasa cinta yang besar untuknya. Di dekapan tubuh Alan seolah Viola meringkuh rasa nyaman atas pelukan Alan malam itu hingga tertidur. Sementara Alan yang tahu Viola hendak tertidur pulas dan nyaman. Dengan pelan Alan menyelimuti tubuh Viola... beberapa kali Alan menciumi leher belakang Viola yang membelakanginya. Di tunggu nya sampai tertidur benar benar tertidur pulas dan sampai hampir dini hari, Alan pulang lewat pintu depan dan berucap dalam hati.


Aku akan terus bersamamu Viola mencintaimu dan menjagamu.


.


.


.


.


Siang di saat Key dan Feirvy berhenti di suatu tempat. Yang mana Feirvy belum pernah kesana dan ini baru pertama kalinya.


Begitu banyak tanaman disini... semua tertata


rapi, banyak hewan-hewan yang terkurung, ada juga yang di biarkan terlepas begitu saja. Rumahnya terlihat kecil tapi kalau di amati semua properti rumah ini adalah properti unik dan mahal semua. Dan mungkin kemungkinan barang barang ini sudah berusia ratusan tahun atau puluhan tahun telah tertata rapi di rumah tersebut.


“Key ini rumah siapa?”


Pertanyaan Feirvy setelah melewati pintu rumahnya Key. Key dekatkan bibirnya ke salah satu telinga Feirvy dan membisikkan,


“Rumah mertua.”

__ADS_1


Tercengang tubuh hati dan pikiran Feirvy. Karena tidak ada persiapan apapun darinya untuk ketemu mertuanya dan ini mendadak sekali.


“Kau gila! Kenapa gak bilang bilang.”


Key melirik senyum dan menyeringai senyum untuk istrinya. Sekejab itu Feirvy langsung membenahi pakaian dan dandanannya. Takut kalau pakaiannya kurang rapi di depan mertuanya.


“Key pakainku sudah rapi kan? Aku cantik kan? Rambutku acak-acakan nggak? Bau ku harum kan?"


Key di buat tertawa kecil oleh istrinya yang mendadak gugup dan salah tingkah tersebut, tak menjawab apapun Key mendorong bahu Feirvy dan cepat masuk ke dalam rumahnya.


“Yah... Ibu.... Key pulang....!!”


Ayah Key yang ada di halaman belakang rumah lagi kasih makan komodo langsung terhenyak, mendengar suara anak laki laki jagoannya pulang. Habis cuci tangan, Ayah Key langsung berjalan cepat ke ruang depan. Sementara ibu Key yang masak. Mendengar suaranya anak laki lakinya tersebut datang juga langsung membeku. "Suara anakku Key! Awas kau Key. Anak kunyuk itu sudah berapa tahun baru pulang kali ini." Membawa sapu lidi Ibu Key berjalan cepat ke ruang depan.


Ayah saat melihat Key datang. “Key.... anakku--” Ayah terharu dan langsung memeluk anak sulungnya itu. Anak tampannya itu. Anak yang berbakti itu....dengan mengelus elus punggungnya Key. Key ikut balik memeluk Ayahnya. Ayah yang selalu mengajari dia agar kuat dari siapapun. Ayah yang mengajari dia cara menyanyangi wanita. Ayah yang mengajarinya ilmu bela diri.


Lalu dari dapur ibu membawa sapu lidi. Melangkah kakinya lebar lebar dengan muka geram. Langsung ditimpuk-timpuk punggung Key dengan sapu lidi dari tangannya.


“Kau masih inget pulang hah!!. Sudah berapa tahun gak pulang. Kau lupa dengan orang tua mu sendiri hah!!”


“Ampun Bu... Ampun.. Key anak baik kok.”


Feirvy hanya bisa membeku, terpaku. Mulutnya setengah mengaga. Ini tak pernah dia saksikan sebelumnya olehnya. Key orang yang selalu di kenal dengan kuasanya seolah-olah kini terlihat sebagai manusia biasa... pria biasa... di depan orang tuanya. Dan layaknya anak kecil yang lagi bandel dan lagi di beri hukuman oleh ibunya sendiri.


"Oleh Oleh?”


Key mengendikkan dagunya ke arah Feirvy yang masih terdiam terpaku dengan kejadian barusan. “Aku bawa istriku pulang.”


Kaget Ibu dan Ayah Key. “ISTRI!”


“Cantiknya...” ucap ibu Key. “siapa namanya Key?”


“Feirvy.” jawab Key.


Mata ibu membeliak lebar. Tiba tiba geram dan tiba tiba lagi menjambak rambut Feirvy.


Key dan Ayah. “Lepas bu..!! Ibu ini kenapa?!!”


“Aku tahu dia. Dia kan Feirvy yang buat kamu jahat kayak gini.”


Key segera berdiri di depan Feirvy menjadi tameng untuk istrinya. “Ibu lupa. Feirvy yang dulu kan sudah meninggal. Dia hanya sama nama saja dengannya.”

__ADS_1


Ibu terkejut. Memasang muka kecut untuk Feirvy. "Haha maaf Nak... Ibu lupa. Ibu terlalu kuatir sama anak Ibu."


“Pelupa apa. Kalau sama uang belanjaan tiap bulan nggak pernah lupa.” Timbal Ayah buat ibu yang bercakap dengan Feirvy.


Dengan senyum memandang Feirvy. Ibu menumpuk bapak. Membuat Feirvy yang tadi kaget dan takut. Mencair dan tertawa kecil dengan sikap mereka berdua saat bertengkar. Dan segera Ibunya Key menggandeng lengan Feirvy dengan senyum yang hangat. Disitu Feirvy meminta maaf setelah menikah baru kali pertama ini datang ke rumah mertuanya. Tentu saja Ayah dan Ibu Key tak akan menyalahkan Feirvy. Karena dalam keluarga sudah seharusnya laki-lakilah yang bertanggung jawab apa saja yang mereka lakukan.


Di ajaknya Feirvy ke ruang keluarga. Sedangkan Ayah dan Key memindah koper yang mereka semua bawa. Keluarga yang hangat dan nyaman untuk bersama. Mereka saling sahut sahutan saat berbicara. Seperti tak ada jarak antara Key dan kedua orang tuanya. Canda tawa suka ria mereka ungkapkan terkadang membuat Feirvy iri yang dimana keluarganya sudah berpisah sejak lama. Dan dalam kemandiriannya Feirvy sering kesepian dan dengan adanya Key. Feirvy merasa kesepian itu tak ada lagi untuknya. Bersama sampai tua. kini Hanya itulah permintaannya Feirvy kepada Key dalam batinnya.


“Key ibu sedang masak. Terusin ya."


Sahut Feirvy tak enak. “Biar aku saja, Bu.”


Ibu tersenyum. “Tidak apa... Kebetulan Ibu kangen masakannya anak Ibu," Ibu berbisik ke Feirvy. "masakannya Key sangat enak.”


Permintaan Ibunya Key membuat Feirvy tak berkutik lagi. Kini Feirvy malah jadi penasaran dengan masakan suaminya sendiri. Tahunya Key selalu sibuk bekerja. Feirvy pun juga begitu sama-sama sibuk bekerja.


Duduk di ruang keluarga. Terlihat oleh Feirvy kini tengah mengibaskan celemek dan di pakai pergelangan pinggulnya. Pertama Key potong beberapa sayur dan rerempahan. Dan bagaimana lihai dan mahirnya Key mengfillet daging dan ikan dengan potongan yang presisi sama rata dengan lainnya. Semua yang di lakukan Key saat ini bener benar membuat Feirvy tersenyum manis dan terpana. Pria yang pertama dia kenal bringas itu seolah tak percaya bisa memasak bahkan dengan gaya yang Feirvy tak bisa lakukan.


Key memanggil Feirvy dan Feirvy datang padanya. " Kenapa?" tanya Key.


"Kenapa apa?"


"Kau mengamatiku dari tadi."


Feirvy berpaling dan tersenyum manis. "Sedikit kagum denganmu."


"Karena aku bisa masak."


Feirvy menipiskan bibirnya dan mengangguk disertai senyum di sana.


Key mengulurkan sendok yang sudah berisi makanan. Disuapkan ke mulut Feirvy. "Enak?"


ini sangat enak. Feirvy mengangguk karena ini sungguhan enak.


.


.


.


.

__ADS_1


Up 1/2 Chapter


__ADS_2