Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Kembali berulah.


__ADS_3

Sampai di rumah, kecanggungan itu entah kenapa masih terasa. Kenapa hanya sebuah tatapan saja mereka bisa mengalami kecanggungan semua ini. Padahal mereka sudah biasa saling mengejek atau bercanda setiap harinya. Kini Key mengantarkan Feirvy sampai pintu kamar tidurnya.


“Kau tidurlah. Aku masih ada kerjaan.”


“Ah. Iya. Aku tutup pintunya ya.”


“Hmm.”


Ini sifat apa. Bagaimana bisa seorang mafia bringas itu bisa terlihat layaknya pemuda biasa di depan Feirvy, mengingat sudah berapa puluh orang dia hakimi dan dia sakiti. Apa mungkin benih benih cinta mulai tumbuh di hatinya itu dan kini membuatnya berubah lebih santun dengan gadis di rumahnya ini. Apakah dia sekarang tengah tak sadar ada beberapa ancaman saat dia nantinya mencintai seorang Feirvy.


Di tutupnya pintu kamar Feirvy. Hati gadis itu kini sedang gemetar, berkecamuk campur aduk Feirvy rasakan. Hatinya seakan menyeruak hawa panas, membuat Feirvy terdiam mematung di balik pintu, dengan kedua tangan bertumpu ke dada. Di mana tempat jantungnya berdebar debar dengan kuat.


Kenapa diriku ini ... yang kurasakan ini ..., hatiku terasa aneh dan sangat asing. Dia membuatku seperti ini. Aku tidak pernah merasa segusar ini memikirkan seseorang. Apa benar. Apa benar aku mulai menyukainya. Tapi dia mengganggap ku musuhnya, tawanannya. Apa dia bisa suka denganku juga


Feirvy terhempas tengkurap ke ranjang. Tolonglah hilang dari pikiranku. Kalau begini aku bisa suka beneran dengannya ...


.


.


.


.


Key berjalan layaknya orang linglung. Verru yang ada di sofa tengah menoleh saat Key datang dan akan melewatinya. Verru Sedikit heran dan mengangkat satu alisnya ke atas.


Dia ini kenapa. “Kau kenapa?”


Tak menjawab, Key hanya bermuka datar berpaling diam ke muka Verru lalu pergi begitu saja masuk kamarnya sendiri. Di buka pintu kamarnya. Dihempaskan tubuhnya ke sofa. Kedua tangannya mengusap mukanya lalu di congakkannya ke belakang hingga tangannya mer*mas kuat kuat rambutnya yang hitam. Giginya seakan menekuk bibir bawahnya dan meringis tak percaya, kini hatinya mulai goyah. Bahwa hatinya tengah tak percaya selalu memikirkan Feirvy. Pikirnya tengiang-ngiyang wajah Feirvy. Hingga hatinya nyeri kegelisahan. Rasa terus ingin menahan Feirvy kini telah muncul dan tak ingin melapaskan Feirvy kini sedikit terpatri dalam hatinya. Tapi di sisi lain. Sebuah percikan rasa ketakutan juga bersamaan tumbuh dengan rasa ingin memiliki tersebut. Membuat Key menahan apa yang tengah dia rasakan saat ini.


.


.


.


.


Pagi pagi Feirvy bangun. Menuangkan air ke gelas dan dia minum. Pufffttt sontak Feirvy tersedak tiba tiba ada tubuh di belakangnya dengan tangan seakan mengambil gelas juga di lemari kitchen set. Key benar benar membuat orang jantungan. Layaknya hantu yang mendadak muncul tak diundang.

__ADS_1


“Gelasku mana.” Key masih di belakang Feirvy.


“itu ada banyak gelas.”


“Oh kamu pakai.”


“Ah ... Ini gelasmu ya.”


Key mengambil dari tangan Feirvy. “Ini terbuat dari berlian.”


Ppuuffff!! Sontak Feirvy tersedak. Tak percaya. “Apa!!”


“Kau gak percaya.”


“Sama sekali tidak.”


Haha dia bercanda ya. Mana ada gelas sampai terbuat dari berlian.


Pikir Key mungkin Feirvy tengah tak percaya. Kadang Key sendiri bingung mau buat apa uangnya yang segunung itu. Keluarga mau nya hidup sederhana. Istri juga baru punya apalagi anak. Kalau gelas saja itu berlian. Itu bisa saja terjadi. Key menuangkan air ke gelas dan meminumnya tepat! Di bekas bibir Feirvy menempel di gelas itu. Feirvy langsung terhenyak dan menahan senyum. Itu seperti ciuman tak langsung ya. Qiqi.


“Kau kenapa?”


“Tidak. Terusin saja minumnya.”


“Aku ke markas hari ini. Kerjakan kerajaanmu dengan baik. Dan kembalikan peluitku.”


Masih saja menganggap ku tawaannnya ... Hufff ...


“Baiklah ... Tapi ponselku kembalikan dulu.”


“Jangan melawan. Ponselmu aku tahan dulu.”


“Key!! Itu hak ku. Itu milikku dan aku yang punya."


“Anggap saja ini jaminan tinggal disini.”


“Kau jahat sekali. Kalau itu jaminan. Kau harus bayar juga sudah tidur denganku.”


Key malah tersenyum. “Mana ada suami suruh bayar tubuh istrinya sendiri. Aku ke kamar dulu.”

__ADS_1


Feirvy juga balik ke kamarnya. Dengan membawa sejuta kekesalan dalam hati dan pikirannya. Feirvy mandi dan kembali lagi ke baju sialan ini. Baju kutukan buat dia. Tapi baju penyihir juga buat otaknya. Dimana dia memakai baju ini insting dia untuk berbuat jahat tiba tiba muncul menceruat bebas begitu saja.


.


.


.


.


Mungkin hingga 2 jam dari tadi pagi. Key baru keluar kamarnya. Sedangkan Feirvy sudah bersihin dapur nyapu dan sekarang tinggal ngepel tentu saja kerja dengan bibir yang bisa di kuncir. Kalau saja bisa memilih Pilih ngepel atau berburu hewan buas. Pasti dengan gamblang dia lebih memilih berburu hewan buas. Dengan kepintaran dan kejeliannya dia. Kalau hanya 3 ekor rusa saja. Pasti akan tumbang tertembak pistol dari tangan cantik dan kecil milik Feirvy.


Key memang benar benar bisa memilih pasangan yang setara dengannya. Gadis kecil pembalap liar. Penembak jitu hingga keluar negeri. Kepintaran di atas rata rata. Kalau dia sedang bermain. Maka dia tak kalah liciknya dengan Key sang suami. Dari situ sang ayah memilih Feirvy untuk membantunya menghabisi Key sampai terbunuh. Sayangnya malah hidup berjalan sesuai takdirnya. Mereka sudah mulai tertanami benih cinta di antara hati mereka masing masing.


Feirvy membawa 1 ember air pel. 1 botol pembersih lantai. 1 alat pel di tangannya. Dia hendak mengepel di teras depan. Sedangkan 3 pelayan lainnya juga mengerjakan pekerjaan lainnya. Baru saja di mulai mengepel, ada beberapa bodyguard Key permisi masuk atas suruhan Tuannya. Tentu saja musti hati hati bekas kaki mereka masih terlihat. Kesal bukan! Kesal banget ditambah lagi tadi pagi minta handphone nya tidak boleh! Rasanya emosinya ingin meledak mengeluarkan segumpalan api dalam tubuhnya.


Hingga tak lama Key dari kejauhan berjalan dan akan keluar rumah lewat teras itu juga dan tentu saja diikuti dengan Bodyguard Bodyguard sialan itu lagi. Padahal baru saja di pel ulang. Kekesalan bertambah 200%!! Feirvy sengaja memang tak menyapa Key yang berjalan melewatinya. Tapi hehe 1 ember Air dia kasih banyak banyak pembersih laintai. Dia pura pura setengah terpeleset yang membuat ember itu berjalan sendiri kedepan. Dan tentu saja para bodyguard yang berjalan cepat itu tak terlalu fokus dengan jalan mereka, karena cepat cepat mengikuti jalannya Key dannn... Duakk byaarrrrr air sabun tumpah kemana mana. bodyguard sialan yang sudah menggangu Feirvy tadi tumbang terjungkal, terpeleset. Pantat mereka pada basah semua.


"Wakakakakaka." Feirvy terpingkal pingkal terkekeh kekeh melihat mereka jatuh meringis terkejut dengan ekpresi mereka yang sangat lucu lucu.


Key langsung berpaling ke belakang. Mengerutkan kening, tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Istriku memang luar biasa.


"Hik hik Maaf Tuan ... kami tak melihat kebawah."


Feirvy berpura pura tak sengaja.


“Itu Key. Aku tadi kepleset terus kena ember. Embernya maju kedepan. Mereka tidak lihat, tiba tiba mereka menabrak ember itu.”


Entah memang alasan yang masuk akal, bukan. Key tersenyum dan mau menghampiri Feirvy. Tapi nggak di sangka Feirvy sedikit takut dan berlari sambil teriak.


“Maaf semua ... Maaf Key ...”


Hehe kau minta maaf setelah berhasil. Dasar gadis licik.


.


.


.

__ADS_1


.


Chapter selanjut lagi proses edit. semoga cepet selesai. cz Author lagi bener bener capek hari ini. Vote yang banyak juga ya ... sekalian bantuin Author promo. thanks semua.


__ADS_2