Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Rasa penasaran 1


__ADS_3

Selesai mandi dan mengenakan pakaiannya. Key bergegas keluar kamar utamanya dan berjalan ke arah kamar Nayna. Tak mengetuk pintu, Key langsung masuk kamar tersebut dan mengira adiknya pasti masih tiduran capek dari perjalanan. Dan Key juga sedikit protes sebenarnya pada Nayna yang selalu lupa mengunci pintu kamar, sama seperti kakak iparnya.


Key duduk di tepian ranjang Nayna. Senyum tipis Key pancarkan untuk sang adik yang masih tertidur pulas. Karena ada hal yang ingin Key sampaikan sebelum kerja. Key terpaksa membangunkan adiknya dengan mengusap usap halus rambut Nayna dengan tangannya.


“Rambut mie. Bangun. Bangun sayang.”


Setengah tersadar Nayna ngulet merentangkan tangannya yang kaku ke depan. Matanya perlahan terbuka. Nayna sedikit terkejut. Mendapati kakaknya sudah duduk di dekatnya, pikirnya. Jadi kakak yang barusan bangunin aku. Nayna terduduk dari tidurnya.


“Iya kak. Ada apa. Nayna masih ingin tiduran.”


Key mencubit hidung Nayna.


"Awww sakit kak."


“Dasar gadis pembangkang, kenapa tidak menurut saja sekolah disana.”


Bibir Nayna manyun kedepan. “Huh. Aku mau jadi artis terkenal disini.”


Key tersenyum tipis. “Mana ada artis sekunyel ini.”


“KAKAK.... rambut Nayna bagus.”

__ADS_1


"Kapan kapan belajar dandan sama kakak iparmu. Kakak mau kerja dulu. Ingat jangan bikin ulah. Nanti siangan kakak akan mendaftarkan mu di sekolah yang baru. Kau bisa ikut kalau mau.”


"Aku ikut saja, aku juga ingin lihat sekolah baruku."


Di saat bersamaan Key mendapat telfon dari kantor kalau ada masalah serius juga genting tengah terjadi di kantornya. Key kembali menyusup usap ujung rambut Nayna. “Kakak pergi kerja. Ada hal yang sangat mendesak di kantor.”


Saat Key hendak mau pergi dari posisinya. Tangan Key tercekal lengannya, tertahan tangan sang adik. “Nayna. Ayah dan Ibu kangen sama kakak ... Kakak harus baik baik saja. Kak.... Kakak apa masih mencintai Feirvy yang dahulu?"


Kembali Key mencubit hidung Nayna. “Kakak juga kangen kalian. Kalau urusan kakak selesai semua. Kakak akan ajak pulang Istri kakak ke rumah. Soal Feirvy yang dahulu jangan bicarakan lagi. Kak Key sekarang sudah punya istri. Jangan bicara apapun tentang Feirvy dahulu ke istri kakak. Kakak belum sempet membereskan barang barang Feirvy di kamar kakak.”


“Baiklah. Kakakku memang yang paling terbaik.”


Ya kamar itu memang penuh dengan barang barang Feirvy. Bukan berarti Feirvy dahulu satu kamar dengan Key bahkan mereka belum pernah melakukan tidur bersama. Saat itu Key hanya berani mencium wanita itu. Dan setelah Feirvy meninggal. Barang barang kenangan Feirvy yang ada di kamar kos Feirvy, Key bawa pulang dan dia jadikan hiasan di kamarnya. Dengan segala kesibukannya sekarang ini. Key belum sempat memindahi semua barang itu. Karena tidak mungkin Key menyuruh pelayannya. Karena hanya Key yang tahu mana saja milik Feirvy dahulu.


Key segera beranjak pergi dari kamar sang adik. Apalagi setelah mendengar berita yang begitu mengusik pikirannya. Sesuatu telah terjadi di kota Red blood. Dan kalau tidak segera dituntaskan maka masalah ini akan terus menjalar kemana mana. Apalagi kalau sudah menyangkut Kuasa Alan yang entah bagaimana bisa tumbuh pesat tak terkendali bahkan bisa bisa kuasa Alan bisa mengambil alih milik Key saat ini.


Rencananya yang akan mendaftarkan Nayna ke sekolah yang baru. Sepertinya Key tak bisa lakukan. Dan yang akhirnya menyerahkan semua pada Verru. Yang juga baru saja selesai berdandan rapi. Sebelum keluar rumah Key sempatkan kembali ke kamar utamanya untuk mengambil dompet.


Beberapa kali Key harus celingkukan menoleh kesana kemari tak menemukan nya juga. Tak pikir panjang lagi Key yang terburu buru keluar kamar. Tapi malah lupa mengunci pintu kamarnya. Dan langsung keluar kamar menemui pelayannya. Key bertiak lantang kepada mereka. Feirvy terkesiap mendengar suami bersuara lantang, dan segera menghampiri suaminya.


“Kau mencari ini?” Tangan Feirvy mengacungkan dompet tersebut. Dengan cepat Key bergegas berjalan cepat dan mengambil dompetnya kembali. Guratan kelegaan langsung terpancar dari muka Key saat menerima dompet tersebut.

__ADS_1


Sama seperti dahulu. Kau sangat antusias dengan dompetmu ini. Apa karena benda ini. Entah kenapa ... Hatiku sedikit tertekan dengan adanya gelang ini. Aku merasa ini bukan buatku. Dan nama ini bukan namaku.


“Kau menjatuhkannya di lantai.”


Key mengusap usap pangkal rambut Feirvy lalu mengecupnya disana. “Ada urusan penting di kantor, aku harus cepat kesana.”


“Iya. Hati-hati.”


Kini Key mengecup bibir Feirvy dan pergi sambil lalu. Langkahnya semakin jauh dari sang istri. Sementara itu tangan Feirvy menggenggam erat erat gelang stenlis itu.


.


.


.


.


******


Kalau Like. Komen Vote nya banyak nanti Author cepet cepet up lagi.😁😁

__ADS_1


__ADS_2