
Diperjalanan yang gelap. Menanjak naik turun harus dipaksa paksa Verru dan Nayna lewati. Bukan jalannya saja yang membuat mereka kesulitan, tapi ditambah lebatnya hujan malam itu membuat mereka kesal apalagi tak henti hentinya mereka selalu memasang muka jengah satu sama lainnya.
Mungkin hujan memang sedang sorak sorak gembira mengeluarkan gumpalan air mereka melalui awan hitam yang pekat malam itu. Sampai-sampai hujan terjadi juga di pemukiman rumah elit bernuansa putih bersih. Dirumah itu beberapa tanaman hidup dengan subur. Bunga bunga bermekaran. Di tambah harum semerbaknya seakan akan sanggup menenggelam kan perasaan wanita melayang ke atas angan yang di namakan kesenangan. Bunga tersebut tertanam rapi sejajar nan indah di ruang tertutup terisolasi di belakang rumah elit yang bernuansa putih tersebut.
Disana pula pria berambut pirang bermata coklat muda itu tengah menapakkan kakinya disekitaran bunga bunga itu tumbuh sejajar. Matanya yang indah mempesona seakan bisa membuat hidup tersendiri oleh Bunga yang di tatapnya saat ini. Sungguh indah bunga yang dia pandanginya saat ini. Hingga mungkin saja para wanita akan terpukau saat ada pria seikat bunga tersebut. Yang dimana kini tengah pria itu amati lembut. Tapi tak akan ada yang tahu bahwa bunga itu adalah bunga mematikan hasil pencakokan dari berbagai macam bunga dan akhirnya terciptalah bunga mematikan itu. Bunga yang tak lain adalah salah satu komposisi senjata biologisnya yang tengah Alan ciptakan. Ya benar pria mempesona ini adalah Alan yang dimana kini dia tengah mendalami ilmu ilmiahnya untuk penawar Virus nya sendiri.
Drrttt drrttt
“Bagaimana.” Suara Alan menjawab telfon dari suruhannya yang loyal juga setia.
“Perempuan itu benar benar tidak pernah keluar rumah Tuan. Sepertinya Tuan Key menjaganya dengan baik.”
“Tidak apa. Jangan terlalu gegabah juga terburu buru. Biarkan Key melihat kalau tidak ada gerakan apapun dari kita. Saat menemui titik lengahnya dia. Nanti aku sendiri yang menjemput gadis itu,” tangan Alan memetik bunga indahnya lalu iya kembali berucap ke anak buahnya. “siapkan apa yang aku pesan tadi siang.”
Si anak buah Alan mengernyitkan muka. “Tuan sungguhan mau meneliti ke rumah sakit besar itu. Disana penjagaannya sangatlah ketat. Di tambah lagi nanti Tuan akan bekerja sendirian.” Nada kecemasan anak buah Alan.
Alan terkekeh kekeh hingga pundaknya naik turun. “Hahahaha ... Kau sangat cemas sekali. Aku bisa menjadi hewan bunglon dimanapun aku berada. Kalau aku mau.”
“Maaf Tuan. Saya sangat mencemaskan Tuan muda selama ini.”
Anak buah Alan yang selalu ikut dengan Alan begitu sangat mencemaskan Tuannya. Dia hanya kenal Tuan Alan itu adalah orang yang baik baginya. Tidak pernah bermain kasar. Tapi entah kenapa Alan bisa berubah menjadi kehausan akan kekuasaan sehingga membuat Alan jadi lelaki lembut yang serakah. Ditambah lagi dia Alan yang kesepian dengan wanita selalu Alan tumpahkan untuk bersenang senang tiap malam meniduri wanita wanita berkelas sesuka hatinya.
.
__ADS_1
.
.
.
*****
Key yang ada di ruang koleksi persenjataannya. Dia kini tengah ada di sisi jendela ruangan tersebut. Tangannya menyibak gorden jendela kaca yang tersusun teralis besi di kaca tersebut. Tapi kini rasa gelisah telah sedikit terpatri di benaknya ketika melihat lebatnya hujan di saat Nayna dan Verru sedang dalam perjalanan menuju kerumahnya. Sekelebat Key sangat mencemaskan mereka ; mereka berdua yang amat Key sayangi setelah Feirvy. Disaat yang bersamaan pula ada ketukan pintu yang Key pikir itu pastilah Feirvy. Siapa lagi yang berani mengganggunya di ruangan pribadinya selain istrinya sendiri.
Terperanjat, Key segera berjalan ke arah membuka pintu. Key pikir akan menemukan senyum manis yang akan menyapanya. Tapi malah sebaliknya. Wajah menunduk masam juga terasa pahit dirasakan Key temukan di wajah sang istri.
“Kau kenapa?”
Feirvy mendongakkan kepala nya dengan tatapan menajam tepat ke mata Key. “Aku kangen dengan Ibu dan Ayahku! Sampai kapan kau melarangku menghubungi mereka. Apa kau menjadi pria jahat kembali buat ku.”
Pahit pahit harus Key tahan dulu, untuk menjaga istrinya agar tak terlalu berharap penuh dahulu pada dirinya sebelum semua teratasi dengan baik. Dimana Key harus menyembunyikan status pernikahan mereka dan menghilangkan Feirvy sampai masalah selesai. Disitu Key sendiri benar benar tidak ingin berpisah walau sehari saja. Besar cintanya Key kini telah membuat kecamuk yang saling beradu di hati dan pikiran lelaki bringas itu.
“Kenapa kau diam saja. Apa kau masih menganggapku tawananmu?!”
Key menyahut dengan nada penekanan di setiap katanya. “Kau jangan selalu melawan dan membantahku, Feirvy.”
Wajah yang masih mendongak, mata menyipit tajam. Feirvy balas juga nada penekanan untuk Key. “Apa omonganku ini seperti ini termasuk melawanmu?!. Aku ingin menghubungi orang tua ku. Apa ini bisa dinilai sebagai perlawanan. Apa kau tak bisa membedakan melawan dengan meminta.”
__ADS_1
Hati Key sedikit tersulut emosi mendengar bantahan Feirvy yang tak mau menunduk padanya. Membuat Key harus mengambil nafas dalam dalam dan membuangnya untuk melepaskan emosinya yang mulai terbakar barusan.
“Berikan ponselku, Key!!”
“TIDAK!!" Refleks Key kelepasan membentak istrinya.
Mata Feirvy yang masih menajam ternyata tak tahan untuk mengeluarkan bulir air matanya. Melihat Feirvy seakan ingin menagis Key langsung Terkesiap tubuh dan pikiran begitu merasa sangat bersalah. Tapi semua itu terlambat. Dengan sedikit buliran air mata yang seakan menetes, Feirvy membalikkan badannya. Dengan berjalan cepat Feirvy pergi dari tempatnya tadi. Pandangan Key yang pilu dengan cepat juga menyusul langkah cepat istrinya dari belakang. Tangan Key berusaha dengan susah meranjuk tangan Feirvy. Dan kini tangan itu tertarik kuat tangan Key. Detik itu juga tubuh Feirvy terhenti paksa. Tak pernah di duga dan tak mau menurut. Dengan keras Feirvy menampik tangan Key keras keras dan bahwa wanitanya sekarang ini memang benar benar marah kepadanya.
“Mungkin aku salah beramsumsi. Tapi memang benar aku memang tawananmu,kan?! dan ini mungkin akan selamanya."
Saat seakan bibir Key ingin berkata sesuatu untuk istrinya. Tak jauh dari posisi mereka. Terdengar suara adik Key; Nayna tengah bersuara keras memanggil kakak kesayangannya.
.
.
.
Suaranya
.
.
__ADS_1
.
Berikan Vote kalian ....😄😆