Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Penawaran Cinta


__ADS_3

“Aku akan menjemputmu 2 hari lagi. Jaga dirimu baik baik sayang.”


Key mengecup lembut kening Feirvy. Dia usap pangkal rambutnya dan diselingi senyuman hanyat disana. Perlahan mundur dan mundur Key berlalu dan lebih jauh dari tempatnya tadi. Sembari memakai masker Key seakan terlihat tenggelam tak terlihat dari sisi sisi tembok yang kini ia lewati.


Kondisi seperti ini memang tidak bisa mereka hindari. Kini Feirvy adalah Dokter di unit gawat darurat. Sebelum kenaikan statusnya menjadi seorang Dokter specialis sudah menjadi prosedur kedokteran harus bisa dan terlatih dulu menangani sebagian kasus kasus yang memang akan melatih kemampuannya secara fisik bukan teori saja.


Dan Dokter yang harus siap siaga bisa kapanpun di panggil pihak rumah sakit jadi asrama adalah tempat yang efisien untuk ia tinggal saat ini. Kecuali kalau memang sudah ijin hanya masuk beberapa hari dalam satu Minggu atau memang sudah ada Dokter pengganti yang menggantikannya.


Sedangkan Key sendiri tak berhentinya mengatur siasat agar bisa menghentikan rencana Alan untuk menguasai sebagian kuasanya. Perlahan dengan segala pertimbangan dan detail yang akurat Key berhasil menyelipkan beberapa mata mata yang nantinya di tugaskan untuk memanipulasi racun yang Alan ciptakan agar tak berfungsi sebagai selayaknya dia ciptakan. Tentu tidak akan mudah melakukan itu semua karena Alan orang yang penuh pertimbangan dan ketelitian. Entah itu lama atau tidak Key harus mengubah sistemnya menjadi sistem yang tak berhasil dan akan sia sia saja jadinya.


.


.


.


****


Telunjuk tangan Alan mulai bergerak-gerak, berusaha menggerakkan tubuhnya yang kaku diikuti juga rentetan kedipan mata yang perlahan terkena silau lampu di atasnya dan Alan menyadari kalau ini adalah malam hari. Alam sadarnya yang perlahan mulai kembali, dia pandangi sekelilingnya. Dia menyadari kalau dia sedang dirawat di kamar rumah sakit dengan infus yang menancap di pergelangan tangannya. Setelahnya Alan memencet tombol nurse call di sebelahnya. Alan ingin tahu dokter siapa yang menanganinya.

__ADS_1


Terdengarlah di ruang jaga perawat melalui nurstation kamar untuk pasien Dokter Feirvy tengah berbunyi kemungkin si pasien sudah siuman. Segera mereka memanggil Dokter mereka dan Feirvy segera ke ruang tersebut keruang Dion di rawat.


Sebelum pintu di buka. Alan terus menatap pintu tersebut, dia penasaran siapakah yang merawatnya. Apakah benar Feirvy karena waktu dia menahan sakit yang luar biasa ia seperti mengingat Feirvy yang menolongnya.


Dan saatnya pintu itu terbuka. Mata Alan terus terpusat memandang Feirvy yang hampir dekat dengan posisinya.


“Apa kau merasakan sakit.” Tanya profesional seorang Dokter.


Tak melihat ke arah Feirvy pandangan Alan kebawah. Alan masih terdiam. Tapi Feirvy tampak cemas dia cek aliran infusnya tak ada masalah dan sedikit ia kurangi aliran infus tersebut. Karena terlihat pasien sudah mulai stabil dari sebelumnya. Tangan Feirvy yang masih berjarak dekat dengannya tiba tiba cepat Alan raih tangan itu. Terkejut saat itu juga Feirvy.


“Kau sudah tahu semuanya ya.” ucap Alan


“Apa ada yang tahu kalau aku yang melakukan operasi kemaren.”


Feirvy mulai duduk di kursi samping ranjang Alan. “Kau sebenarnya siapa? Apa kau sebenarnya seorang dokter dari rumah sakit lain yang sedang mencuri dan memahami sesuatu disini. Kalau iya, akan aku laporkan kamu ke unit penjagaan.”


Tapi sebenarnya saat Alan belum siuman Feirvy sudah meminta petugas untuk mengecek gudang, laboratorium 1 dan 2 jika ada yang menemukan keganjalan tentang barang hilang atau apapun itu. Mereka diminta untuk melaporkan ke dirinya. Sampai saat ini belum ada informasi apapun jadi sementara ini Feirvy menjadikan penyakit Alan untuk jadi alibi agar bisa menahan Alan supaya tetep di rumah sakit sampai ketemu atau mengetahui kenapa Alan bisa menyamar jadi penjaga di rumah sakit ini.


Alan seakan lembut menatap mata Feirvy yang tengah melamun. Seperti tersirat ada daya ketertarikan yang kuat untuk perempuan di depannya. Hingga dia lebih memilih untuk diam sejenak menikmati kebersamaannya dengan Feirvy dari pada menjawab pertanyaan wanita tersebut.

__ADS_1


tersadar. Feirvy berdehem. “Selain Doktermu. Aku sekarang menjadi walimu disini. Jadi tanpa seijin ku kau tidak boleh berlaku aneh aneh dan meninggalkan ruangan ini begitu saja.”


Dengan sadar Alan bicara. “Baiklah, Aku menurut. Aku orang baik baik. Aku tahu kenapa kau menahan ku disini. Tapi kau juga tidak akan menemukan hal keganjilan kenapa aku disini.”


“Lalu Alasan apa kau pura pura jadi orang lain.”


“Kau ingin tahu?"


“iya.”


“Kalau kau jadi pacarku. Kau akan tahu semuanya.”


.


.


.


.

__ADS_1


up 2/4 jempol nya jempol nya buat like. komen vote juga😃


__ADS_2