Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Tangis kekesalan


__ADS_3

Di kampung halaman Key. Kampung di pinggiran kota. Yang masih begitu asri dan juga warganya masih bertetangga satu sama lain. Masih suka ngumpul ngumpul saat sore hari atau sehabis para ibu ibu memasak buat keluarganya.


Ibu Key yang sedang memotong kuku. “Kakakmu tadi telfon, Nay.”


“Siapa? Ji Chang Wook Oppa, bukan.”


Nayna adik kecil Key. Si ratu halu. Punya cita cita jadi seorang Aktris. Dan beberapa kali di putusin cowoknya karena penampilannya yang monoton tak bisa berubah. Rambut ikal. Suka bersin dimana mana dan kalau tidur ngorok.


“Bukan ..., Kakakmu Key. 2 Minggu lagi kamu di jemput. Katanya kamu mau sekolah ndek kota ...” Ibu Key. Panggilannya kalau di kampungnya macan alis mama cantik. Selain cantik ternyata mama Key cukup garang ke orang. Mungkin Key mewarisi sifat dan ketampanannya di turunkan dari sang ibu.


“Siapa dia. Biarin saja Bu. Nay tidak kenal. Nay benci kakak. Tidak pernah pulang. Kemaren pulang pulang mau jadohin aku sama siapa tuh. Aru, Aru. Jaman sudah mau ada mobil terbang gini, masih juga jodoh jodohin orang.”


Nay sedang sibuk di depan kaca dengan beberapa sisir rambut di depannya. Entah berapa puluh sisir sudah patah gara gara rambut Nayna yang ikal mirip mie instan kalau di makan pas lagi hujan enak kayaknya. hehe.


Kehidupan yang sederhana. Bapak, Ibu dan adik Key memilih hidup di kampung halaman. Dekat dengan burung peliharaan ... bisa naik sepeda onthel ke sekolah. Bisa ngegosip pas lagi kepasar. Itu semua adalah kehidupan Key sebelum dia tengah tersesat di dunianya sampai saat ini. Meski berbanding balik dengan kehidupan Key yang tak mewah melainkan super mewah itu, tapi ini adalah pilihan mereka antara ketenangan dan ketentraman.


Tentu Key bukanlah orang yang jahat, membiarkan mereka hidup di kampung dengan sederhana. Meski mereka sederhana. Vasilitas mereka adalah yang no 1. Terlihat sederhana tapi barang barang di rumah ayah ibunya adalah barang berkualitas semua. Jaminan kesehatan. Keselamatan bahkan Key menugaskan beberapa bodyguard nya tinggal di samping rumah mereka sebagai tetangga. Agar keluarga Key tetap ada perlindungan dan Aman dari segala serangan musuh musuhnya.


.


.


.


.


2 Minggu adalah waktu yang singkat kini bagi Verru. Apalagi setelah Key menugaskan nya untuk mencari seseorang yang cerdik, pintar yang mau bekerja sama dengan nya saat ini. Karena memang sedikit sulit untuk masuk ke perusahaan milik Arthur ayah Feirvy.


Hingga saat itu di suatu situs. Di lulusan akademi tehnologi. Verru mendapatkan info dari temannya bahwa perusahaan Arthur sedang memperkerjakan pemuda berbakat dari akademi tersebut. Tidak ada satu pun yang tahu kalau akademi tehnologi itu juga berteman dengan perusahaan milik Key. Karena berteman dengan Key adalah hal keberuntungan untuk perusahaan tersebut. Selalu ada dana suntikan untuk mereka-mereka yang membutuhkan nya. Padahal dana itu malah juga bisa membuat keuntungan berlipat ganda untuk Key juga.


Ini memang Sebuah kesempatan emas. 2 hari ini. Anak yang di rekrut itu sedang proses interview secara pribadi oleh Arthur sendiri.


Arthur memang mencari anak yang berbakat dalam teknologi. Apalagi kabarnya kegeniusan anak itu ... sanggup meretas perusahaan perusahaan besar.


Arthur ingin anak itu melamar kerja di perusahaannya sendiri. Dan ternyata juga di perusahaan Key juga. Benar benar layaknya mimpi kejatuhan bulan Verru kali ini. Orang suruhan Arthur ternyata dari orangnya Verru sendiri. Verru senior dari Akademi teknologi tersebut dan Arthur tidak tahu itu sama sekali.


Di kantor Arthur.


“Bagus. Kerjamu sangat bagus dalam perancangan teknologi. Gimana Yarry. Kamu setuju dengan anak ini.”


Yarry berbisik. “Tuan. Latar belakang anak ini masih di selidiki. Mohon jangan di terima dulu.”


“Kau tenang saja. Dia bersih. Tidak dari manapun juga.” Bisik Arthur. Padahal Arthur lagi salah mengira. Dengan kecepatan dan kegeniusan Verru. Identitas anak itu jadi bersih. Layaknya anak muda sekolah biasa. Sampai sampai dalam sementara waktu. Verru menghapus namanya sendiri dari Akademi tersebut agar tak terlacak sama sekali.


“Kau di pastikan di pekerjakan di sini. Tunggu 1 minggu informasi dari sini, setelahnya akan aku kabari. Tapi untuk kerja di sini, kau harus tutup mulut. Akan ada yang mengikutimu 1 minggu ini. Untuk keamanan mu juga keaman perusahaanku. Kau tahu kan pekerjaan yang aku berikan. Bisa di bilang berat.”

__ADS_1


“Saya mengerti Tuan.”


Satu Minggu selain Verru harus cari celah dari pengawasan bodyguard Arthur, dia juga harus memberi informasi untuk Key. Apa yang selanjutnya yang akan di lakukannya. Catur segera dimainkan pikir Verru. Verru merasa kini Key tengah akan bermain licik untuk orang yang mengusiknya.


******


Setelah Feirvy mendapatkan kejadian yang membuat isi kepalanya serasa meledak bahkan bola matanya mau keluar. Feirvy tiba tiba di datangi 3 pelayan tadi. Key memerintahkan 3 pelayan tadi untuk mengganti baju Feirvy yang biasa jadi baju pelayan seperti lainnya. Dress hitam dengan renda putih dan memakai bandana putih di kepalanya. Key keluar ruangan dan menyuruh mereka untuk membawa Feirvy setelah selesai berganti baju.


Wajah yang sangat cemberut Feirvy perlihatkan. Dipaksa juga terpaksa kini Feirvy memakainya. Karena 3 pelayan itu sudah setengah mau pingsan setelah menerima perlawanan dari Feirvy hingga mereka kuwalahan setengah mati. Karena kasihan juga akhirnya Feirvy sedikit menurut dan dipakainya baju pelayan sialan itu.


Feirvy adalah anak tunggal. Dari belum lahir dia adalah Tuan putri. Dalam sejarah hidupnya dia tidak pernah sekalipun mengepel atau membersihkan apa yang kotor entah di dapur atau di rumahnya. Hanya memasak saja dia bisa sedikit sedikit dari ibunya.


Wajah lesuh. Muka malas. Hati pasrah kini dia bawa bersama ketiga pelayan yang menggandengnya saat ini. Di ruang makan Key sudah menunggu Feirvy istri tercintanya datang.


“Sudah Tuan.” Pelayan.


“Bagus juga. 3 pelayan wanita bisa mengalahkan kucing liarku. Nanti aku kasih gaji tambahan buat kalian.”


“Terima kasih banyak,Tuan.” Pelayan.


“Bikinkan aku aku sarapan pagi.” Suruh Key ke Feirvy.


Baiklah ... Hanya sarapan akan aku turuti.


“Kau mau sarapan apa Tuan?"


Tak mau kalah bibir Feirvy menipis dengan mata setengah melototi Key, yang tengah berbicara. Dia itu sepertinya kejiwaannya bermasalah. Disuruh panggil suami sayang. Tapi aku di dandani baju pelayan.


“Hahahaha. Suamiku sayang mau sarapan apa?"


“Aku mau tumis daging dan juga aku ingin di cium pipiku.”


Feirvy melotot lebar saat key minta di cium pipinya. Huh ...!! Pelecehan plus penindasan. Aku kutuk kau jadi kodok kalau bisa.


“Tidak mau ya. Kau tidak akan dapat jatah sarapan kalau tidak mau.”


Feirvy menghela nafas dalam dalam dan harus sabar.


“Aku mau.” Karena di paksa.


Key tersenyum dan seakan menyodorkan pipinya pada Feirvy. Feirvy yang sudah mulai getir dan heran dengan orang di depan saat ini, merasa ingin menonjok saja muka pria ini. Mulailah perlahan lahan di dekatkan nya bibir Feirvy dan hampir saja mencium pipi seorang Key. Tapi tiba tiba “Nanti malam saja, layani aku. Kau puaskan aku nanti malam. Aku sudah lapar.”


Ggggrrrr rasanya benar benar ingin memberi Bogeman mentah untuk Key saat ini. Feirvy yang secara mendadak berhenti dan terkejut langsung pergi ke dapur.


Aku ... Kenapa ucapkan kata itu. Minta di cium segala. Aku tidak boleh menyukainya.

__ADS_1


Beberapa menit makanan sudah siap dan di antarkan ke meja makan. Para pelayan sempat terheran. Ternyata Nona bisa masak juga.


“Cepat juga," Key mencoba mencicipinya. “lumayan enak.”


Sembari memegang nampan. Feirvy hanya diam sedikit malas menanggapi pria aneh ini.


“Ambilkan aku saos.”


Feirvy kembali ke dapur ambil saos


“Ambilkan aku kecap asin.”


Kembali ke dapur lagi


“Ambilkan pisau daging khusus buatku. Ini jelek.”


Ke dapur lagi dengan sedikit kesal


“Buatkan aku jus Apel.”


Di buatnya dengan cepat cepat dan capek kesal sudah mulai terasa. Selesai sudah dan di berikannya pada Key.


“Aku rasa Lemon tea, lebih enak. Ganti lemon tea saja.”


Benar benar kesal. Feirvy cemberut bolak balik ke dapur. Sudah dapurnya lumayan jauh dari ruang makan pula.


“Kau kenapa. Kau marah. Mana boleh budak rendahan marah dengan Tuannya.”


Tak ingin di tahan lagi. Ucapan Key membuat tangan Feirvy yang masih memegang gelas lemon tea, Feirvy buang! menyiram keras lemon tea itu ke muka Key. Dengan mata memerah ingin menangis Feirvy berucap. “Apa ini caramu. Memperlakukan budakmu sendiri. Kalau aku budakmu setidaknya hargai usaha budakmu itu. Kalau aku istrimu kenapa kau jahat sekali. Aku tidak pernah jadi pelayan. Aku sudah berusaha keras melayani mu. Masih bisa bisanya kamu hina aku.”


Hati yang sakit itu berlari kecil membawa tetesan air matanya ke kamarnya. Apa yang salah dalam hidupnya. Kenapa dia bisa punya suami seperti Key. Ini bukan impian nya. Feirvy pernah bermimpi kalau menikah dengan orang baik dan mencintainya.


Sedangkan saat ini Key terkejut. Feirvy berani sekali melemparkan air ke mukanya. Tapi saat dia berpaling dan ingin protes ke Feirvy saat itu. Key malah tak sanggup bicara apapun melihat Feirvy yang sudah ingin menangis dengan segala ungkapan kekesalannya pada Key. Key seorang mafia tiba tiba tak sanggup berkata kasar padanya. Hanya bisa melihat dia saat berkata dan melihat Feirvy menangis berlari kecil ke kamarnya.


.


.


.


Sempatkan Like. komen juga Vote poin ya.


Karena dukungan kalian bisa membantu proses promosi juga di setujuinya pengajuan kontrak Novel ini.


Terima kasih....

__ADS_1


by UlanZu


__ADS_2