
Alan kini tengah memakai wig hitam, Softlens mata berwarna hitam. Di pakaikan poni rambut ke depan lalu kaca mata kotak pinggiran hitam dia kenakan juga. Layaknya lelaki culun dan minin pengetahuan dan pastinya 360° berputar balik dari sifat aslinya tak kenal belas kasihan dan penyuka wanita dan kini dia berdandan layaknya lelaki baik baik saja.
Demi melakukan pencurian tentang zat kimia di salah satu laboratorium di rumah sakit internasional xx dia berkamuflase. Jadi apa saja yang dia mau asalkan yang dia inginkan dia dapatkan.
Tanpa didampingi anak buahnya dia sendirian ke rumah sakit tersebut. Tengah melamar jadi penjaga laboratorium yang dimana penjaganya telah di bayar mahal Alan untuk keluar dari rumah sakit tersebut dan kini dengan pekerjaan yang kosong itu langsung Alan datangi dan melamar kerja di rumah sakit tersebut. Tentu Alan sudah memalsukan pula identitas aslinya.
*****
Siang hari sesudah Nayna berdandan, Nayna berangkat ke sekolah barunya dengan di temani Verru. Dan Nayna belum sadar pula bahwa kunci kamar kakaknya masih menggelantung bebas di pintu.
“Nay berangkat dulu kak.”
Tiba tiba Nayna mencium tangan kakak iparnya. Sontak tubuh Feirvy setengah terlonjak ke belakang. Feirvy enggak pernah menyangka kalau Nayna akan baik dengannya.
Verru menyahut. “Ah palsu. Dia baik karena ada maunya.”
“Mauku apa?, Emang kau tahu.”
“Mau mu biar ketularan cantiknya kakak iparmu.”
__ADS_1
Detik itu wajah Nayna berubah layaknya angry bird. “Kau buta ya. Aku kan sudah cantik.”
“Hahahaha... Cantik kalau lagi di tengah tengah burung hantu. Hahahaha.”
Feirvy tak bisa menahan tawanya. Melihat mereka begitu seru saling adu bicara.
“Sudahlah. Kau Verru memang keterlaluan. Berangkat gih sana. Jalanan keburu macet ntar.”
Setelah kepergian mereka berdua. Sepi Feirvy rasakan, seakan juga pandangannya memandang kosong menunduk kebawah. Kebimbangan, hati yang sedikit kalut itu menyelimuti hatinya dengan berjuta juta pertanyaan yang tak bisa dia jawab sendiri. Kakinya mulai melangkah memasuki rumah besarnya. Ketiga pelayan di rumah itu sempat menyapanya tapi tak ada balasan apapun. Feirvy hanya menunduk dan sambil lalu melalui ketiga pelayan tersebut.
Tangannya yang masih menggenggam erat gelang milik Key. Membuat dia ingin sekali bertanya. Tapi bertanya dengan siapa. Pasti semua yang ada di rumah ini akan patuh dengan Key. Ditanya pun mereka tidak akan berani menjawab apapun meskipun mereka tahu. Sekelebat pikiran Feirvy ingin sendiri bertanya pada Key. Tapi mana mungkin Key akan jujur semua. Sementara Feirvy sendiri tidak tahu pasti apakah Key suka beneran atau tidak dengannya.
Feirvy terus berjalan dan tanpa dia sadari dirinya dekat dengan kamar Key. Kenapa aku berjalan ke arah sini. Memang sesuatu apapun itu kalau dilarang, memang malah semakin membuat pikiran kita tambah penasaran dan ketika penasaran itu sudah terlalu menjalar memenuhi pikiran kita, maka untuk mengetahui lebih dalam lagi pasti akan ada pada pikiran itu. Dan kini terjadi juga dengan Feirvy. Rasa keingintahuan nya tiba tiba mencuat tak bisa di halangi lagi.
Feirvy Menatap terpaku ke arah pintu Key dengan beberapa pertanyaan yang ingin dia segera tahu jawabannya. Gemuruh dalam hatinya seakan sedikit terus dan terus membuat tekanan menjadi ingin tahu semakin menjadi jadi. Kedua tangan Feirvy mengepal seraya getaran kecil terus menerus dirasakannya. Hatinya yang tertekan itu semakin membuat diri Feirvy mulai berani semakin dekat lagi dan lagi, mulai tangannya terulur ke handle pintu dengan kunci yang masih menggelantung di sana.
****
Penat yang tengah di alami Key sangatlah kental dia rasakan sampai Key harus beberapa kali menghabiskan rokok dan dia kini lagi menyulut kan petikan api ke ujung batang rokoknya. Langkahnya yang elegan terhenti di sebuah ruangan bertembok besi seperti layaknya penjara tertutup. Key ingin mengecek beberapa contoh persenjataannya. Saat ia membuka dompet dan akan mengambil chard id nya, matanya Sedikit menelisik saat ada yang ganjal, yang biasa di samping chard id itu ada gelang yang sudah lama tersimpan di sana, tapi saat itu Key tak melihatnya dan beberapa kali memeriksa beberapa selipan di dompetnya ia tak menemukannya juga.
__ADS_1
Key terdiam dan terus berusaha memikirkan mungkin jatuh dimana benda tersebut. Lalu baru Key ingat kalau dompetnya tadi ditemukan oleh Feirvy. Apa mungkin ... Key langsung berlari, para anak buahnya terlihat ikut panik dan mengikuti tuannya. Tapi Key menampik mereka semua agar tak mengikutinya. Key segera melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh pulang kerumah. Takut kalau Feirvy salah paham. Karena sungguh benda itu tak berarti lagi dibandingkan istrinya.
Getaran itu tak hanya terjadi pada hati Feirvy tapi juga pada tubuh Feirvy. Dengan tatapan tajam dengan buliran air mata di kelopak matanya. Feirvy terus berpaling kesisi-sisi ruangan kamar tersebut. Kamar yang dipenuhi foto Key dengan perempuan lain. Barang barang wanita di atas meja nakas suaminya. Hati Feirvy seakan tersayat sudah puluhan pedang tajam yang dalam dan terbuka memberi rasa sakit tak berperi, setelah dia tahu lukisan yang amat besar itu tertulis nama Feirvy. Dengan tahun dia lahir sampai kematiannya.
Hingga akhirnya Feirvy tak bisa menahan lagi tangisannya, satu persatu air matanya terjatuh ke lantai. Suara pintu Key terbanting keras keras. “Feirvy.” Key berlari kecil menghadap ke posisi Feirvy yang membelakanginya tadi.
“Jangan salah paham dulu. Aku beneran menyukaimu.” Key berusaha memeluk istrinya tapi tentulah Feirvy dengan kuat menolaknya. Plaaakkk tak bisa tertahan lagi. Feirvy menampar keras keras pipi Key hingga Wajah Key perpaling ke samping dan terdiam disana dengan hati yang amat terkejut. Feirvy menamparnya. Baru kali ini dia di tampar wanita. Dan begitu terasa sakit juga sesak menusuk hatinya. Bahwa Key mengaku kalau dia bersalah.
Feirvy menangis menggeru, tersedu sedu dengan nada bicara yang terbata bata. Feirvy berusaha mengatakan apa yang ingin dia luapkan. “Apa aku sebagai penggantinya saja? Apa kau membayangkan kalau aku adalah dia? Jadi ini kenapa kau tidak pernah mengatakan kalau kau suka denganku. Pertama kali menidurimu kau bilang aku rindu kamu Feirvy, jadi Feirvy yang ini. Hah, rasanya diriku lebih terhina dari pada saat aku di perkosa dulu.” Semua cercaan emosi tanpa jedapun Feirvy tujukan untuk suaminya. Key hanya bisa menunduk diam ... Bibirnya bergetar. Matanya merah mendung tak bisa dia atasi lagi. Kalau dia tengah bersalah dan telat mengambil tindakan sebelum semua ini terjadi.
“Itu dulu. Tapi selama dirimu ada disini. Aku benar benar menyukaimu. Aku ingin kau sungguhan jadi istriku.”
“Dan lagi menganggap diriku sebagai dirinya. Itu maksudmu kan! Kenapa baru sekarang kau bilang menyukaiku. Kenapa setelah ketahuan baru kau bilang itu padaku. Aku membencimu Key! jangan pernah mengenalku lagi."
Feirvy melemparkan gelang ke tubuh Key dan cepat cepat Feirvy berbalik badan. Berjalan cepat akan keluar pintu kamar Key. Waktu itu juga Key menyusul istrinya mencoba mendekap tubuh istrinya dari belakang. Tapi Feirvy berbalik badan dan dengan kuat kuat pula mendorong tubuh Key hingga terlepas.
Dengan isakan tangisannya, Feirvy berlari sangat cepat. Berlari keluar rumah dengan air mata yang terus mengalir di pipinya. Feirvy langsung menaiki mobil Key yang terparkir di luar. Sebelum Key berhasil masuk ke mobil tersebut Feirvy yang memang pembalap dengan gesit memutar balik mobil Key. Lajunya yang kencang membuat penjaga pintu gerbang ketakutan juga gugup. Inginnya tidak membukakan pintu gerbang buat nona mereka, tapi Feirvy malah seakan mengegas ngegas mobilnya di ambang pintu gerbang dan malah beberapa kali menabrakkan mobil Key ke pintu gerbang. Mereka terpaksa membuka pintunya setelah beberapa hantaman dan teriakan keras Feirvy untuk mereka.
thanks
__ADS_1
by UlanZu.