Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Pertemuan Terakhir


__ADS_3

Lusa pun datang pada hari ini. Jaksa yang menangani kasus ini secara khusus menjemput Feirvy. Karena kasus ini sangat special maka mereka badan intelijen negara dan jaksa pengacara semua berhati hati dalam menangani kasus ini. Bahkan sang diktator negara tersebut memerintahkan secara khusus dan tertutup tidak ada seorangpun yang di perbolehkan menjenguk terdakwa Key, bahkan itu istrinya sendiri. Hanya orang orang yang yang berkongsi menjalani bisnis haram ini yang ada di sana.


Bukan hanya itu saja. Orang tua Key pun tak luput juga baru hari ini di kasih kabar tentang anaknya. Dan mereka kini tengah berkumpul diruang persidangan terakhir anaknya. Sebelum berangkat Feirvy berikan kotak kecil yang dia titipkan ke jaksa tersebut, untuk diberikan pada suaminya. Tertegun jaksa itu saat menerima kotak kecil tersebut karena dalam persidangan tidak boleh ada barang yang di berikan kepada terdakwa. Jaksa itu mencoba memeriksanya dan membuka kotak kecil tersebut. Betapa terkejutnya hingga pupil mata jaksa itu membesar. Adalah Tes kehamilan yang dititipkan padanya. Ini bukan hal yang termasuk dilarang tapi hal ini pun juga harus ada ijin dari ketua hakim nantinya.


Jaksa itu tersenyum tipis. Seenggaknya dia bisa memberi ketenangan di hati gadis tersebut. Dan senyuman yang artinya jaksa tersebut mengiyakan dan memperbolehkan apa yang dititipkan padanya.


.


.


.


.


Setelah perjalanan... sampailah di gedung yang begitu besar. Beberapa orang keluarga tersangka hadir disana. Bukan hanya keluarga saja, banyak reporter yang tengah mau meliput persidangan tersebut. Meski persidangan sangat tertutup reporter itu tetep saja berusaha mencari berita dari luar gedung. Karena berita ini bisa dikatakan berita besar karena tertangkapnya mafia besar di kota tersebut.


.


.


.


.


Terlihat di kursi paling depan... dan dia duduk sendirian. Pria yang yang biasa dengan penampilan maskulin itu... sepertinya tak terlalu merawat dirinya lagi. Terlihat rambutnya lebih panjang dari biasanya. Kumisnya yang tak terkuris terlihat jelas sudah mulai tumbuh dan terlihat hitam di dagu dan rahang pipi nya. Dan yang terlihat Key tampak lesu duduk diantara orang orang yang berjajar menjadi saksi dari kejahatannya.

__ADS_1


Kini pintu besar dibelakangnya saat itu tiba tiba terbuka. Sinar terangnya menyusup ke ruangan tersebut. Membuat Key berpaling muka ke belakang... Betapa dia sangat terperangah, hatinya tak sanggup berkata-kata lagi, saat itu juga matanya berubah sendu, hingga nafasnya naik turun dia rasakan. Betapa bidadari yang dia nanti selama ini. Bidadari yang sangat dia rindukan ada di hadapannya.


Dari jarak jauh mereka saling pandang. Gadis itu juga tak bisa menahan senduan penglihatan matanya dengan dada yang berusaha menahan sesak dalam dadanya. Dia harus kuat di hadapan suaminya. Sayangnya mereka tidak boleh bertemu dulu sebelum persidangan selesai dan vonis sudah dijatuhkan kepada Key. Yang akhirnya mau tak mau mereka harus ke posisi mereka. Key kembali duduk menghadap ke depan dan Feirvy duduk di sebelah orang tua Key dan kedua orang tuanya.


.


.


.


Pertengahan sidang berlalu disaat Key di beri waktu istirahat. Dikasihlah kotak kecil yang dititipkan pada jaksa mereka untuk diberikan pada Key. Setelah menerima kotak kecil itu key menoleh ke jaksa tersebut dengan pandangan fokus dengan pertanyaan. Jaksa tersebut seperti memberi isyarat lewat tangannya agar Key segera membukanya. Lalu di bukalah kotak kecil itu. Betapa dia seketika itu terkejut juga terperangah hingga matanya melebar sempurna. Betapa dia terkejut dengan benda kecil itu. Key dengan cepat berpaling ke arah Feirvy yang tanpa dia sadari Feirvy sedari tadi tersenyum ironi melihat suaminya tengah membuka kotak kecil darinya.


Benda kecil itu telah mampu menggetarkan hati sang predator dunia gelap tersebut. Rasanya seperti tercampur aduk. Dirinya sangat bahagia dengan keinginannya yang terkabul, tapi di sisi lain dia takut dengan keadaannya yang sekarang ini. Setelah Key melihat senyuman manis juga ironi pada istrinya. Mungkinkah istrinya yang mungil itu sudah siap dengan segalanya di tengah masalah yang mereka hadapi.


****


Di ruang besar yang gemuruh itu. Dengan tangan terborgol dan didampingi beberapa pengawal. Key melangkahkan kakinya ke tempat istrinya duduk. Dengan berat hati dan terasa sesak dihati, keputusan hakim itu sudah mutlak harus di jalankan dan di patuhi oleh semuanya.


Terlihat Feirvy duduk menunduk sambil mengucurkan air mata yang tumpah ruah setelah keputusan hakim diputuskan artinya dia tidak boleh bertemu dengan suaminya; suami yang amat dicintainya. Key yang sudah terlihat dekat dengan Feirvy. Tiba tiba pria itu berlutut di depan istrinya. Setelah sebulan tidak bertemu Key genggam erat erat tangan Feirvy dengan sangat erat. Rasa kangen itu sudah tidak dapat lagi dia bendung. Key peluk istrinya dengan sangat erat. Feirvy yang sudah tak bisa menguasai dirinya lagi, Feirvy balik peluk erat suaminya. Dan rasanya Feirvy tak ingin berpisah setelah pelukan itu.


“Aku dengar kau susah makan ya...? Aku sangat suka lihat istriku yang cantik seperti dulu."


Sembari mengalirkan air mata Feirvy menjawab ucapan suaminya. “Aku akan tetap cantik di depanmu. Mulai sekarang aku akan lebih suka makan dari sebelumnya.”


Key tersenyum.... pelan melepaskan pelukannya dan mendongakkan dagunya hingga tatapan sendu matanya bertemu dengan sendu mata istrinya.

__ADS_1


“Aku pernah menerima hadiah yang paling termahal dari temanku. Tapi hadiah yang kau berikan... aku tak sanggup berkata lagi. Itu hadiah yang paling berharga buatku. Kau wanita special buatku. Berjanjilah akan menjaga dirimu juga anak kita dengan baik... Aku janji akan jadi ayah yang baik untuk kalian.”


Dengan tangan yang bergetar... gadis itu telangkupkan kedua tangannya dengan lembut ke pipi suaminya. Sembari menahan isak sedan tangisnya, Feirvy berucap lembut untuk suaminya.


“Aku berjanji karena kau bukan pria jahat, kau pria terbaik untukku. Kau ingat saat aku mencopetmu dan kau malah menolongku. Waktu itu aku sudah terpesona olehmu.”


Di tengah matanya yang berkaca air mata... Key tersenyum manis betapa dia bahagia mendengar ucapan istrinya itu. Begitu juga Feirvy tersenyum manis melihat suaminya mau tersenyum setelah kejadian semua ini terjadi.


Percayalah sayang, ini bukan hari terakhir kita bertemu... Saat nanti kita bertemu, aku janji akan jadi suami dan ayah yang terbaik untuk kalian.


Di waktu yang sangat singkat itu Key berusaha menggunakannya sebaik mungkin untuk menghibur istrinya supaya tak berlarut dalam kesedihannya. Key peluk istrinya dengan kepala bersandar di permukaan perut Feirvy. “Anak Ayah... Kau nantinya akan jadi anak yang hebat. Tunggu ayah pulang sayang... Dan jaga mama mu dengan baik. Kau jangan nakal dengan mama mu nanti. Kau tahu, Mama mu itu orangnya sangat cengeng.”


Mendengar itu semua. Feirvy tersenyum. Betapa leganya Feirvy mendengar itu semua.. Key kecup pipi dekat bibir istrinya dan kembali memeluk istrinya dengan erat. Sayangnya waktu mereka sudah berakhir. Betapa semua orang yang di sana dibuat termangu dengan ketulusan cinta mereka. Semua terdiam saat mereka melakukan perpisahan terakhir mereka. Dan disaat waktunya tiba Key berdiri. Tangannya yang tergenggam tangan istrinya perlahan dengan berat hati kini perlahan terlepas sudah... Dan di detik langkah kaki Key sudah sedikit menjauh dari istrinya. Feirvy berdiri memanggil suaminya bersuara lantang untuk suami tercintanya.


“AKU DAN ANAKMU AKAN MENUNGGUMU. KAU JANJI HARUS TETAP SEHAT DI SANA.”


Key tersenyum ironi juga bercampur penuh syukur. Di dalam hidupnya sudah istri yang selalu mencintainya.


Dan ya Tuhan... berikan keajaiban dalam kehidupan ku ini. Aku selalu ingin bersama anak dan istriku.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2