Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
SEASON 2, Perubahan Hidup


__ADS_3

Bagaimana rasanya membeli istri sendiri dari tempat perjudian dengan cara yang di lelangkan oleh penguasa dunia gelap yang baru dengan beberapa sekumpulan asosiasi orang kaya dan berkuasa di negeri tersebut.


Kehidupan begitu membolak-balik takdir mereka hingga siapapun tak pernah menyangka kalau akhirnya Feirvy bisa jatuh ke dalam jurang dunia gelap dimana dia harus mempertahankan martabatnya sebagai wanita agar tak mudah terjamah oleh pria manapun meski dia berada di tempat kotor sekalipun.


Dengan sikap memimpin yang pintar, menyanggah pandangan saat berjalan, tingkah berkelas setiap gayanya, Tentunya harus mempunyai skill cerdas saat bermain casino dan dia harus punya beberapa keahlian yang mendukung agar dia bisa selalu menang dalam setiap taruhan judi yang pria itu tujukan padanya. Kalau dia kalah maka lelaki itu yang akan mendapatkan tubuhnya, dan kali ini Key harus benar-benar bekerja keras untuk mengambil istrinya yang malah berlagak tidak mengenalinya. Apapun itu motif dan misi Feirvy dengan golongnya, key tidak akan begitu saja menyerah apalagi itu istrinya sendiri, istri kesayangannya, belahan jiwa yang selama ini menemani kesepiannya, menemani kesehariannya selama beberapa tahun ini.


.


.


.


.


.


.


Pagi itu begitu damai ... udara saat itu tidaklah dingin juga tidak terlalu panas dirasanya. Hari-hari mereka selama dua tahun ini ... mereka lewati dengan sangat bahagia, tidak ada hari selain canda tawa dari bibir dan tingkah mereka. Kalaupun ada kata bahagia hanya milik mereka bertiga. Maka, Key dengan senang dan sungguh-sungguh mengiyakan kata itu, karena tidak ada kemunafikan dalam hubungan mereka. Semua berjalan senatural mungkin dan tidak ada kepalsuan dalam hubungan mereka.


Pagi ini ... Key habis mandi. Keluar kamar mandi dan berjalan pelan lalu duduk di samping Feirvy yang tiduran di kasur. Sejenak Key amati paras cantik nan lembut istrinya tersebut ..., meski sudah melewati satu malam tanpa make-up wanita itu masih benar-benar cantik. Kadang adalah hal yang begitu dikagumi oleh seorang Key, dia bisa mendapatkan istri pintar cantik dan sangat mencintainya dan selalu menemaninya di saat apapun juga, dan Key selalu mengingatkan dirinya sendiri kalau dia harus menjaga sepenuh hati istri berliannya tersebut.


.


.


.


.


Key pelan membungkuk lalu membisikkan kata lirih manis dan menyenangkan ke telinga Feirvy. “Aku menyayangimu, Sayang...,” samar-samar Feirvy menggerakkan kepalanya dan dia setengah sadar dengan ucapan manis nan hangat dari suami tersebut. Belum juga membuka mata, Feirvy tersenyum manis dan terlihat tersipu malu di pipinya dan itu terlihat oleh suaminya yang balik tersenyum untuk Feirvy.

__ADS_1


Dengan jarak yang lebih renggang lagi sambil memeluk tubuh istrinya yang tiduran ... key berucap menggoda, “Mau lanjutin yang semalam ...?” Feirvy membuka mata dan tersenyum senang juga menggoda. Feirvy menghela tubuhnya dahulu lalu menghadap ke Key dan melingkarkan kedua lengannya ke leher suaminya sembari berucap, “Dengan senang hati ... apa perlu aku yang melakukannya dahulu?” tanya Feirvy begitu menggoda yang menimbulkan gejolak panas ke tubuh Key. Key tatap satu arah mata Feirvy dengan seringai menggodanya. Tak menunggu lama lagi Key beraksi terlebih dahulu, memuaskan istrinya yang berani itu dan tanpa menggubris Feirvy yang sedikit kesakitan di buatnya.


****


"Hasil penjualan saat ini, begitu memuaskan Key." ucap Ronald rekan kerja Key sekaligus teman yang sudah lama dia kenal. Key duduk di atas bibir meja sembari membaca berkas penjualan di tahun ini. Masih bersikap datar, Key menanyakan kapan kedatangan Verru yang kini masih di luar negeri setelah dia bebas dari penjara. Ronald segera mengambil ponselnya dan memperlihatkan hasil chat dirinya pada Verru yang gak lama ini, bahwa Verru kemungkinan akan balik bekerja lagi setelah satu bulan dia selesaikan pekerjaan di luar negeri.


.


.


.


.


Enam jam berlalu setelah Key pulang dari markas besarnya yang kini sudah hampir selesai produksi senjata-senjata terbarunya yang tinggal menunggu transaksi terakhir untuk penjualan di negaranya sendiri. Key duduk jatuhkan tubuhnya yang lelah ke sofa besar di ruang keluarga, seraya tangannya melepas jaket mantel hitam tebal yang sedang dia kenakan. Kallea berlari setelah melihat papa kesayangannya pulang. Sambil cemberut bocah cantik berusia tujuh tahun itu kini memeluk Key dengan sedihnya. Sikap anak gadisnya itu membuat raut wajah Key berkerut penuh tanya -kenapa dengan anak cantik dan pintar ini-


“Kenapa sayang ...?” tangan Key memeluk Kallea. Sebelum menjawab Kallea melirik mamanya yang baru datang dengan ekspresi cemberut yang tak terelakkan lagi. “Hiks hiks ... Mama selalu melarangku beli boneka berbie Pa ...,” Kallea lebih erat memeluk pinggang Papanya. Tentu saja permintaan ringan itu membuat mata Key terbelalak, sedikit heran dengan istrinya yang melarang anak kesayangannya hanya untuk membeli sebuah boneka berbie yang mungkin Key langsung bisa belikan satu kamar untuk Kallea. Tapi, Feirvy menyahut duluan sebelum Key berbicara dengan segala pembelaannya pada anak kesayangannya itu. “Kau tau apa yang Kallea mau beli!”


Key sedikit tercengang awalnya, lalu- tersenyum untuk lebih memilih membelikannya dari pada anak mungilnya itu menangis seharian suntub. “Nanti papa belikan ... Kallea gak boleh nangis ya," Feirvy langsung menyahut, “Hya! Apa kau tidak tahu boneka macam apa itu." Key menyahut tenang. “Bukannya boneka biasanya?"


Feirvy benar-benar geregetan dengan kedua orang di depannya saat ini, Feirvy lingkaran lengannya untuk mencekik suami itu yang selalu menuruti apa yang anaknya itu mau. “Kau tau, boneka itu terbuat dari berlian. Bermahkota permata ruby! Rambut rajut emas, baju channel khusus boneka dan semua gaunnya serba bermanik berlian.” Terbelalak mata Key, dengan apa yang di minta anaknya saat ini.


“Ada, boneka seperti itu?” ucap Key.


“Tentu saja ada. Kau tahu harganya berapa,” timbal Feirvy.


“Berapa?” tanya Key sedangkan Kallea melongo melihat ekspresi kedua orangtuanya.


Feirvy bernada tinggi. “Sepuluh miliyar!!” Seketika itu Key juga cukup terkejut. Kallea yang melihat kedua orang tuanya terlihat terkejut malah menangis mewek lebih keras dari sebelumnya ....


“HUUAAAA itu hanya boneka Pa ... Ma ...,"

__ADS_1


“Diam Kallea. Key-- bahkan anak ini minta dua ... bukannya itu keterlaluan sekali ...." bibir Feirvy cemberut sedih tak terbantahkan lagi. Kallea tambah mewek lagi.


“Papa ...,” Kallea menatap merayu papanya dengan mata anak kucing yang tentu saja Key tak tega untuk melihat anaknya sedih, dan kali ini Key tergoda untuk membelikannya walaupun itu termasuk mahal dalam kategori hanya boneka saja. Feirvy sangat tahu, kalau Key pasti mengiyakan apa yang di minta anak manisnya tersebut, yang tertunya setelah ini Feirvy akan ngomel-ngomel karena tidak baik untuk selalu memanjakan anaknya gadisnya tersebut. Alasannya Key malah bikin jengkel, Key musti bilang kalau kallea mirip dirinya saat minta sesuatu, kalau tidak dikasih Feirvy akan merayu dan akhirnya Key terbujuk rayuannya juga.


*****


Esok harinya di sebuah lobby luas mewah bergaya klasik emas itu, di sebuah counter VVIP khusus member eksklusif. Kallea sungguh disajikan dan diperlihatkan beberapa aksesoris dan hiasan serba bermanik berlian juga mutiara. Mata mungil nan cantik itu seketika terperangah, terkagum dengan bagus dan cantiknya semua aksesoris di sana. Tas cantik hello Kitty berlian ... jepit mutiara, sepatu bertahta batu permata. Sungguh gadis kecil itu sebenarnya hanya terpana karena keindahan bukan karena berlian yang entah itu berapa harganya. Dia hanya bocah kecil polos yang suka akan yang berkilau itu saja yang dia tau.


Key tersenyum senang ... Key menoleh ke istrinya, Feirvy menyadarinya dan akhirnya tersenyum datar pada Key dan mau tidak mau dia juga harus setuju untuk membelikan boneka termahal yang pernah dia tahu.


Key yang duduk di sofa besar khusus itu, dia merangkul istrinya untuk menghiburnya. Feirvy melongos dengan senyumannya. Lalu Kallea datang yang dengan tiba-tiba mengucapkan kata paling menghibur bagi Feirvy. "Kallea sayang Mama ... sayang-- sekali. Mama juga sayang Kallea kan?"


Hah ... benar-benar kata yang membuat Feirvy sangat tersentuh hingga dasar hatinya ... "Cantiknya ..., pintarnya ..., jadi anak baik ya ...tidak boleh banyak merepotkan banyak orang lain disekitarmu kelak."


Dengan senyum berkembang di pipi Kallea, Feirvy mengecup kening Kallea lembut dan penuh kehangatan kasih sayang di sana. Kebahagiaan itu menular pada Kallea dengan senyum sumringah Kallea berlari dengan ceria dan terselip nada nyanyian terdengarnya lalu Kallea memilih-milih boneka mana yang dia mau.


****


Selamat datang lagi semua ... silakan menikmati membaca dan bersiap untuk menanti chapter yang selanjutnya ...


Tinggalkan


like


favorit


komen


vote dari kalian.


by UlanZu

__ADS_1


__ADS_2