Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Lagi lagi Alan harus memandangi sederatan obat dalam glove box mobilnya. Betapa jenuhnya dia harus menjalani beberapa terapi untuk penyembuhan penyakit Leukimia yang di turunkan oleh genetik keluarganya. Sebuah kangker darah yang terjadi karena sel darah yang langka yang membuat sel darah putih mampu menguasai dan merusak sel darah merah sehingga sebagian terapi harus diterima Alan setiap minggunya. Lelaki yang terlihat kuat itu hanyalah di luarnya saja. Dan keputusasaan dalam hidupnya membuat Alan hanya mengenal kesenangan dengan caranya sendiri, entah itu merugikan orang lain atau tidak. Alan berpikir dia tidak mau menderita sendirian. Alan yang yang sejatinya kesepian itu hanyalah pria jahat yang membutuhkan perhatian seseorang.


Alan sandarkan tubuhnya ke dudukan mobil. Ia termenung memikirkan tindakannya tadi yang ingin menguasai tubuh Feirvy sepenuhnya malam ini. Kira kira sudah termakan belum permen ya. Aku lebih tak sabar dengan perempuan itu. Bagaimana rasanya tubuh seseorang yang cuek denganmu lalu kemudian tubuhnya itu malah akan jadi milik seseorang tersebut.


Beberapa menit setelahnya dari mobil, Alan kembali berjalan ke arah ruang kerjanya. Saat ia melihat jam tangan di pergelangan tangannya dan masih menunjukkan jam istirahat di jam istirahat sore hari, akhirnya ia memutuskan menghabiskan sisa sisa jam istirahat nya, untuk duduk duduk menikmati hijaunya taman dan menghirup udara segar yang senantiasa mampu meresap menghempas halus kesetiap permukaan kulit lelaki yang mau menjebak Feirvy saat ini.


Ya, Obat itu memang sengaja yang diciptakan untuk tidak bekerja siang hari ataupun sore hari. Obat tersebut sudah di akomodasikan sesuai jam kerjanya. Obat yang khusus di buat olehnya, obat yang akan bekerja di malam hari dimana siklus udara lebih dingin dari pada siang hari, dari situlah obat itu akan mulai bekerja. Dan saat obat sudah mulai masuk ke dalam pembuluh darah, obat akan menyebar bekerja ketika bertemu dengan hawa dingin. Tak jauh jauh fungsinya dari obat perangsang tapi istimewanya obat ini bekerja lambat dan sisa obatnya tak akan terdeteksi oleh tubuh meski baru saja terminum oleh manusia. Dan tiba saatnya malam, maka wanita itu akan meronta ronta mengemis untuk di jamahi saat bertemu lelaki siapapun di hadapannya.


Sebenarnya tidaklah perlu Alan menengok Feirvy ke tempat kerjanya. Karena saat obat itu bekerja pastilah Feirvy mau dengannya. Tapi rasa penasaran nya yang lebih dalam dari rencananya tadi. Alan memutuskan melangkahkan kakinya, santai menuju ke ruang kerja perempuan mungil istri Key..


“Sudah, aku sudah makan siang. Tumben Ayah telpon?”


“5 hari lagi Ada undangan pernikahan anak perdana menteri di kota Xx. Ayah merasa tidak enak badan. Bantu Ayah menggantikan undangan tersebut ya, sayang. Tidak sopan kalau tidak datang apalagi itu undangan secara formalitas. Mereka sudah mengetahui identitas mu yang asli jadi mereka akan percaya kalau kau anak ayah.


Tampak berpikir... “Aku mau. Asal Key ikut.”


Dari balik telpon Arthur mendengus.


“Undangan untuk satu orang saja. Bukan sepasang. Pernikahannya sangatlah Tertutup sekali."


Dan bagaimana lagi. Mau tidak mau Feirvy harus berkata iya dan tanpa suaminya. Pikir pikir beberapa bulan ini Feirvy tidak pernah menurut dengan Ayahnya. Dan mungkin kali ini Feirvy tidak ingin membuat Ayahnya kecewa lagi yang akhirnya menyetujui undangan pengganti tersebut dan terhitung mundur 5 hari dari sekarang.


.


.

__ADS_1


.


.


Tidak terlalu jauh Alan mengamati Feirvy sedang memegang Handphone di tangannya. Ditatapnya lurus lurus, bahwa Alan tengah menerawang gerak tubuh Feirvy saat ini. Lalu terlihat jelas dan terbaca kalau perempuan itu belum juga memakan permen yang dia kasih kepadanya. Alan mulai melangkah ke tempat Feirvy yang lagi duduk santai. Tapi sebelum langkah kakinya berjalan sampai ke tempatnya tersebut. Salah satu senior Feirvy datang dan langsung duduk begitu saja satu kursi dengan Feirvy. seorang senior wanita yang periang yang biasanya selalu membawa keceriaan dan kebanyolannya disetiap dia ada.


“Hei!”


“Hah. Kau membuatku kaget saja.”


“Kau ini suka sekali duduk di taman.” ucap atasan Feirvy.


“Udara disini bagus.” Feirvy tersenyum.


Di sela sela waktu itu, terlihatlah Feirvy mulai mengambil sesuatu dari dalam sakunya yang tidak lain adalah permen pemberiannya Alan. Awal mula Alan begitu antusias ingin segera melihat bibir kecil itu segera membuka mulut dan ******* habis permen tersebut. Tapi setelah sepersekian detik entah pikiran dari mana Alan tampak resah dan keresahan itu membuat tatapan mata Alan menjadi nanar. Dan rasa kecemasan mulai berkecamuk dalam hatinya. Rasa tidak tega itu tiba tiba menceruat muncul tanpa di duga duga.


Tak menggubris minat yang akan meniduri Feirvy tadi. Alan segera cepat berlari ke tempat Feirvy terduduk dan .... Permen yang akan masuk ke mulut Feirvy, cepat cepat dia rampas dia ambil paksa dari tangan Feirvy. Membuat Feirvy terkejut menegang kebelakang dan matanya harus membeliak kearah Dion.


“Ka. Kau kenapa? Tiba tiba sekali.”


Tak kalah terkejutnya atasan Feirvy juga ikut terkejut. Dan kini Alan tengah Terjebak dengan tindakannya sendiri. Sekelibat tubuhnya mematung tak siapkan jawaban apa yang akan dia kasih untuk tindakan nya yang barusan. Setengah memalingkan muka dan mengernyitkan mata, sangat sangat terpaksa tidak ada alasan lainnya lagi, Alan meng*lum permen itu dengan sangat terpaksa intinya. Balik muka lagi dia layangkan senyum meringis ke arah Feirvy. “Aku salah kasih permen. Ini permen kesukaanku, permen langka dan permen ini susah didapatkan.”


Yah mungkin karena teringat kebaikan Feirvy malam itu atau Alan mulai menyukai Feirvy, jadi membuat Alan bersikap seperti barusan.


Terheran. “Apa.” Bukannya permen itu di kantin banyak sekali. Hah... Entahlah. Lelaki memang susah di pahami. Saat itu ingin hati Dion langsung pergi dan memuntahkan permen dari mulut nya. Tapi siapa yang pernah menyangka dan Alan sangka Juga. Tiba tiba Atasan Feirvy menarik tangan Alan membuat Alan menjadi terduduk. Ini pasti karena atasan Feirvy gemes dengan wajah Alan yang lembut tapi menggoda, beberapa kali atasan Feirvy menggoda Alan terus menerus dan tak tahukan mereka berdua itu, bahwa Alan sebenernya tengah menahan permen nya sendiri agar tak melumer dalam mulutnya. Tapi itu mana mungkin, permen yang ada di mulut pastilah akan melumer kalau kena air liur. Dan ini bagaikan karma buat perbuatannya dia sendiri. Dan Alan harus beberapa kali hanya bisa senyum meringis di depan mereka.

__ADS_1


.


.


.


****


Hah. Hah. Hah. Alan meludah di sisi luar belakang rumah sakit dan mengumpat Dasar wanita sialan. Benar benar dibuat kesal diri Alan oleh atasannya Feirvy. Banyak yang tertelan. Pasti ini akan bekerja di tubuhku sendiri. Lalu bodohnya aku tadi. Kenapa tidak biarkan Feirvy saja yang memakannya. Kini Seperti ada yang merasuk dalam rongga tubuhnya. Dan efek obat itu memang perlahan sudah mulai bekerja meski tak tersadari secara nalar tapi buat Alan yang menciptakan permen tersebut, tentu lebih mengenali sendiri dari pada orang lain. Perlahan- lahan obat itu mulai menguasai Tubuh Alan.


-Harus ada korban malam ini. Dan harus ada yang di korbankan malam ini-


.


.


.


.


.


Up 1/2


silakan berikan dukungan kalian... thanks..

__ADS_1


__ADS_2