Laman Kosong (Key)

Laman Kosong (Key)
Terlampiaskan ( Bonus Chapter 2)


__ADS_3

“...Sudah....” kata lirih Feirvy yang bibirnya sudah terlihat merah merekah.


Mata Pria yang berkabut itu berusaha mengendalikan dirinya dan perlahan merenggangkan ciumannya. Dan kembali mengecup bibir Feirvy sebelum dia beneran berhenti dari tindakannya itu.


Masih dengan muka yang terlihat malu dan masai Feirvy malu malu berkata kembali pada suaminya. “Kamu kesana dulu, bentar lagi aku menyusul. Aku siapkan makanan dulu.”


Menatap sambil tersenyum tipis key lalu berpamitan untuk menemani anaknya.


Dan-- seperti segumpalan napas keluar penuh. Jantung Feirvy seolah meledak! karena... Karena... pokoknya rasanya campur aduk, kayak es campur. Dari mulai rasa canggung, rasa belum siap, rasa malu, rasa tak percaya diri, rasa rindu, rasa takut. Benar-benar jadi satu menggulung dan mengikat hati Feirvy.


Ternyata 6 tahun memang waktu yang cukup lama. Dan akhirnya membuat rasa tersendiri yang tak di mengerti oleh Feirvy.


Feirvy beberapa kali mengernyit mukanya sembari tangannya menyentuh dadanya sendiri. “Dia... kenapa Aku merasa untuk pertama kali aku dicium pacarku sendiri... padahal aku sudah punya anak dengannya.” “achh... jantung terus berdetak keras tak mau berhenti. Gimana ini...."


Feirvy yang gugup terlihat sampai berulang-ulang kali mencicipi masakannya takut kalau masakannya kurang enak, atau kurang cocok untuk lidahnya Key.


****


“Lagi gambar apa sayang?” Tanya Key dari belakang punggung Kallea. Saat Kallea berbalik badan, Key menggendong putri kecilnya ke atas pangkuannya.


Dengan senyum lebar. “Lagi gambar Papa.” Tapi setelah kata itu, Kallea terlihat diam malah seperti menatap Papa nya yang sedang memangkunya. Bahkan tatapannya bukan tajam lagi tapi malah seakan menelisik setiap garis muka Key. Key yang tak tahan dengan sikap anaknya itu, yang tadinya ingin tertawa kecil langsung tertawa terkekeh-kekeh.


“Hahahaha... aduh udah sayang menatapnya. Perut Papa sakit. Kenapa tatapan mu itu seolah mengintimidasi Papa.”


Kallea cemberut imut, seperti sikapnya saat ini jadi bahan tertawaan oleh Papanya. Lalu Key memeluk Kallea yang imut tersebut.


“Kallea kenapa...?”


“Papa kata Mama aku mirip Papa. Kenapa mata Papa lebih kecil dari pada milik Kallea.”

__ADS_1


Key kembali tersenyum. “Itu karena Kallea masih sangat kecil. Jadinya bola mata Kallea terlihat lebih besar dari pada orang dewasa...”


Di balas Kallea memeluk Papa nya dengan penuh rasa sayang. “Pa... Papa jangan pergi lagi ya... Setiap Mama dan aku pergi ke taman bermain. Kita hanya berdua saja-- lainnya ditemani Papa nya.”


Key tersenyum ironi dan kembali memeluk anaknya. “Tidak sayang--Tidak lagi. Papa janji. Kallea sayang Papa?”


Dengan polos Kallea mengangguk dan berucap 'iya'. Dan karena sayangnya Key begitu besar dengan anaknya tersebut. Key peluk erat kembali Kallea. Bukan hanya sayang tapi bercampur rasa rindu dan berterima kasih sekali pada sang pencipta sudah memberikan anak sepintar Kallea.


.


.


.


.


Sambil menunggu Feirvy selesai masak. Key bantu-bantu Kallea menggambar dan Key lihat semua gambaran Kallea yang sederhana tapi gambar tersebut sangat berarti untuknya. Lalu dari belakang mereka, Feirvy menghampiri Anak dan Ayah itu yang lagi asik bermain bersama-sama.


Key lihat dirinya sendiri dan dia sadari kalau dia sedikit tak nyaman dengan tubuhnya. Key mengiyakan apa yang istrinya usulkan. Dibawanya koper milik Key ke kamar miliknya. Dan di tengah jalan kaki Feirvy berhenti. Dan dia baru ingat seperti nya kamar mandinya belum dia bersihkan dari 3 hari lalu. Dan merasa takut kalau suaminya menilai dirinya selama ini hidup dengan jorok.


“Stop!!” Bersuara cepat Feirvy menghentikan kaki Key yang mengikutinya.


Key terperanjat setengah kaget dengan sikap Feirvy yang mendadak itu. “Ada apa?”


Tersenyum meringis Feirvy mencoba mencari alasan yang tepat untuk tindakannya barusan.


"Hahaha... itu kamar mandinya gampang terkunci sendiri. Aku harus cari kuncinya terlebih dahulu. Kamu disini dulu. Pokoknya kau stay disini dulu.”


Sedikit menelisik perkataan istrinya itu. tapi itu juga termasuk masuk akal juga. Tapi yang Key merasa gak masuk akal adalah kenapa dia harus menunggu disini bukannya disuruh menunggu di dalam kamar saja.

__ADS_1


Lalu buru-buru secepat kilat Feirvy masuk kamar mandi dan membereskan kamar mandi yang sedikit berantakan itu. Karena kamar mandinya nggak terlalu besar seperti kamar mandi Key dulu jadi lebih gampang dia membereskannya.


insting Key semakin lama semakin curiga saja dengan istrinya. Tanpa Feirvy ketahui Key masuk dalam kamar, dan Key amati isi kamar istrinya itu dan tersenyum manis saat tahu kamar istrinya tak terlalu rapi seperti kamar nya dulu. Dengan rasa penasaran... apa benar kunci kamar mandinya sedang rusak. Key yang sedang di dekat pintu kamar mandi, tangannya menggerak-gerakkan handle pintu. Dan dia merasa ini normal-normal saja, apanya yang rusak? Lalu Key buka tanpa permisi.


Dilihatnya Feirvy sedang membersihkan ruang kedua kamar mandinya yang berkaca transparan dan terlihat Feirvy ada di dalam sana. Key tersenyum tipis lalu berjalan menghampiri istrinya.


Saat Key membuka pintu, terbelalak mata Feirvy. “Kok kesini.”


“Istriku sedang berbohong?”


Feirvy menahan senyum dan untungnya pekerjaannya sudah hampir selesai.


“Hahaha aku ketahuan. Kau boleh mandi sekarang.”


Saat Feirvy hampir saja mau keluar pintu-- di hadangkan tangan Key yang kekar menghalangi tubuh istrinya yang mau pergi darinya. Dan setengah mendorong bahu-bahu istrinya masuk ke kamar itu lagi. Kini mereka begitu sangat dekat... hingga dada Key menyentuh permukaan tubuh istrinya.


Dan itu membuat jantung Feirvy berdentum cepat. Di depan muka Feirvy... Key berkata pelan dan parau... “Kalau kau mau-- Kau boleh membantuku mandi. Aku butuh sentuhan mu itu.”


Nadanya seolah begitu menggelinyar dan terasa panas di telinga Feirvy. Hingga muka Feirvy merah padam. Dia sedikit malu karena ini sudah sangat lama sekali. Disisi lain Feirvy juga tak ingin menolak apa yang diinginkan dan dilakukan suaminya sekarang.


Perlahan satu persatu Key tanggalkan baju istrinya, sembari mensesapi leher Feirvy yang sudah setengah kelonjatan dengan apa yang key lakukan padanya. Feirvy sudah mulai terbuai akan sentuhan suaminya. Yang sudah lama dirindukannya dan di dambakan nya. Begitu juga Key... dia tanggalkan pakaiannya sendiri dan terlihat masih begitu berotot di hadapan istrinya. Key mendes*h seperti tak tahan lagi untuk tak lanjut ke hal intim lainnya lagi.


Key lakukan apa yang dia mau dan Feirvy menerima perlakuan yang Key berikan padanya. Itu semua menambah gairah yang tak bisa ditahan lagi. Sentuhan demi sentuhan... diruang kaca transparan itu mereka lakukan sepuasnya dan sesuka mereka. Tanpa halangan apapun mereka lakukan hingga mereka memekik keras kepuasan satu sama lainnya.


****


****


Masih ada lanjutannya, Tapi sayangnya thor belum sempat ketik. Jadi nunggu lagi ya 😆😘😀

__ADS_1


Kalau kalian suka jangan lupa, like,komen, vote juga.


__ADS_2