
Wajah Feirvy berpaling ke arah suara gadis tersebut. Sementara Feirvy celingukan satu arah, dirinya sangat penasaran dengan suara perempuan yang seakan nada bicaranya sangat familiar ketika memanggil suaminya. Suara siapa itu, kenapa memanggil Key begitu akrabnya. Di saat Feirvy berpaling ke arah suara tersebut. Paras muka Key terlihat sumringah melihat amarah Feirvy sedikit teralih dengan rasa penasarannya saat ini. Pria itu kini malah tengah berpikir untuk mencurangi istrinya sendiri--.
Di posisi wajah masih menoleh ke sumber suara perempuan tersebut. Feirvy tak pernah menduga. Key malah meluncurkan kecupan bibir ke bibir samping Feirvy di saat Feirvy masih marah marahnya dengannya. Terjengat kebelakang kepala Feirvy. Feirvy langsung meluncurkan juga tatapan kejam nan suram untuk Key. Layaknya tatapan membunuh pada suaminya sendiri. Feirvy berusaha mendorong dada Key yang sedikit dekat dengan posisinya saat ini. Dan tentu saja dada yang bidang itu tak bergeming. Key malah melemparkan senyum yang sangat manis untuk sang istri yang berdiri kaku dengan sisa sisa amarahnya tadi.
Tak tahukan Feirvy. Sikapnya yang seperti itu malah membuat Key menjadi sangat gemas dengannya. Dengan senyum jahilnya, Kedua tangan Key meraih leher rahang pipi Feirvy dan sedikit memaksa mencium lagi bibir istrinya. Padahal tahu sendiri Feirvy saat ini sedang marah. Tapi malah sikap Key yang seperti itu. Membuat Feirvy merasa Key benar benar tak tahu diri, juga tak tahu situasi seperti apa sekarang ini. Pria yang seenaknya sendiri. Pikir Feirvy.
Feirvy meronta ronta. "Pergi kau pria brengsek!!"
Key yang memberikan senyum seringainya. Terus saja wajahnya mengikuti gerak wajah Feirvy ke kanan, ke kiri tapi wanita memang sangat gesit. sampai sampai Key belum juga berhasil meraih bibir istrinya untuk di ciumnya lagi.
.
.
.
.
Tibalah, suara Nayna terdengar tertegun juga terheran saat menemukan kakaknya. “Kakak ......” Suara pelan dan tatapan yang nanar, Nayna layangkan pada mereka berdua yang entah mereka sedang melakukan apa. Tapi sikap mereka sudah sangat berhasil membuat kesadaran Nayna tengah meloncat dari alam pikirnya. Di tambah lagi Nayna melihat sendiri kakaknya memaksa mencium seorang wanita. Key yang menyadari adiknya sudah menemukannya, segera Key berhenti memaksa Feirvy dengan tingkah konyolnya tadi dan dengan cepat juga penasaran Nayna langsung bertanya tentang wanita yang di paksa kakaknya tersebut.
Nada suara Nayna samar dan sedikit terbata bata. “...Si. Siapa dia kak?”
Feirvy termangu bibir setengah terbuka. Suara yang membuat dirinya tadi penasaran. telah memanggil Key kakak. Feirvy langsung beranggapan 'mungkin gadis ini adalah adiknya Key'. Key melingkarkan lengannya ke bahu Feirvy.
“Dia istri kakak.”
“ISTRI!!!!"
Masih terbawa amarahnya tadi. Tangan Feirvy berusaha menampik lengan Key yang memeluknya. Seketika itu mata Nayna harus tertahan melebar akibat keterkejutan atas peristiwa juga kenyataan yang dia temui saat ini. hingga matanya tak berhenti henti melebar tak jauh dari posisi Feirvy saat ini.
“Ke-ke. Kenapa kakak tidak memberi kabar pada Ayah, Ibu dan juga aku.”
“Adikku sayang, seharusnya kau menyapa dulu istri kakak sebelum bertanya itu.”
Feirvy berpaling ke muka Key. Memberi isyarat tak bersuara, tapi dapat Key terawang bahwa istrinya memberi tanda kalau Feirvy tengah tak enak hati, melihat Adiknya harus menghormatinya secara mendadak seperti ini. Nayna memandang Feirvy dengan setengah menelan ludahnya sendiri, sebelum memulai apa yang mau dia katakan saat ini.
“Kakak ipar ... perkenalkan, namaku Nayna, adik kak Key. Siapa nama kakak.”
Aku pikir dia tadi anak yang angkuh saat melihat raut wajahnya. Tapi dia seperti ini terlihat menyenangkan. Feirvy mengulurkan tangannya ke arah Nayna. “Namaku Feirvy--,”
"APA!!! FEIRVY!!!" Langsung Nayna terjengat! terkejut! mematung beku, mendengar kakak iparnya berbicara.
Dari belakang, secepat kilat tangan Verru mencubit lengan Nayna. Key tak kalah terkejut sendiri. Dia tengah kelupaan tentang masa lalunya dengan nama yang sama juga.
“Ha-ha Udah kenalannya. Ayo Feirvy. Sudah malam tidur yuk.”
“Nggak! Kau tidur dikamarmu saja.”
Tangan Key membalikkan tubuh Feirvy lalu kedua tangannya mendorong sisi kanan kiri bahu Feirvy ke arah kamar keduanya.
“Ayok--” Kata kata paksaan nan manja Key, sembari meneriaki adiknya yang masih dipenuhi dengan jiwa keterkejutan yang melandanya. “Kau cepat tidur. Besok kakak urus pendaftaran sekolahmu.”
.
__ADS_1
.
.
.
Keterkejutan Nayna perlahan kini berubah dengan tatapan nanar, sembari terus menatap kakak juga Kakak ipar nya berlalu menjauh darinya. Kakak ... Kenapa kau harus berurusan dengan nama yang sama dengan masa lalumu. Dan yang sekarang ini apa juga sama. Nona itu juga terlihat seakan menolak kakak. Kakakku kenapa kau malang sekali jalan cerita cintamu. Kita bagaikan pinang dibelah dua. Sama sama selalu kandas dalam urusan cinta. Hufff.
Verru menepuk kedua tangannya ke depan muka Nayna yang melamun. “Hei rambut mie. Melamun saja. Inget jangan asal bicara tentang Feirvy dahulu pada Feirvy yang ini.”
"Aku Tahu--"
.
.
.
.
.
Pikir Feirvy kembali berangan angan setelah seakan melihat kejanggalan dari kejadian barusan. Pikirnya, Kenapa Nayna begitu syok mengetahui namaku. Sebenarnya ada apa. Dari pemikiran itu Feirvy ingin sekali tahu melalui Key yang ternyata tengah menunggu istrinya yang berjalan layaknya siput sembari melamun. Key kini menunggu dengan berdiri diam dengan bahu bersandar di ambang pintu.
“Ada yang sedang kau pikirkan?"
“Minggir kau. Tentu saja ada. Aku memikirkan bagaimana caranya bisa keluar dari sini. Mencari lelaki baik yang mau aku pacari dan nanti aku nikahi lalu punya anak dengannya.”
Key gregetan mendengar kata kata istrinya tersebut. Membuat Key menggigit bibir bawahnya sembari seringai senyuman disetiap sudut bibirnya.
Feirvy mencak mencak nggak karuan. “Hei Key brengsek. Turunkan aku!"
"Katamu ingin punya anak.”
“Iya. Tapi bukan denganmu.” Key setengah membanting tubuh Feirvy ke atas ranjang yang empuk juga lembut. Di situ Key merangkak mengambil posisi tidur dengan sang istri.
“Em ... Key. Tadi kenapa adikmu kaget sekali mendengar namaku.”
Dengan posisi tidur tengkurap dengan muka muka perpaling menghadap Feirvy. Key seakan langsung setengah mengepalkan jemarinya mendengar pertanyaan istrinya. Dan kini ia harus segera mencari alasan setepat mungkin.
“Dulu waktu kecil. Saat masih SD nama adikku sama sepertimu. Feirvy juga. Mungkin dia jadi begitu terkejut. Tahu nama kakak iparnya bernama sama dengan dirinya dulu.
“Oh ... Aku kira apaan.”
“Kenapa kau begitu penasan dengan kata kata sepele gitu saja. Kau nggak penasaran dengan benda di balik celanaku ini, yang sudah menegang.” Entah kenapa Key tak pernah bisa menahannya kalau sedikit saja dekat dengan Feirvy. Apalagi hawa hawa setelah marahan. Rasanya malah bikin nafsunya meradang tak terkendali. Tapi Feirvy cuek saja tak peduli dengan manusia yang bikin dia marah barusan. Key setengah tubuhnya terbangun. Mendekatkan bibirnya ke telinga Feirvy yang duduk seraya membisikkan nada sensual yang panas dan menggairahkan.
“Sayang..,pegangi juga barangku—nggak tahan nih ...”
Feirvy menimpuk muka Key dengan bantal.
“Kocok sendiri sana. Lagian aku cuma istri bohongan mu. Mana ponselku!"
"Ndak. Nggak akan aku kasih." Key meraup tubuh istrinya dalam dekapannya. “Siapa bilang. Kau istriku satu satunya.”
__ADS_1
"Kau tahu presiden terkejam di dunia ini."
"Tahu. Apa hubungannya aku dengan Kim Jong un."
"Kau sama sama kejamnya dengan dia."
"Hahahahaha. tapi aku lebih tampan dari dia."
Kegemasan Key bertambah dua kali lipat kali ini. membuat Key menguyel-uyel istrinya dengan senangnya. Bahwa Key kini tengah terfikirkan mencari cara lain untuk keamanan Feirvy. tanpa harus terus terusan menyembunyikan perasaannya. Mungkin bukan hari ini dia harus mengatakannya. Key masih memilih milih tempat yang aman untuk istrinya. Malam pun mulai larut malam dan mereka tertidur bersama satu ranjang. Kamar utama yang biasanya Key tempati sepertinya sekarang sudah di anak tirikan oleh Tuannya. Key tak pernah lagi tidur di kamar itu, selain berganti baju dan hal-hal penting saja.
Masa lalu yang kelam itu kini mulai perlahan tersapu dan mungkin tinggal hanya bulir buliran kenangan yang tersisa. Kehadiran gadis itu seakan membuat hati yang dingin dan beku, bisa kembali merasakan kehangat dalam hatinya. Apalagi melihat sikap Feirvy yang bisa di baca Key kalau Feirvy sendiri menyukai dirinya, membuat Key begitu amat lega. Pikir Key tidak ada yang tak mungkin, mungkin tidak perlu berpisah dari Feirvy. Key harus bisa mempertahankan wanitanya apapun yang terjadi saat ini. Apapun akan Key lakukan untuk Feirvy.
.
.
.
.
*****
Nayna tiduran di kamarnya. Ingin tidur tapi tidak bisa, hatinya begitu resah. Matanya memandangi langit langit plavon putih di atasnya, beberapa kali memejamkan mata. Sekelibat bayangan tentang istri kakaknya begitu menaunginya pikirannya. Kakak, Tidak pernah terlihat begitu dekat dengan wanita meskipun itu Feirvy yang dulu. Aku setuju-setuju saja kakak dengan wanita itu. Tapi. Kenapa kakak tidak ajak tidur istrinya di kamar utamanya. Apakah mungkin, Kakak masih sangat mencintai Feirvy yang dahulu. Sampai sampai kakak belum membersihkan semua kenangan Feirvy yang dulu di kamar utamanya. Kakak ... Apa kau benar masih mencintai wanita yang sudah meninggal itu. Lalu bagaimana kalau istrimu tahu. Kau masih menyimpan rapat rapat tentang kenangan wanita itu di kamar utamamu. Adikmu sangat mencemaskan mu.
****
Pagi hari, sesudah Feirvy bangun dan Key mandi di kamar utamanya. 3 pelayan perempuan terlihat sangat terkejut. Di lantai ada dompet tergeletak begitu saja. Mungkin punya Verru tapi apa mungkin punya Tuan Key. Mereka belum berani mengambil. Takut kalau benar punya Tuan Key. Dan takutnya ada yang hilang. Nanti mereka jadi sasarannya.
Dari sisi kejauhan. Feirvy yang selalu bangun pagi. Sedikit terheran mereka bertiga berkumpul saling sikut menyikut satu sama lainnya. Dihampirinya mereka seraya menyapa mereka bertiga.
“Kalian ini kenapa?”
Saat itu juga ketiga pelayan terlonjak karena terkejut juga begitu senang ada nyonya mereka datang.
“Nona. Itu. Ada dompet jatuh. Apa mungkin punya Tuan Key.”
Pandangan Feirvy beralih ke arah dompet tersebut. Dompet warna coklat tua. Menerka nerka terlebih dahulu lalu Feirvy memungutnya. Dengan tatapan mengingat ingat. Bukankah ini dompet milik Key. Dompet yang dulu sempat aku copet. Key ceroboh sekali. Sampai dompetnya jatuh di sini.
“Ini milik Tuan Key. Terima kasih sudah menemukannya ya. Kalian boleh kembali bekerja.”
“Baik Nona ...”
Feirvy memandangi dompet milik Key. Dompet yang keren, Dompet ini ... Rasanya pembawa aku dan Key bisa saling bertemu sampai saat ini. Bahkan sampai jadi istrinya. Sebenarnya nya isinya apa aja sih?. Feirvy hanya berani membolak balikkan dompet tersebut tanpa berani membukanya. Disaat gerakannya yang masih membolak balikan dompet suaminya. Tiba tiba suara klintingggg benda jatuh dari dompet Key. Dan itu seperti gelang mini ukiran stenlis terjatuh di lantai.
Terjengit Feirvy langsung membungkuk dan mengambil benda tersebut. Ternyata gelang stenlis itu terdapat satu kalimat ukiran. Perlahan Feirvy baca. "Aku menyukaimu Key" di bawah kalimat itu ada nama Feirvy.
Feirvy termangu membaca kalimat itu. Maksud dari ukiran itu sedikit tidak dia mengerti dan pahami. Kenapa ada nama Feirvy di ukiran tersebut. Feirvy berasumsi. Apakah ini Key yang membuatnya untuk ku. Kenapa kata katanya terbalik. Seharusnya Aku menyukaimu Feirvy. Key. Ini seperti orang lain yang mengukir dan di tujukan untuk Key. Tapi kenapa namanya Feirvy. Dan Kenapa hari hari ini namaku sendiri sedikit terdengar aneh aku pahami.
.
.
.
__ADS_1
.
Mohon dukungan n Vote kalian ya. thanks