
Musim semi saat itu seolah telah bergulir bergantian musim gugur saat ini. Seolah daun yang gugurpun dia tidak tahu kenapa dia di gugurkan. Mungkinkah karena kering dan tua. Ataukah karena dia di buang begitu saja. Yang hanya dia tahu akan ada daun muda yang menggantikannya. Dan dia bersyukur melihat itu semua.
Ini suratku yang ke delapan kali... 8 kali aku kirimkan dan semoga kau bisa membacanya. Dan 8 bulan sudah usia kandunganku. Anakmu sehat! Dia sering menendang nengdang perutku, dan badelnya kayak kamu-- dan dia suka sekali dengan rasa coklat. Tiap hari aku harus setok coklat untuk anakmu yang lagi suka-suka nya rasain coklat ini.
Dan... sekarang lihatlah kelangit. Aku sedang melihat langit juga saat ini. Kalau saja kau bisa lihat aku dari langit... mungkin kau akan melihatku dengan perut yang buncit dan tubuh yang penuh lemak di mana mana.
Aku sekarang tidak pernah pakai make up. Aku takut akan banyak lelaki yang menggodaku saat suamiku tidak ada. Tapi siapa yang mau menggoda perempuan hamil dan gemuk... Hahaha lucu.
Key... aku akhiri sampai disini. Sepertinya tanganku lelah menulis surat ini. Masih ada 76 surat lagi yang harus aku kirim. Kau harus tahu semua tentangku. Tapi kenapa kau diam saja. Selama 8 bulan aku mengirimimu surat tapi kau tak membalasnya. Aku benci kamu....aku benci kamu....A—aku cinta kamu....
Di rem*snya surat itu sembari lagi air mengaliri kedua pipinya. Pria yang duduk di lantai itu berusaha menegakkan hatinya, berusaha menguatkan dan teguhkan hatinya. Dia adalah pria, pantang baginya harus berdiam saja dan tak berusaha apa apa. Lalu dia gerak cepat seka air mata dipipinya. Bahwa ini bukan akhir dari segala, lalu dia berdiri dan kembali ke pekerjaannya lagi.
****
****
Tanggal 5 April... Feirvy membatin sembari menyobek tanggalan yang ada di sampingnya. Dia kembali duduk setelah dia rapikan meja kerjanya. Dan sekarang pukul 8 waktunya dia membuka klinik kecil miliknya yang dia bangun di pemukiman kecil pinggiran kota.
Tidak besar dan tidak luas karena hanya untuk dia seorang saja. Cuma memang dia sengaja sisakan beberapa meter tanah di halaman rumah yang dia sengaja untuk anakknya kelak bermain mainan disana.
Setelah keputusan pengadilan di tetapkan. Semua aset ilegal milik Key telah disita oleh negara dari beberapa rumah, mobil, senjata bahkan pulau dari hasil perjudian suaminya. Negara telah ambil alih dan sekarang berita nya bukan lagi kota hilang.. dan sudah bisa diakses kembali oleh rakyak biasa. Tapi sayangnya sebagian dari kota itu masih dilarang untuk di akses oleh masyarakat luas entah tengah mau di bikin apa. Tidak ada yang tahu kecuali badan intelijen yang mengelolanya.
Sepertinya adalah nasib menjadi orang biasa yang seharusnya Key jalani. Tapi tidak semuanya. Key juga bukan pria bodoh yang tak bisa mengelola hartanya. Diataskan atas namakan orang lain sebagian usaha legalnya masih berjalan dengan rapi dan tak terundus oleh negara dan itu semua Key lakukan untuk istrinya dan anakknya kelak biar tak terlalu jatuh saat dirinya sudah tidak bersama mereka lagi.
Tapi sayangnya... Feirvy lebih memilih menjalankan usahanya sebagai seorang Dokter yang sudah menjadi hobi dan kesukaannya sejak remaja. Dan Feirvy meminta pihak yang telah di percaya suaminya untuk mengelola terlebih dahulu sambil menunggu suaminya pulang. Karena Key pasti lebih tahu tentang usaha legalnya dari pada istrinya. Di lain itu juga Feirvy harus menjaga kesehatan bayi dan dirinya dengan mengurangi kerja berat yang berlebihan.
“Pagi Dokter...,” seorang gadis mungil tersenyum riang sambil membawa kotak makanan yang dia masak pagi hari ini. untuk suaminya dan juga untuk Feirvy sahabatnya. Dia adalah Viola. Setelah Viola menikah dengan Alan, dia jadi lebih sering datang ke klinik milik Feirvy. Karena selain jenuh tidak boleh bekerja dirumah, dia juga sedang menjalani program kehamilan dan selalu memeriksakan kandungannya kalau benar benar sehat untuk ditempati janinnya nanti.
__ADS_1
“Kau bawa apa? Kalau kau bawa gurita lagi tidak akan aku makan lagi.”
“Hahaha... aku tidak tahu kalau jagoanmu itu tidak suka gurita.” “Aku bawa yang dia suka sekarang.”
“Apaan?” Seraya mata Feirvy seolah menelisik kotak-kotak yang ada di depannya saat ini.
“Hehe, jangan di pandangin terus. Tapi buka kotak yang paling bawah.”
Lalu dengan rasa penasaran ingin membuka, Feirvy buka kotak yang paling bawah. Setelah di lihatnya! dia begitu terkejut juga tertawa setelahnya. Ternyata isi kotak besar itu semua adalah coklat dan coklat berbentuk panda kecil kesukaan Feirvy.
“Hahahaha. Gigiku bisa berlubang karena ini.”
“Eh tunggu. Perutmu gerak-gerak.” “Haha tahu saja kalau Tante bawain coklat yang banyak buatnya.”
Lalu Feirvy mengelus-elus perutnya dengan tertawa kecil pertanda rasa senang dia rasakan.
Hidup sendiri... Bukan berarti ayah dan ibu Feirvy membiarkan tuan putri mereka menderita begitu saja. Tapi ini adalah sebuah keputusan. Keputusan yang dia ambil untuk melatih kebiasaannya agar bisa hidup sederhana. Karena kelanjutan Hidup seseorang mana ada yang tahu, bagaimana kalau nantinya gaya hidup mewahnya ini akan menjadi beban suaminya kelak, saat suaminya sudah bisa bersama dirinya lagi. Kerena itu, Feirvy sedini mungkin harus menyadari itu. Dan melatih dirinya hidup mandiri dengan jeripayahnya sendiri.
Secangkir teh dan jus buah di atas meja siang itu mereka habiskan sembari mengobrol-obrolan apa saja yang membuat mereka tidak jenuh dengan keseharian mereka. Apalagi klinik Feirvy masih sepi karena baru, jadi waktu mereka mengobrol lebih leluasa mereka lakukan.
Sebenarnya si.. sepi kliniknya Feirvy, bukan hanya karena kliniknya baru dibuka. Melainkan karena warga sekitar banyak yang tahu kalau Feirvy adalah istri dari mafia yang telah di tangkap negara, dan semua itu membuat mereka beranggapan negatif kalau mereka selama ini telah memakan- makanan haram.
Dan terlihat Viola sedang mengintip dari balik jendela. Dia seperti melihat sekumpulan ibu-ibu seolah memandang hina ke klinik milik sahabatnya itu. Viola seulas mendengus sedih juga kesal dengan sikap mereka yang seperti menghina tempat Feirvy saat ini. Dan sebenarnya Feirvy tahu kenapa Viola berekspresi demikian. Lalu Viola tatap iba sahabatnya tersebut.
“Mereka itu pasti sudah membuatmu kesal juga sedih, Kan? Apa perlu kita tegur atau kasih penjelasan pada mereka.”
Feirvy tersenyum tipis. “Haha itu hal biasa di tengah masyarakat seperti ini. Tapi omong-omong kau lebih bersikap tegas akhir-akhir ini dari pada yang dulu-dulu.”
__ADS_1
Viola tersendat mendengarnya, tersadar kalau memang dia sedikit berbeda dari sebelumnya. “Ah—itu. Itu aku dimarahin Alan kalau aku terlalu lemah. Dia selalu ajari aku buat jadi perempuan yang bisa menampilkan dirinya dengan baik dan bukan hanya pendiam saja.”
Setelah sekian bulan berlalu... akhirnya, akhir-akhir ini Feirvy lebih banyak senyum dan tertawa dari pada sebelumnya.
“Kalian sangat cocok sekali. Padahal dulu Alan suka denganku.” candaan Feirvy.
Viola terhenyak tak terima. “Apa kau bilang. Aku tidak terima. Lihat pembalasanku.”
“Hahahaha geli Viola. Anakku ntar bisa musuhin kamu kalau sudah lahir nanti... hahahaha.”
****
****
Up 1/5 chapter terakhir. Entah nanti ada bonus chapter atau tidak... Author tidak bisa memastikan. tapi terima kasih sudah bersama membaca Novel yang Author ketik ini. Berkat dukungan kalian novel ini bisa terkontrak juga mendapatkan ranting kwalitas novel. Untuk novel terbaru masih belum dipikirkan kapan akan diterbitkan. tapi yang pasti akan terus membuat novel dan semoga kalian tetap setia dengan novel-novel karangan Author.
Tetap beri dukungan kalian ya..
Like
komen
Vote
🦔***UlanZu***🦔
__ADS_1