
Jalan sampai di taman kota. Suasana baru hal baru keceriaan baru. Key teringat masa masa kecil juga muda nya dulu. Dimana tidak ada sama sekali beban dalam hidupnya. Hidup tidak penuh rintangan dan halangan apapun. Layaknya burung bebas terbang kemanapun juga burung itu mau. Key kangen akan hal hal itu. Dan dalam hatinya ia berjanji akan membawa Feirvy ke kehidupan yang sederhana itu. Hidup dengan kecukupan tapi tak penuh dengan beban dan permusuhan. Meski sulit untuk saat ini tapi Key kelak juga ingin hidup normal seperti rakyak biasa lainnya.
Hal ini pun juga terasa baru untuk Feirvy. Gadis bak princes itu untuk pertama kalinya ia melakukan hal ini. Di kerumuni rakyat biasa dan di kelilingi senyum sumringah gelak tawa lepas anak anak yang tak jauh dari dirinya. Tapi tak ada keraguan untuk Feirvy juga tertawa lepas tertawa bahagia seperti mereka. Apalagi selama mereka berdua di taman saling bercanda saling mengejek tak henti henti hingga akhirnya rasa haus juga lapar menghampiri perut mereka.
“Kita beli makan yuk.” Ajak Feirvy.
Setelah makan selesai.
“Mau camilan?” tanya Key.
“Boleh. Es krim saja enak kayaknya.”
“kau disini saja. Aku yang belikan.”
Sampai di penjual es krim melihat si penjual es krimnya meracik es krim tersebut. Beberapa pikiran tiba tiba timbul memenuhi pikirannya Key. Terus dia pandangi Es krim tersebut. Key terpikirkan. - Bagaimana kalau membuat kejutan kasih cincin nikahnya di taruh di dalam es krim tersebut. Sepertinya ini kejutan yang menyenangkan. Apalagi melihat Feirvy yang begitu riang hari ini. Kalau di tambah dengan kejutan yang satu ini mungkin kedengarannya akan bertambah kali lipat dirasakannya - Dan benar terjadi di mana awal muasal tadi berencana memberi cincin waktu malam hari tapi kini berbeda lagi dan ingin dengan cara yang berbeda pula.
Akhirnya Key memesan satu es krim dan dia memesannya secara khusus. Untuk di masuk kan cincin kecil di tengah tengah gunungan cone es krim. Setelah selesai dan di berikannya upah yang cukup untuk penjual es krim tersebut, Key pergi berlalu meninggalkan penjual es krim tadi.
“Aku yang durian.”
Pikir Key melongo. Kok yang durian. Cewek kan biasanya sukanya coklat.
“Jangan coklat saja.”
“Aku sukanya durian.” Feirvy berusaha mengambil tapi es krimnya dijauhkan oleh Key.
“Tidak. Aku juga suka durian.”
Feirvy kesel tak percaya bagaimana bisa cowok gak mau ngalah soal makanan. -Bagaimana mau ngalah orang cincinnya ada di eskrim yang rasa coklat.-
“Kau ini. Kenapa tidak mengalah saja.”
“Memangnya kenapa kalau aku juga suka durian dan ingin makan rasa durian.”
Feirvy gregetan. Kencan macam apa ini makanan saja tidak mau mengalah. Huh dasar hidung kambing.
“Huufffffff!! Baiklah!! Aku makan yang coklat saja.”
“Hehe. Gitu baru istri yang baik.” Sembari tangan Key mengelus elus pangkal rambut Feirvy.
Drrttt drrttt ....Verru menelfon.
“Bentar aku angkat telfon dulu.” Karena seperti nya penting Key sedikit menjauh dari posisinya Feirvy dan terarah membelakangi Feirvy yang tengah makan Eskrim. Dan letak salahnya Key adalah lupa memberi tahu Feirvy kalau es krim nya harus di makan bersamaan dengannya setelah mengangkat telfon.
“Hhmmm ternyata enak sekali. Kenapa es krimnya bisa seanak ini. Hhmmm pokoknya enaklah. Aku habisin saja ach. Jangan sampai ada yang tersisa. Nunggu Key juga lama." "Hahaha habis juga akhirnya."
__ADS_1
Key balik dari tempatnya menelfon tadi. Sampai di hadapan Feirvy. Sontak saja. Key melongo menganga matanya melebar. Tercengang mendapati es krim yang ada cincinya tadi habis tertelan ke mulut Feirvy. langsung cepat cepat key membuang es krimnya sendiri dan cepat mendekati Feirvy. Bahkan Feirvy sendiri juga malah balik kebingungan juga terheran dengan sikap key yang kaget seperti itu.
Suara Key dengan nada sangat cepat. “Cincin mana cincinnya.”
“Hah. Cincin apa?”
“Cincin sayang. Di dalam es krim tadi ada cincinnya."
Feirvy tercengang menganga. "Maksudmu aku menelan cincin. Hah kenapa ada cincin di es krim..."
“Cepat buka mulut. Ayo buka mulutmu.” Key sangat cemas.
Tingkah dan omongan mereka seakan mengalihkan perhatian orang orang di sekitar mereka membuat mereka satu persatu mendatangi mereka. Sebagian mereka berteriak juga memberi saran untuk mereka berdua.
“Hik hiks acara apa sih ini Key... Kau aneh aneh sekali ada cincin di es krim.”
“Iya buku mulutmu dulu siapa tahu nyangkut.”
Aaaggkkkk Key mengamati tidak ada sama sekali.
“Tidak ada...”
“Key hiks hiks kau juga sih. Lalu aku harus operasi dong."
“Kau juga makan cincin kok nggak terasa sih sayang. Kerumah sakit sekarang.”
Serasa ingin menangis Feirvy dan Key akan berjalan pulang kerumah sakit. Tapi tiba tiba dari arah samping penjual es itu berlari cepat menghampiri Key dan Feirvy.
“Tunggu Tuan. Es krimnya tadi saya salah kasih. Maaf Tuan. Saya bener bener minta maaf ... tadi ramai sekali. Saya lupa kalau es krim yang Tuan minta saya sendiriin."
Tak percaya ini akan terjadi. Key Feirvy Saling menoleh tak tahan lalu tertawa terpingkal-pingkal tak percaya bisa ada adegan konyol seperti ini. Benar benar lucu hingga membuat orang yang di sekitar mereka ikut tertawa bersama sama.
"Hahahahaha bapak bisa bisa saja. Dah berhasil bikin saya jantungan tadi pak."
Key tak terima. "Apanya. Enak saja dia. Dia harus di hukum!"
Tak terima Key seenak jidatnya sendiri. Feirvy melototi suami. Dan Key melongos begitu saja saat Feirvy melototinya.
meringis. "Hehe tidak apa pak. Lain kali jangan teledor pak. Bapak boleh balik lagi sekarang."
"Terima kasih banyak Tuan," sambil ketakutan bapak itu minta maaf pada Key. "Maaf Tuan ..."
"Ya."
Feirvy tersenyum. Lega lalu menggandeng lengan suaminya. Kini sore pun berganti malam ... duduk di atas rerumputan hijau yang lebat. diantara remang remang malam berdua mereka menikmati gemerlapnya bintang di atas awan. bagaikan pion kecil yang menerangi malam kencan mereka berdua saat ini. Tapi saat teringat yang tadi sore, Feirvy tertawa-tawa, tersenyum tersenyum sendiri. Apalagi mengingat bagaimana ekspresi muka Key yang gugup juga cemas tadi, kini membuat geli diingatnya oleh Feirvy.
__ADS_1
"Kenapa kau tertawa-tawa sendiri"
"Hahahaha. Aku tidak percaya, kau dapat ide konyol dari mana kok sampai kepikiran memasukkan cincin dalam es krim."
Key menggaruk kepala belakangnya terlihat kalau Key tengah malu dengan idenya tadi. "Habis lihat sinetron, Aku pikir itu akan berhasil."
Lagi Feirvy tertawa. "Tapi idemu itu bener bener bikin ketawa." Feirvy berpaling ke muka Key. setelah tawanya berhenti ... sedikit memandangi. Tiba tiba sedikit rasa canggung Feirvy rasakan saat melihat Key terdiam, dan rasa canggung itu membuat Feirvy kembali membalikkan pandangannya lurus kedepan.
hening terjadi ...
lalu sekian detik Key memanggil nama Feirvy. "Feirvy."
"Iya."
Key berpaling menunduk mengahadap ke Feirvy, jemarinya perlahan meraih jemari istrinya dan kini pandangannya lurus ke muka Feirvy. Seperti hal yang tertahan sedari tadi ... Key berusaha mengungkapkan apa yang dia rasakan saat ini.
"Feirvy ... Apa kau-- Apa kau sungguh menyukaiku?"
Feirvy menatap muka suaminya ... "Kenapa. Kenapa bertanya seperti itu. Aku sudah bilang kalau aku menyukaimu."
Key mengeratkan jemarinya saat menggenggam jemari Istrinya. menelan ludah kembali Key berucap untuk istrinya.
"Andai aku pria biasa dan bukan pria yang kaya raya lagi. Apa kau tetap bersamaku dan mempunyai anak denganku."
perkataan sederhana tapi kenapa langsung membuat hati Feirvy mengharu terenyuh mendengarnya. "Kau bicara apa. Aku sudah jadi istrimu. Susah senang kita harus tetap bersama. eemm Key kau membuatku ingin menangis ... kau ini kenapa sih."
Key pun tak Kuasa juga ikut mengharu biru. Dia tatap mata istrinya dan segera memeluk istri tercintanya. "Aku hanya takut. Kau nanti tidak terima kalau tiba tiba aku menjadi miskin. Aku juga minta maaf pernah menjahatimu." Terdiam saling memeluk kembali Key berucap. "malam ini. maukah kau menerima lamaranku."
Feirvy melepas dan setengah mendorong tubuh suaminya. "Maksudnya."
"Saat menikah dulu. Aku tidak melamarmu duluan. Dan malam ini aku melamarmu untuk jadi istri sungguhan buatku."
Key kembali meraih jemari Feirvy. Ia ambil cincinnya tadi sambil menunduk menatap jemari Feirvy, perlahan Key menyelipkan memasukkan cincin pernikahannya tersebut ke jari manis istrinya. Kini malah Feirvy yang tak kuasa untuk tak meneteskan air matanya saat cincin itu terselip ke jemari manisnya. Dan setelah selesai... Key memeluk istrinya. "Aku mencintai. Jangan tinggalkan aku."
.
.
.
.
Perjuangan 4 chapter ... semoga kalian terhibur.
Berikan Like komen vote kalian ya.
__ADS_1
by UlanZu