
Didalam mobilnya Key, mata Feirvy masih tertutup rapat. mungkin sudah 1/2 jam mereka di perjalanan. Demi kejutan yang membuat diri Feirvy penasaran, Feirvy harus sabar menanti dan harus sabar pula di tutup kain mata nya. Sampai saat di perjalanan yang berbelok belok. Feirvy merasakan adanya hembusan udara segar nan menyejukkan. Suara suara burung pun saling bersahutan, berkicau layaknya nyanyian di atas awan hingga suaranya mampu menyenangkan bahkan menenangkan pikiran mereka.
Feirvy menghela nafas dan bersandar di sandaran kursi mobil. Mencoba menghirup udara segar tersebut. Sampai disaat dia mulai curiga, karena sepertinya suasana ini tak asing bagi dirinya. Tubuh Feirvy terbangun dari sandarannya. cepat dia langsung bertanya dengan Key yang menyetir mobil disampingnya.
"Key. katakan kita ada dimana?"
"Kenapa?"
"Kenapa Suasana ini tidak asing buat ku."
Key tersenyum sembari mengelus pangkal rambut Feirvy. "Tentu saja ini tidak asing buatmu. Buka sekarang penutup mata mu."
Masih juga belum sampai tujuan Feirvy cepat cepat membuka kain yang menutup kedua matanya. Remang remang penglihatan nya mengamati jalanan di depannya. Tak butuh waktu lama tubuh Feirvy terjengit, dia menyadari kalau ini jalan dimana jalan menuju kerumah Tantenya dan di rumah itu ada ibunya.
"Key, Kau mengajakku kerumah Tanteku. Bagaimana kau tahu alamat ini."
"Kau meremehkan kepintaran ku ya."
"Aku serius ..."
"Kau lupa ya. Aku kan pernah bilang kalau aku mengenal ibumu dan aku janji akan mengantarmu menemui ibu mu."
Lalu Feirvy tersadar. perkataan Key benar. Kalau suaminya pernah janji mau bawa dia kesini. sangking senangnya dari tempatnya dia duduk Feirvy tiba tiba mengecup pipi Key dan membuat mata Key terbelalak kaget di cium mendadak seperti itu. Sedikit dengan muka yang memerah padam Key menyentuh pipinya lembut.
"Lain kali kalau ingin mencium. Kau harus ijin dulu."
Feirvy tersenyum meringis sembari mengejek suaminya. "Mukamu memerah tuh... malu ya di cium wanita cantik."
Key menatap Feirvy. "Lihat saja nanti pembalasan ku."
__ADS_1
Feirvy malah hanya tersenyum senyum tanpa ada rasa tak enak atau takut dengan ancaman tersebut.
Tak Lama, mereka akhirnya sampai juga. Feirvy langsung membuka keras pintu mobilnya. Ia berlari dan berteriak lantang memanggil ibunya dan lekas ingin bertemu dengan sang ibu. Tante dan ibu Feirvy juga tak kalah terkejut dari kejutan Yang Feirvy terima dari Key. Tak pernah menyangka kalau anaknya akan mengunjungi nya tanpa pemberitahuan dahulu sebelumnya.
Feirvy berlari langsung dia memeluk erat Ibunya. mendekap erat hingga Feirvy menenggelamkan kepalang ke leher sang ibu. Begitu juga Ibu Feirvy membalas balik dengan dekapan penuh kasih sayang dengan penuh berjuta juta kerinduan dalam hatinya. Karena semenjak pisah dengan sang Ayah karena beda prinsip ibu Feirvy jadi jarang bertemu anaknya yang menjalani sekolah di kota.
Karena rasa kangen yang amat kegitu kental. Feirvy sampai menangis menggeru. "Feirvy kangen Bu ... sebelum aku selesai kuliah. Feirvy mendapat musibah. Jadi aku tidak bisa kesini."
Ibu Feirvy terjengat. "Musibah apa sayang?!!" penasaran.
"Musibah bertemu dia." sedikit tersenyum Feirvy mengendikkan dagunya ke arah Key.
Langsung Key melototi Feirvy istrinya yang jahil tersebut. Ibu Feirvy tertawa. apalagi teringat Bagaimana Key merayu ibunya saat ingin tahu identitas anaknya. Dan ternyata ini. Ibu Feirvy tak terlalu terkejut mendapati anaknya bisa menikah dengan Key. Karena jauh jauh hari ibunya sendiri inginkan Key bisa bersama anaknya.
Di situ Tantenya hanya bisa melongo melihat semua adegan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Feirvy memeluk juga Tantenya. Dan Hingga sampai sore hari mereka saling berbagi cerita canda tawa. Hari itu hari yang sangat membahagiakan bagi mereka. Dan kini tinggal Key kesepian hanya bisa menunggu Feirvy masuk ke kamar yang disiapkan untuk mereka. Dan sampai datanglah malam. Feirvy terlihat mengantuk dan kelelahan sampai akhirnya kini ia tertidur pulas di dekat sang suami.
.
.
.
Pagi pagi Key mengecup kening Feirvy yang tengah tertidur pulas, Tapi meski tertidur pulas sempat sempatnya tangan mungil Feirvy masih menggenggam erat tangan Key yang masih sedikit demam tak mau diobati. Kecemasan yang amat besar kepada pria yang bandel itu harus membuat istrinya cemas meski dalam alam tidurnya. Perlahan Key menarik pelan pelan lengannya seraya matanya terus mengamati takut takut kalau istrinya bangun terkesiap saat sadar kalau tangan Key mulai terseret terlepas pergi. Dengan rasa kehati hatian yang lembut, berhasil juga lengan Key lepaskan dari cengkraman tangan Feirvy. Tersenyum menipiskan bibir key sematkan. Ia tengah berhasil terlepas dari rangkulan tangan istrinya yang seharian kemaren aktif penuh canda tawa dengan ibu dan Tantenya.
Setalah mandi pagi hari, lanjut Key beranjak keluar kamar. Dimana hari masih pagi dan sang ibu masih duduk menunggu di ruang tengah bersama Tantenya yang sedang ngopi di pagi hari.
โMau jalan sekarang.โ tanya Tante Lena.
โIbu sangat suka. Calon menantu idaman ibu dulu akhirnya bisa beneran jadi suami dari anak ibu."
__ADS_1
Key tersenyum menunduk. Baru pertama ini dia merasakan punya istri dan berhadapan langsung dengan mertua sendiri.
โAku juga tidak mengangka akan jadi menantumu. Tapi jujur aku suka karena itu kamu bibi. Aku sudah mengenal dirimu lebih lama dari Feirvy. Terima kasih sudah lahirkan putri yang sangat cantik buat Key."
"Duduklah dulu."
Key terduduk di sebelah ibunya Feirvy. sedangkan ibu Feirvy mengamati Key dengan tersenyum tipis penuh rasa keibuan.
"Pekerjaanmu itu ... ibu sangat cemas karena itu sangat berbahaya. Apakah tidak bisa perlahan di berhentikan."
Kembali Key menunduk, terdiam berpikir. Bukan hanya permintaan mertuanya. Tapi dirinya sendiri juga tidak ingin bekerja seperti ini terus menerus. Mencoba menyakinkan mertuanya Key mengangguk penuh arti. Dan tentu saja sang Ibu sudah bisa membacanya. bahwa itu tidak mudah berhenti begitu saja. dengan anggukan seperti itu saja Ibu Feirvy sudah pahami dan mengerti. Kalau pasti ada keinginan berhenti di hati menantunya tersebut.
Kini Key Membawa Ibu Feirvy keluar rumah, mereka satu mobil ke suatu tempat di mana biasa para mata wanita terpana dengan barang kecil berkilau dimana mereka bisa menghabiskan waktu lama untuk memilih milih, memilah Milah mana yang cocok untuk mereka pakai. Dan mana yang cocok untuk kejutan pasangan mereka. Dimana saat benda itu di kasih dan disaat wanita itu terpana terkesima di situlah letak kepuasan lelaki yang memberinya.
Tak beda jauh dengan Key sekarang. Sengaja ia membawa ibu mertua untuk membantu dirinya memilih sepasang cincin pernikahan. Sepasang cincin yang akan mengikat hati mereka. Sepasang cincin tanda rasa sayangnya Key untuk istrinya. Tentunya bukan pelayanan biasa yang Key mau. Key ingin memesan pelayanan eksklusif di ruang VIP yang dimana dia harus di suguhkan beberapa banyak pilihan berlian emas terbaik yang ada di toko emas tersebut.
Ibu Rose nama ibu Feirvy. Dia langsung tertuju dengan cincin emas dengan beberapa butiran diamond kecil tertanam rapi disana. Sebuah hasil apik simple tapi langsung membuat mata terpana saat baru saja melihatnya. Itu memang pilihan yang tepat. Key pun menelisik setiap bagian ukiran cincin itu. Begitu menarik juga cocok dengannya. Key memesannya dengan memberi nama inisial dirinya juga Feirvy. Dan akhirnya dengan Setelah sederatan aktifitas tersebut. Key sempatkan mengajak ibu Rose makan di restoran lalu mereka pulang dan langsung di sambut Feirvy dengan muka masam juga cemberut.
.
.
.
.
Udah up banyak nich... like komen dan vote dong....
Tidak jadi 3 tapi 4 chapter. Tapi Thor istirahat mau tidur dulu ya. ini sudah jam 5 pagi lom tidur๐๐๐ up nya lanjutin besok. tinggal edit saja.
__ADS_1
jangan lupa Vote ๐คญ๐