
Feirvy yang baru datang dari kerja langsung tercenung melihat Key sedang mengintimidasi Verru yang sekarang ini tengah jongkok di lantai dengan lutut bertumpu di permukaan lantai. Sedangkan pandangan Verru pasrah menunduk lusuh ke bawah tak berdaya. Feirvy yang bersama Kallea juga melihat Nayna duduk menunduk di sofa yang tak jauh dengan posisi Verru saat ini.
Seru Verru, “Sumpah Key ..., aku tidak mungkin mau memperkosa Nayna ....” jelas Verru dengan nada suaranya setengah mendayu. Feirvy teriak ‘APA!!’ dimana dia langsung terkejut! “Verru! kamu sungguh mau lakukan itu ...?!” Verru langsung bercemberut muka sedih, perkataan Feirvy takut kalau akan menambah suasananya bertambah mencekam, apalagi Key sedari tadi memandang keras dan tajam dirinya. “Kau juga Feirvy ... kenapa harus terkejut seperti itu ... aku sungguhan ini ... tidak melakukan apapun juga ...." Memelas Verru penuh harap pengampunan yang nyata.
.
.
.
.
.
Key yang awalnya bersitegang, kini berangsur bersandar di sofa seraya bernapas jengah ia hembuskan. Lalu berucap tenang. “Yasudahlah, Kalian menikah saja.” ucapnya singkat. Semua mata terkejut, melotot tajam, besar dan tercengang. Key yang awalnya tenang, setelah melihat sikap keterkejutan mereka dirinya ikut sedikit terkesiap.
Mungkinkah ada yang salah dengan ucapannya barusan.
“TIDAAAKKKKK!!!” serentak berdua Verru dan Nayna secara impulsif menjawab sangat cepat dan keras bersamaan. Sahut Nay, “Kak Key, dia cuma bercandaan saja tadi, lagian aku tidak mau dengannya. Jangan jodoh-jodohin aku dengannya dong kak!" Secepat kilat Verru menoleh keras ke Nayna. Jelas saja Verru sangat terkejut secara mentah-mentah dirinya yang tampan seantero planet itu di tolak oleh Nayna si rambut mie keriting.
“Hya!! mie keriting! kau tidak melihatku sudah seganteng ini apa.”
“Apa kau! aku bukan mie keriting! Aku Nayna. Aku memang tidak suka denganmu.” jawab cepat Nayna.
Lalu Verru terjengat keras kebelakang, “Aku juga! Awas kalau kau menyukaiku.”
“Tidak akan!! Mana ada aku bisa suka cowok aneh sepertimu!”
Verru balas dendam, “Lihat saja nanti, di rumah ini bakal ada cewek klepek-klepek dengan pesonaku setelah ini.” seru Verru.
__ADS_1
“Ini masih sore, jangan mimpi.” Serang Nayna balik.
“Hyah!! Kenapa kau menyebalkan sekali!!”
“Kau yang menyebalkan, dasar flower man!!”
“Kau bilang aku flower man!! aku gantleman!" sahut Verru tak terima.
“Hahahaha ... ada burung berkicau ya hahaha." Nayna tertawa geli mendengar bantahan Verru. Verru yang gregetan langsung menarik ikat rambut Nayna. Saat itu Nayna tak terima, lagi berceletuk keras. “Jangan pegang rambutku!!”
Balas Verru, “Haha, rambut jelek gitu.” Nayna geram. “Aarrgghhh!!!” Lalu membalas balik menjambak rambut Verru hingga Verru setengah tertarik kepalanya. “Yach! Yach! sakit Mie kriting!” Verru yang kembali tak terima ikut menjambak rambut Nayna sampai Nayna menjerit, saling kesakisan saling tak terima satu sama lainnya, dan akhirnya saling tarik menarik rambut mereka dan terus berlanjut seperti itu.
Key menatap mereka dengan tatapan kosong dengan tingkah konyol mereka berdua. Selepas itu Key menutup mata dengan satu tangannya dan bernapas jengah dengan tingkah mereka berdua. Batin Key ... Sebenarnya mereka itu umur berapa ... Sejenak setelah pikiran yang barusan Key menoleh ke Feirvy yang termangu dengan pertikaian dua sejoli yang tak mau saling mengalah tersebut. Tangan Feirvy sembari menutup mata Kallea agar tak melihat kejadian memalukan yang tak patut di contoh itu. Key melihat Feirvy dengan senyum kekaguman dengan istrinya yang telah menjaga hal yang tak patut itu agar tak terlihat oleh Kallea yang ada di sana juga.
Key berdiri ... Membalikkan tubuh istrinya dan merangkulkan lengannya ke pundak Feirvy. Feirvy menoleh seolah bertanya. Key tersenyum menipiskan bibir lalu menggiring Feirvy dan anaknya berlalu dan meninggalkan dua sejoli yang masih berkonfrontasi sepenuhnya di belakang mereka.
****
Feirvy mendengus tertawa kecil, tumben sekali suaminya ada di taman, yang biasanya Key selalu menghabiskan waktunya untuk bekerja di layar digitalnya, kalau tidak Key selalu menyibukkan sendiri dengan berbagai rancangan senjatanya. “Kenapa kau tertawa kecil seperti itu?” tanya Key kemudian. “Suamiku tumben sekali ada di taman menghirup udara segar malam hari ....” Dengan senyum tenangnya Key menjawab, “Udaranya sangat bagus. Aku juga merasa butuh waktu sendiri untuk kita berdua tanpa ada orang lain yang menggangu kita.”
“Lalu ...?" tanya Feirvy kemudian.
“Kesinilah, aku menunggu Ratuku sedari tadi.” Feirvy tersenyum manis mendengar ucapan suaminya barusan. Kini Feirvy jalankan kakinya ke arah belakang rumah .... Setibanya ke pintu belakang, Feirvy sedikit terheran juga terkejut karena tumben sekali para pengurus taman lupa menghidupkan lampu belakang rumah. Feirvy mulai berjalan dan sedikit bertanya ... -apa mungkin Key ada di belakang rumah dekat sungai buatan ...?- Satu langkah Feirvy berjalan. Tiba-tiba serentak lampu-lampu secara beruntun hidup dengan sendirinya ... Feirvy terkesima ... mungkin ini adalah tindakan suaminya, saat itu juga senyum melengkung merekah terulas di bibir Feirvy.
Meskipun pria itu adalah pria yang selalu membawakan dirinya sebagai pria bringas di hadapan anak buahnya, tapi Key selalu bisa membawanya dalam romansa romantis yang kadang Feirvy tak pernah mengiranya. Langkah Kaki Feirvy diiringai oleh bola-bola lampu taman yang indah menghiasi taman di malam itu, dan setelah sekian lama berjalan dari ujung penglihatannya, dia melihat Key berdiri di sana, dengan memakai baju warna hitam kesukaannya sedangkan dirinya memakai baju dress santai warna pastel yang jadi favoritnya.
Senyum merekah mulai berkembang setalah Feirvy melihat sosok Key tersenyum tengah menanti kedatangannya. Seoalah dua insan yang telah lama tak bertemu saja, rasa kangen seketika itu membuncah menceruat dalam hati mereka, Key merentangkan kedua tangannya ... siap untuk menyambut Feirvy datang dalam pelukan hangatnya. Feirvy yang masih terulas senyum merekah, saat sudah mulai dekat, Feirvy lebih cepatkan jalannya lalu saat itu juga ia hamburkan tubuhnya dalam rengkuhan suaminya yang hangat dan menenangkan.
Entah ini hari apa ... Feirvy merasa malam ini sangat special, sikap suaminya itu sangat menghangatkan tubuhnya juga hatinya yang paling dalam, dalam hatinya seolah selalu bicara kalau dirinya sangat mencintai suaminya dan begitu juga yang dirasakan Key sekarang ini. Akhirnya Feirvy bertanya penuh rasa ingin tahu kenapa tumben sekali suaminya sangat seromantis ini malam ini. “Ada apa denganmu ...? Kau tidak seperti biasanya ....” Key menunduk menatap muka Feirvy dengan senyum teduhnya yang terpancar halus dipipinya. “Apa ada alasan lain saat suami ingin berlaku romantis, kalau bukan suamimu ini terlalu cinta dengan istrinya." Key cubit dagu mungil Feirvy. Lalu perlahan mendongakkannya ke atas untuk semakin jelas melihat muka istrinya. "Kau-Feirvy selalu menemaniku apapun yang terjadi padaku, dan aku akan selalu berjanji untuk menjagamu .... Terima kasih Sayang atas cinta dan kesetiaan yang selalu kau berikan untukku dan anak kita." Sambung key kemudian. Lalu Key seperti menatap dalam diri Feirvy ... sikapnya itu membuat Feirvy bertanya-tanya. Key lanjutkan lagi bicara .... "Feirvy, Entah kenapa hari-hari ini ... aku merasa kalau kau akan meninggalkanku,"
__ADS_1
Ucapan dan ungkapan Key saat ini entah mengapa malah menyayat hati Feirvy. Feirvy merasa perih sedih. Bahkan dirinya sendiri tak pernah memikirkan untuk meninggalkan keluarganya, bagaimana bisa malah suaminya berpikir seperti itu. Feirvy menunduk, dirinya malah tak kuasa atas dirinya sendiri ... perkataan Key yang dalam itu malah seolah jadi pengingat untuk dirinya sendiri untuk tak boleh meninggalkan suami dan anakknya apapun yang terjadi kelak.
Feirvy eratkan pelukannya pada suaminya, Daun telinganya yang menempel kepermukaan dada Key, sangat jelas terasa olehnya kalau dentuman jantung Key tak beratur ... Feirvy tau itu, kalau suaminya tak berbohong dengan perasaannya barusan. Semua itu akhirnya membuat mata Feirvy berkaca air mata. Saat Key memeluknya- Feirvy malah tersedu-sedu. Key yang tengah memeluknya mendengus senyum dan bertanya. "Kenapa menangis ...?"
“Jangan bicara apapun Key ... aku menyayangimu lebih dari aku menyayangi diriku sendiri ... aku mencintaimu, itu saja. jangan ucapkan hal yang aneh-aneh lagi ... Selamanya aku ingin terus bersamamu. Andai aku meninggal aku ingin meninggal terlebih dahulu, biar saat aku menutup mata, aku masih bisa melihatmu.” Key langsung lebih eratkan lagi pelukannya, ucapan istrinya itu begitu menyanyat hatinya juga menghibur hatinya yang tengah suram saat ini .... Key menunduk kepala ... sebuah ketenangan perlahan menyelimuti hatinya yang gundah beberapa hari ini ... Key percaya kalau istrinya tidak akan lalukan hal yang buruk apalagi meninggalkannya ... Key kembali eratkan pelukannya pada istrinya, menyusupkan kepalanya antara helain rambut Feirvy yang lembut. Senyum kelegaan terurai dari bibir Key, kenyamanan saat memeluk istrinya sangat terasa.
Key kecup leher Feirvy dan menyusurinya kebawah ... gerak Key yang agresif membuat Feirvy memanggil nama suaminya lirih ... Key terhenti sejenak dan menatap wajah Feirvy. Napas Key sudah mulai terengah hasrat bercinta dan sorot matanya terlihat berkabut api hasrat membara untuk bercinta dengan istrinya. Key sambar bibir manis nan ranum itu ... Feirvy balas pejamkan matanya rapat-rapat. Ciuman itu sangat terasa dalam. Key memagut lidahnya, Key selipkan jemari tangannya antara rambut istrinya dan semakin mengeratkan posisi istrinya semakin erat dalam rengkuhan tubuhnya. Dilibasnya habis bibir Feirvy. Hingga suara pekikan desahan keluar dari sela sela bibir Feirvy yang ranum tersebut. Key bisikkan ucapan lirihnya ... "Jangan tinggalkan aku, Sayang."
Tangan kecil Feirvy semakin mengerat ke baju Key, hingga meninggalkan kusut di sana ... karena Feirvy sudah mulai terbangkitkan gairahnya untuk bercinta sembari membalas ucapan suaminya, "Tidak akan, Sayang ...." Key tau itu karena dirinya lah yang memulai membangkitkan hasrat bercintanya. Gejolak yang membara dalam tubuh mereka tidak bisa hanya bisa dipuaskan dengan ciuman semata saja. Secara natural tubuh mereka menguat membutuhkan hal yang lebih dari ciuman ini. Key raup Key bopong tubuh mungil nan sexi istrinya tersebut.
Bahwa tak jauh dari mereka berdiri ada paviliun khusus koleksi minuman dan sampanye milik Key. Tempat itu cukup luas dengan adanya tempat tidur di sana. Pintu Key buka, di ranjang bernuansakan soft itu Key letakkan perlahan istrinya dengan hati-hati. Awalnya perlahan mereka saling memandang ... Key tersenyum tipis untuk istrinya yang bak berlian itu buatnya. Kemeja yang dia pakai perlahan dia buka pengaitnya, hingga Key lepaskan ... pemandangan itu sungguh mengagumkan, tubuhnya yang bidang dengan garis garis diperutnya sangat mempesona siapapun mata yang melihatnya ... tak terkecuali Feirvy pun. Feirvy telan ludahnya sendiri ... meski dia sangat sering melihatnya tapi kekaguman itu tetap tak teralihkan dari matanya, Key sangat menggoda dan mata cantik itu masih sangat mengagumi keindahan tubuh suaminya.
Kembali key angkat dagu istrinya, perlahan Feirvy mengikutinya hingga setengah berdiri dengan lutut bertumpu diatas kasur.
Pandangan isyarat dari Key selaksa langsung bisa terbaca istrinya ... Feirvy pun ternyata tak mau kalah darinya dan malah membalas dengan senyum magisnya. Perlahan Feirvy turunkan bajunya hingga terlihat tubuh yang hanya memakai bra berwarna soft.
Key eratkan remasan tangan yang memegangi lengan Feirvy. Mata elangnya, seringai di bibirnya sungguh luar biasa jelas terbaca Key sungguh inginkan istrinya dan mungkin akan Key habiskan malam ini juga. Key cocongkan tubuh istrinya di hadapannya dan bibir itu kini mulai melum@t dada Feirvy perlahan-lahan hingga kebawah. Feirvy perlahan pejamkan matanya menikmati setiap *****@n penuh hasrat yang bergejolak. Gelenyar gairah bercinta menguasainya. Tangan suaminya yang meraba agresif di setiap bagian sensitifnya membuat Feirvy mendesah kuat.
Feirvy dorong suaminya, Feirvy tersenyum magis ... dia berbisik "Sayang, aku perempuan yang tak sabaran." Key balas tersenyum dengan seringainya yang tajam. "Aku juga lebih tak sabaran, lihatlah kau tak akan selamat malam ini" Feirvy balas tersenyum. "Malam ini kau milikku," seru Feirvy dengan nada menantang menggoda dan sangat berani.
****
****
****
Bersambung ...
Untuk para reader semua ... othor minta maaf karena update selanjutnya akan lebih lambat dari biasanya. Karena othor masih sibuk di RL ... mohon dimaklumi ya reader kesayangan semua...😔
__ADS_1