
“Gadis kecil yang sangat cantik,” tersendat-sendat perkataan Feirvy memberi tahu jenis kelamin bidadari kecilnya itu.“aku melihat kau ada disini... Mata--hidung—warna rambut. Semua milikmu berpindah kesini. Apa kau bahagia...?”
Key berusaha merapatkan getaran bibirnya. Dengan mata berkaca bening dan senyum bahagia, Key sungguh sangat bahagia saat ini. Dan bersyukur semua baik baik saja dan dalam keadaan sehat semua.
“Sangat bahagia. Sangat bahagia.” tandasnya. “aku ingin sekali cepat pulang. Aku tidak sabar ingin memeluk dirimu juga menggendong anakku.” sambungnya.
Saling menguat kan diri. Feirvy harus memberi semangat juga pada suaminya. Dengan menggendong anaknya Feirvy dekatkan ponselnya yang membuat Key lebih jelas lagi mendengar anaknya menangis. Beberapa kata Key ucapkan sebelum batas waktu telepon di matikan.
__ADS_1
Mendengar tangis itu... membuat hati Key jadi lebih tenang dari sebelumnya. “Baik baik disana sayang.... tunggu Papa pulang, papa tidak sabar lagi ingin memeluk kalian.”
Perlahan Key merenggangkan gagang telpon yang Key bawa...bahwa waktunya sudah usai. Tapi setidaknya dia sudah diberi ijin mendengar suara istri dan anak saat ini. Itu semua sudah membuat perasaannya menjadi lega tak menghantuinya lagi.
Kallea Key nama yang diberikan Key pada putri kecilnya. Nama yang artinya Cahaya pelindung. Kallea artinya cahaya dan Key artinya pelindung. Key berharap anak perempuannya nanti dapat menjadi cahaya penerang bagi hidupnya dan hidup mamanya. yang akan membuat orang tuanya tidak lagi kesepian dan selalu menjadi cahaya yang terang bagi mereka juga dirinya sendiri kelak.
Dan arti dari pelindung itu adalah Key berharap anaknya bisa selalu melindungi dirinya sendiri juga mamanya kelak. Dan dapat menjadi anak yang kuat yang dapat melindungi dirinya sendiri dari segala bahaya apapun diri luar sana.
__ADS_1
Tahun demi tahun berlalu.... Banyak hal dan kejadian yang sudah di lalui ibu satu anak tersebut. Di perumahan pinggiran kota Feirvy tinggal dengan sebuah klinik yang telah menghidupinya saat suaminya sedang tidak ada. Saat itu... anaknya yang masih berumur satu tahun tersebut sudah bisa berjalan dengan susunan kata perkata berusaha anak itu ucapkan dengan jelas.
Dan perlahan perubahan mulai terjadi, Klinik yang biasanya sepi sekarang ini terlihat lebih ramai dari sebelumnya. Biasa orang akan menyinyir kata kata buruk pada Feirvy tapi sekarang sudah tidak lagi. Mungkin mereka sudah tengah malu untuk sekali saja menghina ibu yang tengah berjuang sendirian untuk anakknya tersebut.
Anak gadisnya itu... memang bagaikan sebuah cahaya selalu menerangi juga menemani kehidupan Feirvy setiap harinya. Dan tumbuh jadi anak yang pintar dan selalu berbuat baik pada siapa saja yang Kallea temui.
Tapi semua itu tak secara instan di dapatkan oleh Feirvy. Mendidik seorang anak itu bukanlah hal yang mudah. Bagai kertas putih yang kita beri tinta sendiri. Tinggal tinta apa yang kita torehkan. Akankah tinta hitam pekat yang kita kasih atau tinta emas berlian yang kita tuliskan. Semua itu tergantung dari orang tua itu sendiri.
__ADS_1
Mungkin benar kata Key dahulu kalau tidak belajar pekerjaan rumah bagaimana kelak kamu akan jadi ibu. Apakah kata sebelumnya itu adalah sebuah pertanda kalau semua ini akan terjadi, kalau Feirvy akhirnya menghidupi anaknya sendiri dan merawat anaknya sendirian. Meski padahal hal ini tak pernah sekalipun terpikirkan oleh Feirvy yang dulu bisa hidup bermanja-manja dengan kedua orang tuanya.
Bersambung...