
Disaat Arjuna hampir kehilangan kendali dirinya, Kevin dan Gio datang dan mendobrak kamar yang ditempati sang Bos dan mendorong kasar wanita yang mengerayangi sang Bos.
"Tolong bawa aku ke Dokter!" perintah Arjuna dalam keadaan mata yang memerah menahan amarah dan juga sesuatu yang bergejolak didalam tubuhnya.
Dengan cepat Kevin dan Gio membawa sang Bos keluar dari sana, bagaimanapun Kevin dan Gio bisa melihat bagaimana pandangan sang Bos yang sangat kacau.
1 jam kemudian
Demi apapun Arjuna seperti seorang gadis yang baru saja mengalami pelecehan. Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya, beruntung dia terbiasa dengan kelicikan-kelicikan para rekan bisnisnya. Tapi jika itu terjadi, Arjuna tidak sanggup membayangkan anak dan istrinya di rumah belum lagi mereka semua itu wc umum yang dipakai banyak pria dan bahaya yang mungkin dia bawa untuk Anggreknya di rumah.
Setelah mendapatkan kesadarannya Arjuna menatap jam tangannya yang menunjukkan jam 1 malam waktu setempat.
"Kau salah bermain-main denganku Lee Rang. Aku akan membuatmu menyesal telah melakukan ini padaku," geram Arjuna dengan mata memerah menahan tangis.
Tampak Arjuna memeriksa teleponnya dan ada dua panggilan tidak terjawab dari Anggrek.
"Aku harus apa Ya Allah, aku takut jika istriku mengetahuinya dari orang lain dan merasa terkhianati. Tapi jika aku mengatakan yang sejujurnya apakah istriku akan percaya?" lirih hati Arjuna tanpa dia katakan.
"Maaf Bos, tadi kami hampir terlambat datang," kata Kevin dan Gio pada sang Bos.
"Kalian datang tepat waktu, hanya saja seperti yang kau lihat ditempat tadi ada beberapa barang pecah karena aku sempat bangku hantam dengan Lee Rang," kata Arjuna.
#Flashbac On
"Sudah aku katakan jika aku tidak menganut hubungan yang begitu liar seperti ini. Sedari dulu aku juga tidak pernah mempermasalahkan apa yang kau lakukan meski kita teman dekat. Kenapa kau lakukan ini padaku Lee Rang!" teriak Arjuna yang merasa murka.
Augh
__ADS_1
Augh
Kedua gadis itu didotong kasar oleh Arjuna dan berjalan tegap keluar dari ruangan khusus yang Lee Rang siapkan.
"Kau tidak akan lolos kali ini Arjuna! Aku yakin jika kau sudah terjebak dalam duniaku kau tidak akan bisa berhenti, hahahahaha," tawa Lee Rang dan menepuk tangannya tiga kali hingga beberapa orang berbaju hitam mengepung Arjuna.
"Sohibku aku tahu kau sangat membutuhkan istrimu setelah obat itu bereaksi tapi kau tenang saja aku orang yang bertanggung jawab!" kata Lee Rang dengan melipat tangannya didada berdiri dengan gaya sombong menatap Arjuna yang sebenarnya merasa pening dan sedikit bingung karena obat itu bereaksi.
"Lagi pula kau belum menanda tangani perjanjian kerja sama kita. Aku akan diamuki oleh pria tua itu jika kerja sama ini tidak berlanjut, karena itu aku memberikanmu banyak gadis cantik agar kau bahagia. Bukankah mereka jauh lebih cantik dari istrimu yan kau nikahi Sohibku," kata Lee Rang dengan tatapan sinisnya pada Arjuna.
"Brengs*k kau Lee Rang! Mengapa kau lakukan ini padaku! Padahal aku tidak pernah mengusik ketenangan dan kesenanganmu lalu mengapa kau menjebak aku seperti ini Iblis!" teriak Arjuna dengan amarah yang menggebu. Kekesalannya semakin meningkat ketika pengawal yang menemaninya dia tinggalkan diluar tanpa berpikir panjang mengenai resiko yang akan dihadapinya didalam saat dia direcoki obat begini.
"Aaaah Lee Rang!" teriak Arjuna dan baku hantampun tidak bisa terelakan. Arjuna yang naik pitam melawan orang itu semua, berkat obat yang diberikan oleh Lee Rang, kesadaran Arjuna yang melayang-layang membuatnya memukul tanpa ampun hingga dua puluh orang pria berpakaian hitam-hitam itu.
"Kejar dia!" teriak Lee Rang saat Arjuna berhasil melumpuhkan dua puluh orang pekerjanya.
"Dasar tidak berguna! Kali ini kau tidak boleh lolos Arjuna! Aku harus berhasil membuatmu menikmati malam satu malam dengan gadis peliharaanku disini. Lagi pula, aku tidak ingin kena amuk Ayahku jika aku gagal mendapatkan kerja sama denganmu! Si*l mengapa kau harus sok suci dan menolak gadis cantik pilihanku!" kata Lee Rang.
Tidak terasa jarum jam sudah menunjukkan angka 10 waktu setempat. Arjuna tersenyum sinis, sungguh sahabat baiknya yang sudah lama tidak dia temui itu benar-benar seperti memiliki dendam yang tidak selesai akan dirinya.
"Kekonyolan macam apa ini? Mengapa aku belum juga bisa keluar dari sini, mereka selalu mengejarku dan seolah tidak ada lelahnya! Berapa banyak sebenarnya lawanku," kata Arjuna lirih dengan suara pelan hingga seseorang membius Arjuna dengan suntik dari belakang dan pria tampan yang malang itu tidak sadarkan diri.
"Kena juga kau Arjuna, akhirnya kau terlumpuhkan juga. Aku tidak menyangka kita membutuhkan waktu yang sangat lama untuk melumpuhkannya. Suntikkan dosisnya lebih tinggi, aku ingin dia tidak bisa menyadari jika yang ada didepannya seorang wanita penghibur. Dia harus merasakan sakitku, karena dirinya Helena meninggalkan aku. Bahkan layaknya pria bodoh aku harus rela Helena menjadikan aku laki-laki gelapnya. Meski begitu Helena bahkan harus mengalami gangguan jiwa setelah hubungannya dan Arjuna kandas karena kecanduannya akan narkotika. Kali ini aku akan melakukan hal yang sama, aku akan hancurkan rumah tangganya dan mengirim foto-foto tidak senonoh itu pada istrinya. Hahahahaha! Kau akan hancur Arjuna tapi kau tenang saja bisnismu akan baik-baik saja karena aku tidak mungkin membuat diriku terbenam dalam air karena kekurangan investor! Hahahaha!" tawa Lee Rang kembali.
Setibanya di kamar yang telah dipilih Lee Rang. Arjuna dibangunkan dengan minyak telon yang menyengat.
"Hi Sohibku tersayang!" kata Lee Rang.
__ADS_1
"Maafkan aku, kau harus menerima ini semua. Terimalah bagaimana suntikannya karena Helena juga kecanduan bahkan hingga gila dan sekarang menetap di rumah sakit jiwa karena itu! Hahaha!" kata Lee Rang yang entah apa yang ditertawakannya
"Suntikkan padanya!" teriak Lee Rang.
Prang
Arjuna berhasil membuat suntikan itu menacap ditangan petugas dan semia botol yang sediakan pecah.
"Wow! Arjuna kau terlalu bersemangat Sohib, tapi tenang aku masih punya afrodisiak dosis tinggi. Jika belum narkoba belum bisa aku suntikkan padamu setidaknya hati istrimu akan pilu melihat pemandangan ini nantinya Sohibku!" kata Lee Rang sinis.
Tapi berulang kali dia mengambil jebretan yang ada hanyalah foto Arjuna yang berusaha menolak terus meski sekarang orang yang dihadapannya bukan lagi orang lain tapi sudah serupa dengan istrinya. Tapi Arjuna sadar betul jika ini hanya ilusinya, hingga terdengar suara dobarakan dan banyak orang yang membabat habis orang-irang Lee Rang yang hingga saat ini hanya Kevin dan Gio yang Arjuna ketahui.
Flashback Off
"Apakah orang-orang yang bersama kalian tadi adalah orang-orang kita?" tanya Arjuna.
"Tidak Tuan, satupun dari kami tidak ada yang tahu. Kami sangat minta maaf karena keterlambatan kami, tapi kami dibius melalui cairan udara. Jika saja rombongan orang-orang yang tadi menyerang tidak membangunkan kami, entah apa yang terjadi pada Anda kami juga tidak tahu," kata Kevin membuat Arjuna tidak lagi ragu akan tindakannya.
Arjuna menelpon seseorang dibalik sana, dia tidak lagi ragu akan tindakannya.
"Tarik semua sahamku yang ada di LK Corp. Aku tidak peduli dengan hubungan lama, karena aku yakin jika aku hanya mengancam saja Tuan Lee tidak akan menganggap ini serius tapi jika aku bertindak tegas setidaknya Lee Rang bisa merasakan dihukum setimpal!" kata Arjuna.
Hingga berita ekslusive sebelum perintah Arjuna dilaksanakan tampil di siaran TV ruang rawat Arjuna.
"Bukankah itu gudah pusat produksi milik LK Corp?" tanya Arjuna bingung.
"Iya Tuan," kata Kevin yang juga merasa bingung.
__ADS_1
Bukan hanya Gudang yang terbakar, Club malam yang baru 1 jam dia tinggalkan juga terjadi kebakaran karena arus pendek.
"Ya Allah, apa lagi ini kasus kecelakaan kerja dan juga pelecelan karyawan oleh orang-orang berpengaruh di LK Corp? Ini bukan gulung tikar lagi tapi ditembak mati? Siapa lawannya hingga meluluh lantahkan LK Corp dalam waktu kurang dari 70 menit?" tanya Arjuna dengan suara yang merasa ngeri karena hal yang baru aaja terjadi.