Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Terperangkap Jebakannya


__ADS_3

"Sayang kamu kenapa melamun? Apa ada masalah?" tanya Arjuna.


"Tidak Bang, tidak ada apa-apa. Oh iya Bang, nanti kita makanya di KFC saja sudah lama rasanya tidak makan-makanan cepat saji itu. Aku sedikit merindu memakan gorengan ayam yang renyah itu," kata Anggrek yang membuat Arjuna tersenyum saja.


"Baiklah Ratuku, apapun untukmu," kata Arjuna mengusap kepala Anggrek yang tertutup kerudung.


"Tapi sebelum pulang aku tetap ingin buah, aku khawatir jika nanyi lapar lagi dan harus memakan makanan nerat nanti badanku makin melat Abang," kelh Anggrek yang merasa badannya sedikit berisi sekarang dan dia merasa risih.


"Sayangku, kamu itu ngak melar. Abang malah suka dengan perubahan fisik kamu sekarang makin menggoda iman tau ngak yang. Malah Abang khawatir jika istri Abang ini terus mempertahankan tubuhnya seperti ini yang ada triplet akan lebih cepat punya Adik," kata Arjuna yang membuat Anggrek tersipu malu. Tapi setelahnya wanita itu malah menangis.


"Tapi kalau memang Abang merasa ada yang kurang dariku atau tidak nyaman tolong katakan secara langsung ya Bang. Meski sakit itu jauh lebih baik dari pada nanti aku harus menarima kenyataan jika Abang ada yang..." perkataan Anggrek terputus karena Arjuna menghentikan mobil dan ******* ganas bibir sang istri.


"Sssttt jangan berkata begitu, rumah tangga kita akan baik-baik sajam jika ada salah paham sedikit itu hal biasa namun semuanya akan membaik. Abang tidak ingin kata-kata buruk keluar dari bibir manis ini, hanya boleh keluar yang baik-baik. Kerena perkataan adalah do'a. Jika ada yang cemas itu seharusnya bukan kamu sayang," kata Arjuna den memeluk erat istrinya.


"Tapi aku, rekan bisnis hingga banyak kolega yang sedikit kurang ajar tidak jarang demi jutaan dolar mereka menjebakku dengan para gadis. Duniaku gelap dan glamor bagaimana mungkin aku bisa menyakitimu sedang aku sudah berkali-kali gagal karena orang ketiga dalam hubunganku," lirih Arjuna namun hanya dalam hatinya tidak dia ungkapkan pada Anggrek.


Biarlah hanya hatinya dan dirinya yang tahu bagaimana liciknya para pemain berdasi demi sebuah tender yang ingin dimenangkan.


"Sudah, jatanya mau makan ayam goreng kenapa malah menangis begini?" tanya Arjuna lemah lembut pada sang istri.


"Ya sudah ayo," kata Anggrek dan Arjuna langsung mengemudikan mobilnya.


Pagi yang indah, sepasang suami istri itu terlelap dalam keadaan saling berpelukan. Keadaan kamar yang berantakan, kertas yang berhamburan serta baju-baju yang berserakan dan bantal berjatuhan bisa dibayangkan apa yang sudah terjadi.


Hingga Anggrek terbangun dan menatap jam, wanita cantik yang sudah melahirkan tiga anak itu langsung berdiri. Dia tidak bisa melewatkan waktu buat caper sama sang pencipta, hari menunjukkan pukul 3 pagi.


Setelah selesai mandi, rupanya sang Arjuna tanpa dibangunkan langsung bergegas membersihkan diri. Ya apapun yang terjadi dan suasana hatinya maka kita harus mendatangi sang pemilik hati dan bumi berserta isinya bukan.

__ADS_1


Arjuna keluar daribkamar mandi, kamar sudah bersih dan rapi oleh sang istri. Sejadah sudah terbentang dan Anggrek sedang menunggu Arjuna bersiap. Tanpa banyak kata pria tampan itu mengenakan baju dan sarung yang istrinya siapkan untuk segera memimpin sholat yang ingin mereka kerjakan.


Kegiatan itu berlanjut hingga saling menyimak bacaan seperti biasa, yang tidak pernah absen untuk dilakukan. Sekarang Anggrek merebahkan kepalanya di pangkuan sang suami.


"Abang nanti apakah akan jadi pergi juga? Bahkan Mas Kai baru sehari menikah kenapa harus langsung berangkat ke Korea Selatan?" tanya Anggrek dengan mata berkaca-kaca karena tidak ingin ditinggal suaminya bekerja.


"Abang disana kerja sayang bukan main-main. Lagi pula kamu tisak sendiri disini, ada Mamah dan Papah. Bibi carol juga disini bahkan Amanda juga ada disini, pasti kamunya ngak akan kesepian," kata Arjuna mengusap lembut pipi sang istri.


"Pokoknya Aku ngak mau tinggal. Aku mau ikut, lagian kita ngak pernah jalan-jalan sejak menikah mumpung Abang ke Korsel aku mau ikut titik ngak dikoma-komakan," kata Anggrek tampa mau dibantah malah menangis sudah seperti Fateen sang Putri yang sudah berusia 6 bulan.


"Baiklah, nanti Abang akan minta Dion untuk mengurus semuanya agar kita bisa pergi. Tapi sepertinya Abang akan mengajak Bibi Carol dan Zizi. Abang khawatir kalau meninggalkan kamu sendiri saat Abang bekerja. Keberatan?" tanya Arjuna dan Anggrek menggeleng pertanda setuju dengan apa yang dikatakan sang suami.


Hari ini Arjuna mengudara bersama Anggrek dan ketiga anak-anaknya. Tentu saja Arjuna membawa Dokter spealis anak agar semuanya aman terkendali, Arjuna tidak ingin pergi dengan nekat tanpa memperdulikan anak dan istrinya.


Setibanya di kediaman mereka untuk beberapa waktu disana, Anggrek langsung mendorong kareta bayinya ke kamar mereka untuk langsung beristirahat terlebih Faqih dan Faris sedikitnrewel dan mempengaruhi Fateen yang ikut menangis.


"Apa Abang akan pulanh lebih awal nanti?" tanya Anggrek mengingat sekarang sudah jam 4 sore waktu setempat.


"Entahlah Sayang, Abang kurang tahu. Jika dengan pemimpin perusahaan sebelumnya Abang akan pulang sangat awal karena dia tidak suka membuang waktu. Tapi sekarang pemimpin perusahaannya telah berganti, Abang tidak tahu bagaimana watak dan kebiasaannya," kata Arjuna sebelun berpamitan pada sang istri.


"Abang pergi dulu ya, jangan bandel. Jangan keluar rumah tanpa menunggu Abang kembali. Jika sudah larut malam jangan menunda tidur, cukup do'akan Abang saja semuanya baik-baik l saja. Oh iya satu lagi, jangan lupakan susu ibu menyusuinya harus diminum dan juga harus makan buah sebelum tidur jika memang tidak ingin makan berat," kata Arjuna dan berlalu setelah mengucap salam.


Ditempat yang berbeda lebih tepatnya clup malam. Suasana hingar bingar tapi masih terlihat sepi karena ini masih sore tapi tetap saja sudah lumayan banyak pria-pria berdasi pemburu kenikmatan dunia disana. Sayangnya harus diketahui Arjuna termasuk salah satunya disana.


Bukan, bukan Arjuna ingin main serong apalagi mabuk-mabukan. Arjuna sudah cukup kapok dengan apa yang terjadi pada Anggrek, bersyukur Anggrek mau menerimanya dengan tulus dan Anggrek adalah gadis baik-baik. Arjuna tidak bisa membayangkan jika dia bertemu orang yang salah pada malam naas itu.


"Hi Mr Wicaksana, sudah lama tidak bertemu?" sapa Lee Rang yang ternyata adalah rekan bisnisnya yang juga merupakan penjelajah wanita ketika semasa kuliahnya dan selalu bertentangan dengan Arjuna tapi tetap saja mereka masih kawan baik walau Lee Rang sangat-sangat ya you know lah diluar cover sekali.

__ADS_1


"Masyaallah aku sungguh tidak menyangka jika kau menggantikan Pak Lee, apakah kau anak dari Mr Lee?" tanya Arjuna pada Lee Rang.


"Sayangnya iya, jadi aku mengajakmu kesini. Awalnya aku tidak ingin menggantikan Ayah terlebih ini Club milikku dan Abangku juga ada yang lebih ahli perkara bisnis. Tapi Abangku Lee Heon sedang mengalami sedikit masalah, Heonie Hyung mengalami kecelakaan alalu lintas dan sekarang hanya bisa duduk dikursi roda dan belum bisa masuk kantor," kata Lee Rang yang membuat Arjuna mengangguk paham.


"Oh iya apa kita mau bicara bisnis atau mau bersenang-senang dahulu? Aku punya banyak wanita cantik," kata Lee Rang lalu bertepuk tangan hingga para wanita perkeja dan seorang penari striptis melakukan aksinya ditiang yang ada didepan keduanya.


"Ya Allah, cobaan apa lagi ini. Kalau dia bersama yang lain aku tidak masalah tapi apa ini Ya Allah. Aku juga bukan orang suci apalagi yang kuat iman," lirih Arjuna saat melihat pemandangan yang lengsung membuatnya menunduk dalam dan membuang pandangannya kemana saja asal jangan pada wanita yang tengah menari.


4 wanita yang di panggil Lee Rang langsung membagi formasi dua mengerayangi Lee Rang dan yang dua lagi ingin hampir mendekati Arjuna.


"Rang, aku yakin kau tahu bagaimana aku dari dulu. Tidak bisakah kita to the point, istriku tengah menunggu di rumah dan anak-anakku masih kecil aku khawatir jika istriku kerepotan jika aku lebih lama lagi disini," kata Arjuna setelah berhasil menghentika dua wanita yang ingin mendekatinya. Tentu saja sipenari masih betah dengan aksinya dan mengedip-ngedip manja pada Arjuna sedang Arjuna sama sekali tidak melihatnya malah geli dan jijik melihatnya.


"Baiklah, tapi setidaknya minumlah minumannya. Tenang saja aku kau cukup pintar untuk tahu minuman apa yang aku suguhkan hingga aku tidak perlu menyebutkannya lagi," kata Lee Rang penuh siasat.


"Kena kau pria sok suci, aku akan membuat prinsipmu luntur dengan minuman itu," kata Lee Rang dalam hati.


Dengan mengucap bismillah Arjuna meminum minuman itu, setelah dia rasa aman ketika penciumannya tidak menghirup apapun Arjuna menyesap jus melon itu dengan santai.


"Minumlah lebih banyak lagi, teks yang perlu kita diskusikan cukup panjang," kata Lee Rang menatap culas pada gelas minuman Arjuna yang telah dia campur dengan afrodisiak didalamnya.


Saat Arjuna membaca file yang akan dia tanda tangani kepalanya mulai terasa oening dan suhu tubuhnya meningkat. Dia mengenali efek ini, ayolah Arjuna bukan pria yang baru didunia bisnis bahkan sempat mengikuti Arthur sampai dua tahun sebelum menjadi CEO di perusahaan sanga Ayah.


"Sialan kau Lee Rang!" geram Arjuna yang malah disambut tawa oleh Lee Rang saat beberapa gadis mulai menggerayanginya.


Arjuna berusaha mencari sesuatu yang bisa membanyunya di tubuhnya tapi tidak dia temukan.


"Sudahlah Arjuna berhenti sok suci, sekarang kau bahkan mungkin sudah sulit berdiri karena efek obatnya, hahahahaha," tawa Lee Rang membahana karena temannya terperangkap jebakannya.

__ADS_1


__ADS_2