Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Semakin Aneh


__ADS_3

Mengumpulkan tekat sekuat tenaga, wanita muda itu merekam apa yang di lihatnya. Meski hatinya pilu dan hancur tapi harga diri Mama dan Papanya tetap harus dia selamatkan, pernikahan yang sudah di depan mata hanya akan menjadi aib keluarga jika dia tidak memiliki bukti apapun untuk menggagalkan pernikahan ini.


Setelah mengambil video dan kedua orang biadab itu tampak jelas di layar yang di rekamnya. Wanita muda itu pergi ke dapur dan di carinya benda merah yang biasa di gunakan untuk membuat sambal ya apalagi jika bukan sambal siap saji.


Di campurkannya dengan sangat pekat ke dalam air dan di bawanya ke kamar kekasihnya yang tengah memadu kasih dengan wanita yang selalu di panggil sahabat olehnya.


Puar


Semua air cabai yang pekat yang tadi di dalam wadah membasahi tubuh dan organ vital kedua pasangan asusila itu.


"Sialan apa-apaan ini?" teriak Pria yang langsung memisahkan diri dengan pasangannya dan juga merasa kepanasan karena sepertinya itu bukan hanya cabe tapi di campur yang lain juga.


"Panas?" tekan Melati melihat kepanikan pasangan gelap itu.


"Begitu juga hatiku yang panas melihat Mas dengan wanita lain. Pernikahan kita hanya menghitung hari dan kau bermain gila dengan perempuan ini!" teriak Melati naik pitam.


Plak


Wajah melati terdorong ke belakang karena di tampar oleh wanita yang menjadi selingkuhan calon suaminya.


"Tidak usah sok suci Kau Jal*ng kecil! Kau kira kami tidak tahu trik busukmu? Kau hanya menginginkan harta dari keluarga sahabatku bukan? Bahkan Kau memfitnah Adik angkatmu hanya agar bisa merebut suaminya untuk Adik kandung mu Dasar picik!" kata wanita yang tadi terkena air cabai. Meski rasa panas menjalar di tubuhnya tapi dia tidak akan puas jika mbelum menuntut balas.


"Lagi pula aku tidak akan bertindak sejauh ini jika saja kau tidak merebut calon suamiku! Kau bahkan membuat dia bangkrut dan hampir bunuh diri karena sudah bangkrut kau tinggalkan begitu saja. Tahan dia Jef, ikat dia pastikan aku punya kesempatan untuk menyiksa wanita licik dan jahat sepertinya," kata wanita itu berlalu.


Jef yang juga benci pada Melati terlebih cara Melati menjilat keluarganya langsung mengikat Melati dengan dasi yang berserakan di lantai apartment.


"Kau tidak akan lepas kali ini Penjilat!" tekan Jef pada mantan calon istrinya itu.

__ADS_1


"Lepaskan aku Mas! Harusnya aku yang marah bukan dirimu! Lagi pula apa kesalahan ku pada kalian? Harusnya dirimu malu kedapatan berzina oleh calon istrimu! Apa Kau tidak sadar jika yang kau lakukan itu dosa besar?" tanya Melati berlinang air mata.


"Tahu apa kau tentang dosa Sayangku?" tanya Jef seraya mencengkram pipi Melati kuat.


"Bukankah Kau yang paling ahli memanipulasi dan juga menipu orang? Jika berbicara tentang dosa bukankah fitnah lebih kejam dari pembunuhan? Aku tidak memfitnahmu seperti yang kau lakukan pada Adik angkatmu yang malang. Aku hanya akan memberikanmu pelajaran agar tidak selalu menjilat keluarga dan pria kaya! Bukankah kau menyukai pria kaya Sayang?" tanya Jef pada wanita yang telah berhasil merebut hati orang tuanya itu.


"Apa yang akan Kau lakukan padaku Mas? Kau jangan gila! Negara kita ini negara hukum! Kau bisa di penjara jika melakukan hal buruk padaku!" teriak Melati pada Jef.


"Hahahaha, Sayang! Sayang! Seharusnya dirimu sadar jika Kau bukanlah orang penting bagiku Melati! Hukum? Jangan bicarakan itu padaku Sayang, aku akan menghilangkan bukti sebersih mungkin dan aku yakin Kau juga akan menikmati hukuman dariku.


Suasana tegang di Apartment milik Jef karena Jef ketahuan berselingkuh dengan Catrine oleh Melati. Namun hal itu berbanding terbalik di belahan bumi seberangnya.


"Sayang, Kau pulang jam berapa? Aku akan menjemputmu," tanya Arjuna melalui sambungan telepon. Sedangkan jari-jemari pria itu tengah bermesraan dengan keyboard laptopnya.


"Aku sepertinya sedikit lama Abang. Tapi aku lagi pengen minum yang seger-seger, ngak tau kenapa pengen banget gitu. Abang bisa bantu pesankan dan kirim ke sini? Soalnya yang jual minuman itu di cafe depan kantor Abang," kata Anggrek seraya menatap foto pernikahannya yang ada di meja kerjanya.


"Telponan trus! Pandangin terus potonya! Kalau kangen datangin Bos! Jangan nangkring mulu di sini!" kata Amanda yang mengantarkan rancangan pesanan para konsumen.


"Sssttt! Jangan ganggu! Lagi ngomong sama Yayang! Jangan iri, nanti kesandung!" kata Anggrek yang berhasil membuat Amanda mengekerutkan keningnya.


"Apa hubungannya coba? Iri dan kesandung. Ya Allah, kenapa temannya semakin hari semakin tidak jelas saja," kata Amanda seraya berlalu.


"Oh iya Beb, beberapa ada yang ingin berjumpa langsung denganmu besok. Karena gaun yang di pesan kurang sesuai dengan yang ada di katalog. Soalnya untuk gaun pernikahan," kata Amanda memberi tahu pada sahabatnya itu.


"Kapan specifik jamnya dia ingin bertemu denganku?" tanya Anggrek pada Amanda.


"Maafkan aku Sayangku! Aku memadatkan jumpa hari esok dari dari pagi hingga malam jam 9," kata Amanda dengan wajah memelas minta pengampunan.

__ADS_1


"Amanda!" teriak Anggrek yang berhasil membuat Amanda langsung ngibrit mencari aman. Terlebih Anggrek sekarang sedikit berbeda dengan biasanya.


Amanda yang teringat jika sang sahabat tengah gencar-gencarnya dengan makanan manis memilih melihat isi kulkas studio.


"Kenapa Bos?" tanya salah seorang pegawai studio ketika melihat Amanda membuka lemari pendingin.


"Mau cari ice cream yang kemarin aku belikan untuk teman lembur," katq Amanda.


Amanda teramat bersyukur karena ternyata masih ada ice cream yang tersisa. Sekotak ice ceram rasa vanilla yang masih utuh belum sama sekali di buka.


Tok...Tok...Tok...


"Sayang ku!" kata Amanda datang menongolkan kepalanya di ruangan sang Bos Besar pemilik studio.


"Aku bawain ice cream vanilla. Hmmm dingin banget pasti rasanya manis dan menenangkan hati yang lago gusar dan panas," kata Amanda yang menebalkan muka meski di tatap datar oleh Anggrek.


Anggrek memberikan kode melalui dua jari tangan kirinya sebagai tanda dia menginginkan ice cream yang di bawa oleh Amanda .


"Kamu ngak marahkan aku ambil job segitu banyaknya?" tanya Amanda setelah Anggrek terlihat tenang dengan suapan demi suapan ice cream yang lolos dalam mulutnya.


"Kenapa harus marah? Duit masuk kok marah, bagus dong. Apalagi aku sedang buka tiga cabang butik di sini, tentu aku sangat membutuhkan biaya besar. Mana mungkin aku marah," kata Anggrek dengan santainya.


"Lalu kenapa tadi dirimu berteriak padaku?" tanya Amanda heran.


"Jangan bahas tadi, kita hidup di masa sekarang bukan selalu mengulang masa lalu," kata Anggrek yang semakin membuat Amanda pusing.


"Dirimu semakin aneh saja Beb," katq Amanda sebelum berlalu dari ruangan sahabatnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2