
Arjuna masih menatap khawatir sang istri yang masih betah memejamkan matanya. Sudah 2jam berlalu dan Anggrek masih betah dalam tidurnya.
Hingga bunyi nyaring ponsel Arjuna mengalihkan dunianya.
"Assalamu'alaikum Nak, gimana kabar kami dan menantu Mamah?" tanya Mamah dari seberang sana.
"Walaikumussalam, Mamah. Alhamdulillah kabar Arjuna baik, hanya saja Anggrek jatuh pingsan karena darah tingginya kambuh dan sekarang masih belum sadarkan diri," kata Arjuna parau menahan air matanya.
Sungguh dia tidak sanggup melihat sang istri terbaring seperti ini. Sudah dua jam lamanya Anggrek masih betah dalam tidurnya, tidak masalah jika sang istri tidur beneran tapi ini? Anggrek pingsan, bukan tidur.
"Apa kalian bertengkar karena masalah Julia yang viral di sosial media?" tanya Mamah yang membuat Arjuna mengangguk tanpa bisa membantah.
"Keterdiamanmu Mamah anggap adalah kebenarannya Arjuna. Juna, berapa kali Mamah harus katakan padamu! Ngak peduli mau bisnis atau apapun jangan lagi berhubungan sama mantan-mantan kamu yang ngak bener itu!" kata Mamah membuang nafas kasar.
"Malam ini juga Mamah dan Papah akan terbang ke US menggunakan jet pribadi. Jaga menantu Mamah, Mamah ngak mau ya sampai kamu melakukan kesalahan fatal lagi." kata Mamah yang diiyakan eleh Arjuna.
Arjuna keluar untuk mengambil pesanan makanan yang dia pesan 1 jam yang lalu. Saat Arjuna keluar ternyata Anggrek sudah sadarkan diri, air matanya kembali mengalir saat sang suami tidak ada disampingnya.
"Abang, apa kamu semarah itu? Hingga aku pingsan saja tidak kamu hiraukan?" tanya Anggrek pada dirinya sendiri.
Clek
Pintu terbuka dan tampak wajah tampan Arjuna yang tampak jelas ketika pintu itu terbuka.
"Sayang! Kamu sudah sadar? Alhamdulillah," kata Arjuna berlari menghampiri sang istri yang berlinang air mata menatap dirinya.
"Jangan stress-stress lagi, aku ngak mau kamu dan anak-anak kita kenapa-napa. Aku sayang kamu, sekarang, kedepannya dan selamanya. Maafin aku ya, yang udah cuekin kamu," kata Arjuna dengan mata yang memerah dan berkaca-kaca.
"Aku juga minta maaf Abang, aku sayang banget sama Abang. Aku takut jika Abang jadian lagi sama itu Tante-Tante jadia-jadian, aku ngak mau," kata Anggrek memeluk Arjuna erat.
Arjuna menghela nafasnya pelan, ini hanya masalah waktu. Wajar jika antara dirinya dan Anggrek banyak perbedaan dari segi umur saja Anggrek jauh lebih muda darinya, sudah seharusnya jika dia lebih dewasa dalam bersikap.
"Sayang dengar ya, Abang sangat-sangat cinta sama kamu dan juga kedua baby kita. Jadi ayo kita saling menjaga, runtuhnya kepercayaan kita terhadap masing-masing kita adalah harapan dari semua pihak ketiga yang ingin hubungan kita hancur. Jadi Abang harap apapun yang terjadi di luar sana tidak mempengaruhi hubungan kita." kata Arjuna pada Anggrek.
"Sama Abang, aku juga minta maaf. Aku sayang sama Abang," kata Anggrek pada Arjuna.
__ADS_1
"Oh iya, kata Dokter JN kamu harus segera makan obat begitu sadar dan juga harus bedrest. Abang udah pesankan makanan, sebentar ya Abang ambilkan dulu," kata Arjuna berlalu keluar dari kamar.
Anggrek menatap lamat pada sang suami yang berlalu dari sana, dalam hati berkali-kali dia berucap syukur karena Arjuna sudah tidak lagi marah padanya.
Tidak lama setelahnya Arjuna memasuki kamar dengan nampan ditangannya.
"Ayo makan, mau Abang suapi?" tanya Arjuna pada Anggrek.
Dengan semangat Anggrek mengganggukkan kepalanya. Bagaimanapun Anggrek memang menjadi aangat manja ketika hamil, dan untungnya Arjuna sudah terbiasa dengan itu semua.
"Manjanya istri Abang," kata Arjuna yang menyuapi Anggrek.
"Manja sama suami sendiri ngak papa kali Mas, asal jangan sama orang lain," kata Anggrek.
"Cari gara-gara berarti itu laki-laki itu, masa mau ganggu istri kesayangannya Arjuna. Ngak papa sayang, nanti Abang pastikan orangnya yinggal nama," kata Arjuna dengan wajah berlagak seriusnya.
"Ih Abang serem ah, mana bisa aku minta suapi sama pria lain lah aku cintanya sama Abang," kata Anggrek dengan wajah tersipu.
"Sekarang minum obat lagi ya, biar anak kita sehat dan kuat," kata Arjuna mengusap perut buncit Anggrek.
Arjuna mengelus perut sang istri yang tengah membulat besar dan mencium perut sang istri.
"Ya sudah sekarang istriku yang cantik hatus segera tidur," kata Arjuna pada Anggrek.
Saat Arjuna akan keluar kamar menbawa nampan Anggrek menahan tangan sang suami.
"Jangan lama-lama, aku ngak mau sendiri," kata Anggrek pada Arjuna dan Arjuna mengangguk mengiyakan.
Pagi telah datang menyapa, berbeda dengan kebanyakan pasangan yang masih bergelung di tempat tidur apalagi hari ini adalah hari minggu pekerjaan dan kampus libur bukan? Tapi berbeda dengan pasutri Anggrek dan Arjuna.
Terlihat keduanya tengah mengaji bersama, Anggrek tampak bersemangat membaca al-qur'an dan Arjuna menyimak bacaan sang istri.
"Abang, kemarin Amanda mengatakan jika dia sedang ikut pengajian untuk memperbaiki bacaan dan juga tajwidnya apa aku boleh ikut?" tanya Anggrek menatap sang suami.
"Tentu saja boleh Sayang, tapi ada syaratnya dan Abang ngak mau kamu ngebantah," kata Arjuna kembali.
__ADS_1
"Hari ini Mamah dan Papah datang dari Indonesia. Abang ingin kalau kamu ikut pengajian perginya bareng sama Mamah dan harus menggunakan supir, bagaimana?" tanya Arjuna pada sang istri.
"Aku tidak punya opsi menolak bukan? Tentu saja aku mau Abang, terima kasih Abangku Sayang," kata Anggrek mengecup pipi sang suami bertubi-tubi.
"Ya sudah aku mau masak dulu ya Bang," kata Anggrek yang ingin berlalu ke dapur tapi Arjuna menahan tangannya.
"Sayang ingat apa akata Abang kemaren?" tanya Arjuna sedangkan Anggrek menyernyitkan keningnya. Memengnya Arjuna mengatakan apa?
"Kata Dokter JN darah tinggi kamu kambuh kemaren dan kamu harus banyak istirahat. Jadi hari ini biar Abang aja yang masak," kata Arjuna.
"Emangnya Abang bisa?" tanya Anggrek tertawa melihat sang suami yang semangat 45 ingin memasak sarapan untuk keduanya.
"Kalau pagi-pagikan ngak ribet Yang. Cuma roti bakar cokelat sama susu hamil dan juga potongan buah buat cemilan kamu saat lagi designkan Yang? Kayak biasa?" tanya Arjuna pada Anggrek.
"Iya Abangku Sayang, ah jadi makin lope-lope akutuh sama kamu," kata Anggrek.
"Ya Allah, terima kasih telah mempertemukan aku dan Bang Arjuna. Aku sungguh tidak menyangka jika kandasnya hubunganku dengan Abimanyu malah mempertemukan aku dengan keluarga Abang Arjuna." kata Anggrek membayangkan awal-awal pertemuannya bersama sang suami.
Ting ting ting
Deringan ponselnya mengalihkan fokus Anggrek dan ternyata itu adalah Amanda.
"Bos! Jalan yuk! Ngak bosan apa di rimah terus sejak hamil?" begitulah pesan suara yang dikirimkan oleh sahabat badungnya itu.
"Aku ngak bisa sekarang Beb, kemarin aku drob gara-gara permasalahan yang sempat viral dengan Julia dan sekarang harus bedrest. Bahkan nanti Mamah dan Papah mertuaku juga akan datang," kata Anggrek melalui pesan suara.
"Beb, seharusnya kamu jangan terlalu memikirkan scandal kemarin. Julia itu memang sudah terbiasa tersandung kasus, setiap detik kehidupannya penuh dengan kasus. Aku sih udah ngak heran dan harusnya sebagai orang yang sudah lama menetap disini kamu juga tahu bagaimana sikap si Julia," kata Amanda kembali.
"Aku juga merasa konyol telah marah-marah pada suamiku dan membuat Bang Arjuna marah, padahal sikap Julia yang seperti itu bukan hal baru untuk kita ketahui," kata Anggrek lesu.
"Sayangku, ayo sarapan. Abang udah buatkan roti spesial untukmu dan baby twins," kata Arjuna memasuki kamarnya dengan nampan ditangannya.
"Terima kasih Abangku Sayang," kata Anggrek dan mereka memulai sarapan mereka bersama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1