
Pagi itu Mawar mengawali harinya sebagai Babu di perusahaan sang Adik Ipar.
"Mawar apa kamu sudah menemukan kabar terbaru tentang Papamu?" tanya Mamah Ayana.
Ya memang saat Mawar bekerja kemarin Arjuna mendatangi kediaman mereka dan membawa perawat sekaligus Dokter yang akan merawat Ibu Ayana. Karena itu Ibu Ayana tidak lagi dipasung seperti kebijakan yang dilakukan oleh Mawar.
"Ma! Mama tu harusnya sadar, Papa sudah lama meninggalkan kita! Papa sudah lama mentalak Mama! Papa sudah bukan lagi Suami Mama! Kenapa hal seremeh ini tidak juga Mama sadari! Semua ini karena sikap Mama yang tidak tegas! Coba saja Mama sejak awal membunuh Anggrek maka Mama ngak akan pernah kehilangan Papa! Anggrek itu hanya racun buat kehidupan kita Ma! Racun!" teriak Mawar. Mawar berteriak sesuka hatinya tanpa menyadari jika suaranya di rekam oleh Dokter Dennis yang merawat sang Mama untuk dilaporkan pada Arjuna.
"Tidak heran jika mereka sangat diantisipasi oleh Tuan Arjuna. Waras aja begini gimana kalau gila? Ngak tau deh mungkin mutilasi orang kayak mutilasi ayam kayaknya. Ini perempuan seharusnya ngak dibiarkan berkeliaran tapi dimasukin ke rumah sakit jiwa atau ngak disuntik mati biar modar! Heran aku kayak ngak ada otalnya dia bicara tentang Adeknya yang udah bantuim dia segitunya," kata Dennis geleng-geleng kepala.
Sementara itu di pesawat Arjuna tengah berdiskusi bersama dengan Kai mengenai permasalahan psikologis Anggrek.
"Sebenarnya aku sangat menyarankan untuk menberi tahu Nyonya Bos. Kau tahu sendiri semakin lama kau menyembunyikan hal ini pada Nyonya Bos maka kau akan sulit sendiri Bos. Lagi pula kita punya banyak bukti yang bisa membuktikan jika dia benar-benar bersalah. Atau hal baiknya kita pulangkan saja dia beserta Ibunya ke Tanah Air," kata Kai enteng.
"Kau bisa mengatakan itu karena kau tidak tahu seperti apa Anggrek menyangi keluarganya. Aku tidak ingin gangguan kecemasan Anggrek semakin parah jika kita memberi tahu tentang ini," kata Arjuna pada Kai.
Hingga Anggrek menghampiri keduanya dengan dua gelas kopi ditangannya.
"Ngomongin apa sih Bang, serius amat. Ngopi dulu, rileks dulu pikirannya pegel ngak?" tanya Anggrek mengusap bahu sang suami.
"Ah Ayang tahu aja, tapi kasihan Jones ituloh Yang! Tujuh tanjakan dan tujuh penurunan dia masih sendiri ampe Abang sangka dia belokloh Yang," kata Arjuna yang membuat Kai mengumpatkan segala nama binatang di kebun binatang dia absen semua.
"Mas jangan sensi, aku yakin suatu hari nanti Mas Kai akan menemukan perempuan yang baik dan berhati mulia," kata Anggrek yang diaminkan ketiganya.
"Oh iya Bang, semasa aku kuliah dulu aku sempat punya pelanggan asal Timur Tengah tepatnya di Lebanon. Namanya Sofia dia seusiaku dan hingga kini kami masih berhubungan baik dia menjadi Dosen di Universitas ternama di negerinya. Jika Mas Kai tertarik mungkin bisa saling mengenal untuk berta'aruf dulu siapa tahu dia yang selama ini dititipkan Allah untuk Mas Kai," kata Anggrek yang membuat Kai sedikit terperangah.
__ADS_1
Ayolah, Kai bukan pria sebaik itu untuk mendapatkan wanita baik sekelas teman Anggrek. Tapi Kai tidak berbohong dia sangat-sangat mau melakukan pendekatan jika itu memang sahabat baik Anggrek.
"Apa kau benar-benar mengenalnya dengan baik Sayang? Bukan apa-apa Sayang, Kai ini butuh spealis khusus Abang takutnya nanti Sahabatmu lari tunggang langgang karena 1001 keanehan Kai ketika pendekatan dengannya," kata Arjuna yang berhasil mendapat cubitan ganas dari tangan Kai yang tidak ada anggun-anggunnya.
"Auw kau ganas sekali Tuan, bagaimana mungkin ada gadis yang mau denganmu Tuan?" tanya Arjuna mentertawakan temannya yang jones abadi.
"Sudah-sudah jangan saling meledeki. Silahkan dilanjutkan apa yang ingin dibicarakan," kata Anggrek tapi Arjuna menahan tangan sang Istri.
"Sayang, ada yang ingin Abang sampaikan mengenai Kakak mu Mawar dan Mamamu," kata Arjuna menggenggam tangan istrinya.
Kai yang menyadari jika akan ada pembicaraan serius segera menyingkir dari keduanya.
"Ada apa Bang? Apa Kak Mawar berbuat masalah lagi?" tanya Anggrek pada sang Suami.
"Apa kau percaya jika Abang katakan jika Mawar berusaha menggoda Abang di kantor? Serta fakta yang selama ini Mawar sembunyikan jika dia pernah menjadi wanita panggilan, bahka... Hingga hari ini Abang rasa Mawar masih bertahan dengan pergaulan tidak sehatnya itu," kata Arjuna yang sontak membuat Anggrek sedikut terdiam.
"Biarkan saja dulu Abang, hanya cukup jaga jarak darinya. Aku tidak bisa mengusirnya karena dia masih Kakak seibuku. Tapi ingatlah, jangan lagi tergoda padanya. Aku tidak ingin mengalaminya dua kali Abang," kata Anggrek yang mulai lepas kembali.
Ya Anggrek yang sebenarnya tidak pernah mengalami gangguan panik menjadi mengalami serangan bahkan sedikit berhalusinasi ketika mendapat serangan dua bulan yang lalu.
"Sayang istigfar, ingat Allah. Istigfar Sayang, astagfirullah hal'azim! Astagfirullahal'azim Sayang ulangi Sayang," kata Arjuna membimbing sang istri yang tampak gemetaran.
Anggrek berusaha tenang dan mengikuti instruksi sang suami sedangkan Bibi Carol sudah cemas terlebih Fateen dan Faris menangis bersamaan hingga membangunkan Faqih yang terlelap dengan tenang. Sehingga ketiganya beramai-ramai menangis seolah lagi main keroyokan agar sang Bunda berhenti panik.
Setelah merasa lebih tenang Anggrek segera menghampiri Fateen, Faqih dan Faris yang menangis.
__ADS_1
"Abang sepertinya mereka membutuhkan asi. Tolong bantu aku bawa triplet ke kamar kita agar aku bisa menyusuinya dengan keadaan tertutup," kata Anggrek yang langsung diangguki oleh pria tampan itu.
Suasana baru, rumah baru dan lingkungan baru membuat Anggrek tersenyum sumringah. Dia menolak tahu semua yang berbaur dengan keluarganya terutama Mama dan Kakaknya Mawar. Cukup dia harus menenangkan diri sejenak, agar bisa tetap berkarya dan memikirkan apa yang harus diberikan pada Mawar.
"Nyonya minum dulu susunya mumpungnlagi hangat," kata Bibi Carol meletakkan susu vanila yang masih hangat disamping Anggrek yang duduk tengah menatap kolam ikan digazebo dapur.
"Jangan Nyonya-nyonyaan lah Bi. Kita kenal bukan setahun dua tahun, ngak usah diikuti semua formalitas Bibi Al dan Mamah. Aku kurang nyaman," kata Anggrek yang merebahkan kepalanya dibahu Bibi Carol.
"Bi mengapa drama-drama indosiar begitu banyak menghampiri hidupku. Tolonglah Bi aku tidak ingin hidup dengan banyak drama begini tapi...." perkataan Anggrek terpotong oleh Bibi Carol.
"Sayang, selama nafas ini masih berhembus ujian itu akan terus ada Sayang. Jangan pernah bersedih Alalh bersama kita Sayang, sudah apa jangan-jangan Anak kesayangan Bibi ini sering menonton drama akhir-akhir ini?" tanya Bibi Carol yang sebenarnya sadar jika Anggrek jarang membawa prasaan.
"Ya mungkin ini karena Bibi Al yang suka menonton sinetron. Bibi tahu dia selalu menonton sinetron India yang panjanganya beribu-ribu dan berliku. Aku terkadang heran kenapa orang bertahan dengan 1001 kebodohan. Bagiku jika diusir maka obatnya pergi, jika diracuni maka lapor polisi. Jika tidak kuat dengan polisi maka gigi dibayar gigi apa sulitnya," kata Anggrek menggebu-gebu.
"Oh anakku, kenapa menjadi begitu manis. Tapi jangan stress, ingat kamu punya triplet yang sangat membutuhkan dirimu. Jadi Bibi ngak mau anak kesayangan Bibi dan juga Tantenya Zizi sakit hanya karena banyak masalah," kata Bibi.
"Iya Bibi Carol yang cantik," kata Anggrek.
"Bibi, aku ngak menyangka jika Abang memilih tempat kita tinggal senyaman ini. Suasananya menenangkan dan banyak tumbuhan hijau, tapi ini semuakan butuh perawatan ekstra Bi? Kita berdua mana sanggup apalagi ada triplet dan aku juga kerja dan Zizi juga bersama kita," kata Anggrek cukup bingung dengan rancangan kediamannya yang banyak tumbuhan sedangkan Anggrek belum melihat satupun ART yang akan membantu kegiatan mereka.
"Sayangku, aku ngak mungkin biarin kamu yang merapikan ini semua. Lagi pula ini fasilitas yang diberikan oleh rekan bisnisku karena dia tahu kamu pasti akan tidak nyaman jika suasananya tegang dan seperti kantoran. Terlebih dirimu seorang pekerja seni sayang, jadi untuk merawat tanaman dan rumah juga dia yang fasilitasi, jadi semuanya lengkap," kata Arjuna yang membuat Anggrek mangut-mangut.
"Kamu ngak jatuh miskinkan Bang sampe di kasihani begini?" tanya Anggrek yang membuat Arjuna langsung beristigfar.
"Ya Allah Sayang, jangan ngomong begitu ih serem. Insyaallah rejeki abang ngak habis-habis 7 tanjakan, 7 turunan ampe 7 belokan ngak habis-habis biar bisa berbagi terus sama banyak orang," kata Arjuna.
__ADS_1
"Aamiin," kata keduanya.