
"Jadi gimana Yang? Kapan kamu mau ke petshop buat beli kucing? Memangnya mau kucing yang seperti apa?" tanya Arjuna pada Anggrek.
"Hehehehe, sebenarnya bukan ambil di petshop Bang. Gini tadi aku lihat kucing ras kecil dijalan waktu pulang dari butik bareng sama Amanda. Bentukannya udah ngak karuan, kutuan dan juga banyak luka kayak habis di KDRT gitu Bang sama Tuannya," kata Anggrek sedangkan Arjuna tertawa mendengar kata KDRT.
"Sayang, kamu ini ada-ada aja masa KDRT. Emangnya dia lagi membina rumah tangga sama Tuannya, Sayang?" tanya Arjuna seraya meneguk teh hangat buatan istrinya.
"Ih Abang mah, orang lagi serius juga. Itu kucing udah parah banget keadaannya dan aku bawain ke Dokter Gilbert, sekarang lagi dirawat setelah di operasi bagian luka yang membusuknya. Boleh ya Bang, aku adopsi dia?" tanya Anggrek dengan mata berkaca-kaca karena teringat bagaimana kondisi si meong yang tadi ditolongnya.
Melihat mata sang pujaan hati mulai berembun membuat Arjuna menghela nafas panjang. Anggreknya memang semanja ini, dia sensitif tapi sangat menyejukkan dipandang mata yang membuat Arjuna mabuk kepayang setiap hari.
__ADS_1
"Sayangnya Abang satu-satunya setelah Mamah. Jangan nangis dong, boleh kok kamu pelihara kucing. Abang ngak masalah, lagian nanti kalau memang diperlukan bantuan orang untuk mengurus peliharaanmu nanti Abang cari orang biar Istrinya Abang yang cantik ini ngak kecapekan apalagi dedek bayi kita udah 4 bulan begini," kata Arjuna.
"Terima kasih Abangku Sayang," kata Anggrek memeluk sayang sang suami.
"Sama-sama Sayangku."
"Oh iya Sayang nanti malam Abang ada pengajian di Masjid X bersama Uztadz Abdurrahman dan juga teman-teman lainnya. Jadi pulangnya mungkin agak lama, kamu sendiri di rumah ngak papa?" Tanya Arjuna pada sang istri.
"Sayang, nantikan Abang pulang sekitar jam 10 atau jam 11..." perkataan Arjuna dipotong oleh Anggrek karena wanita cantik itu langsung duduk dipangkuan sang suami dan menolak tegas jika Arjuna pergi malam ini.
__ADS_1
"Ngak mau Abang! Pokoknya aku ngak mau! Aku maunya Abang tanggung jawab! Aku juga ngak akan semanja ini kalau Abang ngak buat aku melendung begini! Kenapasih Abang selalu peduliin teman-teman Abang tanpa memikirkan perasaan aku? Akutuh capek, maunya diperhatikan, dimanja, dituruti gitu maunya! Peka dong Bang jadi suami!" teriak Anggrek dan menangis semakin keras tapi juga memeluk erat suaminya.
Huft! Arjuna memaksakan senyumnya meski terasa kesal karena mood sang istri yang berubah-ubah.
"Gimana kalau kamu ikut sama Abang aja nanti Sayang? Jadi kita sama-sama belajar?" tanya Arjuna pada istrinya.
"Aku lagi ngak mau belajar Abang. Aku itu maunya dituruti. Sesekali Abang ikut apa kata aku apa salahnya sih? Ngak peka banget jadi suami!" kesal Anggrek pada Arjuna.
"Sayang bukan begitu, tapi ini hal penting yang ngak bisa di tunda," kata Arjuna memberikan pengertian pada sang istri.
__ADS_1
"Ngak mau tahu pokoknya kamu ngak boleh pergi!" tangis Anggrek semakin menjadi.
"Oke-oke! Tapi stop nangis! Jangan lagi menangis sayangku. Aku ngak mau lihat kamu sedih, I Love You," kata Arjuna mengecup kening Anggrek lama.