
Pagi yang indah dengan awal yang indah. Anggrek dan Radislav memasak bersama untuk pertama kalinya. Ya sebagai seseorang yang terbiasa hidup dalam dunia yang keras tentu saja Radislav menguasai dapur dan peralatannya.
"Aku sungguh tidak menyangka jika Daddy sangat mahir memasak," kata Anggrek.
"Daddy suka melakukan ini pada saat Mommy masih ada Nak, Mommy sangat senang membuat makanan dan Daddy menemaninya agar bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama karena Daddy dan Mommy sama-sama sibuk. Mommy bekerja sebagai Dosen disalah satu Universitas sedangkan Daddy harus berbisnis dan terkadang ada banyak misi bersama team," kata Mr Radislav tersenyum pada sang Putri.
"Aku senang bisa mencoba pengalaman memasak bersama Daddy. Daddy tahu, biasanya aku hanya bisa memasak bersama Ibu mertuaku. Mamah sangat suka memasak dan membuat aku memiliki banyak pengalaman baru dan yang pastinya membuat berat badan bertambah Dad," kata Anggrek seraya tersenyum.
"Kita masa untuk berapa orang Daddy?" tanya Anggrek.
"Pagi ini Kakakmu akan datang semua. Paman Lev juga akan hadir, berarti 3 tambah 5 berarti delapan orang. Tenang saja Daddymu ini adalah koki yang handal," kata Radislav dengan senyum bangga diwajahnya.
"Ya Allah, Grandpa dan Bunda kayaknya asik sekali. Lagi bicara apasih?" tanya Arjuna membawa ketiga bayinya dalam kareta bayi, tentunya triplet telah selesai dimandikan oleh Anggrek.
"Ini Abang kami tengah memasak untuk porsi yang cukup besar karena kita akan melakukan sarapan bersama. Kata Daddy, kakak-kakakku akan datang hari ini," kata Anggrek dengan senyuman sumringah.
"Wah berarti bakal rame. Asik dong ya nanti," kata Arjuna seraya melihat masakan sang Papa Mertua.
"Apa kau juga sering memasak Juna?" tanya Daddy pada Arjuna.
"Wah, aku kebetulan hanya ahli memakan saja Dad. Terlebih kalau Anggrek yang memasak, aku bisa berlemak hingga susah berjalan," kata Arjuna mengedipkan mata pada sang istri.
"Dad, kalau aku icip-icip duluan ngak papa ya? Aku mudah lapar sejak ada triplet," kata Anggrek dengan wajah watadosnya.
"Iya Sayang, Daddy mengerti kamu pasti tidak terbiasa menunda makan karena kebutuhan triplet akan asi. Sekalian suami kamu, dari yang informan Daddy katakan kamu melarang Arjuna untuk minum kopi dipagi hari dan malam kecuali di kantor. Daddy sudah siapkan susu bubuk dengan merek yang sama dan ukuran yang sama," kata Radislav yang membuat Anggrek tersenyum bahagia.
"Thanks Daddy," kata Anggrek memeluk singkat sang Ayah dan juga mengecup pipi sang Ayah secara singkat.
"Daddy mau minum apa?" tanya Anggrek saat membuat minum.
"Daddy teh hangat saja sayang," kata Radislav dengan senyum manis seraya mengiris cepat cabai merah.
"Dad, sepertinya kau sangat menyukai kegiatan memasak. Apa kau sering melakukannya?" tanya Arjuna pada sang Mertua.
"Sudah dua tahun lamanya aku tidak memasak Arjuna. Bukan aku tidak ingin, tapi ini selalu membuat aku mengingat mendiang istriku. Kau tahu? Jika istriku masih ada pasti dia akan sangat akrab bersama Anggrek, bagaimanapun mereka memiliki hobi yang sama," kata Daddy yang disetujui oleh Arjuna.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama Anggrek dan Daddy sudah siap menyajikan makanan di meja makan. Bertepatan dengan itu mobil para anak Radislav datang.
"Daddy, apa kabar?" tanya Marvell memeluk sang Ayah begitu juga Yang di lakukan oleh Stevan, danJustin.
"Daddy, kangen ngak sama aku Dad? Anak Daddy yang paling ganteng didunia," kata Barack dan memeluk erat sang Ayah dengan sangat ceria.
Ya diantara ke empat Putra angkat Radislav Barack yang paling ceria dan cerewet. Tapi jangan salah sangka, seseorang yang paling ceria identik adalah yang paling berbahaya dan tidak berperasaan.
"Ini siapa Dad?" tanya Barack yang belum juga duduk dan menunjuk pada Arjuna yang tengah duduk disamping Marvell.
"Oh iya, sepertinya tanpa Daddy kasih tahu juga pasti kalian berempat sudah tahu jika adik kalian Putri Daddy satu-satunya telah menikah dan memiliki anak," kata Radislav menatap pada setiap Putranya secara bergantian.
"Dia bernama Arjuna," kata Radislav dan Arjuna bersama keempat saudara angkat Anggrek itu saling bersalaman untuk berkenalan.
"Setahuku kau adalah teman baik Arthur?" tanya Marvell pada Arjuna.
"Ya aku dan Arthur bersahabat dalam waktu yang lama," kata Arjuna tenang.
"Aku senang setidaknya suami dari Adikku bukanlah dari kalangan yang asing dengan senjata. Jika kau sudah pernah mengikuti transaksi dan lain sebagainya tentu kau tahu pasti bagaimana merakit senjata dan melepas serta memasang peledak?" tanya Justin dengan wajah yang menyeringai.
"Oh Tuan kebohongan macam apa itu? Tapi baiklah, aku menyukai pengalamanmu yang diceritakan oleh orangku," kata Barack yang tahu pasti bagaimana masa lalu Arjuna.
Ya meski sudah dua tahun bersama, tidak banyak hal dari masa lalunya yang diberitahukan pada Anggrek oleh Arjuna. Bukan tidak ingin, tapi bagi Arjuna bisa bersama dengan Istrinya tanpa salah faham saja sudah sangat-sangat menyenangkan.
"Wah sudah berkumpul semua, maafkan aku yang datang terlambat." kata Anggrek yang menghampiri semuanya.
"Tidak masalah Adik manis, kami tahu kau tengah mengurus keponakan kami yang manis. Bukan begitu Anggrek?" tanya Barack dan mengedipkan matanya pada Anggrek yang hanya dibalas anggukan sungkan oleh Anggrek.
"Bagaimana harimu setelah mengetahui keluarga aslimu Adik?" tanya Justin yang berusaha untuk ramah walaupun sebenarnya dia lebih mirip introgasi pada Anggrek yang membuat Barack merasa geli.
"Hei, Kakak! Apakah raut wajahmu tidak bisa dikondisikan, jangankan Anggrek kekasihmu saja akan lari terbirit-birit jika kau menanyakannya seperti bertanya pada tawanan. Ayolah Bung kita sedang berkenalan dengan Putri Daddy," kata Barack pada Justin yang membuat Stefand yang sedari tadi ingin angkat bicara berhenti karena teguran Anggrek.
"Aku yakin semua yang disini belun sarapan ketika datang, bagaimana kalau kita sarapan dulu sebelum berbincang. Ini aku dan Daddy yang memasak silahkan dinikmati,'' kata Anggrek yang hanya diiyakan tanpa ada yang membantah.
Tapi Arjuna tetaplah dirinya, dimanapun dia akan tetap diperlakukan istimewa oleh Anggrek karena bagi Anggrek itu adalah pengabdiannya pada sang suami.
__ADS_1
Karena Daddy juga disebelah Anggrek, maka mendapat perlakuan yang sama dari Anggrek. Dengan senang hati Anggrek menyajika makanan untuk orang-orang tersayangnya.
Suasana tegang diruang makan, telah berakhir.
"Jadi ini Kak Marvell, yang ini Kak Justin, yang ini Kak Stevand. Sedangkan Kak Barack adalah yang paling mudah dikenali karena paling ramah diantara semuanya," kata Anggrek yang membuat Barack lagi-lagi tersenyum.
Siang hari berlalu begitu cepat, karena Daddy dan yang lain akan bertolak ke Rusia malam ini. Arjuna tidak masuk ke kantor agar Anggrek tetap merasa nyaman bersama keluarganya. Bukan apa-apa Anggrek banyak tersenyum dan berbicara tapi Arjuna paling tahu jika sang istri tengah khawatir.
"Kau suka melakukan apa Anggrek?" tanya Stefand begitu dia menghampiri Anggrek yang tengah duduk sendiri di taman samoing mansion bersama ketiga anak-anaknya sedangkan yang lain tengah bermain latihan tembak termasuk Arjuna.
"Entahlah Kak, aku suka melakukan apapun hal yang baru dan tantangan. Selain itu aku selalu menghabiskan waktuku dengan gambar rancangan gaun, pastikan nanti jika kau menikah akulah yang akan merancang gaun pernikahanmu dan istrimu," kata Anggrek bahagia.
"Jangan memikirkan hal yang terlalu jauh, bahkan jaminan aku masih bernafas esok hari saja tidak ada," kata Stefand.
"Jangan berkata begitu, rencana Allah kita mana tahu. Semuanya penuh kejutan," kata Anggrek dengan senyuman.
"Kenapa kamu selalu tersenyum seperti tanpa beban?" tanya Stefan.
"Setiap kita itu punya masalah Kak, tergantung bagaimana kita menyikapinya semua. Lagi pula selama kita berpegang teguh pada Tuhan, kita ngak akan pernah kecewa," kata Anggrek.
"Apa Tuhan itu ada? Bahkan aku selalu menerima kemalangan dalam hidupku. Kau tahu Anggrek dengan tanganku aku sudah membunuh 5 orang kekasihku karena menduakan aku dan malah hamil dengan laki-laki lain. Belum lagi aku yang dibuang oleh kedua orang tuaku, yang lebih parahnya setelah aku dewasa dan menyelidiki semuanya ternyata aku hanyalah anak seorang P*****r. Apa kau pikir ini menyenangkan? Dimana Tuhan saat aku berkali-kali hampir mati dalam misi yang Daddy berikan," kata Stefand mengatakan sudut pandangnya.
"Jika Tuhan tidak melindungi Kakak, tidak mungkin Kakak bertemu dengan Daddy. Jika Tuhan tidak melindungi Kakak, tidak mungkin Kakak bisa selamat dari serangan musuh. Sehebat apapun kita dan sekuat apapun kita jika memang sudah Allah takdirkan sesuatu menimpa kita maka akan tetap menimpa kita Kak," kata Anggrek tenang.
"Semuanya kembali pada pandangan masing-masing. Jika Tuhan tidak memberikan rezekinyanoada kita mungkin kita tidak akan bisa bernafas Kak, coba kakak bayangkan orang yang bernafas menggunakan tabung oksigen. Jika kita hitung kak, berapa banyak kita bernafas melalui udara yang Allah berikan selama kita hidup pastinya tidak terhitung," kata Anggrek memejamkan matanya menikmati suasana cerah dan menengadahkan kepalanya keatas seraya bertasbih mengingatnya.
Tanpa Anggrek sadari Stefand memandangi lekat wajah cantik Anggrek yang tengah menengadah ke atas langit.
Dari kejauhan Marvell tersenyum sinis.
"Sudah aku katakan, kau pasti akan terperosok Stefand. Aku harap kau tidak akan melakukan tindakan konyol," kata Marvell.
Sedangkan Stefand sibuk mensugestikan dirinya dan berkata jika itu adalah sebuah kesalahan. Ini sangat tidak benar.
"Stefand ini salah, jangan pernah menjadi anjing yang menggigit tangan Tuanmu! Daddy begitu baik padamu," kata Stefand pada hatinya sendiri.
__ADS_1