
"Amanda apa kamu bisa datang kekediamanku?" tanya Anggek melalui sambungan telepon.
"Aduh Bu Bos bukan aku tidak ingin tapi pekerjaan di Butik sedang sangat ruwet sekali. Aku sendirian Sweety, aku koalahan jika kamu tidak ada disini. Bagaimanapun aku sepertinya membiutuhkan asisten," keluh Amanda panjang lebar.
"Sudah Amanda aku tidak ingin mendengar penolakanmu, kamu tidak bekerja sendiri ada Lusi, Gina, Dina dan yang lain yang membantumu. Aku disini juga ikut membantu dan bahkan tidak meninggalkan pekerjaanku sejak kehamilanku usia 8 bulan ini," omel Anggrek karena tidak terima dengan penolakan sang sahabat.
"Baiklah Bu Bos aku akan segera pergi kesana, apakah ada yang ingin kamu makan dan minum agar aku bisa membelinya didalam perjalanan?" tanya Amanda.
"Aku ingin kamu belikan aku minuman boba dingin rasa vanila dan juga sate, ah iya aku mau kue manis dan nasi padang. Uhhhhg rasanya pasti akan nikmat sekali," gumam Anggrek melalui sambungan teleponnya.
"Kamu mengidam Bu Bos?" tanya Amanda lagi yang malah mendengar tawa Anggrek dibalik sambungan telepon.
"Aku harap kamu tidak keberatan membelikannya untuk calon-calon keponakanmu ini Aunty,"kata Anggrek menirukan suara anak-anak.
"Baiklah Bu Bos, aku memang tidak berdaya jika sudah dalam urusan memenuhi acara ngidammu. Bahkan jika kamu tidak marah maka, Pak Bos Arjuna yang akan memarahiku selama 3 sks dan jangan lupakan kekasih gelapnya yang selalu mengikutinya kemanapun pergi. Oh Tuhan itu menyebalkan," kata Amanda seraya merapikan peralatan dan berkas-berkas yang dibawanya untuk menemui Anggrek.
"Amanda aku masih bisa mendengarmu dengan jelas! Siapa yang kau maksud kekasih gelap suamiku? Kamu ingin memfitnahnya? bukankah kamu tahu jika fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan?" tanya Anggrek garang.
"Oh Tuhan, Bu Bos apa kau tidak tahu jika pria asal Korea Selatan yang bernama Kim Jong In yang akrap dipanggil Kai itu adalah selingkuhan suamimu. Coba kau perhatikan dia begitu setia mengikuti kemanapun suamimu pergi," kata Amanda watados.
"Astagfirullah Amanda! Tidakkah kau tahu jika Kai adalah sekretaris utama suamiku jelas dia akan mengikuti suamiku kemanapun pergi karena memang itu sudah tugasnya. Sudah aku tutup, aku tunggu semua pesananku dirumah.
Kesibukan yeng mendera Anggrek membuatnya lupa jika Papa, Mama dan Mawar akan mendarat hari ini di USA. Seperti saat ini Anggrek berkecimpung dengan tablet dan leptop serta beberapa kertas sketsa pesanan kliennya. Ya, gagal mendapat investor rupanya membua semangat jiwa juang Anggrek menggelora dan berbekal dengan kemampuan design yang mentereng dia malah berhasil menggaet beberapa artis papan atas ternama untuk mengenakan busananya. Bukan, ini bukan fasion show tapi mereka memesan gaun rancangan Anggrek berdasarkan halaman website yang Anggrek unggah.
__ADS_1
Mamah yang akan pergi keluar mendatangi Anggrek dan Amanda yang tengah berjibaku dengan kesibukannya di ruang keluarga. Ditangan Mamah sudah ada segelas susu hamil rasa vanila.
"Sayang, berhenti dulu sejenak. Ini minum dulu susunya, kasian Twins pasti butuh nutrisi yang cukup untuk mengembangkan kemampuan mendesignnya," kata Mamah yang membuat Anggrek tersenyum.
"Amanda, kau boleh pergi kedapur untuk mengambil cemilan dan juga minuman dingin. Anggap rumah sendiri, Tante akan pergi ke kantor Om dan Arjuna untuk beberapa hal yang penting." kata Mamah seraya berpamitan pada sang menantu.
Mamah pergi ke kantor dengan disopiri oleh pria asal Amerika-Korea yang bernama Kimtan.
"Kimtan, antarkan saya ke kantor anak dan suami Saya," kata Mamah yang langsung diiyakan oleh pria muda itu.
"Kai, apa Arjuna ada di kantor? Baik, jangan biarkan dia pergi dulu katakan padanya jika saya ingin bertemu dan ini hal penting menyangkut Anggrek!" perintah sang Nyonya besar pada sekretaris Putranya.
Mamah Arjuna menatap jauh keluar jendela, dia menghirup nafas dalam. Kebenaran tentang Anggrek pasti akan sangat melukai menantunya yang manis, tapi kali ini Mamah telah berjanji pada dirinya sendiri akan meemberikan perhitungan yang tidak tanggung-tanggung jika wanita itu dan putrinya kembali berulah.
Tidak membutuhkan waktu lama Nyonya besar sampai di kantor sang Putra. Saat memasuki kantor aura mencekam mengikutinya, para karyawan dan karyawati berceceran mengerjakan setiappekerjaannya dan ada juga yang menyapa tunduk ditemani takut saat bertemu sang Nyonya besar pemilik perusahaan.
"Arjuna ada didalam Kai?" tanya Mamah pada sekretaris sang Putra.
"Silahkan ke dalam Tante, Arjuna sudah menunggu," kata Kai pada Ibunda sahabat sekalian Bosnya itu.
"Assalamu'alaikum," salam Mamah begitu memasuki ruangan CEO yang dihuni leh Putranya.
"Walaikumussalam, eh Mamah. Ada apa Mah? Kata Kai, Mamah ingin membicarakan hal penting tentang Anggrek. Ada apa?" tanya Arjuna melihat sang Mamah,
__ADS_1
"Kamu sadar jika hari ini adalah hari kedatangan keluarga palsu Anggrek?" tanya sang Mamah.
"Ya sadarlah Mah, hanya saja aku akan terbang ke Thailand untuk waktu satu pekan. Aku semakin tidak yakin meninggalkan Anggrek disini meskipun ada Mamah. Mamah tahu sendiri istriku itu keras kepala," kata Arjuna dengan raut risau.
"Sudah untuk urusan ke Thailan biarkan Kai dan Ariana yang pergi. Mmamh khawatir membiarkanmu pergi keluar negeri karena kehamilan Anggrek sering bermasalah. Anggrek pasti akan sangat membutuhkn kamu nantinya disetiap kondisi genting yang dia miliki." jelas Mamah pada Arjuna.
"Persiapkan dirimu untuk bertemu kelaurga Anggrek. Mamah akan menemui Papah kamu dulu," kata Mamah berlalu.
Malam gelap menyambut keluarga mawar diapartment mewah milik Arjuna. Hanya mereka bertiga disana, tidak ada satupun pelayan, tapi rumah itu tampak bersih dan rapi.
Hingga pria berbaju hitam layaknya Bodyguard tadi datang dan menjawab semua pertanyaan yang berseliweran dikepala ketiganya.
"Apartment ini telah dibersihkan dan juga makanan telah disedikan oleh orang suruhan Tuan Arjuna jadi silahkan dinikmati. Setelah jam makan malam nanti, Nyonya Besar, Tuan Besar dan Tuan Arjuna akan kemari!" hanya itu yang diucapkan oleh pria tampan berparas dingin itu,
Suasana yang tampak hidup dan Papa dan Mama Mawar bercanda riang di ruangan keluarga yang dilengkapi dengan layar televisi yang lebar.
"Pa, kira-kira bagaimana nanti reaksi Anggrek saat bertemu kita? Mama sangat tidak bisa membayangkannya Pa." kata Mama dengan suara bahagia,
"Iya pastinya kebahagian Anggrek sangat lengkap ya Ma? Semuanya dia punya, tidak seperti kehidupan kita yang jauh dari kata ewah," kata Mawar yang berhasil mengalihkan atensi kedua orang tuanya.
"Kamu itu harus banyak bersyukur Nak. Masih uuntuk semua kebutuhan kita di cover oleh Anggrek. Kamu tahu sendiri jika Papa sudah tidak lagi bekerja dan hanya bisa membuka warung kecil-kecilan di sela Ibumu mengajar. Lagi pula walau tidak mewah kita hidup dengan berkecukupan dan uang yang dikirim Anggrek perbulannya juga lebih dari cukup, Hanya saja jiwa sosialita Kamu dan Ibumu tidak berkurang, seolah kita masih menjadi orang berpunya padahal nyatanya kehidupan kita sudah tida baik-baik saja secara ekonomi sejak Anggrek pergi dari rumah," kata Papa sendu.
Suasana yang tadinya nano-nano ada sedih, bahagia, terluka dan sendu sontak menjadi sangat senyap sejak kedatangan tamu yang sebenarnya adalah pemilik apartment mewah ini. Ya disana ada kedua orang tua Arjuna dan pastinya ada Arjuna disana.
__ADS_1
Kedua orang tua Mawar sibuk dengan ketakutannya dan Mawar juga sibuk dengan 1001 rencana jahatnya. Ya menurutnya ini tidak akan terlalu jahat.
"Adikku sayang adikku malang, Kakak tidak bermaksud menyakitimu kembali, Kakak juga tidak akan menyingkirkanmu apalagi memfitnahmu. Kakak hanya akan menggoda suamimu untuk menjadikan Kakak istri kedua, bukanah berbagi itu indah dan kamu menyukainya bukan, Jadi bersiaplah untuk ikhlas berbagi suami dengan Kakak," lirih Mawar mentap penuh ambisi dan naf su yang terselubung saat melihat wajah tampan Arjuna.