
Tok tok tok
"Sayang sudah selesaikan meetingnya? Kamu belum minum susu hamil loh Nak," kata Mamah dari balik pintu.
"Iya Mamah," kata Anggrek dari balik pintu.
"Meeting kita cukup sampai disini dulu, selanjutnya akan dibahas ketika Abang Arjuna ada waktu menemaniku ke Butik," kata Anggrek.
"Iya yang lagi hamil dan bener-bener diprotektifin sama Mas Suami. Oh iya btw, gue bahagia banget karena Arjuna sayang banget sama kamu. Ingat Arjuna itu tampan, rupawan dan kaya raya yang pastinya akan sangat banyak Julia-Julia berikutnya yang mencoba merebut suami kamu. Kamu harus bijak, pastikan kamu jaga Mas Arjuna dengan baik. Cukup Abimanyu yang membuatmu merana aku tidak ingin itu terulang lagi," kata Amanda menatap sendu sahabatnya.
"Abang Arjuna orang yang baik dan dewasa. Aku tidak akan mampu menjaga Abang Arjuna, yang mampu melakukannya hanya Allah SWT. Aku hanya bisa menjaga suamiku dengan usaha dan do'a setelahnya aku pasrahkan pada Allah," kata Anggrek tidak kuasa menahan air matanya.
Sering kali terjadi pertengkaran antara dirinya dan Arjuna. Arjuna selalu sabar menghadapi moodnya yang mudah berubah belum lagi jika amarahnya yang tidak terkendali.
"Loh kenapa malah jadi nangis Bumil Sayang?" tanya Amanda.
"Kamu tidak tahu saja seberapa sering Bang Arjuna ngalah padaku saat aku marah ataupun hingga membanting barang-barang. Ya Allah tolong jaga suamiku baik raga maupun hatinya," kata Anggrek yang diaminkan Amanda.
"Harap maklum ya Nak, namanya lagi hamil jadi sangat sensitif," bisik Mamah ditelinga Amanda.
"Aku dengar Mamah, aku tu ngak sensitive hanya saja aku merasa terharu karena Abang begitu perhatian padaku," kata Anggrek yang di iyakan oleh semuanya dari pada dia menangis kembali.
Sementara itu di keluarga Mawar saat ini tengah berembuk antara Papa, Mama dan Mawar.
__ADS_1
"Jadi Khairil hendak melamarmu? Apa kamu sudah pikirkan baik-baik Nak? Khairil adalah anak Kyai kondang belum lagi beliau belum lama ini ditinggal sang istri," kata Papa pada Putrinya.
"Istrinya Uztadz Khairil meninggal karena melahirkan Papa. Sosok putrinya tetap butuh Ibu sambung, meski sudah ada Nenek dan Kakek serta Tante itu semua tidak mampu menggantikan posisi Ibu," kata Mama yang membuat Papa menghela nafas.
"Ma, kita sudah hampir menikahkan ketiga Putri kita. Anggrek ditalak di pelaminan bahkan setelah beberapa jam akad nikah. Lalu Mawar disiksa lahir dan batin oleh Abimanyu, sebagai seorang Janda itu bukan status yang mudah diterima keluarga Uztadz Khairil. Melati juga harus meregang nyawa ditangan selingkuhan Tunangannya," kata Papa yang membuat Mama terdiam.
"Meski gagal di pernikahan yang pertama bukanlah patokan tapi patut dijadikan pelajaran. Memang nasib tidak selalu sama, bahkan Anggrek menikahi Arjuna yang kaya raya dan baik hati. Tapi apakah Mawar akan seberuntung itu?" tanya Papa dengan mata memerah berkaca-kaca.
"Papa tidak mau kehilangan Putri lagi, jadi maaf Papa tidak merestui kamu dan Uztadz Khairil," kata Papa yang membuat Mama dan Mawar bermuram durja.
"Pa tapi Mawar yakin Mas Khairil adalah laki-laki yang tepat untuk Mawar Pa," kata Mawar membela pilihannya.
"Papa tahu cinta itu buta, tapi tolong kali ini hormati permintaan Papa. Papa ngak ingin kamu salah pilih, atau jika memang hatimu condong mintalah waktu pada Uztadz Khairil untuk kamu beristigharah. Sholat istigharah dan minta petunjuk pada Allah," kata Papa yang diiyakan oleh Mawar.
"Nyai, Aku ingin menjawab perihal lamaran yang diberikan Uztadz Khairil padaku," kata Mawar begitu Nyai Halimah menyuruhnya duduk.
"Bagaimana anakku," kata Nyai Halimah tersenyum lembut.
Mata Mawar sontak berkaca-kaca, 6 bulan sudah dia di pesantren ini untuk memperbaiki diri. Entah kapan rasa itu hadir tapi yang pasti rasa itu hadir dengan lancangnya tanpa permisi, membuat jantung Mawar berdebar dengan tidak tahu dirinya.
Mawar sadar jika dia adalah pendosa ulung tapi dia malah mengharap hamba Allah yang begitu taat dan alim. Mawar jatuh hati pada tutur katanya, pada sikapnya, pada suaranya ketika menjadi imam sholat. Tapi pertanyaannya apakah Mawar pantas?
"Nyai, apakah aku boleh meminta wakyu sekitar 30 hari untuk beristigharah? Bukan aku ragu akan Uztadz Khairil tapi aku bukanlah wanita baik-baik, aku pendosa yang mencari jalan taubat. Aku hanya pendosa yang merindukan ampunan, jadi aku tidak menolak tapi jauh dilubuk hatiku yang terdalam aku merasa tidak pantas Nyai," tangis Mawar pecah.
__ADS_1
Nyai Halimah mendekap anak didiknya yang telah mencuri hatinya. Ya sebenarnya lamaran itu datang dari dirinya dan suaminya, mengenai Uztadz Khairil sang Putra tidak menolak tapi juga tidak menerima.
Mendengar dan melihat semua pengakuan Mawar membuat Khairil berlalu dari sana. Ya Uztadz Khairil mendengar semuanya tapi kakinya enggan melangkah walau hanya sekedar bertanya basa-basi.
Abi yang melihat putranya berlalu dengan wajah datar hanya bisa menghela nafas kasar. Dia tahu jika Khairil masih berduka atas kehilangan Fatia. Tapi bagaimanapun Aisyah butuh sosok Ibu dan Abi merasa jika Mawar adalah sosok yang tepat.
Malam menjelang, di kediaman Anggrek, wanita cantik itu masih asik dengan peliharaannya Cutik.
"Sayang, Cutiknya dibawa ke rumah saja. Ini sudah hampir magrib, Twins pasti sudah tidak nyaman diluar rumah," kata Arjuna menghampiri sang Istri.
"Abang udah pulang? Kapan? Kok aku ngak tahu?" tanya Anggrek.
"Gimana kamu mau sadar Sayang, lah sedari tadi kamu asik dengan kucing gemoymu ini," kata Arjuna.
"Abang ngak baik toel-to begitu, dia lagi hamil aku ngak mau ya kalau nanti dia ngambek dan ngak mau aku peluk," kata Anggrek memasang wajah garang yang malah terlihat menggemaskan bagi Arjuna.
" Oalah, memangnya dia sama kayak kamu yang suka ngambek. Sini-sini Abang cium ampe lemes!" kata Arjuna yang menghujami istrinya dengan kecupan di kening, pipi, hidung, mata dan terakhir di bibir.
"Ehm! Ehm! Dunia rasa milik berdua yang lain pada ngontrak," kata Mamah yang membuat Arjuna maupun Anggrek salah tingkah.
"Kelepasan Mah. Hehehe, Arjuna panas mau mandi dulu, dada Mamah Iove you!" kata Arjuna yang berlari meninggalkan sang istri yang kikuk dihadapan sang Mamah.
"Mah, Anggrek ke dalam dulu. Khawatir Abang butuh bantuan Anggrek," kata Anggrek seraya menggendong Cutik ke arah kamarnya.
__ADS_1
"Alhamdulillah ya Allah. Meski hubungan mereka awalnya bukan saling cinta tapi melihat cinta yang begitu besar dimata keduanya hamba sungguh bahagia. Lindungi selalu Anak, Menantu dan calon cucu hamba ya Allah," kata Mamah menatap pada Anggrek yang semakin menjauh dari padangan mata.