
Pagi ini adalah hari minggu, Anggrek memasak cup cake untuk cemilan ketika sedang bersantai dan juga memotong buah-buahan. Sejak beberapa minggu yang lalu Anggrek sangat menyukai memakan buah-buah yang sudah di potong-potong terkadang Anggrek memakannya langsung begitu saja terkadang mnggunakan susu dan juga sirup.
Arjuna? Pria itu masih terlelap setelah sholat subuh sang suami meminta jatah padanya dan berakhir tertidur nyenyak lagi. Yang jomblo jangan iri, pacaran setelah menikah memang se inda itu.
Saat Anggrek sibuk dengan oven dan juga buahnya tiba-tiba sepsang lengan kekar melingkar di perut Anggrek yang sudah sedikit menonjol karena tengah hamil 4 bulan.
"Abang udah bangun?" tanya Anggrek pada sang suami karena tahu persis itu tangan Arjuna.
"Belum, masih ngantuk! Tapi Ayang ngak ada di kamar jadi ngak bisa tidur," kata Arjuna seraya mendusel-dusel wajahnya di pundak sang istri yang di balut hijab persegi empat panjang yang berwarna coklat tua.
"Sayang kamu pagi-pagi udah wangi gini mau kemana sih?" tanya Arjuna semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri.
"Biasanya juga selalu rapi beginikan Bang, apalagi sekarang Abang lagi di rumah wajib wangi dan cantik lah Aku," kata Anggrek pada sang suami seraya menyuapkan potongan buah ketika sudah berbalik menatap sang suami yang menyipitkan matanya menatap Anggrek.
__ADS_1
"Yok Aaak makan buahnya!" kata Anggrek yang langsung di ikuti Arjuna.
"Yang Abang mandi dulu aja kali ya? Abang bau ngak sih bangun tidur gini?" tanya Arjuna pada sang istri.
"Tadi sebelum tidurkan Abang udah mandi, tapi kalau mau mandi lagi ngak masalah! Kalau ngak capek," kata Anggrek.
"Kamu masak apa Yang?" tanya Arjuna saat melihat Anggrek beranjak berjalan pada oven tempat dia memanggang cup cake buatannya.
"Aku bikin kue buat teman duduk dan santai. Abang jangan marah ya kalau nanti aku gemukan, sejak ada si Dedek di sini," kata Anggrek mengusap perutnya.
"Ngak papq kalau kamu gemukan sayang, justru Abang suka! Biar lebih bohay gitu," kata Arjuna.
Melihat suasana yang hanya berdua Arjuna ingin menyosor sang istri di dapur. Ya Arjuna mendadak bertransformasi jadi soang, tapi sebelum itu terjadi keduanya jadi kikuk karena seruan Mamah.
__ADS_1
"Ya Allah, gini amat yang pacaran setelah menikah! Dunia rasa milik berdua yang lain pada ngontrak!" kata Mamah dengan raut wajah bahagia. Jujur saja Mamah sangat bahagia mendapati rumah tangga sang putra dan menantu kesayangannya baik-baik saja.
"Eh Mamah!" kata Arjuna.
"Lanjut aja Juna, anggap aja Mamah ngak ada di sini," kata Mamah seraya meminum teh hangat yang telah Anggrek siapkan bagi yang ingin sarapan.
"Menantu Mamah, memang the bestlah. Pagi-pagi udah ada kue, buah dan minuman. Tapi jangan capek-capek ya sayang, ingat kamu lagi hamil. Mamah ngak mau kamu kelelahan!" kata Mamah menatap pada Anggrek yang tengah meletakkan buah dan cup cake yang di buatnya di atas meja.
"Iya Mah," kata Anggrek seraya duduk.
Perempuan cantik itu juga menyuguhkan minuman dan makanan pada sang suami.
"Yang aku ke kamar mandi dulu, buat cuci muka dan gundar gigi. Ngak mau mandi lagi, capek!" kata Arjuna.
__ADS_1
"Ya Allah Arjuna! Mandi belum dan malah mau nyosor kayak soang, bener-bener nih anak! Jangan-jangan kamu ini keturunan angsa yang ketukar sama anak manusia?" tanya Mamah dengan nada mengejek. Pertanyaan Mamah membuat Anggrek tertawa dan Arjuna manyun sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...