Luka Di Pelaminan

Luka Di Pelaminan
Edisi Bucin


__ADS_3

"Abang!" teriak Anggrek dari kamar yang membuat Arjuna tengah minum teh hangat langsung tersedak dan terbatuk-batuk.


"Astagfirullah, untuk sayang," kata Arjuna mengelus dadanya menahan emosi karena teriakan Anggrek.


"Abang cepat kesini!" teriak Anggrek kembali.


"Iya sayangku, ada apa?" tanya Arjuna berjalan cepat menghampiri istrinya yang tengah dikamar keduanya.


"Abang nih lihat apa-apaan sih maksudnya Kak Mawar. Masa dia bilang calon suaminya.lebih ganteng dari pada Abang! Ini ngak boleh! Ngak ada yang bisa ngalahin kegantengan suami aku!" kata Anggrek dengan mata berkaca-kaca.


"Ya Allah, Sayangku! Istriku! Calon Ibu dari anak-anakku, wajar kalau Mawar bilang kalau calon Suaminya lebih tampan karena calon suaminyalah yang nanti akan menikahinya sayang. Udah ya jangan nangis lagi, kasian baby kita pasti sedih lihat Bundanya nangis terus seperti ini," kata Arjuna pada Anggrek.


"Jadi menurut Abang itu wajar?" tanya Anggrek dengan wajah polosnya.


"Iya Sayangku," kata Arjuna seraya mendekap sang istri dalam pelukannya.


"Abang, Mamah dan Papah kapan kesini lagi? Akutuh sering kesepian kalau kamu lagi kerja, masa aku dianggurin terus! Kamu ngak sayang lagi ya sama aku? Karena aku gendut dan buncit gini? Inikan gara-gara kamu juga masa kamu ngehindarin aku sih?" lagi hujan lokal itu mulai memperlihatkan gerimis yang sepertinya akan mengundang badai.


"Ya Allah, Sayangku. Abang kerja Yang, buat cari rezeki buat kamu dan anak kita nanti. kenapa melo banget sih kayak gini?" tanya Arjuna pada Anggrek.


"Pokoknya aku ngak mau tahu, besok aku mau ikut kekantor. Aku ngak mau ya, kalau nanti Abang ngelirik-lirik cewe-cewe muda dan seksi!" kata Anggrek sinis pada sang suami.


"Ya Allah, Sayang. Prasangkanya itu loh, ngak baik! Kamu lagi hamil cantik. Iya kamu boleh ikut sama Abang, tapi janji jangan ngerecokin ya?" tanya Arjuna pada sang istri dan Anggrek mengangguk patuh.


"Udah minum susu hamil belum?" tanya Arjuna pada Anggrek.


"Belum," kata Anggrek menatap takut-takut oada suaminya.


"Kenapa belum?" Tanya Arjuna pada Anggrek.

__ADS_1


"Lupa," kata Anggrek sok manja pada snag Suami.


"Huftt, jangan diulangi lagi. Ingat kamu lagi hamil, bukan hanya satu tapi dua bayi!" kata Arjuna pada Istrinya yang membuat Anggrek mengelus bayi dalam kandungannya.


"Iya Abang, mana susunya? Tolongin dong!" kata Anggrek tersenyum pada Arjuna.


"Kebiasaan," kata Arjuna dengan raut marah.


"Sstttt! Tetap ditempat jangan kemana-mana, biar Abang yang buatkan!" kata Arjuna tegas yang membuat Anggrek tidak berkutik.


Hari semakin larut, namun pekerjaan pria tampan itu enggan menyusut. Hingga jam menunjukkan pukul 12 malam waktu setempat dan telepon masuk dari Indonesia dari sang Mamah.


"Assalamu'alaikum Arjuna," sapa Mamah dari seberang sana.


"Walaikumussalam Mamah. Mamah apa kabar?" tanya Arjuna pada sang Ibu.


"Anggrek sudah tertidur Mah, kasian juga seharian ini dia mood swing terus. Mudah banget nangis dan tertawa," kata Arjuna curhat pada sang Ibunda.


"Namanya juga lagi hamil Nak, apalagi istrimu hamil bayi kembar. Ngak mudah hamil kembar dan jauh dari Ibu apalagi Anggrek punya cerita kelam tersendiri mengenai keluarganya. Satu-satunya yang dia miliki hanyalah keluarga kita. Dia butuh support Nak, kamu jangan lengah. Harus peka sama kebutuhan istri!" kata Mamah panjang lebar.


"Iya Mah, cuma kadang Arjuna panik juga ngelihatnya. Pas lagi santai dan obrolan ringanpun dia bawa serius jadinya Arjuna merasa ngeri sendiri," kata Arjuna menatap wajah Ibunya.


"Mamah apakah akan ke USA dalam waktu dekat?" tanya Arjuna pada sang Mamah.


"Sudah pasti dong Nak, Mamah ngak mau sampai melewatkan moment cucu pertama dari anak badung Mamah satu-satunya. Apalagi cucu Mamah nantinya ngak satu tapi langsung dua. Alhamdulillah Allah maha baik, bujang lapuk Mamah menikah telat tapi dapet daun muda, cantik lagi dan sekalinya dikasih keturunan kembar. Ah Mamah bahagia sekali," kata Mamah yang membuat pria tampan dan maoan itu melongo.


"Apa Mah? Aku dapat daun muda? Mamahku sayang, aku bukan Kakek-Kakek yang bisa Mamah bilang dapat daun muda ya. Aku masih muda, tampan dan mempesona, masa mau dibilang dapat daun muda? Sungguh keterlaluan! Terlalu," kata Arjuna sok dramatis.


"Halah gaya kamu, udah karatan juga kamu itu ketemu sama Anggrek. Itupun juga Mamah paksakan makanya jadi. Sekarang malah kamu yang bucin abis sama Anggre," kata Mamah meledeki sang Putra

__ADS_1


"Yah Mamah, masa bucin sama istri sendiri ngak boleh. Apalagi istriku cantik, sexy, pintar dan serba bisa gimana ngak makin bucin aku Mah," kata Arjuna yang membuat sang Mamah tertawa bahagia.


"Abang kok belum tidur? Besok katanya ada meeting pagi? Aku belum mau jadi janda muda dua kali ya! Ingatloh anak kita kembar dua!" teriak Anggrek dari kasur yang didengar oleh sang Mamah.


"Tu Permaisuri kamu udah ngajak bobok, buruan tidur! Mamah ngak mau ya kalau sampai menantu kesayangan Mamah harus berjuang melahirkan sendirian dan kamu malah enak-enakan tidur karena drop dan masuk rumah sakit!" kata Mamah melototi putra semata wayangnya itu.


"Iya Mamahku Sayang, Assalamu'alaikum. Titip salam buat Papah, aku cinta Mamah dan Papah," kata Arjuna sebelum menutup teleponnya.


Perlahan tapi pasti pria tampan itu menaiki ranjang dimana sang istri tengah terbaring cantik disana.


"Peluk!" kata Anggrek merengsek masuk kedalam pelukan sang Suami.


"Jadi makin lope-lope Abang, Dek. Lihat kamu manja pake banget begini, mana wangi banget lagi," kata Arjuna sebelum terlalap kealam bawah sadarnya.


Pagi yang hetic dan kejar-kejaran dimulai. Arjuna sibuk dengan seabrek jadwal meetingnya membuat Anggrek yang memaksa ikut malah menjadi patung selamat datang di ruangan sang Suami.


Merasa kesal sang Suami yang tidak kunjung punya waktu luang bahkan saat jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. Ya Arjuna hanya menyuruh Kim Jongin pria asal Korea Selatan yang juga merangkap sebagai sekretarisnya untuk membelikan makan siang untuk istrinya tercinta sedangkan dia melalang buana ketempat-tempat meeting bersama sekretaris keduanya Adrian.


"Kai, aku ingin makan diluar saja! Muak aku dengan pemandangan kantor terlebih suamiku sedari tadi sibuk berkencan dengan para kliennya hingga membuatku menjadi patung selamat datang disini!" kata Anggrek kesal.


"Baik Nyonya, Anda ingin makan dimana?" tanya Kai pada sang Nyonya besar.


"Aku mau ke Restoran X yang sekarang tengah ramai diperbincangkan," kata Anggrek.


"Baik, Nyonya," kata Kai yang langsung mengemudi menuju Restoran X.


"Sabar ya Twins, Ayah kalian memang kebangetan! Tapi ngak papa deh, mau digimanain orang Bunda cinta banget sama Ayah kalian," kata Anggrek.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2